Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KINERJA DUA SIMPANG BERSINYAL BERDEKATAN TERHADAP KUALITAS UDARA PADA PERSIMPANGAN JALAN STASIUN DAN TERMINAL KESAMBEN, KABUPATEN BLITAR
Pertumbuhan lalu lintas di Kabupaten Blitar, khususnya pada persimpangan Jalan Stasiun dan Terminal Kesamben, menimbulkan permasalahan berupa kemacetan dan penurunan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dua simpang bersinyal yang berdekatan serta mengkaji hubungannya dengan konsentrasi polutan udara ambien. Data primer yang dikumpulkan meliputi volume lalu lintas, geometri simpang, serta kualitas udara (parameter CO dan NO₂) yang diukur di lokasi penelitian.
Analisis kinerja lalu lintas dilakukan menggunakan pedoman PKJI (2023), sedangkan kualitas udara dianalisis berdasarkan baku mutu Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sesuai peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua simpang memiliki derajat kejenuhan (DJ) > 0,85 sehingga tergolong dalam kategori pelayanan rendah dengan tundaan dan panjang antrian yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan lebih lama berhenti dan menambah emisi gas buang. Hasil pengukuran kualitas udara menunjukkan konsentrasi CO dan NO₂ meningkat seiring tingginya tundaan, meskipun secara umum masih berada di bawah ambang batas ISPU.
Analisis regresi sederhana memperlihatkan adanya hubungan positif antara tundaan lalu lintas dengan konsentrasi polutan udara, di mana semakin tinggi tundaan maka semakin tinggi pula emisi CO dan NO₂. Sebagai alternatif perbaikan, penelitian ini mengusulkan pengaturan ulang waktu siklus sinyal, pelebaran pendekat jalan, serta perubahan fase sinyal. Prediksi untuk lima tahun mendatang menunjukkan perlunya tindakan perbaikan segera agar kinerja simpang tetap terkendali dan kualitas udara di kawasan tetap terjaga
PERANCANGAN GAME 2D TOP-DOWN SHOOTER "OUTBREAK25" MENGGUNAKAN METODE FINITE STATE MACHINE (FSM) DAN PROCEDURAL GENERATION
Game merupakan salah satu bentuk hiburan digital yang terus berkembang,
khususnya pada platform desktop yang menawarkan performa tinggi dan gameplay
yang lebih kompleks. Namun, banyak game masih menggunakan level statis dan
musuh dengan perilaku sederhana, yang menyebabkan pengalaman bermain terasa
monoton. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan mengembangkan game Outbreak25, sebuah game 2D top-down
shooter berbasis desktop yang dapat dimainkan secara offline dengan interaksi yang
lebih dinamis melalui penerapan kecerdasan buatan dan generasi level otomatis.
Metode yang digunakan meliputi Finite State Machine (FSM) untuk mengatur
perilaku musuh (zombie) seperti patroli, pengejaran, dan serangan, serta Procedural
Generation untuk menciptakan peta permainan yang selalu berubah pada setiap sesi
permainanHasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai
fungsinya, musuh mampu merespons kondisi permainan secara adaptif, dan
pengguna memberikan respons positif terhadap gameplay serta desain visual.
Dengan demikian, game Outbreak25 dinilai berhasil baik dari sisi teknis maupun
fungsional
STUDI PENELITIAN PENGARUH PENAMBAHAN SERAT ALUMINIUM PADA BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH BERDASARKAN SIFAT KARAKTERISTIK MEKANIS BETON
Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan, namun produksi semen sebagai bahan utama beton menghasilkan emisi CO₂ yang tinggi. Sebagai alternatif ramah lingkungan, beton geopolimer berbasis fly ash dipilih karena mampu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Untuk meningkatkan sifat mekanis beton geopolimer, penelitian ini memanfaatkan limbah kaleng aluminium yang diolah menjadi serat sebagai bahan tambahan, dengan tujuan meningkatkan kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur beton.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi penambahan serat aluminium sebesar 0%, 0,050%, 0,075%, dan 0,100% dari volume beton. Benda uji berupa silinder (15 × 30 cm) untuk uji kuat tekan dan tarik belah, serta balok (15 × 15 × 60 cm) untuk uji lentur, dengan umur uji 7 hari. Pengujian meliputi slump test, uji kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur, serta analisis data menggunakan interval kepercayaan dan regresi untuk mengetahui hubungan penambahan serat terhadap sifat mekanis beton.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat aluminium memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan sifat mekanis beton geopolimer berbasis fly ash. Nilai kuat tekan optimum diperoleh pada variasi 0,075% sebesar 27,63 MPa, kuat tarik belah optimum pada variasi 0,075% sebesar 2,95 MPa, dan kuat lentur optimum pada variasi 0,100% sebesar 6,73 MPa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa serat aluminium dari limbah kaleng mampu meningkatkan kinerja beton geopolimer dan berpotensi menjadi material penguat ramah lingkungan yang aplikatif dalam konstruksi.
Kata kunci: beton geopolimer, fly ash, serat aluminiu
PERANCANGAN GAME 3D RPG TEST OF BRAVERY DENGAN PENERAPAN FINITE STATE MACHINE (FSM)
Game RPG merupakan salah satu bentuk media hiburan yang juga dapat mengasah pemahaman pemain terhadap alur fiksi dan kemampuan beradaptasi dalam permainan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Trials of Bravery, sebuah game 3D RPG yang memanfaatkan metode Finite State Machine (FSM) untuk mengatur perilaku karakter dalam lima kondisi utama, yaitu idle, patrol, chasing, attacking, dan dead. Implementasi dilakukan dengan membangun tiga level permainan yang memiliki tingkat kesulitan bertahap, serta sistem pertarungan real-time antara player dan enemy. Pengujian dilakukan terhadap responden berusia 13–25 tahun untuk mengevaluasi aspek hiburan dan interaktivitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa 90% responden menilai Trials of Bravery sebagai permainan yang menghibur dan memiliki tingkat interaktivitas yang baik. Dengan fitur pertarungan real-time, progresivitas tingkat kesulitan, dan latar cerita berbasis fiksi, game ini menawarkan pengalaman bermain peran yang berbeda dibandingkan sebagian RPG sejenis
Studi Perencanaan Dinding Penahan Tanah Dengan Soil Nailing Untuk Perbaikan Longsor Pada Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudho Kabupaten Malang
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan konstruksi dinding penahan tanah tipe soil nailing pada lokasi dengan kondisi tanah lempung berlanau (CL) di Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Data parameter tanah diperoleh dari hasil uji laboratorium dan lapangan, meliputi uji kadar air, batas Atterberg, berat isi, analisis saringan, dan uji geser langsung. Perencanaan mempertimbangkan tinggi dinding 7 meter dengan sudut kemiringan lereng 60°, mutu beton f’c 25 MPa, dan baja tulangan fy 420 MPa. Analisis stabilitas dilakukan terhadap faktor keamanan geser dan daya dukung tanah berdasarkan SNI 8460:2017 dan SNI 1726:2019. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa soil nailing dengan panjang nail 6 meter, jarak horizontal 1,5 meter, jarak vertikal 1,5 meter, dan sudut pemasangan 10° dapat meningkatkan faktor keamanan hingga memenuhi standar minimum. Perencanaan ini juga dilengkapi sistem drainase untuk mengurangi tekanan air pori dan meningkatkan stabilitas lereng
ANALISIS PRODUKTIVITAS PRODUKSI ROTI SISIR Di BEST DOUGH BAKERY, MALANG
Best Dough Bakery merupakan sebuah usaha roti yang memproduksi roti sisir sebagai produk utama dan unggulannya. Akan tetapi, terjadi penyimpangan antara hasil produksi dengan target produksi yang mana perusahaan tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengukuran produktivitas untuk mengetahui sejauh mana pencapaian produktivitas perusahaan serta apa permasalahan produktivitas yang dialami perusahaan sehingga dapat merancang usulan perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) untuk menentukan nilai produktivitas dan mengetahui faktor permasalahan produktivitas serta fishbone diagram untuk mengetahui sebab terjadinya faktor permasalahan produktivitas untuk kemudian dijadikan acuan dalam merancang usulan perbaikan.
Berdasarkan pengukuran produktivitas yang telah dilakukan, hasil yang didapatkan yaitu nilai produktivitas dan indeks performansi terbaik terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 501.25. Sedangkan produktivitas terburuk terjadi pada bulan April yang mana angka produktivitas hanya mencapai 352. Faktor utama yang menyebabkan permasalahan produktivitas berada pada kriteria 2 yaitu rasio antara hasil produksi dengan jam kerja. Sebab terjadinya permasalahan pada kriteria tersebut adalah perbedaan kemampuan tenaga kerja dan kurangnya koordinasi, stok bahan baku yang tidak teratur, area kerja terbatas, tidak ada jadwal pemeliharaan rutin dan kapasitas oven tidak mencukupi, proses pemotongan roti masih manual dan dokumentasi mengenai stok bahan baku tidak konsisten. Usulan perbaikan untuk mengatasi permasalahan ini yaitu mengadakan pelatihan untuk pekerja, membuat SOP (Standard Operating Procedure) dan pembagian tugas yang jelas, memastikan setiap pekerja memahami alur kerja yang telah ditetapkan, mengadakan briefing sebelum shift kerja dan menyediakan papan informasi atau checklist harian untuk memantau dan mencatat progress kerja, diversifikasi sumber pemasok, pembuatan jadwal pemesanan bahan baku berdasarkan pola produksi, konsistensi dokumentasi stok bahan baku, membatasi peletakan barang, mengoptimalkan layout dapur produksi, serta penambahan mesin slice roti
ANALISIS PERBANDINGAN SUHU PERMUKAAN DARATAN DENGAN MEMANFAATKAN PLATFORM GOOGLE EARTH ENGINE (Studi Kasus : Malang Raya)
Suhu permukaan daratan merupakan panas permukaan bumi yang menyentuh
lokasi tertentu seperti atap bangunan, rumput, daun, aspal dan lainnya yang
kemudian dipantulkan lalu direkam oleh sensor satelit. Perubahan suhu permukaan
merupakan isu penting di Malang Raya sebagai salah satu kota yang berkembang
pesat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan suhu
permukaan daratan dengan memanfaatkan platform google earth engine.
Pemanfaatan GEE diharapkan dapat memberikan efisiensi dalam pengolahan data
citra satelit untuk memperoleh informasi suhu permukaan secara cepat dan akurat.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Landsat 8. Metode penelitian
meliputi koreksi radiometrik, koreksi tutupan awan, perhitungan indeks vegetasi
(Normalized Difference Vegetation Index/NDVI) dan indeks bangunan
(Normalized Difference Built-up Index/NDBI), serta pehitungan nilai LST. Hasil
analisis akan memberikan gambaran mengenai distribusi suhu permukaan di
Malang Raya dan perbandingannya antar Kabupaten/Kota. Berdasarkan analisis
perbandingan Malang Raya, tahun 2024 diperoleh hasil area Kota Malang
didominasi klasifikasi suhu sedang 25ᵒC – 30ᵒC dengan luas 9.447,23 Ha yang
mencakup 85,5% dari total luas area Kota Malang. Area Kota Batu di dominasi
kelas klasifikasi rendah 20ᵒC – 25ᵒC dengan luas 7.353,69 Ha yang mencakup
37,89% dari total luas area Kota Batu, Kabupaten Malang di dominasi klasifikasi
suhu rendah 20ᵒC – 25ᵒC dengan luasan sebesar 176.274,62 Ha yang mencakup
50,77% dari total luas area Kabupaten Malang
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR MINUM DI DESA SUKOWILANGUN KECAMATAN KALIPARE
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR MINUM DI DESA SUKOWILANGUN KECAMATAN KALIPARE
Adhiesta Pratama Putra Prasetyanto
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Malang
ABSTRAK
Air minum merupakan suatu elemen yang menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh makhluk hidup. Kondisi eksisting Desa Sukowilangun ini memiliki 6.606 jiwa dan terlayani BJP (Bukan Jaringan Pipa) yang bersumber dari sumur. Dari hasil perhitungan untuk kebutuhan air bersih di Desa Sukowilangun sekitar 6,88 liter/detik pada tahun 2024, dalam perhitungan proyeksi penduduk 10 tahun kedepan mencapai sekitar 7.517 jiwa dengan kebutuhan air 7,83 lt/detik.
Tujuan Penelitian ini adalah merencanakan sistem penyediaan air minum jaringan perpipaan yang tepat dan efisien untuk melayani kebutuhan air minum masyarakat di Desa Sukowilangun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dimulai dengan mengumpulkan data primer dan sekunder kemudian dianalisis, hasil data yang dianalisis kemudian disimulasikan dalam program EPANET 2.2 untuk mengetahui rancangan sistem penyediaan air minum yang tepat untuk digunakan di Desa Sukowilangun.
Perencanaan sistem transmisi di Desa Sukowilangun menggunakan pompa, karena letak air baku yang lebih rendah daripada letak reservoir, dan sistem distribusi juga menggunakan sistem pompa karena letak titik hidran umum atau area pelayanan yang cukup jauh dari letak reservoir. Pola pelayanan yang digunakan pada perencanaan ini menggunakan hidran umum, dikarenakan pertimbangan kondisi pemukiman yang padat dan banyak berada di gang sempit serta kuantitas air baku yang tidak hanya digunakan untuk penyediaan air minum, Hidran umum yang digunakan sebanyak 66 kran air, dengan kapasitas melayani sebesar 20 kepala keluarga dengan rata-rata 5 jiwa/KK. Hasil simulasi nilai tekanan tertinggi pada jam puncak (pada jam 06.00) terjadi pada junction 7 dengan nilai sebesar 97,78 m. Sedangkan untuk nilai tekanan terendah terjadi pada junction 54 dengan nilai
viii
tekanan sebesar 77,95 m, dan nilai kecepatan tertinggi pada pipe 66 sebesar 1,94 m/s dan kecepatan terendah berada pada pipe 37 yaitu sebesar 0,36 m/s. Naik atau turunnya nilai pressure dipengaruhi oleh faktor kecepatan aliran, diameter pipa serta debit aliran pada pipa. Besar kecilnya nilai kecepatan air pada pipa di pengaruhi oleh base demand dan diameter. Makin besar base demand dan semakin kecil diameter pipa, maka semakin besar nilai kecepatan air di pipa.
Kata Kunci: Sistem Transmisi, Sistem Distribusi Air Minum, Hidran Umum, Sukowilangun, EPANET 2.2
PLANNING OF DRINKING WATER DISTRIBUTION NETWORK SYSTEM IN SUKOWILANGUN VILLAGE, KALIPARE DISTRICT
Adhiesta Pratama Putra Prasetyanto
Environmental Engineering Study Program, Faculty of Civil Engineering and Planning, National Institute of Technology Malang
ABSTRACT
Drinking water is an essential element and a basic need for all living beings. The existing condition of Sukowilangun Village has a population of 6,606 people, served by a non-piped water supply system sourced from wells. Based on calculations, the clean water demand in Sukowilangun Village is approximately 6.88 liters per second in 2024. With a projected population of around 7,517 people in the next 10 years, the water demand is expected to reach 7.83 liters per second.
The objective of this study is to design an appropriate and efficient piped drinking water supply system to meet the drinking water needs of the community in Sukowilangun Village. This research employs a quantitative approach, starting with the collection of primary and secondary data, which is then analyzed. The analyzed data is subsequently simulated using EPANET 2.2 to determine the most suitable drinking water supply system design for Sukowilangun Village.
The transmission system planning in Sukowilangun Village utilizes pumps due to the lower elevation of the raw water source compared to the reservoir. The distribution system also employs pumps because the public hydrant points or service areas are located relatively far from the reservoir. The service pattern in this plan utilizes public hydrants, considering the densely populated settlements, many of which are in narrow alleys, as well as the fact that the raw water supply is not solely used for drinking water provision. A total of 66 water taps are used, each serving 20 households, with an average of 5 people per household.
The simulation results indicate that the highest pressure value during peak hours (at 06:00) occurs at junction 7, with a pressure of 97.78 m. Meanwhile, the lowest pressure value occurs at junction 54, with a pressure of 77.95 m. The highest velocity is
ii
observed in pipe 66, at 1.94 m/s, while the lowest velocity is found in pipe 37, at 0.36 m/s. The fluctuation in pressure values is influenced by flow velocity, pipe diameter, and flow rate. The magnitude of water velocity in the pipes is affected by base demand and pipe diameter. The higher the base demand and the smaller the pipe diameter, the greater the water velocity in the pipe.
Keywords: Transmission System, Drinking Water Distribution System, Public Hydrant, Sukowilangun, EPANET 2.
STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM DESA GOLO LONI, KECAMATAN RANA MESE KABUPATEN MANGGARAI TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Desa Golo Loni memiliki potensi wisata alam yang beragam, seperti danau dan air terjun. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata alam yang ada, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangannya, serta merumuskan strategi pengembangan desa wisata yang baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, kuesioner terhadap 88 responden, serta dokumentasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan skoring terhadap variabel potensi dan faktor pengembangan yang meliputi daya tarik, aksesibilitas dan infrastruktur, amenitas, promosi dan pemasaran, partisipasi masyarakat, kelembagaan, serta dukungan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik wisata merupakan faktor paling dominan yang mendorong pengembangan, sedangkan aksesibilitas menjadi kendala utama. Strategi yang dihasilkan mencakup perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata, pengembangan aktivitas berbasis alam, peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan desa wisata, serta optimalisasi promosi digital. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait dalam pengelolaan wisata secara terpadu agar Desa Wisata Golo Loni dapat berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Manggarai Timur
Arahan Pengembangan Wisata Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek
Pantai Prigi di Kabupaten Trenggalek memiliki potensi wisata pesisir yang meliputi daya tarik alam, budaya, dan buatan. Namun, pengelolaannya belum optimal sehingga potensi tersebut belum sepenuhnya mendukung pengembangan pariwisata daerah secara maksimal. Permasalahan utamanya adalah belum adanya arahan pengembangan yang terstruktur dan terintegrasi antar komponen pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan perkembangan wisata Pantai Prigi serta merumuskan arahan pengembangannya berdasarkan komponen 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, dan Ancillary Services). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan melalui analisis potensi, analisis deskriptif time series untuk melihat perkembangan wisata dari waktu ke waktu, serta analisis deskriptif kualitatif untuk merumuskan arahan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Prigi memiliki potensi alam yang indah dan atraksi budaya khas, namun masih terkendala pada fasilitas, promosi, dan pengelolaan yang belum optimal. Arahan pengembangan meliputi penyusunan paket wisata terpadu, penjadwalan event budaya dan festival, penambahan atraksi buatan, peningkatan rambu dan transportasi wisata, penataan fasilitas kuliner, penyediaan alat wisata bahari, optimalisasi peran Pokdarwis, penguatan promosi digital, serta peningkatan fungsi pos informasi