Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
ANALISA PENGARUH VARIASI TEMPERATUR MESIN OVEN POWDER COATING TERHADAP KUALITAS LAPISAN PADA BAJA ASTM 36
Korosi memberikan dampak negatif yang signifikan bagi dunia industri, terutama
dari segi ekonomi, karena memerlukan alokasi dana untuk inspeksi dan perawatan
berkala pada konstruksi. Proses powder coating pada baja ASTM 36 bertujuan untuk
meningkatkan ketahanan dan estetika material, dengan memperhatikan sensitivitas
terhadap temperatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
variasi temperatur pemanasan mempengaruhi struktur makro, ketebalan, dan kekerasan
lapisan. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, persiapan alat dan bahan,
pembuatan spesimen dengan variasi temperatur 100°C, 150°C, dan 200°C selama 10
menit, serta pengujian ketebalan dan kekerasan lapisan. Data yang diperoleh dianalisis
untuk menemukan hubungan antara temperatur dan kualitas lapisan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa temperatur berpengaruh signifikan terhadap kualitas lapisan.
Ketebalan lapisan tertinggi tercatat pada temperatur 100°C dengan rata-rata 86,6 µm,
sedangkan pada 150°C dan 200°C masing-masing turun menjadi 76,6 µm dan 63,6 µm.
Pada sisi lain, kekerasan lapisan meningkat seiring dengan kenaikan temperatur,
mencapai 98,6 HA pada 200°C. Kesimpulannya, pengendalian temperatur dalam
proses powder coating sangat penting untuk mencapai kualitas lapisan yang optimal.
Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi industri dalam meningkatkan kualitas
produk melalui aplikasi teknik powder coating yang tepa
DI PT . AMERTA INDAH OTSUKA Kejayan Factory Jl. Raya Pasuruan – Malang KM 11 Desa Pacarkeling,Kecematan Kejayan Kab. Pasuruan, Jawa Timur-671172 (20 November – 19 Desember) Dengan Judul: KONSERVASI ENERGY
PENGEMBANGAN STRATEGI BISNIS SANDAL KLOMPEN MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS (Studi Kasus: D’Klotiq Klompen Batik Etniq)
UMKM D'Klotiq Klompen Batik Etniq merupakan salah satu usaha kreatif yang memproduksi sandal klompen dengan sentuhan motif batik dan sulaman tradisional. Meskipun produknya memiliki nilai budaya dan estetika yang tinggi, UMKM ini menghadapi tantangan berupa penurunan minat masyarakat terhadap sandal tradisional dan pangsa pasar yang masih terbatas sehingga mengakibatkan penjualan yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi bisnis UMKM D'Klotiq Klompen Batik Etniq menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, instrumen penelitian yang digunakan berupa daftar pertanyaan yang disampaikan kepada 26 responden sebagai sumber data utama dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM telah menjalankan model bisnis secara cukup baik, namun terdapat peluang pengembangan pada tiga elemen utama: value proposition, channel, dan customer relationship. Rekomendasi strategi meliputi inovasi desain berkelanjutan dan layanan kustomisasi berbasis digital untuk memperkuat nilai produk; optimalisasi saluran digital melalui marketplace dan media sosial serta perluasan jaringan distribusi offline melalui kerja sama dengan sektor pariwisata; serta penguatan hubungan pelanggan melalui program loyalitas dan pembentukan komunitas online. Dengan implementasi strategi ini, UMKM D'Klotiq Klompen Batik Etniq diharapkan dapat meningkatkan penjualan, memperluas pasar, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, sehingga mampu bersaing di era digital dan menjaga kelestarian produk tradisional
PERANCANGAN TATA LETAK RUANG KERJA MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) DAN APLIKASI SKETCHUP UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI PT. TENTREM SEJAHTERA
PT. Tentrem Sejahtera adalah perusahaan karoseri yang berbasis di Malang, Jawa Timur, yang bergerak di bidang pembuatan dan perakitan bodi bus serta kendaraan khusus. Dikenal akan kualitas dan inovasinya, perusahaan ini melayani berbagai kebutuhan transportasi, baik untuk angkutan umum maupun pariwisata, dan telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan otobus besar di Indonesia. Saat ini, tata letak fasilitas produksinya kurang efisien, dengan jarak antar stasiun kerja yang terlalu jauh, hal ini menyebabkan keterlambatan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan perancangan ulang tata letak menggunakan Systematic Layout Planning (SLP) guna memperpendek jarak, meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan output produksi perusahaan.
Tujuan penelitian ini ialah untuk merancang ulang tata letak fasilitas produksi menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) yang dikombinasikan dengan visualisasi media 3D Sketchup, guna meningkatkan efisiensi proses produksi dan produktivitas perusahaan. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah panjangnya alur produksi dan jarak antar stasiun kerja yang menyebabkan waktu perpindahan material menjadi lama dan tidak efisien. Proses perancangan diawali dengan identifikasi seluruh aktivitas produksi serta kebutuhan ruang dan peralatan setiap stasiun kerja. Tahapan penelitian meliputi identifikasi aktivitas produksi, penyusunan Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD), perhitungan kebutuhan ruang, serta evaluasi alternatif layout. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layout usulan mampu memperpendek jarak perpindahan antar proses, memperlancar aliran produksi, serta menciptakan tata letak yang lebih sistematis dan terintergrasi. Dengan penerapan layout baru ini, perusahaan dapat meningkatkan output produksi dari dua menjadi tiga unit bus perhari sesuai dengan target yang telah ditetapkan
SIMULASI KEKUATAN BAHAN RANGKA KURSI RODA UNTUK PASIEN OBESITAS 130KG MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS WORKBENCH
Kursi roda merupakan alat bantu mobilitas yang sangat penting bagi individu
dengan keterbatasan fisik, termasuk pasien obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk
mensimulasikan uji kekuatan kerangka kursi roda berbahan stainless steel dengan
menggunakan software ANSYS Workbench, guna menentukan performa struktur
terhadap beban statis maksimum 130 kg. Desain kerangka dibuat menggunakan
Solidworks 2018, kemudian dilakukan simulasi elemen hingga terhadap tiga jenis
material: stainless steel 201, 316, dan 316 annealed. Parameter yang dianalisis meliputi
distribusi tegangan, regangan, deformasi total, dan faktor keamanan (Factor of Safety).
Hasil simulasi menunjukkan bahwa material stainless steel 201 menghasilkan tegangan
maksimum sebesar 281,21 MPa dengan deformasi maksimum 1,422 mm dan faktor
keamanan minimum 0,73611. Material stainless steel 316 dan 316 annealed
menunjukkan hasil serupa dengan nilai tegangan maksimum sedikit lebih tinggi namun
tetap berada dalam kisaran aman. Namun, nilai safety factor keseluruhan dari ketiga
material menunjukkan bahwa kerangka belum sepenuhnya aman untuk menahan beban
130 kg dalam jangka panjang. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penguatan
desain pada bagian seat dan mempertimbangkan penggunaan pipa dengan dimensi yang
lebih besar agar mencapai standar keamanan yang lebih baik
PENGARUH VARIASI HOLDING TIME PADA PROSES HEAT TREATMENT BAJA AISI 1030 TERHADAP HASIL UJI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO
Baja AISI 1030 merupakan baja karbon sedang dengan kandungan karbon sekitar 0,30%. Jenis baja ini sering digunakan dalam pembuatan komponen mesin yang membutuhkan kekuatan sedang, seperti poros, roda gigi, dan elemen struktur lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh holding time 15, 30 dan 45 menit pada perlakuan panas terhadap hasil kekerasan dan struktur mikro baja AISI 1030. Penggunaan holding time pada perlakuan panas annealing dapat mempengaruhi nilai ketangguhan suatu material, dikarenakan dengan menahan material pada holding time yang telah ditentukan dapat menghasilkan pemanasan yang homogen serta butir-butirnya yang menjadi halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi holding time berpengaruh signifikan terhadap kekerasan dan struktur mikro baja AISI 1030. Waktu penahanan 45 menit memberikan kekerasan tertinggi, namun perlu diperhatikan potensi overaging pada waktu yang lebih lama
Implementasi Sistem Deteksi Pelanggan Dan Makanan Menggunakan Metode Yolo Pada Restoran Bersama Jaya
Industri restoran saat ini dituntut untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efisien untuk meningkatkan daya saing dan kepuasan customer. Restoran Bersama Jaya masih mengandalkan sistem pelayanan manual,mulai dari penyambutan pelanggan dan pengantaran pesanan. Hal ini membuat pengantaran makanan menjadi terlambat dan memicu penurunan rating restoran. Permasalahan utamanya terletak pada kurangnya koordinasi antar staff, terutama saat kondisi restoran ramai. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem deteksi otomatis berbasis computer vision untuk mendeteksi pelanggan dan ketersediaan makanan secara real-time. Metode yang digunakan adalah YOLO (You Only Look Once), sebuah algoritma deteksi objek yang unggul dalam kecepatan dan akurasi. Sistem ini memungkinkan restoran merespons kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat dan efisien. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem deteksi pelanggan dan makanan menggunakan YOLO dapat membantu mempercepat proses pelayanan,meminimalisir terjadinya kesalahan dan meningkatkan efisiensi operasional restoran dengan akurasi yang cukup baik yaitu 85% untuk customer dan 83% untuk makanan
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI JL. GAJAH MADA – JL. BENTENG PANCASILA – JL. PAHLAWAN – JL. BHAYANGKARA KOTA MOJOKERTO TERHADAP KUALITAS UDARA DAN TINGKAT KEBISINGAN
Persimpangan tanpa sinyal adalah salah satu titik rawan konflik lalu lintas
yang mempengaruhi kelancaran arus kendaraan, kualitas udara, dan tingkat
kebisingan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja
persimpangan tanpa sinyal dengan meninjau hubungan antara volume lalu
lintas, keterlambatan, kualitas udara, dan tingkat kebisingan di lokasi
penelitian. Metode penelitian dilakukan melalui survei lalu lintas untuk
mendapatkan data volume kendaraan, pengukuran kualitas udara
(parameter CO dan NO₂), dan tingkat kebisingan menggunakan pengukur
tingkat suara. Analisis kinerja persimpangan mengacu pada Pedoman
Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023), sedangkan hasil pengukuran kualitas
udara dibandingkan dengan standar mutu Peraturan Pemerintah No. 41
Tahun 1999, dan tingkat kebisingan dengan Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup No. 48 Tahun 1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja
persimpangan berada pada tingkat layanan B dengan tingkat saturasi
terbesar sebesar 0,72. Konsentrasi rata-rata polutan udara masih di
bawah/di atas ambang batas standar kualitas, sedangkan tingkat kebisingan
yang diukur umumnya melebihi nilai ambang batas 70 dB. Analisis korelasi
menunjukkan bahwa hubungan antara volume lalu lintas dan tingkat
kebisingan lebih signifikan daripada kualitas udara. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah bahwa peningkatan volume lalu lintas di persimpangan
tanpa sinyal secara langsung mempengaruhi kinerja persimpangan dan
tingkat kebisingan lingkungan, sedangkan efeknya terhadap kualitas udara
relatif lebih bervariasi
STUDI PENELITIAN KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH DENGAN VARIASI FAKTOR AIR CEMENTITIOUS (W/C) (AKTIVATOR : KALIUM HIDROKSIDA+NATRIUM SILIKAT)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi faktor air-cementitious (W/C) terhadap kuat tekan beton geopolimer berbasis fly ash dengan aktivator campuran kalium hidroksida (KOH) 10 M dan natrium silikat (Na₂SiO₃) pada umur 3 dan 7 hari.Metode penelitian dilakukan dengan variasi faktor (W/C) yaitu 0,35; 0,40; 0,45; 0,50; 0,55; 0,60; dan 0,65. Fly ash digunakan sebagai material aluminosilikat utama, sedangkan aktivator alkali terdiri atas larutan KOH 10 M dan Na₂SiO₃ dengan rasio tertentu. Sampel dicetak berbentuk silinder, kemudian dilakukan curing pada suhu ruang. Pengujian kuat tekan dilaksanakan pada umur 3 dan 7 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi faktor (W/C) berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan. Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada WC 0,35 dengan rata-rata 29,10 MPa pada umur 3 hari dan meningkat menjadi 33,38 MPa pada umur 7 hari.Sebaliknya, WC 0,65 menghasilkan kuat tekan terendah yaitu 17,68 MPa pada umur 3 hari dan 23,19 MPa pada umur 7 hari. Aktivator KOH 10 M bersama Na₂SiO₃ terbukti efektif mempercepat pembentukan struktur ikatan aluminosilikat, sehingga kekuatan awal (early strength) dapat dicapai dalam waktu singkat.Penelitian ini membuktikan bahwa terjadinya pengaruh yang signifikan Faktor air cementitious (W/C) terhadap kuat tekan beton yang mana, semakin tinggi (W/C) maka semakin rendah Kuat tekan beton yang di hasilkan.
Kata kunci : Beton Geopolimer, Kuat Tekan, Alkali Aktivator, Fly Ash, Faktor Air Cementitious (W/C)
ANALISIS HIGHEST AND BEST USE (HBU) DALAM PENENTUAN PEMANFAATAN LAHAN KOSONG PADA KAWASAN RUKO SULTAN HASANUDIN KABUPATEN TULUNGAGUNG
Kabupaten Tulungagung menghadapi tantangan pengelolaan ruang dan pemeliharaan lahan seiring pertumbuhan populasi dan urbanisasi. Sebuah lahan kosong seluas 18.856 m² di kawasan Ruko Sultan Hasanudin telah terbengkalai selama puluhan tahun. Kondisi ini menunjukkan pemanfaatan lahan yang belum
optimal, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alternatif penggunaan lahan kosong yang paling optimal dan tertinggi berdasarkan metode highest and best use (HBU). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis potensi peningkatan nilai lahan akibat penerapan metode HBU. Analisis HBU melibatkan empat kriteria utama yaitu aspek fisik, legal, pasar, finansial, dan produktivitas maksimum. Aspek legal mempertimbangkan peraturan tata ruang dan kode
bangunan yang berlaku di Kabupaten Tulungagung. Aspek fisik meninjau ukuran, bentuk lahan, utilitas, dan aksesbilitas. Aspek pasar membahas permintaan dan penawaran serta potensi pasar untuk properti yang diusulkan. Penentuan alternatif
dilakukan melalui wawancara dan penyediaan kuesioner kepada responden terkait. Aspek finansial mencakup estimasi biaya investasi, pendapatan, pengeluaran, arus kas, nilai sekarang bersih (NPV), Rasio Manfaat/Biaya, dan Tingkat Pengembalian
Internal (IRR). Alternatif yang terpilih meliputi ritel/supermarket, perkantoran, dan pusat perbelanjaan (mal). Pemanfaatan lahan sebagai pusat perbelanjaan
menunjukkan peningkatan nilai lahan tertinggi sebesar 52%, menjadikannya alternatif terbaik dan tertinggi untuk pengembangan lahan di kawasan Ruko Sultan Hasanudin, Tulungagung.
Kata Kunci : Pemanfaatan Lahan, Metode Highest and Best Use, Produktivitas
.Maksimu