Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
Evaluasi pengaruh penambahan limbah HDPE pada campuran aspal terhadap karakteristik marshall
Infrastruktur jalan merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi. Namun, kualitas perkerasan jalan sering mengalami penurunan akibat beban lalu lintas yang tinggi dan perubahan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya inovatif dalam peningkatan kinerja campuran beraspal. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan limbah plastik High Density Polyethylene (HDPE) sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah HDPE terhadap karakteristik campuran aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) dengan menggunakan metode Marshall melalui metode pencampuran kering. Variasi kadar HDPE yang digunakan adalah 0%, 3%, 5%, 7%, dan 9% dari berat aspal. Pengujian dilakukan untuk memperoleh parameter Marshall sepertiNI stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), serta Void Filled with Bitumen (VFB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah HDPE berpengaruh signifikan terhadap kekakuan dan stabilitas campuran. Pada kadar tertentu, campuran dengan HDPE mampu meningkatkan nilai stabilitas dan Marshall Quotient sehingga campuran menjadi lebih kaku dan tahan terhadap beban lalu lintas. Namun, penambahan HDPE yang berlebihan cenderung menurunkan fleksibilitas campuran, ditandai dengan menurunnya nilai flow. Konsentrasi optimal HDPE dalam penelitian ini diperoleh pada kadar sekitar 5%–7%, di mana campuran memenuhi spesifikasi Marshall dan memberikan performa terbaik. Pemanfaatan limbah plastik HDPE dalam campuran aspal tidak hanya meningkatkan kualitas perkerasan jalan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan limbah plastik dan keberlanjutan lingkunga
PENGARUH PENAMBAHAN LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK ASPAL PORUS DENGAN LIMBAH BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan lateks terhadap karakteristik aspal porus dengan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar. Aspal porus merupakan salah satu jenis perkerasan jalan yang memiliki nilai porositas tinggi untuk meningkatkan daya serap air dan mengurangi genangan pada permukaan jalan. Limbah beton digunakan sebagai agregat kasar alternatif untuk mengurangi penggunaan agregat alami, sementara lateks digunakan sebagai bahan tambahan guna meningkatkan sifat elastisitas dan daya ikat aspal.
Metode penelitian ini dilakukan dengan pengujian karakteristik Marshall, seperti stabilitas, flow, VIM (Void in Mix), VMA (Void in Mineral Aggregate), VFA (Void Filled with Asphalt), dan Marshall Quotient. Variasi lateks yang digunakan yaitu 0%, 3%, 3,5%, 4%, dan 4,5%, serta limbah beton digunakan sebesar 100% sebagai pengganti agregat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah beton masih layak digunakan sebagai agregat kasar dengan tetap memperhatikan mutu dan ukuran agregat. Penambahan lateks menunjukkan adanya peningkatan terhadap beberapa parameter Marshall terutama pada kadar 4% yang memberikan hasil optimum.
Dari hasil pengujian, nilai stabilitas meningkat seiring bertambahnya kadar lateks, namun pada nilai flow terjadi penurunan di kadar lateks tertinggi. Nilai VIM tidak memenuhi spesifikasi 18–25% namun tetap menunjukkan tren positif pada variasi lateks. Penggunaan lateks 4% dianggap sebagai kadar optimum dalam meningkatkan karakteristik campuran aspal porus berbasis limbah beton. Penelitian ini mendukung pemanfaatan material limbah dan sumber daya terbarukan dalam Perkerasan Jalan Ramah Lingkungan
STUDI PENELITIAN PENGARUH PENAMBAHAN AIR SEMENPADABETONREADY-MIX MUTU BETON FC’30 MPA TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN SIFAT FISIS
Beton ready-mix merupakan salah satu material utama dalam konstruksi
modern yang menuntut mutu tinggi, konsistensi, dan keandalan dalam setiap
proses pengerjaan. Namun, di lapangan sering terjadi praktik penambahan air
secara langsung ke dalam campuran beton saat proses pengecoran untuk
meningkatkan workability. Praktik ini umumnya dilakukan tanpa pengawasan
teknis yang memadai, sehingga dapat menyebabkan penurunan kualitas beton,
khususnya dalam hal kekuatan tekan, kerapatan, serta daya tahan beton dalam
jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana pengaruh penambahan air dan semen (dengan perbandingan tetap) terhadap
sifat mekanis dan fisis beton ready-mix mutu f’c = 30 MPa, serta untuk
mengevaluasi batas optimal penambahan air-semen yang masih dapat diterima
tanpa menurunkan kualitas beton.
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental di Laboratorium Bahan
Konstruksi, Institut Teknologi Nasional Malang. Benda uji yang digunakan
berupa silinder beton berukuran Ø15 cm × 30 cm, dengan total 30 benda uji yang
terbagi dalam lima variasi penambahan air-semen, yaitu 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%
terhadap campuran beton awal. Setiap variasi diuji dengan tiga pengujian utama,
yaitu kuat tekan (compressive strength), modulus elastisitas (modulus of elasticity),
dan porositas, serta uji slump untuk mengetahui kemudahan pengerjaan
(workability). Pengujian dilakukan pada umur beton 22, 24, dan 25 hari,
kemudian hasilnya dikonversi menjadi setara umur 28 hari berdasarkan ketentuan
dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air-semen cenderung
memberikan efek negatif terhadap sifat mekanis dan fisis beton. Variasi 0%
menghasilkan performa terbaik dengan kuat tekan rata-rata 27,78 MPa, modulus
elastisitas 21.245,32 MPa, dan porositas terendah sebesar 0,1839%. Sebaliknya,
performa terendah tercatat pada variasi 8% dengan kuat tekan 23,34 MPa,
modulus elastisitas 18.670,43 MPa, dan porositas tertinggi 0,1916%. Variasi hasil
juga dipengaruhi oleh umur pengujian dan ketelitian dalam proses pencampuran
di laboratorium maupun di lapangan
ANALISA CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTAMINA DEX DENGAN BIODESEL MINYAK KELAPA TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL BERDASARKAN EFISIENSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG
Krisis energi dunia dan efek lingkungan dari bahan bakar fosil mendorong inovasi bahan bakar alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak pencampuran Pertamina Dex dengan biodiesel dari minyak kelapa terhadap kinerja mesin diesel dengan mengacu pada efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang. Uji coba dilakukan pada mesin diesel satu silinder Dongfeng R180 dalam kondisi tanpa beban dengan tiga variasi komposisi bahan bakar, yaitu B70 (70% biodiesel), B80 (80% biodiesel), dan B90 (90% biodiesel). Parameter yang diukur mencakup tingkat penggunaan bahan bakar (ml/menit), serta emisi CO, HC, CO₂, O₂, dan lambda (λ).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa laju konsumsi bahan bakar cenderung menurun seiring dengan meningkatnya kadar biodiesel dalam campuran, dengan efisiensi tertinggi pada campuran B90 sebesar 11,32 ml/menit. Dari segi emisi, campuran B90 menunjukkan kadar CO yang rendah (0,04%), HC mencapai 38 ppm, dan nilai lambda tertinggi (0,73), menandakan pembakaran yang mendekati rasio stoikiometri. Campuran B70 menunjukkan efisiensi paling rendah dan emisi CO tertinggi, sedangkan B80 mengalami anomali berupa peningkatan emisi HC. Secara keseluruhan, campuran B90 menghasilkan kinerja terbaik terkait efisiensi bahan bakar dan kualitas emisi gas buang
Digital Construction Adoption: Energy Conservation and Efficiency Readiness Model in Green Building Projects
Abstract:
This study examines the preparedness of the construction sector's human resources (HR) to utilise digital tools such as IoT, BIM, and AI in support of green building projects that consume less energy and are more efficient. To comprehend the behaviour, purpose, and use, this study employs UTAUT2 and Task–Technology Fit. PLS-SEM was used to analyse reflective structures. Validity, reliability, collinearity, predictive significance (as determined by blindfolding Q2), and overall fit were all assessed for the model. 34.4% of the variation in UB, 44.2% of the variation in PE, and 93.0% of the variation in BI are explained by the model. BI and UB have a strong correlation (β = 0.586, p < 0.001). Negative facilitating conditions (² = -1.584, p < 0.001), positive social impact (² = 1.037, p < 0.001), negative pricing value (² = 1.300, p < 0.001), negative performance expectancy (² = 0.181, p = 0.0049), and negative habit (² = 0.283, p = 0.047) are all revealed by the intention model. TTF effectively explains PE (β = 0.665, p < 0.001), a noteworthy finding that, although it does not directly explain BI, is still significant. PE claims that the most crucial aspects of "fit" are made clear by connecting TTF and UTAUT2 and distinguishing between direct and indirect impacts. To bolster the argument, validity and multicollinearity tests are also emphasised.
keyword: Digital Construction Adoptio
Partisipasi Masyarakat dalam Rehabilitasi Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Utara (Studi kasus: Kecamatan Gangga)
Bencana gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2018 memberikan dampak kerusakan yang sangat besar, terutama di Kecamatan Gangga sebagai wilayah terdampak paling parah. Gempa ini merusak ribuan rumah tinggal, infrastruktur, serta fasilitas publik, dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Dalam situasi ini, rehabilitasi menjadi tahap penting dalam pemulihan wilayah terdampak, di mana keterlibatan masyarakat atau partisipasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak fisik gempa bumi, meninjau upaya perbaikan pasca bencana, serta menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi pasca gempa di Kecamatan Gangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method) dengan metode deskriptif kuantitatif yang didukung oleh data primer melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari instansi terkait yang berkaitan dengan gempa bumi dan proses rehabilitasi di Lombok Utara tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat terbagi dalam empat tahap, yakni pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan evaluasi. Tingkat partisipasi tertinggi terlihat pada tahap pelaksanaan, khususnya dalam kegiatan gotong royong membangun rumah tinggal, pembersihan puing, serta penyediaan hunian sementara. Sebaliknya, tingkat partisipasi terendah ditemukan pada tahap evaluasi, yang umumnya masih didominasi oleh pihak eksternal seperti pemerintah atau lembaga bantuan
Desain Sistem Monitoring Kebersihan Kandang Ternak dan Penyemprotan Disinfektan Otomatis Berbasis IoT
Kebersihan kandang ternak merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan hewan serta mencegah penyebaran penyakit. Gas amonia (NH₃) yang dihasilkan dari kotoran ternak dapat membahayakan jika melebihi ambang batas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kebersihan kandang ternak dan penyemprotan disinfektan otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi konsentrasi amonia secara real-time dan dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32. Data hasil pembacaan sensor ditampilkan pada LCD I2C dan aplikasi Blynk sehingga pemilik ternak dapat melakukan pemantauan jarak jauh. Ketika kadar amonia melebihi ambang batas 15 ppm, sistem secara otomatis mengaktifkan pompa untuk menyemprotkan disinfektan ke area kandang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan efektif dan responsif dalam mendeteksi perubahan kadar amonia. Selain itu, sistem ini dapat meminimalkan intervensi manual, menjaga kebersihan kandang, serta mendukung kesehatan hewan ternak secara berkelanjutan. Integrasi IoT memungkinkan penyampaian data secara real-time sehingga pemilik kandang dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat. Sistem ini juga dapat diterapkan secara luas pada peternakan skala kecil maupun besar karena menggunakan komponen yang relatif terjangkau dan mudah dioperasikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi manajemen peternakan sekaligus mendukung penerapan teknologi cerdas dalam sektor pertanian dan peternakan di Indonesia
RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI GELOMBANG SEISMIK. STUDI KASUS GELOMBANG LOVE
Gempa bumi adalah fenomena atau guncangan yang terjadi akibat pelepasan energi secara tiba - tiba yang menimbulkan seismogram . Saat ini terdapat rentan vulkanik dan tektonik akibat Cincin Api Pasifik di Indonesia , dimana tektonik lempeng Indo - Australia dibandingkan dengan tektonik lempeng Pasifik . Oleh karena itu , tujuan penelitian ini adalah melakukan pengujian real-time terhadap sistem pendeteksi gempa bumi berbasis accelerometer. Jenis sensor yang digunakan untuk mengukur kecepatan tanah pergerakan adalah sensor accelerometer IMU ( Inertial Measurement Unit ) dengan tipe IMU 9 DOF . dan mengirimkannya ke software Delphi 7 , maka citra seismik dapat ditampilkan secara real time menggunakan router dan Mikrotik . Tujuan sasarandari penelitian ini adalah untuk mendeteksi gelombang seismik dengan jenis gelombang Love secara real time menggunakan alat komunikasi lokal .dariPenelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gelombang seismik dengan jenis gelombang cinta secara real time menggunakan alat komunikasi lokal . Hasil hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa sensor IMU dapat mendeteksi gelombang seismik Love menggunakan parameter sumbu X dan Y pada program Delphi 7 .dariPenelitian ini menunjukkan bahwa sensor IMU dapat mendeteksi gelombang seismik Love menggunakan parameter sumbu X dan Y pada program Delphi 7
PENGARUH TINGKAT KEMACETAN LALU LINTAS TERHADAP KUALITAS UDARA SIMPANG TIGA TIDAK BERSINYAL JALAN SUROPATI KOTA BATU
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kawasan perkotaan berpengaruh terhadap kinerja simpang serta kualitas udara di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan pada simpang tiga Suropati – Abdul Gani di Kota Batu yang merupakan simpang tidak bersinyal dengan arus lalu lintas padat, khususnya pada jam puncak. Analisis kinerja simpang dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dengan parameter utama berupa kapasitas, derajat kejenuhan, dan tundaan rata-rata. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi kualitas udara melalui pengukuran konsentrasi karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO₂), yang kemudian dianalisis menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 2020.
Dalam Studi ini dilakukan dengan cara survey lalu lintas dan kualitas udara selama tiga hari yaitu hari Kamis, Jumat, Minggu dengan periode survey selama 12 jam, dari jam 6 pagi – 6 sore. Lalu dilakukan Evaluasi Kinerja simpang menggunakan pedoman PKJI 2023 untuk mengetahui nilai derajat kejenuhan (DJ), Tundaan (T), dan Peluang antrian. Untuk kualitas udara digunakan pedoman ISPU 2020 untuk mengetahui nilai indeks standar pencemaran udara dari variabel CO dan NO2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja simpang berada pada tingkat pelayanan kategori B–C sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 96 Tahun 2015, yang berarti tundaan masih dalam kondisi sedang hingga cukup baik, meskipun pada periode jam puncak mulai menunjukkan gejala penurunan kelancaran arus. Dari aspek kualitas udara, konsentrasi CO dan NO₂ yang terukur berada dalam kategori “sedang” menurut klasifikasi ISPU 2020, yang mengindikasikan adanya potensi risiko kesehatan jangka panjang apabila tidak dilakukan pengendalian emisi kendaraan
“Analisis Perubahan Tutupan Lahan Kawasan Lindung Tasi Tolu” (Studi Kasus: Dili, Timor-Leste)
Kawasan lindung memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman
hayati dan fungsi ekosistem. Tasi Tolu, salah satu kawasan lindung di Kota Dili,
Timor-Leste, mengalami tekanan pembangunan signifikan akibat urbanisasi dalam
dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan
lahan di Tasi Tolu pada periode 2003–2013, 2013–2023, dan 2023–2025, serta
mengevaluasi dampak urbanisasi terhadap keberlanjutan fungsi ekologis kawasan.
Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat, dengan metode Maximum
Likelihood Classification (MLC) untuk pemetaan tutupan lahan, dilengkapi analisis
overlay untuk menghasilkan matriks perubahan (gain and loss). Hasil menunjukkan
pada periode 2003–2013, hutan lahan kering mengalami kehilangan terbesar sebesar
325,85 ha (-52%), sementara permukiman meningkat 94,61 ha (83%). Periode 2013
2023 menunjukkan penurunan luas semak/belukar sebesar 149,20 ha (-21%) dan
peningkatan signifikan pada lahan terbangun (76,79 ha; 61%). Pada 2023–2025,
lahan terbuka mengalami penurunan tajam sebesar 161,44 ha (-66%), sedangkan
hutan lahan kering bertambah 84,62 ha (20%). Temuan ini menunjukkan adanya
konversi lahan yang intensif dan perubahan ekosistem yang berpotensi mengancam
fungsi ekologis kawasan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi
strategi konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan, mendukung implementasi
Sistema Nacional de Áreas Protegidas (SNAP) di Timor-Leste.
Kata Kunci: kawasan lindung; Tasi Tolu; urbanisasi