Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
    13381 research outputs found

    ANALISIS SPATIOTEMPORAL PEMANFAATAN KAWASAN SEKITAR DANAU TEMPE SEBAGAI SAWAH MUSIMAN DI KABUPATEN WAJO

    Full text link
    Danau Tempe di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, merupakan danau tektonik terbesar di Indonesia yang penting bagi ekonomi lokal sebagai sumber mata pencarian utama bagi nelayan dan petani, serta berperan penting sebagai penyangga ekologis dan hidrologis. Penelitian ini menganalisis spatiotemporal genangan air Danau Tempe dan perubahan tutupan lahan di sekitarnya selama periode tahun 2020 hingga 2025. Tujuannya untuk memahami luas luapan air pada musim hujan dan pola perubahan tutupan lahan, khususnya sawah musiman, serta mengindentifikasi hubungan kedua fenomena tersebut. Data-data utama yang digunakan yaitu citra sentinel-2A, SHP batas administrasi dan data survey lapangan. Data citra satelit sentinel-2A diolah menggunakan metode Normalized Difference Water Index (NDWI) untuk memetakan genangan air dan metode Maximum Likelihood Classification (MLC) untuk mengklasifikasi tutupan lahan. Hasil analisis menunjukan adanya hubungan yang kuat antara luapan air danau dan kemunculan sawah musiman. Tercatat luapan terluas terjadi pada tahun 2023 dengan luas 3.693,840 Ha, sedangkan luasan sawah terluas terjadi pada tahun 2024 dengan luas 1.921,590 Ha. Hasil uji akurasi untuk nila Overall accuracy dan kappa accuracy pada pengolahan NDWI 94,12% dan 97,14% sedangkan pengolahan MLC sebesar 94,44% dan 91,59%. Kesimpulannya penelitian ini menegaskan bahwa pola pertanian sawah musiman di Danau Tempe merupakan bentuk adaptasi lokal terhadap perubahan hidrologis danau, dimana ketersediaan lahan dari air yang surut dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat

    EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN JALAN SEBAGAI DASAR PENENTUAN PERBAIKAN JALAN PADA 4 RUAS JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN TRENGGALEK MENGGUNAKAN METODE PROVINCIAL/KABUPATEN ROAD MANAGEMENT SYSTEM (PKRMS)

    Full text link
    Ditinjau dari Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Jalan dan keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/210/KPTS/013/2023 tentang Penetapan Ruas Jalan, Perda ini mengatur penyelenggaraan jalan di Kabupaten Trenggalek, termasuk penetapan status dan fungsi ruas jalan. Di Kabupaten Trenggalek memiliki 300 ruas jalan dengan panjang ruas 1.249,23 km. Perkembangan pekerjaan pembangunan infrastruktur Kabupaten Trenggalek. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek 2024, Kondisi Jalan Baik dengan panjang 933 km atau 70% diantaranya dalam kondisi baik dan sekitar 270 km atau 30% mengalami kerusakan parah. Presentase jalan rusak parah sekitar 30%. Faktor kerusakan itu dkarenakan kondisi tanah atau pondasi jalannya. Maka dari itu ruas jalan di Kabupaten Trenggalek mengalami kerusakan parah Dalam upaya meningkatkan program pemeliharaan dan manajemen jalan, Kementerian PUPR telah mengenalkan provincial/kabupaten Road Management System (PKRMS) yang dikorelasi kan dengan metode SDI (Surface Distress Index) dan IRI (International Roughness Index) untuk mendukung pengelolaan jalan ditingkat provinsi dan kabupaten. PKRMS dirancang untuk membantu dalam perencanaan, pemograman, dan penganggaran (PPP). Software ini memberikan informassi dan rekomendasi terkait pemeliharaan jalan ditingkat provinsi dan kabupaten. PKRMS membantu pembuat kebijakan dalam pengambilan keputusan dan peningkatan manajemen jalan secara lebih efisien. Pengelolaan anggaran jalan melibatkan strategi, sistematika, koordinasi melalui penerapan PKRMS, yang dapat diakses tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan, hanya dengan menggunakan Microsoft Acces. Progam ini melakukan analisi menyeluruh terhadap kebutuhan pemeliharaan jalan, termasuk pemeliharan rutin, peningkatan struktur, dan peningkatan kapasitas jalan. Dari hasil analisa kerusakan jalan dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI), International Roughnes Index (IRI) dan Provincial / Kabupaten Road Management System (PKRMS) didapatkan kondisi 4 ruas jalan 65,49% dalam keadaan mantap dan 34,51% tidak mantap. Untuk prioritas penganganan pada 4 ruas jalan di kabupaten Trenggalek yang pertama yaitu pada Ruas Jalan Pandean-Malasan dengan nilai TPI sebesar 65,7, urutan kedua pada Ruas Jalan Wonorejo-Sebo dengan nilai TPI sebesar 57,8, urutan ketiga pada Ruas Jalan Tekol-Malasan dengan nilai TPI sebesar 50,4, urutan ke empat Kedunglurah-Gandusari dengan nilai TPI sebesar 0,001. Total anggaran yang dibutuhkan pada 4 ruas jalan yang ditinjau Rp.55.784.000.000. Kata Kunci : PKRMS, Anggaran proyek, Penanganan jalan

    ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI OVER CURRENT RELAY PADA INSTALASI KELISTRIKAN PABRIK PEPSICO INDONESIA SNACKS GREENFIELD MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP

    Full text link
    Keandalan sistem proteksi sangat penting dalam menjaga kontinuitas suplai listrik, terutama di lingkungan industri besar seperti Pabrik Pepsico Indonesia Snacks Greenfield di Cikarang, Jawa Barat. Gangguan arus lebih akibat hubung singkat dapat menyebabkan kerusakan peralatan dan terganggunya proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi Over Current Relay (OCR) agar sistem proteksi dapat bekerja cepat dan selektif dalam mengamankan sistem kelistrikan pabrik. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data teknis sistem tenaga listrik pabrik seperti Single Line Diagram (SLD), data transformator daya, circuit breaker, current transformer (CT), over current relay (OCR), dan beban, yang kemudian disimulasikan menggunakan perangkat lunak ETAP. Hasil simulasi aliran daya dan gangguan hubung singkat digunakan sebagai dasar penentuan setting OCR, termasuk arus pickup dan time delay. Simulasi koordinasi proteksi dilakukan untuk memastikan setiap over current relay (OCR) bekerja secara terkoordinasi dan selektif berdasarkan kurva Time Current Characteristic (TCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setting OCR yang tepat dapat meningkatkan keandalan dan selektivitas sistem proteksi, sehingga mendukung operasional pabrik yang aman dan berkelanjutan

    DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA Off GRID NON BATERAI MENGGUNAKAN KONSEP PUMP STORAGE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi dan potensi teknologi Pump Storage, terutama mendukung energi baru terbarukan penelitian ini menunjukan bahwa kinerja dari sistem Pump Storage dipengaruhi oleh perbedaan elevasi antara kedua tandon, kapasitas pompa,serta efisiensi turbin. Pembangkit Listrik Tenaga Surya off grid (PLTS off grid) tanpa baterai adalah sebuah solusi yang sangat tepat untuk daerah daerah terpencil. Penelitian ini berfokus pada kinerja PLTS, berdasarkan hasil penelitian Tegangan dan Arus yang dapat dihasilkan PLTS bervariasi yaitu 13,8 V sampai 14,2 V, sedangkan arus berkisar 7,8 A sampai 8,2 A. Dari panel surya yang menghasilkan tegangan dan arus yang stabil memungkinkan pompa bekerja secara efisien, yang dimana debit aliran yang dihasilkan pompa berkisar antara 15,7-16,2 L/m. menghasilkan volume penyimpanan meningkat secara bertahap, pada pukul 8:00 volume penyimpanan atas yaitu 0 L hingga mencapai 7.973 L pada pukul 17:00. Hal tersebut menunjukkan bahwa energi yang di hasilkan silar panel mampu mendukung kinerja pompa secara optimal

    Analisis Evakuasi Bencana Banjir di Desa Long Pahangai I dan Desa Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai Kabupaten Mahakam Ulu

    Full text link
    Bencana banjir yang melanda sering kali disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, ditambah dengan kedekatan permukiman dengan sungai, seperti yang terjadi di Desa Long Pahangai I dan Desa Long Pahangai II. Setiap tahun, desa-desa ini mengalami banjir, meskipun ketinggian airnya bervariasi. Pada tahun 2024, misalnya, banjir terjadi lebih dari dua kali pada bulan Mei, dengan ketinggian air mencapai 3 meter dari permukaan jalan. Hingga saat ini, tidak ada lokasi yang ditetapkan sebagai titik evakuasi resmi untuk menghadapi bencana banjir. Namun, ketika banjir melanda, masyarakat di kedua desa tersebut biasanya mengungsi ke rumah warga lain yang tidak terdampak.Dalam situasi seperti ini, sangat penting untuk mempertimbangkan karakteristik lokasi saat merencanakan penanganan bencana banjir. Perencanaan titik evakuasi harus memperhatikan kapasitas daya tampung serta karakteristik lokasi penelitian. Untuk menentukan jalur evakuasi yang paling efektif, digunakan analisis jaringan (Network Analysis). Berdasarkan hasil analisis tersebut, telah ditemukan dua titik evakuasi sementara, satu titik evakuasi akhir, dan tiga rute jalur evakuasi bencana banjir yang tersebar di Desa Long Pahangai I dan Desa Long Pahangai II

    PERENCANAAN DESAIN SENSOR DAN PERPIPAAN MESIN ISI ULANG AIR BERBASIS CONVEYOR DAN SENSOR

    No full text
    Sistem Sensor dan Perpipaan Pada Mesin Isi Ulang Air Berbasis Conveyor dan Sensor Merupakan Bagian Yang Sangat Penting. Tujuan Dari Perencanaan Desain Sensor dan Perpipaan Adalah Merencanakan Desain Letak Posisi Sensor dan Jenis Sensor Yang Akan Digunakan, Mengurangi Hambatan Laju Air Dalam Pipa, Merencanakan Kebutuhan Pipa Sambungan Tertentu Serta Menghitung Otomatisasi Pengisian Saat Bekerja. Metode Yang Diterapkan Dalam Sistem Sensor dan Perpipaan Pada Mesin Isi Ulang Air Berbasis Conveyor dan Sensor Diawali Dengan Perencanaan Konsep , Penyajian Gambar, Identifikasi Alat dan Bahan, Analisis Teknis, Perhitungan, Pemilihan Komponen, Hingga Tahap Perakitan Dan Pengujian Sesuai Bahasan Dengan Desain Sensor dan Perpipaan. Hasil Perhitungan Dapat Diperoleh Bahwa Mesin Memiliki TDH (Total Dynamic Head) 11,9 m. Pada Saat Melakukan Proses Pengisian Galon ,Mesin Isi Ulang Air Berbasis Conveyor Dan Sensor Memiliki TDH (Total Dynamic Head) 0,250 m. Mesin Menghasilkan Debit Q≈18,7 L/Menit Dan Mampu Mengisi 20 Galon Biru Berjenis Aqua 19 Liter Dalam Sekali Isi Tandon Penuh

    Analisis Koordinasi Proteksi Over Current Relay Pada Instalasi Kelistrikan Pabrik Pepsico Indonesia Snacks Greenfield Menggunakan Software Etap

    No full text
    Keandalan sistem proteksi sangat penting dalam menjaga kontinuitas suplai listrik, terutama di lingkungan industri besar seperti Pabrik Pepsico Indonesia Snacks Greenfield di Cikarang, Jawa Barat. Gangguan arus lebih akibat hubung singkat dapat menyebabkan kerusakan peralatan dan terganggunya proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi Over Current Relay (OCR) agar sistem proteksi dapat bekerja cepat dan selektif dalam mengamankan sistem kelistrikan pabrik. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data teknis sistem tenaga listrik pabrik seperti Single Line Diagram (SLD), data transformator daya, circuit breaker, current transformer (CT), over current relay (OCR), dan beban, yang kemudian disimulasikan menggunakan perangkat lunak ETAP. Hasil simulasi aliran daya dan gangguan hubung singkat digunakan sebagai dasar penentuan setting OCR, termasuk arus pickup dan time delay. Simulasi koordinasi proteksi dilakukan untuk memastikan setiap over current relay (OCR) bekerja secara terkoordinasi dan selektif berdasarkan kurva Time Current Characteristic (TCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setting OCR yang tepat dapat meningkatkan keandalan dan selektivitas sistem proteksi, sehingga mendukung operasional pabrik yang aman dan berkelanjutan

    Arahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis TPS3R Pasca Penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung di Kecamatan Batu

    No full text
    Penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung menyebabkan perubahan sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Batu dari sistem terpusat menjadi sistem desentralisasi berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sistem pengelolaan sampah pra dan pasca penutupan TPA, mengevaluasi efektivitas TPS3R, memproyeksikan kebutuhan prasarana pengelolaan, serta merumuskan arahan sistem pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam jangka panjang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan gabungan dengan alat analisis meliputi analisis komparatif, analisis deskriptif kualitatif, proyeksi timbulan sampah, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan sistem pengelolaan sampah pasca penutupan TPA, keberadaan TPS3R belum sepenuhnya efektif sebagai pengganti sistem sebelumnya. Aspek teknis cenderung berjalan baik, namun aspek kelembagaan, regulasi, pembiayaan, dan peran serta masyarakat masih belum merata. Proyeksi menunjukkan peningkatan jumlah timbulan sampah di masa mendatang dan perlunya penambahan TPS3R. Arahan sistem pengelolaan sampah dirumuskan dengan menekankan penguatan kelembagaan, pemerataan prasarana, dan peningkatan keterlibatan masyarakat untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang mandiri

    Pra Rencana Pabrik Trikloroasetaldehid Monohidrat dari Ethanol dan Gas Klorin dengan Proses Klorinasi Kapasitas Produksi 50.000 Ton/Tahun

    No full text
    Pra Rencana Pabrik Trikloroasetaldehid Monohidrat dari Ethanol dan Gas Klorin dengan Proses Klorinasi ini direncanakan akan didirikan di Kawasan Industri Krakatau Cilegon (KIEC), Kota Cilegon, Provinsi Banten dengan rincian sebagai berikut: - Kapasitas Produksi : 50.000 ton/tahun - Waktu Operasi : 330 hari/tahun - Bahan Utama : Ethanol dan Gas Klorin - Utilitas : Air, steam, listrik, bahan bakar, dan Brine NaCl 25% - Organisasi Perusahaan ✓ Bentuk : Perseroan Terbatas ✓ Struktur : Garis dan staff ✓ Karyawan : 166 orang - Analisis Ekonomi ✓ TCI : Rp. 686.523.485.570 ✓ ROIAT : 26% ✓ POT : 2,7 tahun ✓ BEP : 32,53% ✓ IRR : 26,20% Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi, Pra Rencana Pabrik Trikloroasetaldehid Monohidrat dari Ethanol dan Gas Klorin dengan Proses Klorinasi dengan kapasitas 50.000 ton/tahun dinyatakan layak untuk didirikan

    ANALISIS PERBANDINGAN KETELITIAN HORIZONTAL DAN VERTIKAL PADA PENGOLAHAN DATA GCP DAN ICP MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK KOMERSIAL DAN SPIDER BUSINESS CENTER (SBC) UNTUK PEMBUATAN ORTHOPHOTO PADA PETA DASAR (Studi Kasus: Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur)

    No full text
    TBC merupakan perangkat lunak komerisal yang diakui memiliki tingkat akurasi dan ketelitian tinggi dalam pengolahan data. Seiring perkembangan teknologi, kini hadir SBC, sebuah perangkat lunak berbasis daring yang menawarkan efisiensi dan kemudahan berkat integrasinya dengan jaringan CORS. Oleh karena itu, dilakukan analisis komparatif yang bertujuan mengevaluasi tingkat ketelitian kedua perangkat lunak tersebut. Akuisisi data dilakukan menggunakan alat comnav N-3 dan dilakukan selama 16-20 menit pada titik yang sesuai dengan perencanaan. Data rinex yang diperoleh kemudian diproses menggunakan layanan tersebut dan juga menggunakan perangkat lunak komersial yaitu TBC. Data-data koordinat yang dihasilkan dari masing-masing pengolahan digunakan untuk menjadi titik ikat pada data foto udara yang selanjutnya di uji akurasi dengan mencari nilai CE90 dan LE90. Hasil pengujian tersebut mendapatkan nilai Spider Business Center (SBC) CE90 sebesar 0.275 m, LE90 sebesar 0.547 m dan TBC CE90 0.715 m dan LE90 4.290 m, membutikan bahwa penggunaan SBC lebih teliti daripada TBC. Nilai tersebut diperkuat dengan uji t pada SBC (-34.8), TBC (-9.364), nilai tersebut di bandingkan dengan nilai acuan 0.5 maka hasil pengujian dari SBC lebih baik. Hasil tersebut dipengaruhi oleh layanan SBC terintegrasi dengan CORS sedangkan pada pengolahan menggunakan TBC proses pengikatan data dilakukan secara manual. Kata kunci: GNSS, metode statik, radial, peta dasa

    9,921

    full texts

    13,381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional Malang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇