Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN PVD (PREFABRICATED VERTICAL DRAIN) DAN TIMBUNAN (PRELOADING) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG ITS TOWER 3
Pembangunan Gedung ITS Tower 3 di Surabaya menghadapi tantangan kondisi tanah lempung lunak yang memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan permeabilitas rendah. Tanah jenis ini berisiko menyebabkan penurunan (settlement) yang signifikan dan berbahaya bagi stabilitas struktur gedung bertingkat. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan perencanaan perbaikan tanah dengan metode preloading dan pemasangan Prefabricated Vertical Drain (PVD) guna mempercepat proses konsolidasi tanah.
Studi ini bertujuan untuk menganalisis besarnya penurunan tanah dan waktu konsolidasi pada kondisi tanpa perbaikan serta membandingkannya dengan kondisi setelah menggunakan PVD dengan berbagai variasi pola (segitiga dan persegi) dan jarak pemasangan (1,0 m hingga 1,6 m). Metode yang digunakan meliputi analisis data uji lapangan dan laboratorium tanah, perhitungan parameter konsolidasi, serta simulasi waktu konsolidasi berdasarkan konfigurasi PVD yang berbeda.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan PVD secara signifikan mempercepat waktu konsolidasi dibandingkan kondisi tanpa perbaikan. Pola segitiga dengan jarak antar drain yang lebih rapat memberikan efisiensi waktu konsolidasi yang lebih baik, meskipun perlu pertimbangan biaya. Penggunaan preloading bersama PVD terbukti efektif dalam mempercepat penurunan awal sebelum pembangunan struktur, sehingga risiko deformasi di masa depan dapat dikurangi
ANALISIS PENGARUH SERBUK BAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN ASPAL PORUS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
Masalah genangan air di permukaan jalan kerap menjadi isu penting yang berdampak pada keselamatan pengguna jalan dan kerusakan struktur perkerasan. Aspal porus (Open Graded Friction Course/OGFC) merupakan solusi potensial karena mampu mengalirkan air melalui pori-porinya. Namun, kelemahan dari aspal porus terletak pada daya tahan terhadap beban lalu lintas dan suhu ekstrem. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penambahan serbuk ban sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal porus terhadap karakteristik Marshall dan permeabilitasnya. Penelitian menggunakan variasi kadar serbuk ban sebesar 0%, 1%, 3%, 6%, dan 9% dari agregat halus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai stabilitas tertinggi dicapai pada kadar serbuk ban 3% sebesar 835,75 kg, namun nilai optimum secara keseluruhan diperoleh pada kadar 5%, berdasarkan rata-rata parameter karakteristik Marshall, yaitu stabilitas, flow, dan Marshall Quotient. Pada kadar 5%, nilai stabilitas memenuhi standar minimum >500 kg, nilai flow masih dalam batas 2–6 mm, serta MQ menunjukkan ketahanan campuran terhadap deformasi. Nilai permeabilitas pada kadar optimum 5% adalah 0,1105 cm/detik, yang masih sesuai dengan spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA, 2004). Dengan demikian, penambahan serbuk ban sebesar 5% dalam campuran aspal porus terbukti mampu meningkatkan kinerja struktural tanpa mengganggu fungsi drainase. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kadar serbuk ban yang terlalu tinggi, seperti 9%, dapat menurunkan porositas dan efektivitas drainase campuran. Temuan ini mendukung pemanfaatan limbah ban bekas sebagai bahan tambahan ramah lingkungan dalam infrastruktur perkerasan jalan berkelanjutan
Optimasi Penggunaan Alat Berat Pada Pekerjaan Galian Inlet, Outlet Dan Terowongan (Studi Kasus Pembangunan Bangunan Pengelak Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek)
Konstruksi Bendungan berada di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa
Timur. Lokasinya berada di Jalan Ngumbul, Kecamatan Bendungan, Kabupaten
Trenggalek. Bangunan terowongan adalah bagian dari proyek ini. Dalam pekerjaan
tersebut, berbagai alat berat diperlukan, sehingga perlu dilakukan optimasi untuk
mengurangi biaya sewa alat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi jumlah kebutuhan alat berat yang paling efisien dalam bentuk
kombinasi alat berat dengan biaya terendah.Dalam proses pengoptimalan alat berat.
Penggunaan kombinasi alat berat adalah salah satu cara untuk menentukan jenis
dan jumlah alat berat yang akan dipergunakan. Pekerjaan penggalian dalam proyek
pembangunan Bendungan Bagong memerlukan beberapa jenis alat berat. Dalam hal
ini, penting untuk menghitung produktivitas alat berat sehingga kita dapat
mengidentifikasi alat yang memiliki produktivitas terbaik dari segi waktu dan
biaya. Dengan demikian, kerugian dan keterlambatan dalam pelaksanaan proyek
dapat dikurangi atau bahkan dihindari. Optimasi memiliki tujuan untuk menemukan
solusi terbaik dari suatu masalah yang diarahkan pada nilai maksimum atau
minimum dari fungsi yang diinginkan. Hasil dari proses optimasi pada pekerjaan
penggalian tanah inlet menunjukkan pemilihan dengan total biaya sebesar Rp.
1.716.100,172 per jam dan Rp. 319.728,092 selama pelaksanaan pekerjaan; Pada
pekerjaan penggalian batu di inlet dengan total biaya sebesar Rp. 5.810.271,290.
Selama jangka waktu pekerjaan berlangsung, total adalah Rp. 6.851.082.951; untuk
pekerjaan galian tanah outlet dengan total biaya sebesar Rp. 1.965. 241,054 dan
Selama periode pelaksanaan pekerjaan, jumlah total mencapai Rp. 462.352. 920;
Dalam pekerjaan penggalian batu outlet, dengan total biaya sebesar Rp.
5.531.163,987 per jam dan Rp. 16.177.102.000 selama periode pelaksanaan
pekerjaan; Untuk pekerjaan galian terowongan dengan total biaya sebesar Rp732.
756 per jam dan Rp2.547.237.194 untuk alternatif 1, sedangkan untuk alternatif 2
adalah Rp1.277.261.717 selama periode pekerjaan
PERHITUNGAN VOLUME DREDGING HASIL MONITORING MC50 PELABUHAN TANJUNG BENOA (Studi kasus : Pelabuhan Tanjung Benoa, Kota Denpasar, Bali)
Pelabuhan Tanjung Benoa merupakan pelabuhan strategis yang perlu dilakukan pengerukan (dredging) secara berkala untuk menjaga kedalaman alur pelayaran agar tetap aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan menghitung volume pengerukan hasil monitoring MC50 dengan membandingkan metode End Area dan Surface to Surface. Data yang digunakan berupa hasil survei batimetri Multibeam Echosounder pada kondisi sebelum pengerukan (MC0) dan setelah 50% pengerjaan (MC50) yang diolah menggunakan perangkat lunak Terramodel. Analisis dilakukan dengan menghitung selisih volume antara MC0 dan MC50 untuk masing-masing metode, kemudian dibandingkan tingkat perbedaannya. Hasil penelitian menunjukkan volume material yang telah dikeruk sebesar 1.105.643,7 m³ dengan metode End Area dan 1.103.702,2 m³ dengan metode Surface to Surface, dengan selisih hanya 1.941,5 m³. Perbedaan kecil ini menandakan bahwa kedua metode menghasilkan tingkat akurasi yang serupa. Beberapa area pengerukan telah mencapai kedalaman target, sedangkan sebagian lain mengalami overcut atau masih membutuhkan pengerukan tambahan. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa metode End Area maupun Surface to Surface dapat digunakan secara efektif dalam perhitungan volume pengerukan, serta hasilnya dapat menjadi acuan dalam evaluasi dan perencanaan pengerukan pelabuhan secara berkelanjutan
ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN DAN RPM TERHADAP KAPASITAS PENGANGKUTAN CONVEYOR PORTABEL MESIN PENGOLAH SAMPAH PLASTIK
Permasalahan pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik, masih menjadi tantangan serius di Indonesia karena kapasitas tempat pembuangan akhir yang terbatas dan tingginya volume limbali non-organik. Untuk mendukung proses daur ulang sampah, diperlukan sistem pengolahan yang efisien, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi conveyor sebagai alat bantu pengangkutan dalam mesin pencacah sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variası pembebanan dan putaran motor (RPM) terhadap kapasitas pengangkutan conveyor portabel pada mesin pengolah sampah plastik. Metode yang digunakan adalah eksperimen langsung dengan variabel bebas berupa pembebanan (1 kg, 2 kg, dan 3 kg) serta RPM motor (150, 300, dan 450) Variabel terikatnya adalah kecepatan belt dau kapasitas pengangkutan. Uji coba dilakukan di Laboratorium Manufaktur Teknik Mesin ITN Malang dengan alat bantu tachometer dan stopwatch untuk mengukur waktu dan kecepatan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan RPM menghasilkan peningkatan kecepatan belt conveyor, dan 0,19 m/s pada 150 RPM hingga 0,36 m/s pada 450 RPM Demikian pula, kapasitas pengangkutan meningkat seiring bertambahnya beban dan RPM, darı 0,076 kg/s hingga 0,136 kg/s Menunjukkan bahwa kapasitas pengangkutan tidak hanya dipengaruhi oleh kecepatan belt, tetapi juga oleh masta material yang diangkut Efisiensi sistem conveyor meningkat secara linier terhadap penambahan RPM dan beban, sesuai prinsip mekanika dasar dan desain roller conveyor Penelitian ini menyimpulkan bahwa baik pembebanan maupun RPM berpengaruh sigufikan terhadap kapasitas pengangkutan conveyor, sehingga parameter un perlu dioptimalkan dalam pengembangan mesin pengolah sampah plastik berjenis portabe
Pra Rencana Pabrik Etilbenzena dari Etilen dan Benzena dengan Katalis Alumunium Klorida Kapasitas Produksi 70.000 Ton/Tahun
Etilbenzena atau C6H5.C2H5
[1] merupakan bahan kimia golongan alkil aromatik
yang penting dalam industri yang memproduksi bahan kimia seperti industri petrokimia.
Etilbenzene diproduksi dengan mengalkilasi benzene yaitu etilen dengan penambahan
katalis asam seperti (H2SO4, HF, Phosphoric Acid) dan katalis berfase padat Friedel-
Crafts katalis (AlCl3, Boron fluoride), atau katalis asam berfase padat yang kadar
asamnya sebanding untuk alkilasi aromatik. Penambahan Olefins, Alkohol, Ether,
Halides, dan senyawa olefin lainnya dapat digunakan sebagai reagen alkilasi. Selain itu,
penambahan katalis asam akan menyebabkan penambahan gugus alkil pada cincin
aromatik. Etilbenzene pada industri digunakan untuk pembuatan styrene, sebagai pelarut
dan sebagai perantara dalam pembuatan pewarna [20].
Etilbenzene di Indonesia saat ini hanya diproduksi oleh PT. Chandra Asri
Petrochemical. Saat ini Etilbenzene di impor dari Negara Canada, Jerman, Jepang, Korea,
Malaysia, Singapure dan United State karena menurut Badan Pusat Statistik Indoensia
dari tahun 2019 hingga 2023 kebutuhan impor mengalami peningkatan sebesar 46,4%.
Sehingga, dapat disimpulkan Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan Etilbenzene
dalam negeri
ANALISIS MANAJEMEN ASET PERLENGKAPAN JALAN DI KAWASAN TERTIB LALU LINTAS DI KOTA PROBOLINGGO
ABSTRAK
Hakiki Amalia, Program Studi Magister Teknik Sipil, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Nasional Malang, September 2025, Analisis Manajemen Aset Perlengkapan Jalan Kawasan Tertib Lalu Lintas di Kota Probolinggo, Tesis, Pembimbing: (I) Prof.Dr. Ir. Sutanto Hidayat, MT (II) Dr. Erni Yulianti, ST., MT
Pengelolaan aset sangat menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas ketata usahaan instansi. Instansi mempunyai banyak aset daerah harus dikelola dengan baik dan terjaga, mendukung secara efisien dan efektif serta transparansi kebijakan. Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan RI permasalahan aset hampir terjadi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemerintah Kota Probolinggo, salah satunya pada Dinas Perhubungan Kota Probolinggo di tiga tahun berturut- turut (Tahun 2022, 2023 dan 2024). Permasalahan salah satunya, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka prioritaskan Manajemen Aset Perlengkapan Jalan pada Kawasan Tertib Lalu Lintas pada temuan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Tahun 2021, 2023 dan 2024 yaitu pada empat Ruas Jalan Kawasan Tertib Lalu lintas dari sebelas Kawasan Tertib Lalu Lintas. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan Penanganan Manajemen Aset perlengkapan Jalan ditangani sesuai kemampuan anggaran daerah.
Metode survey yang digunakan peneliti cara mengumpulkan pendapat responden menggunakan kuesioner yang berkaitan dengan manajemen aset perlengkapan jalan pada kawasan tertib lalu lintas Kota Probolinggo. Populasi penelitian adalah Dinas Perhubungan Kota Probolinggo dan Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah, yaitu dengan sampel sebanyak 40 responden. Pengolahan data dari hasil survei (kuesioner) nantinya diolah untuk memperoleh informasi deskriptif, selanjutnya data kuesioner teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier dengan bantuan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen aset di kawasan tersebut masih belum berjalan optimal, dengan permasalahan utama pada lemahnya sistem inventarisasi, ketidakjelasan legalitas aset, serta rendahnya pengamanan dan pengawasan. Meskipun telah ada upaya digitalisasi menggunakan aplikasi SIAKAD, implementasinya belum menyeluruh dan efektif. Selain itu, minimnya anggaran pemeliharaan, kurangnya kapasitas SDM, dan ketiadaan sistem informasi aset yang terintegrasi menghambat pengelolaan yang optimal. Analisis menunjukkan bahwa manajemen aset berpengaruh positif terhadap pengamanan dan pengawasan aset perlengkapan jalan. Sehingga, diperlukan perbaikan sistem manajemen aset yang lebih terintegrasi dan efisien untuk memastikan keselamatan berlalu lintas dan optimalisasi penggunaan aset.
Kata kunci : Kota Probolinggo, manajemen aset, perlengkapan jalan, kawasan
tertib lalu lintas.
ABSTRACT
Hakiki Amalia, Civil Engineering Master's Program, Postgraduate Program, National Institute of Technology Malang, September 2025, Analysis of Asset Management of Road Equipment in the Traffic Order Zone in Probolinggo City, Thesis, Supervisors: (I) Prof. Dr. Ir. Sutanto Hidayat, MT (II) Dr. Erni Yulianti, ST., MT
Asset management plays a crucial role in supporting the successful execution of administrative tasks within an institution. Institutions possess many regional assets that must be well-managed and maintained, ensuring efficient and effective use, as well as transparent policies. The results of the Audit by the Indonesian Financial Audit Agency (BPK) reveal that asset-related problems have occurred across nearly all Regional Work Units (OPD) within the Probolinggo City Government, including the Department of Transportation over the past three consecutive years (2022, 2023, and 2024). One of the main issues is the limitation of the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD), thus prioritizing asset management for road equipment in the Traffic Order Zone, focusing on the findings from the BPK Audit in 2021, 2023, and 2024, specifically on four road sections out of eleven Traffic Order Zones. This research aims to provide recommendations for handling the asset management of road equipment in accordance with the regional budget capabilities.
The survey method was used to collect responses from respondents using questionnaires related to the management of road equipment in the Traffic Order Zone of Probolinggo City. The population of this study includes the Department of Transportation of Probolinggo City and the Regional Revenue, Financial, and Asset Management Agency, with a sample size of 40 respondents. Data from the survey (questionnaires) were processed to obtain descriptive information, and the data were analyzed using linear regression with the help of SPSS software.
The findings indicate that asset management in the area is still not optimal, with key issues related to weak inventory systems, unclear asset legality, and insufficient asset security and oversight. Although there have been efforts to digitize through the SIAKAD application, its implementation has not been comprehensive or effective. Additionally, the lack of maintenance budget, insufficient human resources capacity, and the absence of an integrated asset information system hinder optimal management. The analysis shows that asset management has a positive influence on the security and oversight of road equipment assets. Therefore, it is necessary to improve the asset management system to make it more integrated and efficient to ensure traffic safety and optimize asset usage.
Keywords: Probolinggo City, asset management, road equipment, traffic order zone
PERANCANGAN DAN ANALISIS KEKUATAN ALAT PENGANGKAT OUTER PRESS PLASTIC MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTODESK INVENTOR
Alat pengangkat outer press plastic ini dirancang untuk membantu operator dalam kegiatan produksi rokok di suatu perusahaan khususnya saat melakukan pemasangan material outer press plastic pada mesin packer rokok, sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan nilai tegangan von mises dan displacement dari rangka Alat pengangkat outer press plastic menggunakan metode elemen hingga atau Finite Element Method (FEM) dengan software Autodesk Inventor. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan perhitungan analitik dan analisis kekuatan menggunakan Inventor. Material yang digunakan adalah hollow galvanis berdimensi 50 mm x 50 mm dengan ketebalan 2mm. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai tegangan von mises tertinggi pada Rangka Slider Roller Bearing adalah 26,3 N/mm2 dengan displacement 0,296 mm, sedangkan von misses tertinggi pada Rangka Bagian Bawah adalah 3,87 N/mm2 dengan displacement 0,472 mm
Cottage Terapung & Restoran Sea to Table di Gili Trawangan
Lonjakan wisatawan dan pembangunan komersial di Gili Trawangan telah menimbulkan banyak sampah dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menciptakan destinasi wisata berkelanjutan melalui perancangan floating cottage dan restoran sea-to-table. Konsep ini memadukan arsitektur terapung, penggunaan sumber daya lokal, dan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab, sehingga mendukung konservasi lingkungan dan pengalaman wisata yang unik.
Cottage terapung dipilih karena adaptif terhadap lingkungan pesisir, sementara konsep restoran sea-to-table mengutamakan bahan makanan segar dari hasil laut lokal. Tapak perancangan terletak di Gili Trawangan, dengan potensi ekosistem laut, aliran wisatawan, dan kebutuhan fasilitas ramah lingkungan. Ruang-ruang yang dirancang mencakup area penginapan terapung, restoran, dan fasilitas pendukung, untuk wisatawan yang peduli lingkungan serta masyarakat lokal.
Pendekatan zero waste menjadi prinsip utama, meliputi penggunaan material daur ulang, energi terbarukan, dan pengelolaan limbah. Restoran menerapkan konsep no-waste cooking, sementara cottage dilengkapi sistem pengolahan air hujan, pengelolaan limbah domestik, dan energi surya.
Desain ini mengintegrasikan rekreasi, dengan fokus pada keberlanjutan, keseimbangan ekologis, dan efisiensi energi. Melalui floating cottage dan restoran sea-to-table, proyek ini menjadi model destinasi wisata yang menjaga keseimbangan antara kebutuhan wisatawan dan pelestarian lingkungan di Gili Trawangan
PENGAMATAN LENDUTAN VERTIKAL JEMBATAN TUNGGULMAS MENGGUNAKAN METODE GNSS (Studi Kasus: Jembatan Tunggulmas, Kota Malang, Jawa Timur)
Jembatan Tunggulmas memiliki peran yang penting dalam sistem transportasi sebagai sarana penghubung antarwilayah. Oleh karena itu, pembangunannya harus memenuhi berbagai standar untuk memastikan ketahanannya terhadap beban kendaraan dan manusia. Karena berada di pusat kota, jembatan ini sering dilalui oleh kendaraan dalam jumlah besar, sehingga perlu dilakukan pemantauan terhadap stabilitas dan keamanannya. Salah satu aspek penting dalam pemeliharaan jembatan adalah pengamatan deformasi elastis, khususnya lendutan vertikal, yang dapat menjadi indikator awal adanya potensi kerusakan pada struktur jembatan.
Kemajuan pesat di era modern menjadikan penggunaan teknologi seperti survei GNSS menjadi sangat penting untuk mengamati lendutan vertikal Jembatan Tunggulmas. GNSS dipilih karena memiliki akurasi tinggi, dapat digunakan secara real-time, serta mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Pengamatan dilakukan dalam tiga kondisi lalu lintas, yaitu sepi, sedang, dan ramai, guna menganalisis pengaruh beban kendaraan terhadap besar lendutan yang terjadi.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, penurunan terbesar terjadi pada Titik Pantau 2 sebesar 0,006 m, sedangkan Titik Pantau 1 dan 3 masing-masing 0,003 m dan 0,004 m. Penurunan elevasi pada kondisi ramai disebabkan oleh faktor eksternal seperti beban tambahan yang terjadi pada area pengamatan, faktor tersebut dapat mencakup beban kendaraan atau aktivitas manusia yang memengaruhi stabilitas tanah atau struktur di sekitar titik pantau. Lalu untuk batas izin lendutan yang diperbolehkan pada lendutan sebesar 0,050 m, yang dimana data pengamatan GNSS masih dibawah batas izin toleransi lendutan yaitu sekitar 0,020 – 0,029 m