Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
ANCANG BANGUN ALAT DETEKSI GELOMBANG SEISMIK STUDI KASUS GELOMBANG RAYLEIGH
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah alat
deteksi gelombang seismik dengan fokus pada identifikasi gelombang
Rayleigh, salah satu jenis gelombang permukaan yang umum terjadi saat
gempa bumi. Sistem ini menggunakan sensor IMU (Inertial Measurement
Unit) 9 DOF yang terdiri dari akselerometer, gyroscope, dan
magnetometer untuk mendeteksi percepatan, kecepatan sudut, dan
orientasi dalam tiga sumbu (x, y, z). Pada penelitian ini berfokus pada
gelombang rayleigh, yang dimana sumbu yang diambil hanya dua (x dan
z). Data seismik yang diperoleh diolah dan ditampilkan secara real-time
melalui antarmuka grafis yang dikembangkan menggunakan bahasa
pemrograman Delphi 7. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini
mampu merekam perubahan dinamika struktur permukaan tanah secara
real time, termasuk mendeteksi pola getaran khas dari gelombang
Rayleigh. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi monitoring awal
yang efisien dan ekonomis untuk aplikasi mitigasi bencana serta studi
geofisika berbasis sensor digita
STIMULATOR PORTABEL UNTUK PASIEN FISIOTERAPI RAWAT JALAN PASCA STROKE
Stroke merupakan penyakit kronis yang menjadi perhatian besar
secara global dan nasional, serta menjadi penyebab utama kematian dan
kecacatan di Indonesia. Pasca stroke, pasien menghadapi tantangan fisik
seperti kelemahan otot, kekakuan sendi, dan gangguan koordinasi,
sehingga rehabilitasi menjadi krusial untuk memulihkan fungsi motorik
dan meningkatkan kualitas hidup. Salah satu metode rehabilitasi yang
sering digunakan adalah Electrical Muscle Stimulation (EMS), yang
membantu memperbaiki kekuatan otot dan fungsi motorik. Namun,
perangkat EMS konvensional memiliki keterbatasan, seperti ukuran besar
dan ketergantungan pada sumber listrik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan protokol EMS portabel berbasis teknologi Internet of
Things (IoT) yang memanfaatkan sensor elektromiografi (EMG) untuk
pemantauan aktivitas otot secara real-time. Dengan teknologi IoT,
perangkat ini memungkinkan pengiriman data stimulasi dan kemajuan
rehabilitasi secara langsung ke cloud platform seperti ThingSpeak,
mendukung fisioterapis dalam memantau perkembangan pasien secara
efisien. Perangkat ini dirancang menggunakan modul ESP32 sebagai
pengendali utama, sensor EMG untuk memonitor aktivitas otot, dan
komponen tambahan seperti boost converter, dan PWM generator.
Kombinasi EMS portabel dengan pemantauan berbasis EMG
menawarkan pendekatan inovatif dalam meningkatkan aksesibilitas dan
efektivitas rehabilitasi pasien pasca stroke, memberikan solusi yang
aman, fleksibel, dan sesuai standar medi
PENGARUH VARIASI MASSA BENTONIT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK BIODIESEL DARI MINYAK LIMBAH KULIT ARI KELAPA DENGAN METODE MIKROEMULSI
Kebutuhan energi terbarukan mendorong pemanfaatan limbah nabati sebagai bahan
baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi massa
bentonit sebagai katalis terhadap karakteristik fisik biodiesel berbasis minyak
limbah kulit ari kelapa menggunakan metode mikroemulsi. Variabel yang dikaji
mencakup viskositas, densitas, dan titik nyala (flash point), dengan variasi massa
bentonit sebesar 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 gram. Proses reaksi dilakukan pada suhu
150°C selama 60 menit dengan campuran etanol dan butanol sebagai fase alkohol.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa massa bentonit mempengaruhi ketiga
parameter secara signifikan. Viskositas biodiesel mengalami penurunan hingga titik
minimum pada 10 gram (2,06 cSt), lalu meningkat kembali hingga 2,41 cSt pada
25 gram. Densitas menunjukkan tren menurun, dari 0,889 g/mL (0 gram) menjadi
0,882 g/mL. Flash point menunjukkan peningkatan umum, dari 25°C menjadi
27,5°C, namun seluruh nilai masih jauh di bawah standar SNI (≥130°C).
Keterkaitan antarparameter menunjukkan bahwa bentonit efektif sebagai agen
pemurni pada massa optimum 10–15 gram, namun tidak cukup untuk mencapai
seluruh standar mutu. Diperlukan perlakuan pasca-proses tambahan untuk
meningkatkan kestabilan termal dan keamanan biodiesel
ANALISA VARIASI KECEPATAN PUTARAN MESIN PENCACAH BATANG SORGUM SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BIOPELET
Tanaman sorgum memiliki potensi besar sebagai sumber pangan dan pakan alternatif melalui pemanfaatan batangnya. Namun, limbah batang sorgum belum dimanfaatkan secara optimal karena proses pencacahan masih dilakukan secara manual di Desa Raji, Kecamatan Demak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecepatan putaran mesin terhadap performa mesin pencacah batang sorgum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mengamati beberapa parameter performa mesin yaitu kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, dan daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan RPM berpengaruh pada performa mesin. Semakin tinggi RPM, proses pencacahan berlangsung lebih cepat sehingga kapasitas mesin dan konsumsi bahan bakar meningkat. Sebaliknya, daya tetap konstan pada 10000 Watt. RPM 1900 dinilai sebagai kecepatan optimal karena pada titik ini mesin menunjukkan keseimbangan terbaik antara kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, kestabilan daya dan torsi. Hasil ini dapat menjadi acuan dalam penggunaan mesin pencacah untuk mengelola limbah batang sorgum secara efisien untuk mendukung kebutuhan pakan ternak dan bahan bakar alternatif di pedesaan
DESAIN DAN SIMULASI DISTRIBUSI PANAS PADA OVEN UNTUK PROSES POWDER COATING MENGGUNAKAN ANSYS FLUENT
Proses powder coating membutuhkan suhu tinggi yang merata agar lapisan cat dapat melekat secara optimal dan tahan lama. Ketidakseimbangan distribusi panas dalam oven seringkali menyebabkan cacat pada permukaan seperti gelembung atau pengelupasan. Penelitian ini merancang dan mensimulasikan oven powder coating menggunakan Software Autodesk Inventor untuk pembuatan model 3D dan Ansys Fluent untuk menganalisis distribusi panas. Model oven berukuran 100 cm × 100 cm × 100 cm diuji dengan lima variasi posisi pemanas, yaitu di bagian belakang, samping kiri, samping kanan, bawah, dan atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan pemanas di bagian belakang menghasilkan distribusi panas paling merata dengan suhu rata-rata 186,995°C dan selisih temperatur hanya 0,420°C. Sementara itu, pemanas di samping kiri dan kanan menunjukkan ketidakseimbangan distribusi panas yang signifikan dengan selisih mencapai 1,655°C. Penelitian ini membuktikan bahwa posisi pemanas berperan penting dalam menciptakan pemanasan yang efisien dan merata. Penerapan simulasi CFD melalui Ansys Fluent dapat mengoptimalkan desain oven dan meningkatkan kualitas proses powder coating di industri manufaktur
Implementasi Algoritma Apriori Untuk Strategi Bundling (Studi Kasus : Coffee Shop Cotaslice)
Cotaslice adalah sebuah UMKM yang beroperasi di sektor kedai kopi. Cotaslice mengalami berbagai kendala dalam operasionalnya, seperti tantangan dalam memilih paket menu yang sesuai dan lamanya waktu pemesanan oleh konsumen, terutama yang baru. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, penelitian ini mengimplementasikan metode algoritma apriori untuk menganalisis data penjualan yang didasarkan pada data transaksi. Dengan menerapkan aturan asosiasi dari algoritma apriori, sistem ini dapat menemukan paket menu yang sering dibeli secara bersamaan, sehingga dapat dirancang rekomendasi paket menu yang sesuai. Output dari sistem rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan dan pengalaman pelanggan, serta membantu Cotaslice dalam merumuskan strategi penjualan yang lebih akurat, guna meningkatkan pendapatan dan mengoptimalkan manajemen stok
PENGEMBANGAN PENYEDAP RASA ALAMI BERBAHAN DASAR TEMPE MALANG DAN JAMUR TIRAM (PLEUROTUS OSTREATUS) DENGAN VARIASI PROPORSI DAN SUHU PENGERINGAN
Tempe dan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan pangan lokal bergizi tinggi yang berpotensi dikembangkan menjadi penyedap rasa alami sebagai alternatif pengganti MSG sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi proporsi tempe dan jamur tiram serta suhu pengeringan terhadap kualitas fisikokimia dan sensorik penyedap rasa yang dihasilkan. Proses pembuatan meliputi Blanching jamur tiram, fermentasi enzimatis menggunakan papain, pengeringan, penghalusan, dan penambahan bumbu. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar protein, kadar abu, cemaran timbal (Pb), cemaran mikroba (ALT dan E. coli), serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Hasil menunjukkan bahwa kombinasi proporsi tempe:jamur 80:20 dan 70:30 dengan suhu 55°C memberikan tingkat kesukaan tertinggi berdasarkan uji panelis. Kadar protein tertinggi diperoleh pada rasio 90:10 dengan suhu 70°C sebesar 32,95%, dan kadar air terendah sebesar 0,83%. Seluruh sampel memenuhi ambang batas keamanan cemaran mikroba sesuai standar SNI
ANALISIS KESEIMBANGAN LINI DENGAN METODE REGION APPROACH & RANKED POSTIONAL WEIGHT PADA UD.YURIKO MOJOKERTO
Ketidak seimbangnya lini produksi dapat berdampak pada performasi lini sehingga efisiensi lini menjadi rendah dan Balance Delay tinggi yang berarti proses produksi masih belum berjalan secara maksimal. UD. YURIKO, yang memproduksi produk sandal, mengalami permasalahan keseimbangan lini yang belum maksimal dan terstruktur. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian guna mengidentifikasi kondisi awal kondisi keseimbangan lini dan memperoleh hasil performasi lini setelah menggunakan metode region approach dan ranked positional weight.
Penelitian dilakukan dengan metode region approach & ranked positional weight dimana akan dilakukan perbandingan kondisi awal dengan output dari 2 metode tersebut dimana yang terbaik. Data yang digunakan yaitu waktu pada tiap elemen kerja dari awal produksi sampai akhir. Menyusun diagram precedence, serta menghitung efisiensi lini, balance delay, dan smoothness index sebagai parameter evaluasi. Seluruh perhitungan dan analisis didukung dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis kondisi awal, lini produksi perusahaan pada awal kondisi terdapat 24 stasiun kerja dengan 24 operator yang memiliki nilai efisiensi sebesar 21,63%, Balance Delay sebesar 78,37%, waktu menanggur sebesar 1.238,68 detik, dan smoothness index sebesar 240,46. Setelah dilakukan analisis dengan metode region approach & ranked positional weight, didapatkan output bahwa ranked positional weight lebih maksimal dalam meningkatkan performasi lini yaitu dengan jumlah stasiun kerja yang menurun menjadi 7, lalu peningkatan efisiensi lintasan secara signifikan menjadi 80,67%. Ini menunjukkan metode ranked positonal weight efektif dalam meningkatkan efisiensi lini. Selain itu juga, waktu menanggur berkurang menjadi 1.238 detik, dan smoothness index menurun hingga 65,57 menjadi yang menunjukkan distribusi kerja lebih merata dan seimbang. Balance Delay juga menurun 19,33% yang menunjukkan keseimbangan beban kerja meningkat
ANALISIS PERFORMA KOMPOR BRIKET DENGAN 3 VARIASI JENIS TAHANAN THERMAL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam performa kompor briket dengan menggunakan tiga variasi material tahanan termal, yaitu Mineral Wool Insulation, Ceramic Fiber Blanket, dan Polyurethane Insulation Material. Pengujian dilakukan melalui metode Water Boiling Test (WBT) untuk mengukur parameter kinerja yang meliputi efisiensi termal, radiasi panas, nilai tahanan termal, serta waktu pendidihan air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi material isolator memberikan pengaruh signifikan terhadap performa kompor. Mineral Wool Insulation memperoleh hasil terbaik dengan efisiensi termal tertinggi sebesar 28,01%, waktu pendidihan air tercepat 9,33 menit, serta radiasi panas tertinggi sebesar 1070,248 Watt, yang mengindikasikan kemampuannya dalam mempertahankan dan memanfaatkan panas secara optimal. Sebaliknya, Polyurethane menunjukkan performa terendah dengan efisiensi hanya 26,04%, sehingga kurang efektif dalam penghematan energi. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan material isolator berperan penting dalam peningkatan efektivitas energi dan kenyamanan penggunaan. Penerapan material isolator yang tepat pada kompor briket berpotensi mendukung ketersediaan energi alternatif yang efisien, ramah lingkungan, dan dapat menjadi solusi strategis di tengah kelangkaan LPG
Analasis Strategi Pemasaran pada Hotel Ubud Cottage Malang
Perkembangan pesat industri perhotelan di Kota Malang menuntut pelaku usaha memiliki strategi pemasaran yang efektif untuk tetap kompetitif. Hotel Ubud Cottages Malang mengalami penurunan tingkat hunian kamar meskipun tren industri meningkat. Hal ini mengindikasikan strategi pemasaran dan kualitas layanan belum memenuhi harapan pelanggan, terlihat dari keluhan terkait fasilitas dan pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kepuasan serta menentukan prioritas perbaikan pelayanan hunian kamar. Metode Marketing Mix 7P digunakan untuk mengetahui nilai GAP antara harapan dan kenyataan, sedangkan Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menetapkan prioritas perbaikan. Pengukuran berdasarkan tujuh elemen 7P menunjukkan nilai GAP pada fasilitas kamar lengkap (-0,285), kebersihan dan kenyamanan kamar (-0,656), serta keramahan staf (-0,012). Hasil ini menunjukkan kepuasan pelanggan masih di bawah harapan, sehingga diperlukan perbaikan layanan secara terarah untuk meningkatkan pengalaman menginap dan mempertahankan daya saing hote