Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
Pengaruh Koagulan Lidah Buaya (Aloe Vera) Pada Pengolahan Limbah Cair Pencucian Motor Dengan Proses Kogulasi-Flokulasi
Kegiatan usaha pencucian motor di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Seiring bertambahnya kegiatan usaha ini maka perlu diikuti dengan pengelolaan guna mencegah terjadinya pencemaran akibat limbah yang dihasilkan. Pencemaran limbah pencucian motor tanpa pengolahan salah satunya adalah kandungan TSS (Total Suspended Solid) dan COD (Chemical Oxygen Demand) yang ada di dalamnya. Air limbah yang dihasilkan usaha pencucian kendaraan bermotor yang tidak diolah sebelum dibuang ke lingkungan akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Air limbah yang dihasilkan usaha pencucian kendaraan bermotor yang tidak diolah sebelum dibuang ke lingkungan akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar limbah pencucian motor tersebut aman ketika digunakan kembali dan tidak mencemari lingkungan sekitarnya, salah satunya dengan metode koagulasi flokulasi dengan penambahan koagulan lidah buaya.
Penelitian ini menggunakan metode koagulasi flokulasi dengan flokulator jar test. Koagulan yang digunakan yaitu dosis 20 ml, 40ml, dan 60 ml dengan penambahan limbah cair pencucian motor sebanyak 500 ml pada masing-masing dosis. Pengadukan cepat dan pengadukan lambat pada penelitian ini sebesar 200 rpm selama 1 menit dan 90 rpm selama 20 menit dan sedimentasi selama 30 menit.
Hasil penelitian ini didapatkan kemampuan dan dosis optimum koagulan dari Lidah Buaya dicapain pada dosis 20 ml. Pada penurunan COD didapatkan penurunan sebesar 76% sedangakan pada penurunan TSS mencapai 55,26% dari konsentrasi awal 344 mg/L dan 104 mg/L. Hasil penelitian diketahui bahwa kadar COD belum memenuhi standar baku mutu air limbah Pencucian Motor dan kadar TSS telah memenuhi standar baku mutu air limbah berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 Tentang Baku Mutu Air Sungai
ANALISA TEGANGAN VON MISES STRESS, DEFORMATION, DAN SAFETY FACTOR PERANCANGAN RANGKA AUTO TRASNFER TIPE LIFTER DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA
Penelitian analisis struktur rangka auto transfer tipe lifter memfokuskan pada
komparasi material antara structural steel dan aluminium alloy untuk
mengoptimalkan desain. Menggunakan pemodelan 3D dengan software
SolidWorks 2020 dan simulasi elemen hingga melalui ANSYS 2020 R2, distribusi
tegangan von mises, deformasi, dan safety factor dievaluasi dalam kondisi beban
(6000 N) dan beban (5000 N). Rangka dengan dimensi 1930 mm × 443 mm ×
1960.60 mm menggunakan profil hollow 30×30×2.6 mm diuji dengan representasi
polybox berdimensi 334 × 249 × 125 mm. Hasil analisis menunjukkan hubungan
linear antara beban dengan tegangan dan deformasi, sementara safety factor untuk
aluminium alloy menunjukkan peningkatan signifikan. Penelitian ini berkontribusi
pada optimasi desain rangka untuk aplikasi pemindahan polybox otomatis di
industri manufaktur modern, sesuai dengan tren Industri 4.0 untuk meningkatkan
efisiensi produksi dan keamanan kerja
Apartemen di Kota Surabaya.
Surabaya, sebagai kota terbesar di Jawa Timur, tengah menghadapi tantangan urbanisasi yang pesat. Peningkatan jumlah penduduk memicu lonjakan kepadatan dan keterbatasan lahan hunian, serta memperburuk kondisi polusi udara. Hal ini mendorong pergeseran pola hunian dari rumah tapak menuju hunian vertikal sebagai alternatif yang lebih efisien. Polusi udara yang dihasilkan turut berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Menanggapi kondisi tersebut, perancangan ini berfokus pada pengembangan apartemen sebagai solusi terhadap keterbatasan lahan sekaligus upaya menciptakan lingkungan hunian yang sehat dan berkelanjutan. Proses perancangan menggunakan metode force-based framework oleh Philip D. Plowright dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu context, culture, dan needs. Pendekatan arsitektur hijau menjadi landasan utama dalam merancang bangunan yang adaptif, efisien, dan ramah lingkungan.
Strategi yang diterapkan mencakup optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami guna menghemat energi, orientasi bangunan yang mempertimbangkan arah matahari dan angin untuk merespons iklim lokal, serta penggunaan vegetasi sebagai elemen peningkat kualitas udara, nilai estetika, dan kenyamanan termal. Selain itu, pemilihan material terbarukan yang ramah lingkungan mendukung terciptanya bangunan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, hasil perancangan diharapkan mampu menghadirkan hunian apartemen yang responsif terhadap iklim, hemat energi, dan dapat mendukung kualitas hidup penghuni secara berkelanjutan
Perancangan Game 3D Find Lost Livestock Dengan Metode Finite State Machine
Kemajuan teknologi mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam dunia game yang terus berkembang. Salah satu genre game popular yaitu Endless Runner, dimana pemain berlari melewati rintangan dengan tujuan mencapai skor tertinggi. Namun sebagaian besar game genre ini hanya berfokus pada hiburan tanpa memberikan nilai edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang game 3D bergenre Endless Runner yang menggabungkan edukasi bertema peternakan berjudul Find Lost Livestock. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Finite State Machine untuk mengatur perilaku karakter serta memberikan kecerdasan buatan pada musuh dan Collision Detection untuk mendeteksi interaksi antara karakter dan objek dalam game. Hasil pengujian user dari 12 responden menunjukkan bahwa pengalaman pengguna terhadap game Find Lost Livestock sesuai dengan harapan, dengan 48,3% memberikan penilaian “Sangat Baik”, 49,2% memberikan penilaian “Baik” dan 2,5% memberikan penilaian “Buruk”
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA GEREJA GBI KOTA AMBON DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK)
Penelitian ini membahas alternatif desain struktur baja Gereja GBI Kota Ambon menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) untuk meningkatkan ketahanan gempa di wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Perencanaan mengacu pada SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, SNI 1729:2020, dan SNI 2847:2019, dengan analisis struktur menggunakan ETABS 2021 serta evaluasi daya dukung dan penurunan pondasi tiang pancang melalui perhitungan manual dan PLAXIS. Hasil menunjukkan simpangan antar tingkat, gaya geser dasar, serta dimensi profil balok dan kolom memenuhi kriteria desain SRPMK, sedangkan pondasi memiliki kapasitas dan penurunan dalam batas aman. Desain ini diharapkan menjadi acuan perencanaan bangunan tahan gempa di daerah rawan seismik
EVALUASI KERUSAKAN JALAN DAN RENCANA PENANGANANNYA PADA 6 RUAS JALAN DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI PKRMS (PROVINCIAL/KABUPATEN ROAD MANAGEMENT SYSTEM)
Kabupaten Seram Bagian Timur di Provinsi Maluku memiliki Kota Bula
sebagai pusat pemerintahan yang mendorong tingginya volume lalu lintas.
Rendahnya kepatuhan pengguna terhadap klasifikasi jalan serta keterbatasan
anggaran dan sumber daya manusia menyebabkan kualitas perkerasan menurun dan
umur rencana jalan berkurang. Kabupaten ini memiliki jaringan jalan kabupaten
sepanjang 292,430 km yang berperan penting dalam mendukung konektivitas dan
aktivitas ekonomi.
Penelitian ini difokuskan pada enam ruas jalan sepanjang 10,42 km, yaitu
Ruas Jalan Poros Desa Waysamet, Wayakijaya, Waymatakabo, Pandopo, Englas,
dan Kampung Nelayan. Analisis dilakukan menggunakan metode Surface Distress
Index
(SDI),
International
Roughness Index (IRI), dan aplikasi
Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS) melalui survei
lapangan berbasis perekaman video Blackvue.
Hasil penelitian menunjukkan kondisi jaringan jalan berada dalam keadaan mantap
sebesar 82,53% dan tidak mantap 17,47%. Berdasarkan Treatment Priority Index
(TPI), ruas prioritas utama adalah Jalan Poros Desa Waymatakabo dengan nilai TPI
109,3. Estimasi kebutuhan anggaran penanganan pada 6 ruas tersebut mencapai Rp
20.216.280.000,00.
Kesimpulan penelitian ini adalah kondisi jalan di Kabupaten Seram Bagian
Timur masih memerlukan penanganan terencana, khususnya pada ruas dengan
tingkat kerusakan tinggi. Rekomendasi yang diajukan berupa perencanaan
anggaran yang efektif serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar
pengelolaan jalan melalui PKRMS dapat lebih optimal
KLASIFIKASI SEDIMEN DASAR LAUT MENGGUNAKAN DATA BACKSCATTER MBES DENGAN METODE ARA (Studi Kasus: Tanjung Benoa, Bali)
Klasifikasi sedimen dasar laut adalah aspek penting dalam pemetaan batimetri, eksplorasi sumber daya laut, dan pengelolaan ekosistem perairan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi jenis sedimen dasar laut di Tanjung Benoa, Bali dengan menggunakan data backscatter dari Multibeam Encosounder (MBES) dengan metode Angular Response Analysis (ARA). Metode tersebut menganalisis hubungan antara intensitas hambur balik dan sudut datang gelombang akustik untuk menentukan karakteristik sedimen berdasarkan ukuran butir (phi). Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak Qimera dan FMGT, kemudian divalidasi menggunakan data grab sampel. Proses klasifikasi menghasilkan 20 jenis sedimen, kemudiaan diklasifikasi menjadi 4 kelas utama: gravel, sand, salt, dan clay. Sebaran sedimen didominasi oleh pasir 32,37 ha dan lumpur 27,82 ha. Tingkat akurasi klasifikasi mencapai 79% dan nilai Cohen’s Kappa 0,64 membuktikan tingkat kesesuaian kategori substansial / Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode ARA cukup efektif untuk mengklasifikasi sedimen dasar laut serta dapat mendukung perencanaan wilayah pesisir dan kegiatan hidrogafi
ANALISIS KINERJA LALU LINTAS DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) PADA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL JL.SUROPATI-JL.DIPONEGORO-JL.PANGLIMA SUDIRMAN GONDANGLEGI WETAN
Kemacetan pada simpang tak bersinyal Jl. Suropati – Jl. Diponegoro – Jl. Panglima Sudirman, Gondanglegi Wetan,
dipengaruhi aktivitas pasar, parkir liar, serta manuver kendaraan tidak teratur. Kondisi ini menurunkan kapasitas,
meningkatkan tundaan, dan berdampak pada biaya operasional kendaraan (BOK). Mengingat simpang melayani lalu
lintas lokal dan regional, termasuk kendaraan berat, analisis kinerja diperlukan untuk menilai efisiensi serta kerugian
akibat kemacetan.Penelitian ini menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 untuk analisis kinerja,
sedangkan perhitungan BOK mengacu pada metode Departemen Pekerjaan Umum (2005). Data dikumpulkan melalui
survei volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan kondisi geometri simpang pada hari Minggu dan Senin. Analisis
meliputi kapasitas, derajat kejenuhan (DJ), tundaan, tingkat pelayanan (LOS), serta komponen BOK.Hasil penelitian
menunjukkan kapasitas simpang 31.598 smp/jam, DJ tertinggi 0,35, dan tundaan rata-rata 8,83 detik/kendaraan
dengan LOS kategori B. Meski demikian, kerugian tetap terjadi, khususnya hari Senin: Jl. Diponegoro
Rp441.688/jam, Jl. Panglima Sudirman Rp477.090/jam, dan Jl. Suropati Rp269.896/jam. Temuan ini menegaskan
hambatan samping dan manuver kendaraan tidak teratur menimbulkan biaya signifikan bagi pengguna jalan.
Kata kunci: simpang tak bersinyal, derajat kejenuhan, tundaan, biaya operasional kendaraan (BOK)
PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN SIMPANG BATU�LABURAN KECAMATAN PASER BELENGKONG PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD
Penjadwalan proyek konstruksi memiliki peran penting dalam pengelolaan
waktu pelaksanaan agar seluruh aktivitas dapat terlaksanakan secara efektif dan
efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun penjadwalan proyek peningkatan
Jalan Simpang Batu-Laburan menggunakan metode Precedence Diagram Method
(PDM), serta mengidentifikasi jalur kritis dan aktivitas yang memiliki kelonggaran
waktu (float).
Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan
studi kasus. Data yang dianalisis diperoleh dari Rencana Anggaran Biaya (RAB),
dan gambar kerja proyek. Penjadwalan disusun menggunakan perangkat lunak
Microsoft Project, dengan hasil berupa diagram jaringan kerja, Gantt Chart, dan
identifikasi jalur kritis proyek.
Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek memiliki total durasi selama 114
hari kalender, dengan beberapa aktivitas berada pada jalur kritis, seperti pekerjaan
penyiapan badan jalan, perkerasan beton, dan marka jalan. Sementara itu aktivitas
dengan total float tertinggi adalah pekerjaan lapis pondasi beton kurus, yaitu sebesar
63,5 hari, yang menunjukan adanya fleksibilitas dalam pelaksanaannya. Penerapan
metode PDM terbukti mampu memberikan gambaran penjadwalan yang sistematis
dan menjadi acuan dalam pengendalian waktu proyek