Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
Analisis Kinerja Mesin Pemanen Sorgum Pada Variasi Kecepatan Pisau Dan Kondisi Lahan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiringan lahan terhadap kinerja mesin pemanen sorgum dari aspek kecepatan kerja dan kapasitas lapang. Uji kinerja dilakukan pada tiga tingkat kemiringan lahan, yaitu 17°, 12°, dan 6°, masing-masing berukuran 25 m² dengan kecepatan putaran pisau 1900 RPM. Parameter pengarnatan yaitu kemiringan lahan terhadap performa kecepatan kerja mesin dan kapasitas lapang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kemiringan lahan berpengaruh terhadap kecepatan kerja dan kapasitas lapang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin rendah kemiringan lahan, semakin tinggi kapasitas lapang dan kecepatan kerja yang dicapai oleh mesin. Pada kemiringan 17º, kapasitas lapang tercatat sebesar 447,76 m³/jam dengan kecepatan kerja 0,45 km/jam. Pada kemiringan 12º, kapasitas lapang menurun menjadi 428,57 m³/jam dengan kecepatan kerja 0,43 km/jam. Sedangkan pada kemiringan 6°, kapasitas lapang meningkat signifikan menjadi 625,00 m³/jam dan kecepatan kerja mencapai 0,64 km/jam. Penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan mesin pemanen pada kemiringan lahan yang lebih datar memberikan hasil kerja mesin yang lebih optimal
Klasterisasi Tingkat Kriminalitas di Indonesia Menggunakan Metode K-Means
Tingginya tingkat kriminalitas di Indonesia menjadi permasalahan serius yang berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Variasi jumlah dan jenis kejahatan di tiap provinsi, seperti tingginya kasus pencurian di Sumatera Utara dan pembunuhan di Jawa Timur, menunjukkan adanya ketimpangan kondisi sosial ekonomi antar wilayah. Sayangnya, informasi mengenai tingkat kriminalitas sering kali hanya diketahui secara reaktif setelah kasus terjadi, sehingga langkah pencegahan menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem klasterisasi tingkat kriminalitas di Indonesia berdasarkan data sosial ekonomi dan jenis kejahatan yang dilaporkan. Metode yang digunakan adalah K-Means Clustering dengan variabel berupa data pembunuhan, pencurian, narkotika, perkosaan, pencurian kendaraan bermotor, pengangguran, kemiskinan, dan IPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengelompokkan provinsi dengan cukup baik, ditunjukkan oleh nilai Silhouette Score rata-rata sebesar 0,34, dengan nilai tertinggi terdapat pada Cluster 3 sebesar 0,38. Sistem juga telah diuji melalui pengujian blackbox, kompatibilitas web browser (Microsoft Edge, Google Chrome, dan Mozilla Firefox), serta evaluasi pengguna dengan hasil positif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran pola kriminalitas sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan agar data mencakup seluruh kota di tiap provinsi dan metode K-Means++ digunakan untuk peningkatan akurasi klasterisasi
PENGARUH GAS PRESSURE DAN LASER POWER PADA PROSES FIBER LASER CUTTING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA AISI 1040 DENGAN KETEBALAN 6mm
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi gas pressure dan laser power pada proses fiber laser cutting terhadap kekasaran permukaan baja AISI 1040 dengan ketebalan 6mm. Metode penelitian menggunakan eksperimental nyata dengan variasi gas pressure (1 bar, 1,5 bar, 2 bar) dan laser power (1200W, 1350W, 1500W). Parameter terkontrol meliputi kecepatan pemotongan 500 mm/menit, fokus lensa +5, diameter nozzle 1,5 mm, dan gas oksigen. Pengujian kekasaran permukaan dilakukan menggunakan Surface Roughness Tester Mitutoyo SRT-6210 sesuai standar ISO 4287:1997 dengan parameter Ra, Rz, Rq, dan Rt. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi parameter gas pressure 1 bar dan laser power 1200W menghasilkan kekasaran permukaan terbaik dengan nilai Ra 11,18 μm, Rz 31,54 μm, Rq 8,976 μm, dan Rt 33,03 μm. Sebaliknya, kombinasi gas pressure 2 bar dan laser power 1500W menghasilkan kekasaran terburuk dengan Ra 28,10 μm. Peningkatan gas pressure dan laser power cenderung meningkatkan kekasaran permukaan. Parameter optimal memberikan hasil kekasaran kategori N9 (sedang) menurut standar ISO 4287:1997
Implementasi Convolutional Neural Network (CNN) dalam Klasifikasi Tumor Otak Menggunakan Citra Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Magnetic Resonance Imaging (MRI) berperan penting dalam diagnosis tumor otak. Namun, interpretasi manual citra MRI rentan variabilitas dan kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Convolutional Neural Network (CNN) untuk klasifikasi tumor otak menggunakan citra Magnetic Resonance Imaging (MRI), dengan fokus pada pengembangan model berbasis website yang efisien. Metode yang digunakan meliputi pra-pemrosesan data (resize, normalisasi pixel, augmentasi), ekstraksi fitur menggunakan CNN, modifikasi model (penambahan flatten layer, ReLU, dan softmax), kompilasi, pelatihan, evaluasi, dan pengujian model. Dataset yang digunakan terdiri dari 3 kelas: no tumor, glioma, dan meningioma. Hasil pengujian blackbox menunjukkan sistem berfungsi optimal pada berbagai browser. Pengujian model menunjukkan akurasi keseluruhan 93,3%, sensitivitas rata-rata 96,7%, dan spesifisitas rata-rata 97,2%. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sistem otomatis diagnosis tumor otak, meningkatkan efisiensi dan akurasi
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI AYAM BROILER MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL DAN TAGUCHI PADA CV. BANYU MILI FARM
CV. Banyu Mili Farm merupakan perusahaan peternakan ayam broiler yang menghadapi permasalahan tingginya tingkat kecacatan ayam berupa kematian (mortalitas) dan cacat lahir (culling), yang melebihi standar perusahaan sebesar 0,2%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produksi ayam broiler dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dan metode Taguchi guna menurunkan tingkat kecacatan.
Metode SQC digunakan untuk mengetahui apakah tingkat kecacatan harian masih berada dalam batas kendali (Upper Control Limit dan Lower Control Limit), sedangkan metode Taguchi diterapkan untuk menentukan kombinasi optimal dari faktor-faktor kontrol yang mempengaruhi kecacatan. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi selama 36 hari masa produksi.
Hasil analisis SQC menunjukkan bahwa sebagian besar data kecacatan berada di luar batas kendali, menandakan proses produksi belum stabil. Melalui metode Taguchi, diperoleh kombinasi optimal pengaturan suhu ruangan (28°C), pemberian vitamin (0,2 gram), dan pemberian pakan (89,98 gram) sebagai konfigurasi terbaik untuk menurunkan kecacatan ayam. Implementasi kombinasi tersebut berpotensi meningkatkan performa produksi ayam broiler yang lebih baik dan efisien di CV. Banyu Mili Farm
Implementasi Simple Additive Weighting (Saw) Pada Aplikasi Penentuan Pelanggan Terbaik
Persaingan yang ketat dalam industri kue ulang tahun mendorong pelaku usaha seperti Ridho’z Cake untuk melakukan evaluasi pelanggan secara lebih objektif. Namun, proses penentuan pelanggan terbaik masih dilakukan secara manual dan subjektif, sehingga berpotensi menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi berbasis web menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk menentukan pelanggan terbaik berdasarkan empat kriteria, yaitu rata-rata belanja, jumlah komplain, loyalitas, dan frekuensi pembelian. Metode SAW dipilih karena kemampuannya dalam menormalisasi data dan memberikan peringkat berdasarkan pembobotan yang telah ditentukan. Data diperoleh dari riwayat transaksi pelanggan tahun 2023 hingga 2025. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan delapan pelanggan terbaik tiap tahunnya secara objektif dan konsisten. Pada tahun 2023, perbandingan antara perhitungan sistem dan manual menunjukkan tingkat kesesuaian peringkat sebesar 100% dengan rata-rata selisih nilai akhir ±0,0213 poin (±2,13%), sedangkan pada tahun 2024 kesesuaian peringkat tetap 100% dengan rata-rata selisih hanya ±0,0019 poin (±0,19%). Selain itu, hasil pengujian dari dua pengguna, yaitu Admin dan Owner, memberikan nilai maksimal (5 dari 5) pada seluruh aspek evaluasi sistem, seperti kemudahan penggunaan, keakuratan perhitungan, serta kejelasan tampilan dan keamanan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi ekspektasi pengguna dan layak diimplementasikan. Untuk penelitian selanjutnya, sistem ini dapat dikembangkan dengan menambahkan integrasi data real-time dan perbandingan dengan metode pengambilan keputusan lain guna memperluas fleksibilitas penggunaannya
IMPLEMENTASI METODE FINITE STATE MACHINE PADA GAME 3D FPS “THE LAST WARRIOR"
Seiring berkembangnya zaman, game mengalami kemajuan yang sangat pesat.
First Person Shooter (FPS) adalah game aksi seputar senjata api. Namun, menurut
Gamers saat ini game FPS terlalu banyak yang mengangkat perang modern yang
berlatarkan peristiwa sejarah pada negara Amerika dan rusia. Gamers menginginkan
sebuah game yang mengangkat perang tetapi menggunakan latar waktu saat setelah
proklamasi kemerdekaan Indonesia 1945 ketika Belanda kembali berusaha menjajah
melalui Agresi Militer. Untuk itu peneliti akan mengembangkan sebuah game First
Person Shooter 3D yang berjudul “The Last Warrior” yang mengambil cerita pada
peristiwa pasca kemerdakaan Indonesia dengan mengimplementasikan Finite State
Machine (FSM) sebagai sistem yang mengatur tindakan pada enemy, pengembangan
game ini menggunakan software unity sebagai game engine. Implementasi Finite State
Machine pada musuh di setiap level dinilai berhasil, yang berfungsi pada musuh untuk
melakukan patrol pada beberapa titik patrol, mengejar player, menyerang player pada
jarak serangnya, dan mati ketika nyawanya habis. Kesimpulan hasil pengujian game
“The Last Warrior” terbukti kompatibel dengan berbagai spesifikasi dari perangkat PC
maupun Laptop, Pengujian user juga dinilai sangat baik, dengan 87% responden
menyatakan kepuasaan dalam bermain game The Last Warrior
STUDI PENELITIAN PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI PERSENTASE AIR TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN SIFAT FISIS BETON F’C 30 MPA PRODUKSI READY MIX
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan variasi persentase air terhadap sifat mekanis dan sifat fisis beton mutu rencana f’c 30 MPa produksi ready mix. Persentase penambahan air yang digunakan adalah 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% dari volume air rencana. Pengujian yang dilakukan meliputi uji slump, kuat tekan, modulus elastisitas, dan porositas beton. Metode penelitian
bersifat eksperimental di laboratorium dengan benda uji berbentuk silinder berdimensi 15 cm × 30 cm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan jumlah air hingga 4% dari volume rencana secara umum meningkatkan nilai slump
sehingga workability beton menjadi lebih baik. Namun, peningkatan ini dibarengi dengan penurunan sifat mekanis beton, di mana kuat tekan mengalami penurunan terbesar pada variasi 4% dengan nilai penurunan mencapai 23,18% dibandingkan kondisi kontrol. Hal yang sama ditunjukkan pada hasil uji modulus elastisitas yang mengalami penurunan capaian hingga 11,47%. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan air akan meningkatkan rasio air-semen (fas) yang menyebabkan
berkurangnya kekuatan beton. Di sisi lain, nilai porositas cenderung meningkat namun tidak tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dengan rata-rata pengujian seluruh benda uji sebesar 0,1879%.
Kata kunci : Beton, Ready Mix, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Porositas
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN JEMBATAN SLAB ON PILE PADA PROYEK JALAN TOL TRANS SUMATERA RUAS BETUNG-TEMPINO-JAMBI SEKSI 1B
Jembatan slab on pile merupakan salah satu solusi dari pembangunan infrastruktur yang berdiri di atas tanah lunak, salah satunya pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Betung-Tempino-Jambi Seksi 1B. Pada saat ini, proses pembangunan Ruas Betung-Tempino-Jambi Seksi 1B masih dalam tahap review design. Berdasarkan kondisi tersebut, perencanaan studi alternatif ini memberikan opsi desain struktur jembatan slab on pile pada STA 44+200.72 – STA 44+327.72. Perencanaan struktur jembatan berdasarkan Surat Edaran Kementerian PUPR No.02/M/BM/2021, tentang “Panduan Praktis Perencanan Teknis Jembatan” dan standar-standar yang berlaku di Indonesia. Membentang sepanjang 127 meter, permodelan struktur jembatan menggunakan software MIDAS Civil yang merupakan salah satu software berbasis metode elemen hingga (Finite Element Method). Berdasarkan hasil perencanaan, didapatkan konfigurasi komponen struktur atas dan bawah, slab precast dengan dimensi 2540 × 6500 × 350 mm, pile head dengan dimensi 1400 × 800 mm, spun pile
diameter 800 mm pada struktur jembatan dan diameter 600 mm pada pondasi abutment. Pada struktur bawah, didapatkan dimensi pile cap 3600 × 1200 mm, body abutment 1100 × 1500 mm, serta perletakan menggunakan dowel D35-635. Adapun beberapa tinjauan kapasitas struktur seperti kapasitas lentur, kapasitas geser, kapasitas puntir, hingga defleksi dan simpangan struktur jembatan yang masih memenuhi batasan izin sesuai standar yang berlaku di Indonesia.
Kata kunci: Slab on Pile, Jembatan, Infrastruktu
BANDARA TAXI TERBANG DI SURABAYA TEMA HIGH-TECH ARCHITECTURE
Surabaya merupakan salah satu kota utama pusat ekonomi dan perdagangan di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang telah melampaui tiga juta jiwa.
Kondisi ini menimbulkan tantangan besar pada sistem transportasi darat, seperti tingkat kemacetan lalu lintas yang tinggi, keterlambatan transportasi
publik akibat terjebak macet, serta keterbatasan ruang kota yang semakin padat.
Perancangan bandara taksi terbang (E-VTOL) di Surabaya ditujukan sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas sistem transportasi publik. Melalui
pemanfaatan teknologi mutakhir dan pendekatan arsitektur High-Tech, rancangan ini diharapkan mampu menghadirkan moda transportasi alternatif yang
lebih efisien sekaligus efektif dalam mengatasi permasalahan mobilitas perkotaan. Latar belakang perancangan berangkat dari kondisi transportasi publik
Surabaya yang masih dihadapkan pada berbagai hambatan. Kemacetan di titik-titik strategis kota menyebabkan waktu tempuh yang panjang dan
mengganggu aktivitas harian masyarakat. Selain itu, keterbatasan jaringan transportasi publik juga mengurangi aksesibilitas, khususnya bagi masyarakat di
wilayah pinggiran yang jalannya sempit dan padat.
Bandara taksi terbang ini direncanakan menempati lahan seluas satu hektar, dengan perbedaan mendasar dibanding bandara komersial konvensional yang
umumnya membutuhkan area luas dan sulit diintegrasikan ke dalam struktur kota padat seperti Surabaya. Kehadiran E-VTOL Airport justru dirancang agar
dapat menyatu dengan tata ruang perkotaan, menghadirkan kemudahan akses serta memberikan perspektif baru tentang bandara dan transportasi masa
depan.
Dalam proses perancangan, digunakan metode force-based approach oleh Plowright, yang memungkinkan analisis komprehensif terhadap faktor teknis,
sosial, dan lingkungan. Dengan demikian, desain yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai solusi transportasi, tetapi juga mempertimbangkan aspek
keberlanjutan dan ramah lingkungan. Tema arsitektur High-Tech dipilih untuk menghasilkan rancangan bangunan yang fungsional sekaligus futuristik.
Penerapan material modern serta teknologi canggih diharapkan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik dan mendukung citra Surabaya
sebagai kota modern yang siap menjawab tantangan di masa depan. Penempatan bandara taksi terbang juga direncanakan di titik-titik strategis, sehingga
dapat menghubungkan berbagai kawasan kota secara cepat, efisien, dan terintegrasi dengan jaringan transportasi publik. Dengan hadirnya infrastruktur ini,
masyarakat akan memiliki akses yang lebih mudah terhadap transportasi udara sekaligus mengurangi ketergantungan pada moda darat yang kerap
terjebak kemacetan.
Hasil perancangan mengusung konsep High-Tech dengan penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI), sistem check-in berbasis pengenalan wajah, serta
penyediaan plaza komunal dan ruang hiburan yang dapat mereduksi kepadatan kota. Zonasi ruang dirancang dengan menggabungkan terminal
keberangkatan dan kedatangan dalam satu area demi efisiensi. Sistem keamanan memanfaatkan AI dan robot yang juga memberikan pengalaman
interaktif bagi pengguna. Terminal dirancang futuristik dengan integrasi lingkungan perkotaan serta ruang komunal yang mendukung interaksi sosial.
Identitas arsitektur diperkuat melalui fasad kinetik dengan permainan cahaya LED, menghadirkan kesan dinamis sekaligus inovatif. Secara keseluruhan,
implementasi desain ini berpotensi menjadi alternatif rancangan bandara taksi terbang (E-VTOL) di masa depan