Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
Arahan Pengembangan Kampung Budaya Tamkesi, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara
Kampung Budaya Tamkesi yang terletak di Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, merupakan situs budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan spiritual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan Kampung Budaya Tamkesi dengan mempertimbangkan potensi, permasalahan, serta persepsi berbagai pemangku kepentingan. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner kepada tiga kelompok stakeholder—wisatawan, masyarakat lokal, dan pengelola adat—sedangkan data sekunder berasal dari dokumen perencanaan daerah. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode skoring skala Likert, dilengkapi dengan analisis SOAR untuk mengidentifikasi kekuatan dan peluang strategis yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kampung budaya ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tamkesi masih memegang teguh tradisi adat, namun pengelolaan pariwisata belum optimal, dan fasilitas pendukung masih terbatas. Wisatawan memiliki minat tinggi terhadap budaya Tamkesi, tetapi menyoroti perlunya peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur. Analisis SOAR mengungkapkan bahwa pengembangan dapat difokuskan pada pemanfaatan kekuatan budaya, peluang pasar wisata budaya, aspirasi peningkatan kesejahteraan, dan hasil yang terukur berupa peningkatan kunjungan wisata. Arah pengembangan juga menekankan transformasi dari konsep 3A (Attraction, Accessibility, Amenities) menjadi 4A dengan menambahkan unsur Ancillary yang mencakup dukungan kelembagaan, promosi, dan kemitraan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan dengan tetap menjaga otentisitas nilai-nilai adat
PUSAT PERTANIAN VERTIKAL DI KOTA TANGERANG
Pusat pertanian vertikal dirancang sebagai respons terhadap semakin terbatasnya lahan produksi pangan di kawasan perkotaan serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan yang sehat, terawat, dan mudah diakses. Konsep ini hadir untuk menghadirkan fasilitas produksi pangan yang dirancang dalam satu bangunan, sehingga proses pembibitan, penanaman, panen, pengolahan secara vertikal, sehingga distribusi dapat berlangsung secara efisien dan higienis. Tujuan utama perancangan adalah menciptakan wadah produksi pangan yang produktif sekaligus edukatif, yang tidak hanya mengakomodasi kebutuhan aktivitas pekerja dan pengelola, tetapi juga memberi ruang informasi dan pengalaman bagi masyarakat sebagai pengunjung. Metode perancangannya adalah menggunakan force-based framework untuk mengidentifikasi dan merancang kebutuhan ruang berdasarkan alur aktivitas para pengguna bangunan. Pendekatan arsitektural yang diterapkan mengacu pada prinsip arsitektur berkelanjutan oleh Guyer (2009), meliputi optimasi energi, efisiensi air, peningkatan kualitas lingkungan dalam ruang, serta pemilihan material ramah lingkungan. Proses penerapannya dilakukan melalui analisis pola kegiatan dan pergerakan setiap kelompok pengguna seperti petani, operator tanaman, ilmuwan, staf logistik dan pemasaran, serta pengunjung sehingga diperoleh organisasi ruang yang steril, efektif, dan tidak saling bertumpukan. Hasil perancangan berupa tatanan ruang yang mendukung proses produksi skala besar tanpa mengabaikan aspek kenyamanan, keamanan, dan edukasi publik. Perancangan ini menyimpulkan bahwa pertanian vertikal di kawasan perkotaan dapat menjadi model pusat pangan mandiri yang berkelanjutan, mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat nilai sosial dan edukatif bagi masyarakat kota
PERBANDINGAN AKURASI KETELITIAN HASIL PENGAMATAN GNSS DIFERENSIAL STATIK METODE JARING DAN RADIAL PADA ORTHOPHOTO UNTUK KEPENTINGAN PETA DASAR PERTANAHAN (Studi Kasus : Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta)
Penelitian ini membandingkan akurasi ketelitian hasil pengamatan GNSS
diferensial statik dengan metode jaring dan radial dalam menghasilkan orthophoto
untuk kepentingan peta dasar pertanahan. Studi kasus dilakukan di Kecamatan
Temon, Kabupaten Kulon Progo, dengan pengolahan data GNSS dan orthophoto
udara. Akurasi orthophoto menggunakan ketelitian horizontal (CE90) berdasarkan
standar SNI 8202:2019 dan Petunjuk Teknis PTSL 2024. Metode yang digunakan
yaitu metode GNSS diferensial statik. Penelitian ini melakukan pengamatan dengan
dua metode GNSS diferensial statik yaitu, jaring dan radial yang nantinya dilakukan
perbandingan hasil akurasi terhadap hasil pengolahan foto udara berupa
orthophoto. Analisis perbandingan dilakukan dengan membandingkan nilai akurasi
horizontal (CE90) terhadap kedua metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode jaring memiliki tingkat
akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode radial, dengan nilai CE90 yang
lebih kecil. Metode jaring memiliki nilai CE90 0.558 m, sedangkan metode radial
memiliki nilai CE90 0.710 m. Kedua metode pengamatan ini memiliki nilai CE90
yang masih berada pada batas toleransi ketelitian peta dasar pertanahan dengan
skala 1:5.000 pada kelas 1.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode GNSS diferensial statik
jaring lebih unggul dalam menghasilkan orthophoto yang akurat untuk peta dasar
pertanahan dibandingkan metode radial. Namun, dalam hal efisiensi waktu
pengerjaan direkomendasikan metode radial yang memiliki durasi waktu
pengerjaan lebih singkat dibandingkan dengan metode jaring
KAJIAN PEMANFAATAN DATA GOOGLE MAPS UNTUK PEMBUATAN UNSUR PETA DASAR TOPONIMI (Studi Kasus: Kota Malang, Jawa Timur dan Kota Lewoleba, Nusa Tenggara Timur )
Peta dasar memiliki peranan penting dalam mendukung kegiatan perencanaan tata ruang, terutama dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Salah satu unsur peta dasar yang sangat penting adalah toponimi, yang merepresentasikan nama-nama geografis secara spasial. Tantangan utama dalam penyusunan unsur toponimi adalah proses pengumpulan data di lapangan yang memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Pada penelitian ini mengkaji pemanfaatan data Google Maps sebagai alternatif yang lebih cepat dan efisien dalam pembuatan unsur peta dasar toponimi. Studi dilakukan di dua lokasi, yaitu Kota Malang, Jawa Timur, dan Kota Lewoleba, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan mencakup ekstraksi data koordinat dari Google Maps, dan data toponimi dari instansi terkait, serta validasi melalui survei lapangan. Analisis spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8, yang digunakan untuk memetakan lokasi, mengukur jarak antar titik, dan melakukan overlay data untuk membandingkan hasil ekstraksi Google Maps dengan hasil survei. Hasil menunjukkan bahwa data Google Maps cukup representatif sebagai referensi awal, terutama di wilayah dengan dokumentasi infrastruktur yang baik. Uji T-Student pada tingkat kepercayaan (level of confiedence) 95% menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada rata-rata koordinat X di Kota Lewoleba 0,738 m dan Kota Malang 0,393 m. Namun, pada koordinat Y, perbedaan signifikan terjadi di Kota Lewoleba 0,944 m, sedangkan di Kota Malang sangat kecil 0,003 m. Pergeseran jarak lebih besar terjadi di Kota Lewoleba 11,853 m dibanding Kota Malang 7,675 m. Selisih data toponimi Google Maps dan hasil survei mencapai 13% di Kota Lewoleba dan 1,75% di Kota Malang. Selisih jarak koordinat toponimi sebesar 0,1185 m di Kota Lewoleba dan 0,0192 m di Kota Malang.Secara keseluruhan, data Google Maps dapat mempercepat penyusunan peta dasar unsur toponimi skala 1:5.000, meskipun verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan akuras
EFEKTIVITAS METODE FILTRASI MENGGUNAKAN MEDIA FILTER SABUT KELAPA DAN KARBON AKTIF KULIT KAKAO DALAM MENURUNKAN KADAR COD, BOD DAN TSS PADA LIMBAH DOMESTIK
Limbah domestik adalah jenis limbah yang berasal dari kegiatan mandi, air
cucian, dan air dari dapur. Limbah domestik mengandung kadar polutan berupa BOD
139,2 mg/l, COD 357,2 mg/l dan TSS 136,9 mg/l. Oleh sebab itu, memerlukan
pengolahan lebih lanjut agar memenuhi Baku Mutu Air Limbah Domestik diatur dalam
Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 Lampiran 6 Penyelenggaraan Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Baku Mutu Air Nasional Kelas 3. Salah satu
pengolahan untuk mengurangi kadar polutan air limbah domestik adalah filtrasi.
Filtrasi merupakan metode pemisahan fisik, yang dipakai dalam memisahkan antara
cairan (larutan) serta padatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas
penurunan kadar COD, BOD dan TSS menggunakan metode filtrasi media serabut
kelapa dan arang aktif kulit kakao dalam pengolahan air limbah domestik. Variabel
yang digunakan adalah ketebalan media pada reactor (Reaktor 1: krikil 5 cm, karbon
aktif kulit kakao 15 cm, serabut kelapa 30 cm; reaktor 2: krikil 5 cm, karbon aktif kulit
kakao 30 cm, serabut kelapa 15 cm; reaktor 3: krikil 5 cm, karbon aktif kulit kakao
22,5 cm, serabut kelapa 22,5 cm) dan waktu detensi (30, 60, 90 menit). Hasil
menunjukan penurunan kadar BOD menjadi 21,3 mg/l dengan penyisihan 85%, COD
menjadi 125,6 mg/l penyisihan 65%, TSS menjadi 28,5 mg/l penyisihan 79,2%.
Efektivitas tertinggi tertinggi dicapai pada reaktor 2 pada waktu detensi 90 menit
PERANCANGAN SISTEM PERINGATAN DINI BENCANA BANJIR DAS BERBASIS LORA DENGAN DATA LOGGING
Bencana banjir di daerah aliran sungai sering terjadi akibat curah
hujan tinggi, pengelolaan sungai yang buruk, dan penggunaan lahan yang
kurang baik. Untuk meminimalisir dampaknya, penelitian ini merancang
sistem peringatan dini berbasis LoRa (Long Range) pada daerah aliran
sungai untuk pengiriman dan penerimaan data jarak jauh secara efisien.
Sistem ini mengintegrasikan sensor ultrasonik untuk memantau
ketinggian air, mikrokontroler Arduino Uno dan NodeMCU ESP8266
untuk pengolahan data, LoRa sebagai media komunikasi, serta web server
untuk tampilan data secara real-time, pada web server ketinggian air
terbagi menjadi 3 status yaitu Aman (0-20CM), Waspada (21-30CM), dan
Bahaya (>31CM). Fitur peringatan dini berbasis email juga digunakan
untuk memberi peringatan pada status Bahaya ketika ketinggian air >31
CM. Pengujian menunjukkan sistem ini memiliki tingkat akurasi tinggi
dalam pembacaan ketinggian air hingga 50 CM dan pengiriman data
hingga jarak 1,000meter dalam kondisi optimal. Dengan efisiensi
komunikasi dan analisis real-time, sistem ini dapat meningkatkan
kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir
PERANCANGAN SENSOR WATER LEVEL MENGGUNAKAN NIRKABEL
Perancangan sistem sensor water level nirkabel bertujuan untuk
memantau air pada sungai secara efektif dan efisien. Sistem ini
memanfaatkan teknologi nirkabel untuk mengirimkan data secara
real-time, memungkinkan pengguna untuk memantau level air dari
jarak jauh. Dalam proyek ini, sensor level air dipilih untuk akurasi
tinggi dalam mengukur kedalaman air. Data yang dikumpulkan oleh
sensor akan dikirimkan melalui modul komunikasi nirkabel seperti
LoRa yang kami gunakan ke sebuah aplikasi berbasis web atau
perangkat mobile, di mana pengguna dapat memantau status level air
secara visual.
Metode pengujian sistem dilakukan dengan memantau hasil
idenfikasi ketinggian air pada sungai untuk memastikan akurasi. Hasil
menunjukkan bahwa sistem ini memberikan data yang akurat yaitu
sebesar 98,72% dan dapat mengurangi kebutuhan akan intervensi
manual, sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu,
penerapan sistem ini juga memberikan kemudahan dalam
menyebarluaskan informasi peringatan keberadaannya.Dengan
penerapan teknologi nirkabel, sistem sensor ini memiliki potensi
untuk diterapkan di berbagai sektor, termasuk pertanian, industri, dan
pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi
landasan untuk pengembangan lebih lanjut dalam pemantauan
lingkungan yang cerdas dan berkelanjuta
IMAGE PROCESSING KETINGGIAN AIR SUNGAI DENGAN KAMERA CCTV UNTUK MENDUKUNG EARLY WARNING SYSTEM BANJIR PADA SMART CITY
ii
ABSTRAK
IMAGE PROCESSING KETINGGIAN AIR SUNGAI DENGAN
KAMERA CCTV UNTUK MENDUKUNG EARLY WARNING
SYSTEM BANJIR PADA SMART CITY
Muhammad Akmal Ilmi, NIM: 2112051
Dosen Pembimbing I: Dr. Eng. I Komang Somawirata, ST., MT.
Dosen Pembimbing II: Dr. Michael Ardita, ST., MT.
Pemrosesan citra merupakan metode penting dalam teknologi modern yang
memungkinkan komputer menganalisis dan mengekstrak informasi dari gambar
atau video. Penelitian ini berfokus pada penerapan teknologi pemrosesan citra
untuk mendeteksi ketinggian air sungai menggunakan kamera CCTV, sebagai
bagian dari sistem peringatan dini banjir di smart city. Algoritma YOLO (You
Only Look Once) digunakan untuk mendeteksi objek secara real-time, seperti
level air, dengan hasil yang diharapkan berupa peningkatan keakuratan prediksi.
Implementasi ini diharapkan mampu memberikan data visual yang lebih kaya
dibandingkan sensor tradisional.
Penelitian melibatkan desain dan pengujian sistem yang mengintegrasikan
perangkat keras (kamera CCTV dan komputer dengan spesifikasi tinggi) serta
perangkat lunak seperti OpenCV dan Python. Data berupa gambar sungai diolah
menggunakan algoritma pemrosesan citra untuk menganalisis ketinggian air
secara real-time. Evaluasi dilakukan terhadap kinerja sistem dari aspek akurasi,
presisi, recall, dan kecepatan pemrosesan (FPS), serta pengaruh lingkungan
terhadap hasil deteksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pemrosesan citra
berbasis YOLO memberikan tingkat akurasi yang tinggi dalam mendeteksi
ketinggian air. Selain itu, sistem ini mampu mengirimkan peringatan dini melalui
notifikasi digital, yang memberikan waktu lebih bagi masyarakat untuk mitigasi
bencana. Dengan hasil ini, sistem berbasis pemrosesan citra menawarkan solusi
praktis, efisien, dan terjangkau untuk mendukung teknologi smart cit
ANALISIS HARMONISA PADA PENYULANG GELITING PT. PLN KAB. SIKKA AKIBAT INTEGRASI PLTS WAIRBLELER KAPASITAS 1 MWP
Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam
sistem distribusi listrik dapat memberikan manfaat , seperti peningkatan
efisiensi energi dan pengurangan beban pada gardu induk. Namun,
integrasi PLTS juga dapat menimbulkan permasalahan kualitas daya,
salah satunya adalah harmonisa yang dihasilkan oleh inverter PLTS.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak integrasi PLTS
Wairbleler berkapasitas 1 MWp terhadap harmonisa pada penyulang
Geliting dengan menggunakan software ETAP 19.0.1. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa sebelum terintegrasi dengan PLTS nilai THDv-nya
sebesar 1.41 % dan setelah terintegrasi dengan PLTS nilai THDv-nya
sebesar 11.06 %. Untuk melakukan perbaikan nilai distorsi yang melebihi
batas standar IEEE 519-1992 dilakukan pemasangan filter harmonisa.
Setelah dilakukan pemasangan filter single tuned, persentase nilai THD
mengalami penurunan yang awalnya memiliki nilai THD 11.06 %
menjadi 1.84 %
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KOTAK PAKET BERBASIS IOT
Kotak paket berbasis IoT (Internet of Things) ini dirancang sebagai
Solusi bagi pemilik rumah yang sedang tidak berada dirumah atau sedang
bepergian yang mengedepankan sistem otomatisasi yang memanfaatkan
Sensor IR, mikrokontroler ESP32, dan koneksi internet untuk mendeteksi
paket, serta memberikan notifikasi kepada pengguna atau pemilik rumah,
terkait status paket. Sistem ini dilengkapi dengan sebuah informasi dan
notifikasi real-time ketika paket diterima dengan mengintegrasikan sistem
monitoring teknologi IoT, kotak paket ini dapat diakses dan dipantau
melalui aplikasi smartphone, dimanapun dan kapanpun, sehingga
pengguna memiliki kontrol penuh atas barang yang diterima. Prototipe
diuji sensitivitas sensor, dan respons notifikasi. Hasil pada pengujian
mendapatkan hasil bahwa sistem ini dapat berfungsi untuk mendeteksi
paket dan mengirimkan notifikasi ke smartphone sipemilik. Dengan
demikian, rancangan ini berpotensi untuk diimplementasikan di rumah
tangga, kantor, atau pusat logistik sebagai solusi inovatif dalam
pengelolaan paket berbasis teknologi. Maka dari itu penulis membuat
judul yaitu “Rancang Bangun Sistem Monitoring Kotak Paket Berbasis
IoT”. Alat ini memiliki keunggulan bisa diakses di smartphone, bisa
dimonitoring dari jarak jauh, waktu kapan saja, dan dimana saja melalui
jaringan Internet/Wi-Fi