Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
Partisipasi Masyarakat dalam Rehabilitasi Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Utara (Studi kasus: Kecamatan Gangga)
Bencana gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2018 memberikan dampak kerusakan yang sangat besar, terutama di Kecamatan Gangga sebagai wilayah terdampak paling parah. Gempa ini merusak ribuan rumah tinggal, infrastruktur, serta fasilitas publik, dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Dalam situasi ini, rehabilitasi menjadi tahap penting dalam pemulihan wilayah terdampak, di mana keterlibatan masyarakat atau partisipasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak fisik gempa bumi, meninjau upaya perbaikan pasca bencana, serta menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi pasca gempa di Kecamatan Gangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method) dengan metode deskriptif kuantitatif yang didukung oleh data primer melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari instansi terkait yang berkaitan dengan gempa bumi dan proses rehabilitasi di Lombok Utara tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat terbagi dalam empat tahap, yakni pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan evaluasi. Tingkat partisipasi tertinggi terlihat pada tahap pelaksanaan, khususnya dalam kegiatan gotong royong membangun rumah tinggal, pembersihan puing, serta penyediaan hunian sementara. Sebaliknya, tingkat partisipasi terendah ditemukan pada tahap evaluasi, yang umumnya masih didominasi oleh pihak eksternal seperti pemerintah atau lembaga bantuan
Desain Sistem Monitoring Kebersihan Kandang Ternak dan Penyemprotan Disinfektan Otomatis Berbasis IoT
Kebersihan kandang ternak merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan hewan serta mencegah penyebaran penyakit. Gas amonia (NH₃) yang dihasilkan dari kotoran ternak dapat membahayakan jika melebihi ambang batas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kebersihan kandang ternak dan penyemprotan disinfektan otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi konsentrasi amonia secara real-time dan dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32. Data hasil pembacaan sensor ditampilkan pada LCD I2C dan aplikasi Blynk sehingga pemilik ternak dapat melakukan pemantauan jarak jauh. Ketika kadar amonia melebihi ambang batas 15 ppm, sistem secara otomatis mengaktifkan pompa untuk menyemprotkan disinfektan ke area kandang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan efektif dan responsif dalam mendeteksi perubahan kadar amonia. Selain itu, sistem ini dapat meminimalkan intervensi manual, menjaga kebersihan kandang, serta mendukung kesehatan hewan ternak secara berkelanjutan. Integrasi IoT memungkinkan penyampaian data secara real-time sehingga pemilik kandang dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat. Sistem ini juga dapat diterapkan secara luas pada peternakan skala kecil maupun besar karena menggunakan komponen yang relatif terjangkau dan mudah dioperasikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi manajemen peternakan sekaligus mendukung penerapan teknologi cerdas dalam sektor pertanian dan peternakan di Indonesia
RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI GELOMBANG SEISMIK. STUDI KASUS GELOMBANG LOVE
Gempa bumi adalah fenomena atau guncangan yang terjadi akibat pelepasan energi secara tiba - tiba yang menimbulkan seismogram . Saat ini terdapat rentan vulkanik dan tektonik akibat Cincin Api Pasifik di Indonesia , dimana tektonik lempeng Indo - Australia dibandingkan dengan tektonik lempeng Pasifik . Oleh karena itu , tujuan penelitian ini adalah melakukan pengujian real-time terhadap sistem pendeteksi gempa bumi berbasis accelerometer. Jenis sensor yang digunakan untuk mengukur kecepatan tanah pergerakan adalah sensor accelerometer IMU ( Inertial Measurement Unit ) dengan tipe IMU 9 DOF . dan mengirimkannya ke software Delphi 7 , maka citra seismik dapat ditampilkan secara real time menggunakan router dan Mikrotik . Tujuan sasarandari penelitian ini adalah untuk mendeteksi gelombang seismik dengan jenis gelombang Love secara real time menggunakan alat komunikasi lokal .dariPenelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gelombang seismik dengan jenis gelombang cinta secara real time menggunakan alat komunikasi lokal . Hasil hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa sensor IMU dapat mendeteksi gelombang seismik Love menggunakan parameter sumbu X dan Y pada program Delphi 7 .dariPenelitian ini menunjukkan bahwa sensor IMU dapat mendeteksi gelombang seismik Love menggunakan parameter sumbu X dan Y pada program Delphi 7
PENGARUH TINGKAT KEMACETAN LALU LINTAS TERHADAP KUALITAS UDARA SIMPANG TIGA TIDAK BERSINYAL JALAN SUROPATI KOTA BATU
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kawasan perkotaan berpengaruh terhadap kinerja simpang serta kualitas udara di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan pada simpang tiga Suropati – Abdul Gani di Kota Batu yang merupakan simpang tidak bersinyal dengan arus lalu lintas padat, khususnya pada jam puncak. Analisis kinerja simpang dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dengan parameter utama berupa kapasitas, derajat kejenuhan, dan tundaan rata-rata. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi kualitas udara melalui pengukuran konsentrasi karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO₂), yang kemudian dianalisis menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 2020.
Dalam Studi ini dilakukan dengan cara survey lalu lintas dan kualitas udara selama tiga hari yaitu hari Kamis, Jumat, Minggu dengan periode survey selama 12 jam, dari jam 6 pagi – 6 sore. Lalu dilakukan Evaluasi Kinerja simpang menggunakan pedoman PKJI 2023 untuk mengetahui nilai derajat kejenuhan (DJ), Tundaan (T), dan Peluang antrian. Untuk kualitas udara digunakan pedoman ISPU 2020 untuk mengetahui nilai indeks standar pencemaran udara dari variabel CO dan NO2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja simpang berada pada tingkat pelayanan kategori B–C sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 96 Tahun 2015, yang berarti tundaan masih dalam kondisi sedang hingga cukup baik, meskipun pada periode jam puncak mulai menunjukkan gejala penurunan kelancaran arus. Dari aspek kualitas udara, konsentrasi CO dan NO₂ yang terukur berada dalam kategori “sedang” menurut klasifikasi ISPU 2020, yang mengindikasikan adanya potensi risiko kesehatan jangka panjang apabila tidak dilakukan pengendalian emisi kendaraan
“Analisis Perubahan Tutupan Lahan Kawasan Lindung Tasi Tolu” (Studi Kasus: Dili, Timor-Leste)
Kawasan lindung memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman
hayati dan fungsi ekosistem. Tasi Tolu, salah satu kawasan lindung di Kota Dili,
Timor-Leste, mengalami tekanan pembangunan signifikan akibat urbanisasi dalam
dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan
lahan di Tasi Tolu pada periode 2003–2013, 2013–2023, dan 2023–2025, serta
mengevaluasi dampak urbanisasi terhadap keberlanjutan fungsi ekologis kawasan.
Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat, dengan metode Maximum
Likelihood Classification (MLC) untuk pemetaan tutupan lahan, dilengkapi analisis
overlay untuk menghasilkan matriks perubahan (gain and loss). Hasil menunjukkan
pada periode 2003–2013, hutan lahan kering mengalami kehilangan terbesar sebesar
325,85 ha (-52%), sementara permukiman meningkat 94,61 ha (83%). Periode 2013
2023 menunjukkan penurunan luas semak/belukar sebesar 149,20 ha (-21%) dan
peningkatan signifikan pada lahan terbangun (76,79 ha; 61%). Pada 2023–2025,
lahan terbuka mengalami penurunan tajam sebesar 161,44 ha (-66%), sedangkan
hutan lahan kering bertambah 84,62 ha (20%). Temuan ini menunjukkan adanya
konversi lahan yang intensif dan perubahan ekosistem yang berpotensi mengancam
fungsi ekologis kawasan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi
strategi konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan, mendukung implementasi
Sistema Nacional de Áreas Protegidas (SNAP) di Timor-Leste.
Kata Kunci: kawasan lindung; Tasi Tolu; urbanisasi
ANALISIS SPATIOTEMPORAL PEMANFAATAN KAWASAN SEKITAR DANAU TEMPE SEBAGAI SAWAH MUSIMAN DI KABUPATEN WAJO
Danau Tempe di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, merupakan danau tektonik terbesar di Indonesia yang penting bagi ekonomi lokal sebagai sumber mata pencarian utama bagi nelayan dan petani, serta berperan penting sebagai penyangga ekologis dan hidrologis. Penelitian ini menganalisis spatiotemporal genangan air Danau Tempe dan perubahan tutupan lahan di sekitarnya selama periode tahun 2020 hingga 2025. Tujuannya untuk memahami luas luapan air pada musim hujan dan pola perubahan tutupan lahan, khususnya sawah musiman, serta mengindentifikasi hubungan kedua fenomena tersebut. Data-data utama yang digunakan yaitu citra sentinel-2A, SHP batas administrasi dan data survey lapangan. Data citra satelit sentinel-2A diolah menggunakan metode Normalized Difference Water Index (NDWI) untuk memetakan genangan air dan metode Maximum Likelihood Classification (MLC) untuk mengklasifikasi tutupan lahan. Hasil analisis menunjukan adanya hubungan yang kuat antara luapan air danau dan kemunculan sawah musiman. Tercatat luapan terluas terjadi pada tahun 2023 dengan luas 3.693,840 Ha, sedangkan luasan sawah terluas terjadi pada tahun 2024 dengan luas 1.921,590 Ha. Hasil uji akurasi untuk nila Overall accuracy dan kappa accuracy pada pengolahan NDWI 94,12% dan 97,14% sedangkan pengolahan MLC sebesar 94,44% dan 91,59%. Kesimpulannya penelitian ini menegaskan bahwa pola pertanian sawah musiman di Danau Tempe merupakan bentuk adaptasi lokal terhadap perubahan hidrologis danau, dimana ketersediaan lahan dari air yang surut dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat
EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN JALAN SEBAGAI DASAR PENENTUAN PERBAIKAN JALAN PADA 4 RUAS JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN TRENGGALEK MENGGUNAKAN METODE PROVINCIAL/KABUPATEN ROAD MANAGEMENT SYSTEM (PKRMS)
Ditinjau dari Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Jalan dan keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/210/KPTS/013/2023 tentang Penetapan Ruas Jalan, Perda ini mengatur penyelenggaraan jalan di Kabupaten Trenggalek, termasuk penetapan status dan fungsi ruas jalan. Di Kabupaten Trenggalek memiliki 300 ruas jalan dengan panjang ruas 1.249,23 km. Perkembangan pekerjaan pembangunan infrastruktur Kabupaten Trenggalek. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek 2024, Kondisi Jalan Baik dengan panjang 933 km atau 70% diantaranya dalam kondisi baik dan sekitar 270 km atau 30% mengalami kerusakan parah. Presentase jalan rusak parah sekitar 30%. Faktor kerusakan itu dkarenakan kondisi tanah atau pondasi jalannya. Maka dari itu ruas jalan di Kabupaten Trenggalek mengalami kerusakan parah
Dalam upaya meningkatkan program pemeliharaan dan manajemen jalan, Kementerian PUPR telah mengenalkan provincial/kabupaten Road Management System (PKRMS) yang dikorelasi kan dengan metode SDI (Surface Distress Index) dan IRI (International Roughness Index) untuk mendukung pengelolaan jalan ditingkat provinsi dan kabupaten. PKRMS dirancang untuk membantu dalam perencanaan, pemograman, dan penganggaran (PPP). Software ini memberikan informassi dan rekomendasi terkait pemeliharaan jalan ditingkat provinsi dan kabupaten. PKRMS membantu pembuat kebijakan dalam pengambilan keputusan dan peningkatan manajemen jalan secara lebih efisien. Pengelolaan anggaran jalan melibatkan strategi, sistematika, koordinasi melalui penerapan PKRMS, yang dapat diakses tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan, hanya dengan menggunakan Microsoft Acces. Progam ini melakukan analisi menyeluruh terhadap kebutuhan pemeliharaan jalan, termasuk pemeliharan rutin, peningkatan struktur, dan peningkatan kapasitas jalan.
Dari hasil analisa kerusakan jalan dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI), International Roughnes Index (IRI) dan Provincial / Kabupaten Road Management System (PKRMS) didapatkan kondisi 4 ruas jalan 65,49% dalam keadaan mantap dan 34,51% tidak mantap. Untuk prioritas penganganan pada 4 ruas jalan di kabupaten Trenggalek yang pertama yaitu pada Ruas Jalan Pandean-Malasan dengan nilai TPI sebesar 65,7, urutan kedua pada Ruas Jalan Wonorejo-Sebo dengan nilai TPI sebesar 57,8, urutan ketiga pada Ruas Jalan Tekol-Malasan dengan nilai TPI sebesar 50,4, urutan ke empat Kedunglurah-Gandusari dengan nilai TPI sebesar 0,001. Total anggaran yang dibutuhkan pada 4 ruas jalan yang ditinjau Rp.55.784.000.000.
Kata Kunci : PKRMS, Anggaran proyek, Penanganan jalan
ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI OVER CURRENT RELAY PADA INSTALASI KELISTRIKAN PABRIK PEPSICO INDONESIA SNACKS GREENFIELD MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP
Keandalan sistem proteksi sangat penting dalam menjaga kontinuitas suplai
listrik, terutama di lingkungan industri besar seperti Pabrik Pepsico Indonesia
Snacks Greenfield di Cikarang, Jawa Barat. Gangguan arus lebih akibat hubung
singkat dapat menyebabkan kerusakan peralatan dan terganggunya proses
produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi Over Current
Relay (OCR) agar sistem proteksi dapat bekerja cepat dan selektif dalam
mengamankan sistem kelistrikan pabrik. Metode yang digunakan meliputi
pengumpulan data teknis sistem tenaga listrik pabrik seperti Single Line Diagram
(SLD), data transformator daya, circuit breaker, current transformer (CT), over
current relay (OCR), dan beban, yang kemudian disimulasikan menggunakan
perangkat lunak ETAP. Hasil simulasi aliran daya dan gangguan hubung singkat
digunakan sebagai dasar penentuan setting OCR, termasuk arus pickup dan time
delay. Simulasi koordinasi proteksi dilakukan untuk memastikan setiap over
current relay (OCR) bekerja secara terkoordinasi dan selektif berdasarkan kurva
Time Current Characteristic (TCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setting
OCR yang tepat dapat meningkatkan keandalan dan selektivitas sistem proteksi,
sehingga mendukung operasional pabrik yang aman dan berkelanjutan
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK MENGGUNAKAN TANAMAN LIDAH MERTUA (SANSEVIERIA) DENGAN SISTEM HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK MENGGUNAKAN TANAMAN LIDAH MERTUA (SANSEVIERIA) DENGAN SISTEM HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE
Nama
:
Chindy Tessalonica
Nim
:
2126004
Dosen Pembimbing I
:
Candra Dwiratna W, ST., MT.
Dosen Pembimbing II
:
Anis Artiyani, ST., MT.
ABSTRAK
Limbah cair domestik (grey water) merupakan limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas dapur, kamar mandi, dan pencucian pakaian. Air limbah yang tidak memenuhi baku mutu dapat mencemari lingkungan, maka perlu dilakukan pengolahan sebelum di buang ke badan air. Pengolahan limbah cair domestik (grey water) dilakukan dengan metode fitoremediasi tanaman lidah mertua (Sansevieria) menggunakan sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Metode ini mengandalkan tanaman untuk mengurangi atau mendegradasi zat pencemar yang larut dalam air melalui akar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tanaman lidah mertua (Sansevieria) dalam menurunkan nilai BOD dan COD menggunakan sistem hidroponik DFT. Pengolahan ini dilakukan secara bertahap dengan tahap awal yaitu aklimatisasi menggunakan air bersih selama 7 hari, dilanjutkan dengan tahap RFT (Range Finding Test) dengan variasi konsentrasi air limbah 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% selama 8 hari. Selanjutnya dilakukan analisis sampel. Pengambilan sampel untuk dianalisis sesuai dengan waktu detensi yang ditentukan yaitu selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan air limbah domestik menggunakan tanaman lidah mertua (Sansevieria) dengan sistem hidroponik DFT mampu menurunkan nilai BOD dan COD. Hasil efisiensi optimum didapatkan pada hari ke-3 dengan persentase efisiensi penurunan BOD sebesar 77% dari konsentrasi awal sebesar 116,4 mg/L menjadi 27 mg/L dan pada konsentrasi COD sebesar 71% dari konsentrasi awal 309,6 mg/L menjadi 90 mg/L. Hasil penurunan terbaik pada parameter BOD dan COD belum memenuhi standar baku mutu Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 Lampiran 6 Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Baku Mutu Air Nasional Kelas 3. Berdasarkan dengan hasil tersebut pengolahan limbah cair domestik (grey water) sebaiknya dilakukan pengolahan lanjutan dan menambahkan waktu detensi agar dapat memaksimalkan penurunan parameter pencemar.
Kata Kunci: BOD, COD, Hidroponik Deep Flow Technique (DFT), Lidah Mertua (Sansevieria), Limbah Cair Domestik (Grey water)
PERENCANAAN MODIFIKASI ENGINE PADA KENDARAAN PROTOTYPE KONTES MOBIL HEMAT ENERGI KELAS GASOLINE
Perencanaan modifikasi mesin Honda Supra X 125 FI untuk diaplikasikan
pada kendaraan prototype kelas gasoline pada Kontes Mobil Hemat Energi
(KMHE). Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar
sekaligus mempertahankan/meningkatkan karakteristik performa yang relevan
untuk lomba, terutama melalui rekayasa geometri silinder (stroke up), peningkatan
rasio kompresi, optimasi ruang bakar, dan penyempurnaan sistem bahan bakar serta
pengapian.
Mesin dimodifikasi menjadi kapasitas 110 cc dengan dimensi piston 47,50
mm, Stroke up 63 mm dan rasio kompresi diubah menjadi 13,8 : 1, perubahan ini
disertai modifikasi crankcase, block cylinder, piston, crankshaft, connecting rod,
cylinder head (termasuk porting polish dan dual spark plug), klep, serta kalibrasi
ulang ECU dan sistem injeksi.
Hasil modifikasi didapat putaran mesin dan rasio reduksi, diperoleh
kecepatan kendaraan 35,8 km/jam pada parameter perhitungan yang dicantumkan
diameter roda 0,508 m, putaran mesin 1.500 rpm, total rasio