Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
Analisis Kelayakan Finansial Pada Desain Sistem Pikohidro Plts Off-Grid Menggunakan Konsep Pump Storage Berbasis Arduino Uno
Penelitian ini menganalisis kelayakan finansial pada perancangan sistem kendali Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid dengan konsep pump storage berbasis Arduino Uno. Sistem ini dirancang sebagai alternatif solusi energi terbarukan untuk daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik PLN. Konsep pump storage memanfaatkan kelebihan energi surya pada siang hari untuk memompa air ke tandon atas, kemudian menggunakan energi potensial air tersebut untuk menghasilkan listrik melalui turbin pikohidro pada malam hari atau saat cuaca mendung. Sistem kendali berbasis Arduino Uno digunakan untuk mengoptimalkan pengoperasian pump storage secara otomatis. Analisis kelayakan finansial dilakukan menggunakan empat parameter utama yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dengan investasi awal sebesar Rp 8.470.400 dan kapasitas 500 Watt menghasilkan energi 4 kWh per hari. Analisis finansial menunjukkan NPV sebesar Rp 8.595.728,53 (positif), IRR sebesar 15,5% (melebihi tingkat bunga 6%), BCR sebesar 1,48 (lebih dari 1), dan PP selama 8,01 tahun (kurang dari umur investasi 25 tahun). Seluruh parameter menunjukkan bahwa perancangan sistem kendali PLTS Off-Grid dengan konsep pump storage berbasis Arduino Uno layak secara finansial untuk diimplementasikan sebagai solusi energi alternatif di daerah terpencil
ANALISIS KONDISI EMISI KARBON AKIBAT PERUBAHAN LUASAN HUTAN (Studi Kasus : Kawasan Hutan, Kabupaten Tuban)
Hutan memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida (CO₂) dan menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, aktivitas deforestasi serta alih fungsi lahan menyebabkan penurunan luas hutan yang berdampak pada meningkatnya emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan luasan tutupan lahan di Kawasan Hutan Kabupaten Tuban pada tahun 2017, 2021, dan 2025 serta menghitung besarnya emisi karbon yang dihasilkan akibat perubahan tersebut. Data yang digunakan berupa citra satelit Sentinel-2A yang diolah melalui metode Supervised Classification dengan algoritma Maximum Likelihood, kemudian dilakukan uji akurasi, serta perhitungan emisi karbon berdasarkan SNI 8033:2014 dan pedoman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan yang signifikan pada hutan tanaman, yaitu dari 39.099,25 ha pada tahun 2017 menjadi 29.686,08 ha pada tahun 2025, serta mengalami penurunan emisi sebesar 808.420,25 ton CO2-eq. Sementara itu, lahan pertanian kering, dan lahan pertanian kering campur cenderung meningkat. Perubahan tersebut berdampak juga pada peningkatan emisi karbon sebesar 245.318,891 ton CO2-eq dan 245.391,05 ton CO2-eq masing-masing pada kelas pertanian lahan kering campur dan kelas pertanian lahan kering, yang menunjukkan adanya tekanan tinggi terhadap keberlanjutan ekosistem hutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pengendalian deforestasi, serta mitigasi perubahan iklim
Pra Rencana Pabrik Metil Klorida dari Metanol dan Hidrogen Klorida dengan Proses Hidroklorinasi Kapasitas Produksi 50.000 ton/tahun
Metil Klorida dengan rumus molekul (CH3Cl) adalah senyawa kimia yang berbentuk gas dengan konsentrasinya mencapai 99%. Metil Klorida adalah bahan kimia yang sering dimanfaatkan dibidang silikon, karet butil dan herbsida. Pabrik metil klorida direncanakan didirikan di Suryacipta City of Industry, Kec. Ciampel, Kab. Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas produksinya sebesar 50.000 Ton/Tahun. Pabrik ini direncanakan akan didirikan pada tahun 2029. Pabrik metil klorida akan beroperasi selama 330 hari/tahun dan 24 jam/tahun. Utilitas yang digunakan untuk penunjang proses produksinya meliputi air, Steam, bahan bakar, listrik dan Dowtherm A. Bentuk perusahaan yang digunakan adalah Perseroan Terbata (PT) dengan struktur organisasinya adalah Line and Staff. Dari hasil perhitungan analisa ekonomi didapatkan nilai ROIBT = 37,04; ROIAT = 25,93%; POT = 2,8 tahun; BEP = 42,44%; SDP = 12,57%; IRR = 23,19%. Dari hasil evaluasi ekonomi yang ada, dapat disimpulkan bahwa Pabrik Metil Klorida layak untuk didirikan
PEMANFAATAN SIG UNTUK IDENTIFIKASI LAHAN KRITIS DIDAERAH ALIRAN SUNGAI KABUPATEN JEMBRANA (Studi Kasus: Kabupaten Jembrana, Bali)
Lahan kritis di daerah aliran sungai (DAS) merupakan permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan terhadap keberlanjutan fungsi ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Kerusakan lahan di wilayah DAS umumnya disebabkan oleh alih fungsi lahan yang tidak terkendali, praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan, serta aktivitas penebangan hutan yang mengurangi tutupan vegetasi. Kondisi ini mengakibatkan penurunan kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air, meningkatkan laju erosi, sedimentasi, dan potensi banjir di wilayah hilir. Penelitian mengenai identifikasi dan evaluasi lahan kritis di DAS bertujuan untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan berdasarkan faktor-faktor seperti kemiringan lereng, tutupan lahan, tingkat bahaya erosi, dan fungsi kawasan hutan. Hasil menunjukan bahwa 51% lahan pada DAS kab jembrana mengalami lahan agak kritis, 30% mengalami lahan tidak kritis, 9% mengalami lahan sangat kritis, 7% mengalami lahan kritis, dan 3% mengalami lahan potensial kritis. Upaya penanganan lahan kritis di DAS diharapkan dapat meningkatkan daya dukung lahan, mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang
Arahan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Fungsi Ekologis dari Kebutuhan Supply Oksigen di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Penelitian ini mengkaji arahan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berdasarkan fungsi ekologis dari kebutuhan supply oksigen di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan analisis kebutuhan dan produksi oksigen, penelitian mengidentifikasi bahwa luas RTH eksisting di Kecamatan Gresik sebesar 60,1 Ha belum mencukupi kebutuhan. Hasil analisis menunjukkan total kebutuhan oksigen mencapai 67.745.825 kg/tahun, sedangkan produksi oksigen dari RTH yang ada hanya 38.016.170 kg/tahun, menyebabkan defisit signifikan. Berdasarkan perhitungan, dibutuhkan RTH seluas 2.403 Ha untuk memenuhi kebutuhan oksigen penduduk dan kendaraan bermotor. Penelitian merekomendasikan strategi penyediaan RTH yang mengoptimalkan lahan terbatas melalui vertical garden, rooftop garden, penanaman pohon di sempadan jalan, pengoptimalan pekarangan rumah, dan revitalisasi lahan tidak terpakai, dengan prioritas pemilihan vegetasi yang memiliki daya serap CO₂ dan produksi oksigen tinggi seperti Trembesi, Angsana, dan Mahoni. Hasil analisis menunjukkan bahwa total produksi oksigen dari seluruh RTH eksisting mencapai 38.016.170 kg/tahun. Sementara itu, total emisi CO₂ (kebutuhan/konsumsi oksigen) di Kecamatan Gresik mencapai 394.283,9 ton/tahun dari sektor transportasi dan kependudukan, menunjukkan adanya kesenjangan yang besar. Penelitian ini menghasilkan arahan penyediaan RTH secara terencana yang harus diprioritaskan di wilayah dengan emisi tinggi dan defisit RTH. Rekomendasi mencakup pengembangan jenis RTH dengan produksi oksigen tinggi, seperti Hutan Kota dan Taman Kota, untuk menyeimbangkan fungsi ekologis dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Gresi
ANALISIS PERILAKU GEDUNG TERHADAP SIMPANGAN SESUAI DENGAN SNI 1726-2019
Kota Solo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan gempa cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena Pulau Jawa terletak pada zona tektonik aktif, yaitu kawasan pertemuan tiga lempeng besar dunia, yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia. Kondisi geologis tersebut menyebabkan Kota Solo berpotensi mengalami guncangan gempa yang dapat berdampak pada kerusakan infrastruktur maupun keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, dalam perencanaan bangunan gedung di Kota Solo diperlukan sistem struktur yang memadai, andal, serta memenuhi standar peraturan ketahanan gempa.
Salah satu sistem struktur tahan gempa yang banyak diterapkan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Pada studi ini, penulis merencanakan ulang struktur Gedung Tower Universitas Sebelas Maret menggunakan material beton bertulang dengan sistem SRPMK sebagai alternatif desain bangunan tahan gempa. Perencanaan dilakukan dengan mengacu pada standar nasional, yaitu SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Gedung dan Non-Gedung serta SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung.
Hasil analisis menunjukkan simpangan antar lantai maksimum akibat beban gempa dinamis pada arah X dan Y sebesar 27,3 mm. Nilai tersebut masih berada di bawah batas simpangan yang diizinkan menurut SNI 1726:2019 Pasal 7.3.4.2, sehingga struktur gedung dinyatakan memenuhi kriteria kinerja seismik yang dipersyaratkan.
Kata kunci: Analisis Simpangan, Struktur Tahan Gempa
KLASIFIKASI STATUS BENCANA ALAM GEMPA BUMI DENGAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR (K-NN)
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang terjadi secara tiba-
tiba dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi manusia, baik secara
materil maupun korban jiwa. Untuk meminimalisir dampak tersebut,
diperlukan deteksi dini serta klasifikasi bencana gempa untuk
meminimalkan risiko yang ditimbulkan. Penelitian ini melakukan
klasifikasi tingkat risiko kerusakan akibat gempa bumi menggunakan
algoritma K-Nearest Neighbor (K-NN) berbasis parameter kedalaman
dan magnitudo. Data yang digunakan diperoleh melalui situs web Kaggle,
dengan sumber BMKG dan USGC dalam rentang tahun 2008 hingga
2023. Setelah melalui tahap pra-pemrosesan, termasuk pembersihan dan
pelabelan data, kemudian dataset sebanyak 92.887 dibagi menjadi data
latih dan data uji dengan rasio 80:20. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengevaluasi akurasi algoritma K-NN berdasarkan data yang
tersedia serta menentukan nilai K yang optimal. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa algoritma K-NN mampu memprediksi kelas risiko
gempa dengan tingkat akurasi tinggi, yaitu sebesar 99.82% untuk K= 3,
99.70%, untuk K= 5, dan 99.57% untuk K= 7 dengan menggunakan
parameter magnitudo dan kedalama
SAWFIER: DESALINATOR AIR LAUT DENGAN PRINSIP REVERSE OSMOSIS BERBASIS TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI AIR BERSIH MASYARAKAT WILAYAH PESISIR
Akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat pesisir di
seluruh dunia, yang diperburuk oleh intrusi air laut, pertumbuhan populasi, dan
infrastruktur yang tidak memadai. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis
pantai yang luas, menghadapi kesenjangan signifikan dalam akses air bersih, terutama di
wilayah pedesaan dan terpencil. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi
SAWFIER (Salt Water Purifier), sebuah sistem desalinasi berbasis tenaga surya dengan
teknologi Reverse Osmosis (RO), yang dirancang untuk menyediakan solusi
berkelanjutan terhadap masalah air bersih di daerah pesisir.
Pengujian dilakukan menggunakan air laut dengan salinitas awal 10.000 ppm.
Parameter utama seperti salinitas, pH, dan volume air diamati setiap 5 menit selama
periode operasi 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan salinitas secara
konsisten hingga 1,36 ppt pada akhir pengujian, dengan kinerja optimal selama 95 menit
pertama, di mana salinitas berada di bawah 1 ppt. Sistem ini menghasilkan energi ratarata
820,25 Wh per hari dari dua panel surya 100 Wp, melampaui konsumsi energinya
sebesar 520,2 Wh, menghasilkan surplus energi sebesar 300,05 Wh.
Temuan ini menegaskan potensi SAWFIER sebagai solusi yang efisien, skalabel,
dan ramah lingkungan untuk mengatasi kelangkaan air bersih di wilayah pesisir.
Meskipun terdapat tantangan seperti Fouling pada membran selama operasi yang
berkepanjangan, sistem ini menunjukkan kesesuaian yang kuat dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-6, yaitu memastikan akses universal terhadap air
bersih dan sanitasi
ANALISA PENGARUH MAINTENANCE CHEMICAL CLEANING TERHADAP PENURUNAN PERFORMA TURBIN GAS COMPRESSOR DI LAPANGAN MINYAK DAN GAS LEPAS PANTAI
Mesin turbin gas compressor memiliki peran vital dalam mendukung proses
produksi di lapangan minyak dan gas lepas pantai. Namun, penurunan performa
mesin menjadi salah satu tantangan operasional yang signifikan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab penurunan performa pada
mesin turbin gas compressor, mengevaluasi dampaknya terhadap efisiensi produksi
dan biaya operasional, serta mengidentifikasi strategi pencegahan yang efektif,
termasuk metode chemical cleaning. Analisis dilakukan berdasarkan data
operasional, inspeksi teknis, serta studi literatur terkait faktor teknis dan lingkungan.
Pada hasil perbandingan penelitian data menunjukkan: Analisis Data Pengujian
Performa Getaran Metode CSI 2140 sebelum dan sesudah telah terbukti efektif
dalam mengembalikan performa mesin ke kondisi 10% lebih optimal, Analisis Data
Kalibrasi sebelum dan sesudah telah terbukti efektif dalam mengembalikan
performa mesin ke kondisi 15% lebih optimal, Analisis Data All Transmitter
sebelum dan sesudah telah terbukti efektif dalam mengembalikan performa mesin
ke kondisi 10% lebih optimal, dan Analisis Data Gear Vibration sebelum dan
sesudah telah terbukti efektif dalam mengembalikan performa mesin ke kondisi
10% lebih optimal. Sebagai strategi pencegahan, metode chemical cleaning terbukti
efektif dalam menghilangkan deposit dan kerak yang menghambat performa mesin
EFEKTIVITAS REKAYASA KOMPOSTER SEMI ANAEROB SKALA PASAR GADANG KOTA MALANG
Efektivitas Rekayasa Komposter Semi Anaerob
Skala Pasar Gadang Kota Malang
Nama : Yohanes Don Bosco Bangu Ludji
Nim : 2026013
Dosen Pembimbing I : Dr. Hardianto, S.T., M.T
Dosen Pembimbing II : Anis Artiyani,S.T., M.T
ABSTRAK
Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sampah organik yang Sebagian besar
berasal dari rumah tangga. Sebetulnya, kompos merupakan pupuk warisan alam yang sudah
dikenal nenek moyang kita, tetapi kita lupa untuk memanfaatkannya. Kompos adalah bahan
organik yang bisa lapuk, seperti daun- daunan, sampah dapur, jerami, rumput dan kotoran
lain, yang semua itu berguna untuk kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini adalah
menganalisis kompos yang ideal berdarkan perbedaan lamanya waktu dan pengomposan
pada jumlah lubang oksigen dan menganalisis parameter kadar air, temperatur, warna, bau,
pH, dan rasio C/N berdasarkan kompos yang sesuai dalam SNI 19-7030-2004.
Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium. Jenis Penelitian yang akan
dilakukan adalah penelitian eksperimental yaitu studi uji analisis kualitas kompos yang
dibuat dengan menggunakan bahan baku limbah pasar dan penambahan air nanas sebagai
aktivator. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode semi anaerobik
terhadap penambahan air nanas sebagai aktivator dalam pembuatan kompos. Pembuatan
kompos menggunakan bahan baku sampah sayur dan buah. Penelitian ini terdidri dari
beberapa langkah yaitu proses sampling, pembuatan aktivator, persiapan komposter, dan
proses pengomposan.
Hasil analisis menujukan bahwa menunjukkan bahwa variasi kompos SS+A
mencapai suhu 31OC, pH 7, kadar air 16,12%, C-organik 18,41%, N-organik 1,70%, rasio
C/N 10,82. Variasi pada SB+A mencapai suhu 22OC, pH 7, kadar air 19,19%, C-organik
17,06%, N-organik 2,56%, dan rasio C/N 10,11. Variasi yang terakhir adalah SSSB+A
suhu 22OC, pH 7, kadar air 16,98%, C-organik 18,32%, N-organik 1,74%, dan yang
terakhir rasio C/N 1o,30. Variasi kompos jenis kompos memenuhi baku mutu untuk
iii
parameter rasio C/N. Berdasarkan analisis pengaruh aktivator, variasi kompos terbaik yaitu
terjadi pada komposter 6 lubang dengan penambahan aktivator yang akan mencapai suhu
matang pada hari ke- 26 dan pH pada hari pada pengulangan ke-26. Sedangkan, kompos
sampah sayur dan buah aktivator mencapai suhu matang pada hari ke-23 dan pH pada hari
ke- 28.
Kata Kunci : Aktivator, Sampah Buah, Sampah Sayur, Semi Anaerob, Kompos