Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN LIMBAH BUAH MANGGA SEBAGAI BIOAKTIVATOR ALTERNATIF PADA PENGOMPOSAN SAMPAH BASAH
Timbulan sampah yang berada pada Pasar Mergan sebagian besar ditumpuk pada jalan atau dilakukan penumpukan pada bak sampah komunal yang kemudian diletakkan dalam pasar. Sampah yang paling banyak ditemukan di Pasar Mergan yaitu sampah sayur. Upaya untuk menangani permasalahan sampah di Pasar Mergan yaitu dengan cara pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bioaktivator dalam proses pengomposan guna mengurangi sampah di Pasar Mergan. Penelitian ini menggunakan metode keranjang Takakura. Variasi dosis yang digunakan pada bioaktivator buah mangga yaitu 250 ml, 350 ml, dan 450 ml. Proses pengomposan ini berlangsung selama 14 hari, dengan indikator yang dianalisis yaitu kualitas kompos (kadar air, C-Organik, N-Total, dan Rasio C/N), pH, suhu, warna, bau, serta tekstur kompos. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variasi dosis memiliki suhu yang sama yaitu 30°C dan memiliki pH yang berbeda yaitu dosis 250 ml dan 350 memiliki pH sebesar 6,9 serta pada dosis 450 ml pH sebesar 6,8. Perbedaan terlihat pada bioaktivator variasi dosis 250 ml, 350 ml, dan 450 ml yang memiliki kadar air berturut-turut 26,92%, 26,97%, dan 28,73%. C-Organik berturut-turut 15,64%, 15,66%, dan 16,72%. N-Total berturut-turut 1,16%, 1,19%, dan 1,15%. Rasio C/N berturut-turut 13,48, 13,16, dan 14,54. Ketiga variasi dosis kompos tersebut telah memenuhi syarat SNI 19-7030-2004
PENERAPAN METODE FUZZY TSUKAMOTO DALAM PEMILIHAN LOKASI BISNIS F&B (STUDI KASUS : KOTA MALANG)
Pemilihan lokasi usaha F&B yang strategis menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kesuksesan bisnis, khususnya di Kota Malang yang memiliki tingkat persaingan cukup tinggi. Namun, proses pemilihan lokasi sering kali dilakukan secara subjektif tanpa dukungan analisis yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pendukung keputusan berbasis web menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto untuk membantu calon pengusaha F&B dalam mengevaluasi kelayakan lokasi secara objektif. Sistem dikembangkan dengan tujuh parameter utama, yaitu aksesibilitas, visibilitas, daya beli masyarakat, jumlah kompetitor, ketersediaan infrastruktur, lingkungan sekitar, dan ketersediaan parkir. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu menghitung skor kelayakan dan mengklasifikasikan lokasi menjadi Layak, Kurang Layak, dan Tidak Layak. Validasi dilakukan melalui perbandingan hasil sistem dengan perhitungan manual menggunakan Excel dan diperoleh rata-rata error sebesar 0,0%. Selain itu, pengujian pengguna juga menunjukkan tingkat penerimaan yang baik, di mana mayoritas responden merasa sistem mudah digunakan dan informatif. Sistem juga berhasil berjalan lancar di berbagai web browser tanpa adanya kendala fungsi
USULAN PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA PADA UD YURIKO INDONESIA
UD Yuriko Indonesia merupakan perusahaan manufaktur sandal yang masih menggunakan proses produksi manual, terutama pada proses pengeleman sol sandal. Keterbatasan alat bantu kerja menyebabkan pekerja harus menggunakan tenaga ekstra dan waktu yang lebih lama, serta meningkatkan risiko kelelahan kerja. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi alat bantu kerja yang ergonomis dan dapat mengurangi kelelahan pekerja dalam proses produksi sandal.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan antropometri dan NBM (Nordic Body Map). Desain alat dibuat menggunakan software sketchup dan dilakukan simulasi desain menggunakan analisis antropometri. Desain alat dirancang untuk dapat digunakan dalam posisi duduk lesehan dan duduk kursi dengan sistem roll tekan yang digerakkan secara manual.
Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya alat bantu roll sandal yang ergonomis dan dapat digunakan oleh pekerja dalam posisi duduk lesehan maupun kursi, sehingga mengurangi kelelahan pekerja. Alat ini juga meningkatkan efisiensi waktu proses pengeleman dan memberikan kenyamanan kerja yang lebih baik dibandingkan metode manual sebelumnya
IMPLEMENTASI FINITE STATE MACHINE (FSM) DALAM PERANCANGAN GAME 2D “ PERJUANGAN PANGERAN ANTASARI ”
Salah satu jenis media hiburan adalah permainan.yang disukai oleh berbagai kelompok
semua orang suka bermain game, baik orang dewasa maupun anak-anak. Karena teknologi
berkembang sangat cepat, game semakain praktis untuk dimainkan. Pahlawan merupakan
sebutan atau gelar yang diberikan kepada orang yang sangat berjasa serta memberikan
kontribusi untuk suatu lembaga atau suatau Negara serta berjuang peperangan untuk
kemerdekaan. Dengan menghargai dan meladani kisah para pahlawan, setiap orang penting
untuk menghormati kontribusi para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan.
Berdasarkan permasalahan ini, muncul ide untuk membuat game 2D dengan judul "Perjuangan
Pangeran Antasari". Dalam pembuatan Game ini penulis mengambil tokoh Pangeran Antasari
karena beliau merupakan salah satu pahlawan rakyat Kalimantan Selatan dalam mengusir
penjajah. Pangeran Antasari adalah seorang pemimpin lokal yang memimpin perlawanan
rakyat Banjar terhadap Belanda antara tahun 1859 dan 1905. Penggunaan metode FSM dalam
pembuatan game ini di terapkan pada Non Player Character (NPC), sehingga membuat NPC
yang dapat berinteraksi dengan pemain secara dinamik. Hal ini memungkinkan NPC memiliki
tingkah laku yang sesuai dengan keadaan yang terjadi, membuat permainan semakin
menantang
Penerapan Metode Double Exponential Smoothing Untuk Peramalan Penjualan Sembako (Studi Kasus : Toko Syinta)
Toko syinta merupakan salah satu took penjualan sembako yang berlokasi di sorowako, luwu timur. pendataan penjualan ini masih menggunakan penulisan secara manual, dan belum memiliki metode peramalan dalam penjualan produk yang masih ada, yang bisa menyebabkan keadaan beberapa produk masih menumpuk. Untuk mengatasi masalah yang tersebut, maka Sistem Peramalan Penjualan Pada sembako Toko Syinta akan menggunakan metode Double Exponential Smoothing. Guna sebuah dari metode ini akan digunakan secara detail yang merangkum beberapa sebuah rancangan sistem peramalan penjualan sembako menggunakan metode Double Exponential Smoothing berbasis Website. Proses penerapan metode Double Exponential Smoothing dalam peramalan penjualan sembako di Toko syinta juga akan dipergunakan secara lebih rincih. Data Aktual yang digunakan untuk peramalan penjualan ini diambil selama 4 Tahun diketahui secara jelas bahwa sistem Peramalan Penjualan sembako Metode Double Exponential Smoothing berhasil meramalkan penjualan sembako untuk 5 periode ke depan. Alpha yang digunakan untuk pengujian peramalan yaitu 0,2 produk beras terdapat hasil peramalan. Dengan MAPE 19,281 % Proses peramalan penjualan produknya dilengkapi efektifitasnya oleh metode Double Exponential dan pengujian black box di akhir analisis peramalan penjualan produknya. Dan terakhir metode Double Exponential Smoothing akan secara langsung melanjutkan dalam keberhasilannya meramalkan penjualan sembako di Toko Syinta untuk beberapa minggu kedepan
Evaluasi pengaruh penambahan limbah HDPE pada campuran aspal terhadap karakteristik marshall
Infrastruktur jalan merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi. Namun, kualitas perkerasan jalan sering mengalami penurunan akibat beban lalu lintas yang tinggi dan perubahan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya inovatif dalam peningkatan kinerja campuran beraspal. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan limbah plastik High Density Polyethylene (HDPE) sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah HDPE terhadap karakteristik campuran aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) dengan menggunakan metode Marshall melalui metode pencampuran kering. Variasi kadar HDPE yang digunakan adalah 0%, 3%, 5%, 7%, dan 9% dari berat aspal. Pengujian dilakukan untuk memperoleh parameter Marshall sepertiNI stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), serta Void Filled with Bitumen (VFB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah HDPE berpengaruh signifikan terhadap kekakuan dan stabilitas campuran. Pada kadar tertentu, campuran dengan HDPE mampu meningkatkan nilai stabilitas dan Marshall Quotient sehingga campuran menjadi lebih kaku dan tahan terhadap beban lalu lintas. Namun, penambahan HDPE yang berlebihan cenderung menurunkan fleksibilitas campuran, ditandai dengan menurunnya nilai flow. Konsentrasi optimal HDPE dalam penelitian ini diperoleh pada kadar sekitar 5%–7%, di mana campuran memenuhi spesifikasi Marshall dan memberikan performa terbaik. Pemanfaatan limbah plastik HDPE dalam campuran aspal tidak hanya meningkatkan kualitas perkerasan jalan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan limbah plastik dan keberlanjutan lingkunga
PENGARUH PENAMBAHAN LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK ASPAL PORUS DENGAN LIMBAH BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan lateks terhadap karakteristik aspal porus dengan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar. Aspal porus merupakan salah satu jenis perkerasan jalan yang memiliki nilai porositas tinggi untuk meningkatkan daya serap air dan mengurangi genangan pada permukaan jalan. Limbah beton digunakan sebagai agregat kasar alternatif untuk mengurangi penggunaan agregat alami, sementara lateks digunakan sebagai bahan tambahan guna meningkatkan sifat elastisitas dan daya ikat aspal.
Metode penelitian ini dilakukan dengan pengujian karakteristik Marshall, seperti stabilitas, flow, VIM (Void in Mix), VMA (Void in Mineral Aggregate), VFA (Void Filled with Asphalt), dan Marshall Quotient. Variasi lateks yang digunakan yaitu 0%, 3%, 3,5%, 4%, dan 4,5%, serta limbah beton digunakan sebesar 100% sebagai pengganti agregat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah beton masih layak digunakan sebagai agregat kasar dengan tetap memperhatikan mutu dan ukuran agregat. Penambahan lateks menunjukkan adanya peningkatan terhadap beberapa parameter Marshall terutama pada kadar 4% yang memberikan hasil optimum.
Dari hasil pengujian, nilai stabilitas meningkat seiring bertambahnya kadar lateks, namun pada nilai flow terjadi penurunan di kadar lateks tertinggi. Nilai VIM tidak memenuhi spesifikasi 18–25% namun tetap menunjukkan tren positif pada variasi lateks. Penggunaan lateks 4% dianggap sebagai kadar optimum dalam meningkatkan karakteristik campuran aspal porus berbasis limbah beton. Penelitian ini mendukung pemanfaatan material limbah dan sumber daya terbarukan dalam Perkerasan Jalan Ramah Lingkungan
STUDI PENELITIAN PENGARUH PENAMBAHAN AIR SEMENPADABETONREADY-MIX MUTU BETON FC’30 MPA TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN SIFAT FISIS
Beton ready-mix merupakan salah satu material utama dalam konstruksi
modern yang menuntut mutu tinggi, konsistensi, dan keandalan dalam setiap
proses pengerjaan. Namun, di lapangan sering terjadi praktik penambahan air
secara langsung ke dalam campuran beton saat proses pengecoran untuk
meningkatkan workability. Praktik ini umumnya dilakukan tanpa pengawasan
teknis yang memadai, sehingga dapat menyebabkan penurunan kualitas beton,
khususnya dalam hal kekuatan tekan, kerapatan, serta daya tahan beton dalam
jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana pengaruh penambahan air dan semen (dengan perbandingan tetap) terhadap
sifat mekanis dan fisis beton ready-mix mutu f’c = 30 MPa, serta untuk
mengevaluasi batas optimal penambahan air-semen yang masih dapat diterima
tanpa menurunkan kualitas beton.
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental di Laboratorium Bahan
Konstruksi, Institut Teknologi Nasional Malang. Benda uji yang digunakan
berupa silinder beton berukuran Ø15 cm × 30 cm, dengan total 30 benda uji yang
terbagi dalam lima variasi penambahan air-semen, yaitu 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%
terhadap campuran beton awal. Setiap variasi diuji dengan tiga pengujian utama,
yaitu kuat tekan (compressive strength), modulus elastisitas (modulus of elasticity),
dan porositas, serta uji slump untuk mengetahui kemudahan pengerjaan
(workability). Pengujian dilakukan pada umur beton 22, 24, dan 25 hari,
kemudian hasilnya dikonversi menjadi setara umur 28 hari berdasarkan ketentuan
dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air-semen cenderung
memberikan efek negatif terhadap sifat mekanis dan fisis beton. Variasi 0%
menghasilkan performa terbaik dengan kuat tekan rata-rata 27,78 MPa, modulus
elastisitas 21.245,32 MPa, dan porositas terendah sebesar 0,1839%. Sebaliknya,
performa terendah tercatat pada variasi 8% dengan kuat tekan 23,34 MPa,
modulus elastisitas 18.670,43 MPa, dan porositas tertinggi 0,1916%. Variasi hasil
juga dipengaruhi oleh umur pengujian dan ketelitian dalam proses pencampuran
di laboratorium maupun di lapangan
ANALISA CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTAMINA DEX DENGAN BIODESEL MINYAK KELAPA TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL BERDASARKAN EFISIENSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG
Krisis energi dunia dan efek lingkungan dari bahan bakar fosil mendorong inovasi bahan bakar alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak pencampuran Pertamina Dex dengan biodiesel dari minyak kelapa terhadap kinerja mesin diesel dengan mengacu pada efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang. Uji coba dilakukan pada mesin diesel satu silinder Dongfeng R180 dalam kondisi tanpa beban dengan tiga variasi komposisi bahan bakar, yaitu B70 (70% biodiesel), B80 (80% biodiesel), dan B90 (90% biodiesel). Parameter yang diukur mencakup tingkat penggunaan bahan bakar (ml/menit), serta emisi CO, HC, CO₂, O₂, dan lambda (λ).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa laju konsumsi bahan bakar cenderung menurun seiring dengan meningkatnya kadar biodiesel dalam campuran, dengan efisiensi tertinggi pada campuran B90 sebesar 11,32 ml/menit. Dari segi emisi, campuran B90 menunjukkan kadar CO yang rendah (0,04%), HC mencapai 38 ppm, dan nilai lambda tertinggi (0,73), menandakan pembakaran yang mendekati rasio stoikiometri. Campuran B70 menunjukkan efisiensi paling rendah dan emisi CO tertinggi, sedangkan B80 mengalami anomali berupa peningkatan emisi HC. Secara keseluruhan, campuran B90 menghasilkan kinerja terbaik terkait efisiensi bahan bakar dan kualitas emisi gas buang
Digital Construction Adoption: Energy Conservation and Efficiency Readiness Model in Green Building Projects
Abstract:
This study examines the preparedness of the construction sector's human resources (HR) to utilise digital tools such as IoT, BIM, and AI in support of green building projects that consume less energy and are more efficient. To comprehend the behaviour, purpose, and use, this study employs UTAUT2 and Task–Technology Fit. PLS-SEM was used to analyse reflective structures. Validity, reliability, collinearity, predictive significance (as determined by blindfolding Q2), and overall fit were all assessed for the model. 34.4% of the variation in UB, 44.2% of the variation in PE, and 93.0% of the variation in BI are explained by the model. BI and UB have a strong correlation (β = 0.586, p < 0.001). Negative facilitating conditions (² = -1.584, p < 0.001), positive social impact (² = 1.037, p < 0.001), negative pricing value (² = 1.300, p < 0.001), negative performance expectancy (² = 0.181, p = 0.0049), and negative habit (² = 0.283, p = 0.047) are all revealed by the intention model. TTF effectively explains PE (β = 0.665, p < 0.001), a noteworthy finding that, although it does not directly explain BI, is still significant. PE claims that the most crucial aspects of "fit" are made clear by connecting TTF and UTAUT2 and distinguishing between direct and indirect impacts. To bolster the argument, validity and multicollinearity tests are also emphasised.
keyword: Digital Construction Adoptio