Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
DESAIN DAN UJI KINERJA MESIN MIXER PAKAN TERNAK DENGAN SIRIP MODEL SABIT
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kinerja mesin mixer pakan ternak dengan sirip pengaduk model sabit. Desain ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pencampuran dan distribusi nutrisi pada bahan pakan ternak seperti jagung, dedak, dan konsentrat. Uji coba dilakukan dengan variasi waktu pencampuran (3, 4, dan 5 menit) menggunakan kapasitas muatan 6 kg pada kecepatan optimal 1000 rpm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pencampuran selama 4–5 menit memberikan hasil distribusi nutrisi yang lebih merata, dengan peningkatan berat konsentrat dan penurunan berat dedak secara signifikan. Selain itu, proses pencampuran menghasilkan kenaikan suhu di dalam tong penampungan akibat gesekan antar bahan dan dinding tong, yang memicu penguapan kadar air pada dedak dan biji jagung. Penguapan ini berdampak pada berat bahan yang terukur dan distribusi nutrisi pada hasil akhir. Desain sirip sabit terbukti efektif dalam mempercepat proses pencampuran, menjaga integritas fisik bahan pakan, serta memberikan efisiensi energi yang baik. Mesin ini cocok digunakan oleh peternak skala kecil hingga menengah
Penerapan Media Sosial Sebagai Strategi Pemasaran UMKM Joeragan Laundry Di Kota Malang
Transformasi digital telah mengubah pola pemasaran UMKM, termasuk sektor jasa seperti laundry. Banyak pelaku usaha memanfaatkan media sosial untuk promosi, namun tidak semuanya optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan media sosial sebagai strategi pemasaran pada UMKM Joeragan Laundry di Kota Malang serta dampaknya terhadap perkembangan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner terbuka. Analisis data mengacu pada model kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan WhatsApp Business dan Facebook efektif menjangkau pelanggan, sedangkan Instagram digunakan untuk branding visual meski belum konsisten. Pemanfaatan media sosial meningkatkan brand awareness, menjangkau pelanggan baru melalui word of mouth digital, dan memperkuat loyalitas pelanggan melalui komunikasi personal. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, minimnya variasi konten, dan pengelolaan akun terpusat pada satu orang. Kesimpulan penelitian ini adalah media sosial berperan strategis dalam pemasaran UMKM dan memberi dampak positif pada pertumbuhan usaha, namun perlu peningkatan kreativitas konten, pembagian tugas dalam manajemen akun, literasi digital, serta eksplorasi platform baru untuk memperluas pasar
Perancangan Game Edukasi Berbasis Android 2d “Germ Busters” Menggunakan Finite State Machine Dan Fuzzy Sugeno
Penyebaran penyakit menular seperti flu, demam berdarah (DBD), dan hepatitis masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya pada anak-anak. Berdasarkan observasi terhadap siswa kelas 4 SD, hanya 37,33% yang mengetahui informasi terkait ketiga penyakit tersebut, 24,89% cukup tahu, dan 37,78% tidak tahu. Rendahnya tingkat pemahaman ini mendorong perlunya media edukasi yang interaktif dan menarik. Penelitian ini mengembangkan Germ Busters, sebuah game edukasi 2D bertema shooter yang menggabungkan unsur hiburan dan pembelajaran kesehatan. Game ini memanfaatkan metode Finite State Machine (FSM) untuk mengatur perilaku musuh serta Fuzzy Sugeno untuk menyesuaikan kecepatan musuh berdasarkan jarak dan jumlah nyawa pemain. Pengujian melibatkan pengguna dengan karakteristik sesuai target audiens untuk menilai efektivitas penyampaian materi edukasi. Hasil menunjukkan 26% responden menyatakan tahu, 36% cukup tahu, dan 38% tidak tahu mengenai materi kesehatan setelah bermain. Temuan ini mengindikasikan bahwa Germ Busters berpotensi menjadi media edukatif yang menyenangkan dan informatif
ANALISIS KESIAPTERAPAN SISTEM MITIGASI BENCANA PADA KONSTRUKSI BANGUNAN BERBASIS WIRELESS NETWORK SYSTEM DI KABUPATEN TRENGGALEK
ABSTRAK
Kabupaten Trenggalek merupakan wilayah rawan bencana yang membutuhkan sistem mitigasi bencana berbasis teknologi untuk mendukung respons cepat dan efektif. Salah satu solusi potensial adalah penggunaan Wireless Network System (WNS) yang terintegrasi dengan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapterapan sistem mitigasi bencana berbasis WNS dalam konteks konstruksi bangunan di Kabupaten Trenggalek. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 15 responden yang berasal dari praktisi dan pemangku kepentingan bidang konstruksi dan mitigasi bencana. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas dan dinyatakan layak digunakan. Analisis data dilakukan dengan metode Exploratory Factor Analysis (EFA) menggunakan pendekatan Principal Component Analysis (PCA) dan rotasi Varimax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem WNS dipersepsikan memiliki tingkat kesiapan tinggi untuk diterapkan, dengan nilai skala Likert rata-rata mencapai 82,58%. EFA menghasilkan tiga faktor utama yang memengaruhi kesiapterapan sistem, yaitu: (1) Kesiapan Teknologi dan Kesesuaian Tugas (TTF), (2) Kualitas Informasi Sistem (IQ), dan (3) Persepsi Manfaat Sistem (PU). Ketiga faktor tersebut menjelaskan 74,4% total varians. Temuan ini tidak hanya memperkuat landasan teori yang menggabungkan model TTF, TAM, dan ISSM, tetapi juga memberikan implikasi praktis dalam penyusunan kebijakan berbasis data, peningkatan literasi kebencanaan, serta strategi implementasi sistem WNS yang responsif dan terukur di wilayah rawan bencana.
Kata kunci: mitigasi bencana, kesiapan teknologi, EFA, WNS, Trenggalek
ABSTRACT
Trenggalek Regency is a disaster-prone area that requires a technology-based disaster mitigation system to support rapid and effective response. One potential solution is the use of a Wireless Network System (WNS) integrated with an Early Warning System (EWS). This study aims to analyze the readiness of a WNS-based disaster mitigation system in the context of building construction in Trenggalek, and to identify key dimensions that influence its adoption. A quantitative approach was employed by distributing Likert-scale questionnaires to 15 respondents, consisting of practitioners and stakeholders in the fields of construction and disaster mitigation. The research instrument was validated and tested for reliability and deemed feasible for use. Data were analyzed using Exploratory Factor Analysis (EFA) with Principal Component Analysis (PCA) and Varimax rotation. The results show that the WNS is perceived as highly ready for implementation, with an average Likert score of 82.58%. The EFA yielded three dominant factors affecting system readiness: (1) Task-Technology Fit (TTF), (2) Information Quality (IQ), and (3) Perceived Usefulness (PU), which collectively explained 74.4% of the total variance. These findings not only reinforce theoretical frameworks that integrate TTF, TAM, and ISSM models, but also offer practical implications for data-driven policy development, community preparedness, and strategic implementation of WNS in disaster-prone regions.
Keywords: disaster mitigation, technology readiness, EFA, WNS, Trenggale
KARAKTERISTIK KAIN FILTER PRESS DENGAN MESH 50, 100, 150 MIKRON MENGGUNAKAN TEKANAN 4 BAR TERHADAP EFEKTIVITAS PENYARINGAN MINYAK KELAPA
Studi ini menganalisis pengaruh variasi ukuran jaring filter press (50, 100, dan 150 mikron) terhadap efektivitas penyaringan minyak kelapa pada tekanan 4 bar. Uji coba dilakukan menggunakan 2000 gr minyak kelapa mentah dengan waktu penyaringan 2 menit per variasi. Parameter yang diukur meliputi efisiensi penyaringan, laju penyaringan, dan tingkat kejernihan. Hasil menunjukkan bahwa mesh 50 mikron memiliki efisiensi berat tertinggi (87%) dan laju filtrasi tercepat (870 gr/menit), tetapi tingkat kejernihan rendah dengan hanya 260 gr padatan yang difiltrasi. Mesh 150 mikron menghasilkan kejernihan terbaik dengan jugrah padatan yang disaring tertinggi (440 gr), tetapi efisiensi berat terendah (78%) dan laju penyaringan terlambat (787,5 gr/menit). Mesh 100 mikron menunjukkan karakteristik intermediet. Analisis menunjukkan adanya trade-off antara kecepatan produksi dan kualitas filtrasi. Mesh dengan pori-pori lebih kecil meningkatkan resistansi aliran, sehingga mengurangi laju filtrasi tetapi meningkatkan kualitas pemisahan partikel. Disarankan untuk menggunakan mesh 150 mikron jika prioritas pada kualitas dan kejernihan, sementara mesh 50 mikron disarankan jika prioritas pada berat produksi tinggi
IMPLEMENTASI CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DALAM KLASIFIKASI GENUS TANAMAN ANGGREK (STUDI KASUS : HANDOYO BUDI ORCHIDS MALANG)
Kesulitan mengidentifikasi genus anggrek pada fase vegetatif kerap dialami oleh masyarakat awam dan petani pemula anggrek. Proses identifikasi genus secara tradisional akan akurat disaat bunga mekar dan melalui identifikasi oleh pakar. Proses ini memakan waktu yang lama dan berisiko adanya kecurangan oleh pedagang. Penelitian ini mengusulkan sistem identifikasi genus anggrek dengan metode Convolutional Neural Network dikembangkan menggunakan Python dan dapat digunakan dalam bentuk aplikasi android, dengan data primer dari Handoyo Budi Orchid Malang (anggrek ≥ 1 tahun) dan data sekunder dari Kaggle. Datatest terdiri atas lima genus (Phalaenopsis, Dendrobium, Cattleya, Oncidium, Vanda), masing-masing 5 sampel untuk pengujian pakar. Selama pelatihan 10 epoch, train loss menurun mendekati nol sementara val loss berfluktuasi antara 0,15–0,60 dan model mencapai Accuracy 94 % (94/100) dengan precision, recall, dan F1-score rata-rata 0,94 pada training, tetapi menurun hingga 87% saat dilakukan pengujian datatest asli kepada pakar. Hasil pengujian user juga memberikan nilai 80% respon positif dari 15 responden. Hasil ini menegaskan bahwa CNN mampu memberikan identifikasi genus anggrek yang cepat dan cukup akurat sejak fase vegetatif, memudahkan petani pemula dan orang awam dalam mencegah potensi kecurangan pedagang
Pengaruh Brand Awareness dan Brand Trust Terhadap Keputusan Pembelian Produk Oronamin C
Bachtiar, Muhammad Daffa. 2025. Pengaruh Brand Awareness dan Brand Trust terhadap Keputusan Pembelian Produk Oronamin C di Kota Malang. Tugas Akhir, Program Studi Bisnis Digital S-1, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang. Pembimbng: (I) Dra. Sri Indriani, M.M., (II) Reni Rupianti, S.M., M.M.
Dalam konteks pemasaran produk, brand awareness dan brand trust merupakan key factor atau faktor kunci yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Untuk itu, diperlukan adanya strategi yang tepat bagi suatu perusahaan agar dapat meningkatkan brand awareness dan brand trust dalam produk yang ditawarkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand awareness dan brand trust terhadap keputusan pembelian produk Oronamin C di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 110 responden yang telah melakukan pembelian produk Oronamin C. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan software SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness dan brand trust secara simultan maupun parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu meningkatkan strategi pemasaran yang memperkuat brand awareness dan membangun brand trust untuk memenangkan pasar yang semakin kompetitif
ANALISIS KETELITIAN PERHITUNGAN VOLUME LAPISAN TANAH URUGAN DI TAMBAK (PVD, PHD, SCH) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE TO SURFACE, BORROW PIT, DAN TRAPEZOIDAL PADA PROYEK PENGURUGAN TANAH PEMBANGUNAN PERUMAHAN (Studi Kasus : Tambak Langon, Kec. Asem Rowo, Surabaya, Jawa Timur)
Pekerjaan timbunan tanah di Kecamatan Asem Rowo dilakukan pada tiga jenis lapisan utama, yaitu lapisan Prefabricated Vertical Drain (PVD), Prefabricated Horizontal Drain (PHD), Surcharge (SCH). Ketiga lapisan ini memiliki karakteristik material dan metode pemadatan yang berbeda sehingga mempengaruhi hasil perhitungan volume. Dalam penilaian ketelitian perhitungan volume dilakukan di tiga metode yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang dapat dibandingkan yaitu, metode Surface to Surface dan Borrow Pit dibandingkan dengan metode Trapezoidal sebagai acuan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa selisih volume yang dihasilkan bervariasi, pada lapisan PVD, selisih terhadap metode Trapezoidal untuk metode Surface to Surface adalah 25,16 m³ (0,02%), sedangkan Borrow Pit dengan grid 1 meter mencapai 728,15 m³ (0,46%). Hal serupa terlihat pada lapisan PHD, di mana selisih metode Surface to Surface sebesar 51,11 m³ (0,07%), dan Borrow Pit grid 1 meter mencapai 471,57 m³ (0,62%). Sementara itu, pada lapisan SCH, metode Surface to Surface menghasilkan selisih 122,50 m³ (0,04%), dan Borrow Pit grid 1 meter menunjukkan selisih terbesar, yaitu 1.425,84 m³ (0,45%). Perbedaan ini menunjukkan bahwa jarak grid pada metode Borrow Pit berpengaruh signifikan terhadap hasil volume yang diperoleh jika dibandingkan dengan metode Trapezoidal. Berdasarkan hasil perhitungan volume yang diperoleh, semua hasil berada di bawah batas toleransi akurasi menurut standar ASTM ±2,78%
Simulasi Penggunaan MPPT Pada Proses Pengisian Baterai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Dengan Matlab Simulink
Kebutuhan energi terbarukan semakin meningkat seiring dengan
kesadaran terhadap dampak negatif penggunaan bahan bakar fosil. Salah satu solusi potensial adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), yang memanfaatkan energi angin untuk menghasilkan listrik secara ramah lingkungan. Namun, fluktuasi kecepatan angin mengakibatkan tegangan dan arus keluaran yang tidak stabil. Oleh karena itu, penelitian
ini mengimplementasikan metode Maximum Power Point Tracking
(MPPT) untuk mengoptimalkan pengisian daya ke baterai dalam sistem PLTB. Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimental melalui pengambilan data langsung di wilayah perbukitan serta simulasi menggunakan MATLAB Simulink. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sistem mulai menghasilkan listrik pada kecepatan angin 3 m/s dan mencapai efisiensi tertinggi pada kecepatan di atas 7 m/s. Sistem MPPT
terbukti mampu menstabilkan output daya dan meningkatkan efisiensi pengisian baterai hingga tegangan keluaran mencapai nilai optimal sebesar 24V, baik secara simulasi maupun pengujian lapangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi PLTB dan MPPT sangat efektif untuk daerah terpencil, serta dapat menjadi solusi energi mandiri yang andal dan ramah lingkungan
ANALISA KINERJA LALU LINTAS TERHADAP KUALITAS UDARA DAN KEBISINGAN SUARA (STUDI KASUS DI DUA RUAS JALAN VETERAN DAN RUAS JALAN BENDUNGAN SIGURA GURA)
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Kota Malang setiap tahunnya meningkatkan volume lalu lintas yang berdampak pada kinerja jalan, kualitas udara, dan kebisingan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kinerja lalu lintas terhadap kualitas udara dan kebisingan pada ruas Jalan Bendungan Sigura-Gura dan Jalan Veteran.
Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan untuk memperoleh data volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, serta pengukuran kualitas udara (CO, NO₂) dan tingkat kebisingan dengan alat ukur langsung di lokasi. Analisis kinerja lalu lintas dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023), sedangkan kualitas udara dan kebisingan dibandingkan dengan baku mutu lingkungan yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (LOS) pada kedua ruas jalan bervariasi antara kategori A hingga D, dengan kecepatan rata-rata kendaraan 36–69 km/jam. Konsentrasi polutan CO dan NO₂ menunjukkan fluktuasi seiring volume lalu lintas, meskipun nilai ISPU masih dalam kategori Baik. Tingkat kebisingan rata-rata 68–75 dB, melebihi ambang batas 70 dB. Dengan demikian, peningkatan volume kendaraan berkontribusi signifikan terhadap penurunan kinerja lalu lintas, peningkatan kebisingan, serta potensi penurunan kualitas udara di kawasan penelitian