Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN PRODUK BERBASIS LIMBAH KERAMIK MENGGUNAKAN METODE KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DI KAMPUNG KERAMIK DINOYO (Studi Kasus : Kampung Keramik Dinoyo, Malang)
Penelitian ini bertujuan untuk merancang produk hiasan dinding berbasis limbah keramik menggunakan metode Kano dan Quality Function Deployment (QFD) pada Home Industri Keramik CJDW Fiberglass Art Gallery di Kampung Keramik Dinoyo, Malang. Latar belakang penelitian adalah adanya penumpukan limbah keramik hasil cacat produksi yang belum dimanfaatkan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menghasilkan produk bernilai jual sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Metode Kano digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kebutuhan konsumen ke dalam kategori Must-Be, One-Dimensional, dan Attractive. Data diperoleh melalui kuesioner terbuka dan tertutup kepada 30 responden, yang kemudian dianalisis untuk menentukan atribut prioritas. Hasil pengelompokan atribut menjadi dasar penyusunan House of Quality (HOQ) dalam metode QFD, yang menghubungkan kebutuhan konsumen dengan karakteristik teknis produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut prioritas meliputi bentuk organik/figur, ukuran sedang, warna netral, dan kualitas produk daur ulang yang setara dengan produk asli. Desain produk akhir berupa hiasan dinding ramah lingkungan berbahan campuran limbah keramik porselen, dengan spesifikasi teknis yang disesuaikan untuk memenuhi preferensi konsumen. Penerapan metode ini tidak hanya mengurangi limbah keramik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi industri dan meningkatkan daya saing produk kerajinan
Desain dan Implementasi Game Edukasi Riko Sang Pahlawan Kebersihan Berbasis Android Menggunakan Metode Line of sight (LoS ) dan Finite State Machine (FSM) 2D
Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, media pembelajaran
interaktif seperti game edukasi menjadi alternatif yang efektif, terutama bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan
untuk merancang dan mengimplementasikan game edukasi “Riko Sang Pahlawan Kebersihan” berbasis
Android yang menggabungkan pendekatan menyenangkan dengan unsur edukatif. Game ini menggunakan
metode Finite State Machine (FSM) untuk mengatur perilaku NPC (non-player character) dan metode Line of
Sight (LoS) untuk mendeteksi visibilitas karakter terhadap musuh dalam permainan. Metodologi yang
digunakan mengikuti tahapan Game Development Life Cycle (GDLC), mencakup inisiasi, perancangan,
produksi, pengujian, distribusi, dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem navigasi, kontrol
karakter, serta fungsi FSM dan LoS bekerja dengan baik. Game diuji pada berbagai perangkat Android dan
mendapatkan respons positif dari pengguna, dengan 97% responden menyatakan bahwa game ini
menyenangkan, mudah dipahami, dan efektif menyampaikan pesan edukasi. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa media permainan digital dapat menjadi sarana edukatif yang menarik dan interaktif untuk menanamkan
nilai-nilai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini
ANALISIS PENGARUH SERBUK BAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN ASPAL PORUS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
Masalah genangan air di permukaan jalan kerap menjadi isu penting yang
berdampak pada keselamatan pengguna jalan dan kerusakan struktur perkerasan. Aspal
porus (Open Graded Friction Course/OGFC) merupakan solusi potensial karena
mampu mengalirkan air melalui pori-porinya. Namun, kelemahan dari aspal porus
terletak pada daya tahan terhadap beban lalu lintas dan suhu ekstrem. Oleh karena itu,
penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penambahan serbuk ban sebagai
bahan tambahan dalam campuran aspal porus terhadap karakteristik Marshall dan
permeabilitasnya. Penelitian menggunakan variasi kadar serbuk ban sebesar 0%, 1%,
3%, 6%, dan 9% dari agregat halus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai
stabilitas tertinggi dicapai pada kadar serbuk ban 3% sebesar 835,75 kg, namun nilai
optimum secara keseluruhan diperoleh pada kadar 5%, berdasarkan rata-rata parameter
karakteristik Marshall, yaitu stabilitas, flow, dan Marshall Quotient. Pada kadar 5%,
nilai stabilitas memenuhi standar minimum >500 kg, nilai flow masih dalam batas 2–
6 mm, serta MQ menunjukkan ketahanan campuran terhadap deformasi. Nilai
permeabilitas pada kadar optimum 5% adalah 0,1105 cm/detik, yang masih sesuai
dengan spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA, 2004). Dengan
demikian, penambahan serbuk ban sebesar 5% dalam campuran aspal porus terbukti
mampu meningkatkan kinerja struktural tanpa mengganggu fungsi drainase. Penelitian
ini juga menunjukkan bahwa kadar serbuk ban yang terlalu tinggi, seperti 9%, dapat
menurunkan porositas dan efektivitas drainase campuran. Temuan ini mendukung
pemanfaatan limbah ban bekas sebagai bahan tambahan ramah lingkungan dalam
infrastruktur perkerasan jalan berkelanjutan
Optimalisasi Infrastruktur Wilayah Jaringan Distribusi Sumber Daya Air Bersih di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang
Kecamatan Singosari memiliki potensi sumber daya air yang melimpah,mengingat kondisi geografis wilayahnya yang dikelilingi oleh pegunungan.Akan tetapi, sumber daya air tersebut belum mencapai tingkat pemerataan yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat, persoalan ini terjadi karena infrastruktur jaringan air bersih yang kurang optimal dalam melakukan proses distribusi dan menjadi faktor pada kurangnya penyediaan air di beberapa kelurahan/desa. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep optimalisasi infrastruktur jaringan distribusi air bersih yang didasarkan pada permasalahan di lapangan dan hasil analisa kondisi sumber daya air, yang diharapkan bisa diimplementasikan untuk mempermudah akses seluruh warga terhadap air bersih. Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dan menjadi sebuah mix method untuk melakukan proses olah data. Penelitian ini menganalisis daya dukung penggunaan air bersih dalam kurun waktu 10tahun, yaitu tahun 2024-2033 untuk mengetahui kebutuhan maksimum air masyarakat serta mengidentifikasi pola penggunaan air bersih di Kecamatan Singosari
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ada ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan maksimum air bersih di beberapa kelurahan/desa seperti Kelurahan Losari dengan angka -16,03 l/dt pada tahun 2024 dan Desa Purwoasri dengan angka -9,28 l/dt, perhitungan ini juga didukung dengan data lapangan mengenai wilayah yang kekurangan air di Kecamatan Singosari.Berdasarkan temuan ini, dirumuskan konsep optimalisasi distribusi air bersih,meliputi optimalisasi pemanfaatan infrastruktur sumber daya air, peningkatan performa infrastruktur, dan konsep jaringan distribusi. Dengan proses distribusi yang tepat, hingga sepuluh tahun mendatang diharapkan pemenuhan air bersih kepada masyarakat bisa dipenuhi dengan adil dan merata
ANALISIS DATA SUB BOTTOM PROFILE DAN STRATIFIKASI UNTUK LAPISAN SEDIMEN DASAR LAUT DI TANJUNG BENOA (Studi Kasus : Kabupaten Badung, Provinsi Bali)
Tanjung Benoa, Bali memiliki ekosistem laut yang beragam sehingga perlu pemahaman karakteristik sedimen dasar laut untuk mendukung pengelolaan, konservasi, dan pemanfaatan. Sub Bottom Profiler (SBP) digunakan sebagai instrumen akustik frekuensi rendah untuk menembus lapisan dasar laut hingga beberapa meter dan mengkaji stratifikasi sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data Sub Bottom Profiler (SBP) dan stratifikasi lapisan sedimen dasar laut di Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Metode yang digunakan meliputi survei batimetri dengan Multibeam Echosounder (MBES) dan pengolahan data SBP untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik sedimen. koreksi Time Variable Gain (TVG) dan AGC (Automatic Gain Control) diterapkan untuk menggabungkan sejumlah jejak akustik (trace) spesifik menjadi satu bentuk terpadu dan melakukan perataan (smoothing) data guna meningkatkan kualitas interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman dasar laut di Tanjung Benoa berkisar antara 6,13 m hingga 21,47 m, dengan tiga lapisan sedimen utama teridentifikasi, yaitu loose sand, medium dense sand, dan very dense sand. Analisis menunjukkan adanya kesesuaian antara data SBP dan borelog, meskipun terdapat beberapa ketidaksesuaian yang disebabkan oleh aktivitas pengerukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna untuk pengelolaan sumber daya laut dan perencanaan infrastruktur di wilayah Tanjung Benoa
PENGARUH PERSEPSI MANFAAT DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP EFEKTIVITAS PEMANFAATAN APLIKASI BON-APP SEBAGAI LAYANAN POS TERPADU (Studi Kasus Pada UMKM di Teras Malioboro 1, Yogyakarta)
Perkembangan teknologi keuangan (financial technology) telah mendorong
adopsi sistem Point of Sale (POS) oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi pencatatan. Di
Teras Malioboro Yogyakarta, Balai Layanan Usaha Terpadu (BLUT)
memperkenalkan aplikasi POS Bon-App sebagai solusi pencatatan transaksi
terpusat dan real-time. Keberhasilan implementasinya sangat dipengaruhi oleh
penerimaan pengguna yang dalam kerangka Technology Acceptance Model (TAM)
ditentutkan oleh persepsi manfaat (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan
penggunaan (perceived ease of use).
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh persepsi manfaat
(perceived usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use)
terhadap efektivitas pemanfaatan aplikasi Bon-App oleh UMKM di Teras
Malioboro 1, Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan
metode survei yang mengacu pada Technology Acceptance Model (TAM) sebagai
dasar analisis. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (1-5) dari
47 tenant pengguna aktif Bon-App di Teras Malioboro 1, sebagai sampel jenuh.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara
persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan terhadap efektivitas
pemanfaatan Bon-App. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi tersebut dapat
menjadi faktor penentu utama dala mendorong efektivitas pemanfaatan aplikasi
POS Terpadu Bon-App.
Sebagai pengembangan lebih lanjut, penelitian ini diharapkan dapat
memberikan landasan bagi pengelola dan pengembang Bon-App dalam
meningkatkan strategi adopsi teknologi serta efektivitas pemanfaatannya oleh
pelaku UMKM disektor wisata
Analisis Lahan Kritis Dengan Memanfaatkan Cellular Automata-ANN Untuk Prediksi Perubahan Tutupan Lahan, Kabupaten Pasuruan
Perkembangan Kabupaten Pasuruan yang dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk dan aktivitas pemanfaatan lahan telah mendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan, sehingga meningkatkan potensi terjadinya lahan kritis. Metode Cellular Automata–Artificial Neural Network (CA-ANN) digunakan karena mampu merepresentasikan dinamika perubahan tutupan lahan secara spasial serta memiliki kemampuan pembelajaran dari data historis untuk menghasilkan prediksi yang lebih akurat. Citra Sentinel-2A tahun 2021 dan 2025 dipilih karena analisis prediksi memerlukan data dengan rentang waktu seragam, yaitu empat tahun untuk prediksi ke tahun 2029. Data tersebut diklasifikasikan menggunakan metode supervised classification dengan algoritma Maximum Likelihood. Hasil klasifikasi menunjukkan tingkat overall accuracy sebesar 92,16% dan nilai kappa accuracy sebesar 89,93%, yang menandakan kualitas klasifikasi yang baik. Analisis tingkat kekritisan lahan tahun 2025 menunjukkan luas lahan kritis sebesar 27,33% dengan kategori dominan Agak Kritis seluas 18,14%. Prediksi hingga tahun 2029 menunjukkan adanya kenaikan lahan kritis sebesar 0,54% dibandingkan tahun 2025, dengan peningkatan terbesar terjadi di Kecamatan Tosari. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode CA-ANN dapat digunakan untuk memprediksi perubahan tutupan lahan secara spasial
ANALISIS PENENTUAN LOKASI DAN RUTE TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH DI KABUPATEN GIANYAR
Pengelolaan sampah menjadi isu krusial di Bali, hal ini menyebabkan TPA Suwung di wilayah Serbagita mencapai kondisi overload dan tidak lagi layak untuk beroperasi. Maka TPA Suwung yang berdekatan dengan Pelabuhan Benoa, fasilitas pertamina, kura-kura bali, dan area permukiman masyarakat menyebabkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, daya tarik wisata, dan konflik tata ruang yang mengancam keberlanjutan kawasan sekitarnya. Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kabupaten Gianyar sebagai lahan yang potensial untuk TPA baru. Kementerian PUPR telah mengeluarkan panduan Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 19-3241-1994 yang membahas tentang kriteria untuk memilih lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Penentuan lokasi dan rute TPA sampah kriteria regional dan penyisih di Kabupaten Gianyar menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), dimana metode yang digunakan adalah overlay, network analyst, dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil total, zona layak TPA seluas 19.615,81 Ha yang terbagi menjadi enam lokasi rekomendasi, salah satunya terdapat TPA eksisting Temesi yang terdapat zona layak TPA. Kecamatan Gianyar merupakan lokasi rekomendasi karena memiliki luas zona layak terbesar seluas 89,61 Ha dan rute pengangkutan sampah terdekat dengan jarak rata-rata 14,29 Km dan waktu tempuh 34 menit 17 detik
PERANCANGAN BANGUN MESIN PENGERING KEMIRI MENGUNAKAN SOLAR KOLEKTOR TIPE FLAT BERBENTUK V
Kemiri merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan, baik untuk kebutuhan rumah tangga, industri pangan, maupun kecantikan. Namun, proses pasca panen, khususnya pengeringan kemiri, masih dilakukan secara tradisional dengan waktu yang lama dan ketergantungan terhadap kondisi cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis kinerja mesin pengering kemiri menggunakan solar kolektor tipe flat berbentuk V yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber utama. Alat ini dilengkapi dengan panel surya, kaca clear glass, pelat galvanis, serta kipas DC untuk mengatur sirkulasi panas dalam ruang pengering. Pengujian dilakukan dengan kapasitas 10 kg kemiri dan pemantauan terhadap kadar air serta suhu pengeringan. Hasil menunjukkan bahwa mesin ini mampu menurunkan kadar air kemiri hingga 5,3% dalam waktu 1–3 hari, lebih cepat dan efisien dibandingkan metode tradisional yang membutuhkan waktu 8–15 hari. Rata-rata suhu yang dihasilkan alat mencapai 46,63°C, menunjukkan efektivitas pemanfaatan energi surya. Dengan demikian, inovasi mesin ini mampu meningkatkan efisiensi pengeringan dan mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan
Perancangan Mesin Pengolah Kelapa Menggunakan Metode Ergonomis Dan Quality Function Deployment
Pelaku UMKM pengolah kelapa di Kota Malang masih menggunakan dua alat terpisah untuk memarut dan memeras kelapa, yang menyebabkan ketidakefisienan kerja serta kelelahan fisik. Kondisi ini diperburuk oleh desain alat yang belum sesuai dengan postur tubuh pengguna sehingga menimbulkan risiko ergonomi. Masalah-masalah tersebut mendorong perlunya perancangan alat baru yang mampu mengintegrasikan fungsi parut dan peras dalam satu unit mesin.
Penelitian ini bertujuan merancang mesin pemarut dan pemeras kelapa yang ergonomis, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode yang digunakan meliputi pendekatan Quality Function Deployment (QFD) untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen menjadi spesifikasi teknis, serta pengukuran data antropometri untuk memastikan kesesuaian dimensi alat terhadap postur kerja pengguna. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan pengukuran langsung di lapangan.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa mesin yang dikembangkan menggunakan motor listrik 200 watt, posisi tombol kontrol berada di sisi kanan, dan disesuaikan dengan dimensi antropometri persentil ke-50