Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry)
Not a member yet
    300 research outputs found

    Carbonization of Palm Oil Empty Fruit Bunch (EFB) in Hydrothermal Processes to Produce Biochar

    No full text
    ABSTRACT Empty fruit bunch (EFB) of palm oil is a waste from the palm oil industries which in a large amount, those waste is not properly utilized yet. EFB is a lignocelluloses waste as a polymer with big molecule such as cellulose, lignin, and hemicelluloses that can be degraded into smaller molecules in hydrothermal carbonization (HTC) process. The HTC process of EFB will result three fractions such as gas, organic water soluble and biochar as solid residue or bio-char-water-slurry. EFB degradation is influenced by the operation conditions such as temperature, pressure, catalysts, reaction time, stirring and ratio liquid and solid. The HTC process involved many routes of reaction such as liquefaction, hydrolysis, dehydration, decarboxylation, condensation, aromatization, and polymerization. In this experiment 60 ml closed vessel was used as the HTC reactor to degrade of EFB. EFB concentration of 6.44% resulted 62% of conversion. Reaction time of 6 hours resulted 62 % of conversion. Increasing the reaction time and temperature increase the conversion of EFB. Liquid products of organic water soluble has cleared yellow color, after several hours the color become darkness that is further reaction still occurs in that solution. Solid products is biochar as brown coal, that can be easily separated and processed into powder, pellet or briquette form with outstanding storage and transport characteristics. For further economic development, biochar with excellent transport characteristics, the possibility of exporting this commodity to the worlds energy market is possible. Key words: EFB, hydrothermal, carbonization, conversion, biocha

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI KAPULAGA (Amomum compactum Sol. Ex Maton)

    No full text
    Testing of antibacterial activity against ethyl acetate extract local cardamom seeds (Amomum compactum Sol. Ex Maton) has been performed. Extraction was carried out using the soxhlet method with methanol solvent and liquid-liquid partitioned with n-hexane, ethyl acetate and n-butanol solvent, antibacterial activity test was performed using the disc diffusion method, fractionation using column chromatography and characterization of active fractions using chromatography GCMS, UV-vis and FTIR spectroscopy. The test results showed that the antibacterial activity of ethyl acetate extract had the highest antibacterial activity against S. aureus and E. coli with inhibition zone diameter of respectively 15.15 ± 1.34 and 13.50 ± 0.70 mm at a concentration of 3200 mg/mL. Results of fractionation of the ethyl acetate fraction using column chromatography with a mobile phase of ethyl acetate: n-hexane (3: 2) yielded three fractions, namely F1 (14.6 mg), F2 (8.1 mg) and F3 (4.6 mg). Fraction 2 had the highest antibacterial activity against S. aureus with inhibition zone diameter of 12.34 ± 0.07 mm at a concentration of 800 ug/mL. The results of the characterization of the fraction 2 obtained using GCMS analysis of three antibacterial compounds suspected of 2.9-dihydroxy-1,8-cineol; 2,4-dihydroxy-1,8-cineol and 2,2-methylene bis [6- (1,1-dimethylethyl) -4-ethyl] phenol. The results of the F2 fraction characterization using UV-Vis spectroscopy showed the presence of group C = C conjugated chromophore at λmax 223 nm and are based on analysis using FTIR there -OH alcohol functional group (3372 cm-1), aliphatic -CH (2926 and 2854 cm-1) , C = C (1695 cm-1), aliphatic CH2 (1402 cm-1), CH3 aliphatic (1384 cm-1), and C-O (1203; 1126; 1091 and 1043 cm-1). Keywords: Antibacterial, S. aureus, E. coli, Amomum compactum Sol. Ex Maton, disk diffusio

    Biochar Sebagai Penyimpan Karbon, Perbaikan Sifat Tanah, dan Mencegah Pemanasan Global : Tinjauan

    Get PDF
    Terjadinya pemanasan global disebabkan karena makin tingginya konsentrasigas rumah kaca (GRK) di atmosfir. Pemanasan global akan memberidampak yang buruk terhadap kehidupan mahluk hidup di bumi ini. GRKyang sangat berpengaruh terhadap naiknya temperatur atmosfir bumi adalahgas CO2 [karbon dioksida], NOx, metan dan freon. Salah satu GRK yangmenjadi perhatian adalah gas CO2, karena gas CO2 kebanyakan dari kegiatanmanusia seperti pembakaran bahan bakar fossil yang jumlahnya selalumeningkat setiap tahunnya. Sejak revolusi industri sampai sekarang terjadiakumulasi gas CO2 di atmosfir yang semakin besar, dengan konsentrasi CO2sebesar 390 ppm. Hal ini ditengarai sebagai penyebab terjadinya pemanasanglobal dan perubahan iklim. Untuk menahan laju penambahan konsentrasigas CO2 di atmosfir perlu adanya cara untuk mengurangi karbon di atmosfir.Salah satu cara untuk mengurangi karbon dioksida CO2 di atmosfir adalahdengan mengkonversi biomasa menjadi biochar dan selanjutnya biochardimasukkan kedalam tanah sebagai pemuliaan tanah agar kelestarianpertanian bisa berlanjut. Bila biochar bisa diproduksi dalam jumlah yangbesar yang setara dengan jumlah karbon yang masuk ke atmosfir, maka akanterjadi keseimbangan antara gas CO2 yang masuk dan keluar atmosfir.Penyimpanan karbon sebesar 1 gigaton pertahun selama 40 tahun akanmenghambat penambahan konsentrasi gas CO2 di atmosfir. Sehingga lajupenambahan gas rumah kaca bisa dicegah

    BACK COVER

    No full text

    Sintesis dan Uji Mekanik Epoksi Termodifikasi Poliuretan Berbasis Ester Gliserol Monooleat

    Get PDF
    Modifikasi epoksi telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan epoksiterutama dalam hal kekuatan tarik. Epoksi termodifikasi poliuretan (ETP)merupakan salah satu cara yang telah dilakukan. Pada penelitian inimodifikasi epoksi menggunakan poliuretan dilakukan dengan caramenambahkan senyawa ester gliserol monooleat sebagai poliol. Sintesis estergliserol monooleat (GMO) dilakukan melalui reaksi esterifikasi gliseroldengan asam oleat dengan katalis asam sulfat dengan rendemen 80%.Sintesis Epoksi Termodifikasi Poliuretan Berbasis Ester Gliserol Monooleat(ETPGMO) dilakukan dengan cara mereaksikan, epoksi, tolonat dan GMOpada suhu 50°C selama 30 menit, menghasilkan rendemen 80%.Karakterisasi gugus fungsi dan struktur GMO dan ETPGMO dilakukandengan FTIR dan NMR. Pembuatan film ETPGMO dilakukan denganmenambahkan hardener. Hasil analisa sifat mekanik menunjukkan bahwakekuatan tarik ETPGMO lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan epoksi yangdisebabkan hadirnya poliuretan.

    Sintesis Selulosa Suksinat dalam Cairan Ion 1-Butil-3-Metilimidazolium Klorida ([BMIM]CL) dengan Metode Microwave Assisted Organic Synthesis (MAOS) dan Penentuan Derajat Substitusinya

    Get PDF
    Selulosa merupakan polimer alam yang sangat melimpah dan digunakansecara luas sebagai bahan mentah untuk berbagai aplikasi industri sepertifiber, kertas, membran, cat dll. Modifikasi selulosa dengan anhidrida suksinatmerupakan salah satu cara untuk memberikan nilai tambah pada selulosatersebut. Untuk meningkatkan kemampuan melarutkan dan efisiensimodifikasi selulosa, digunakan cairan ion 1-butil-3-metilimidazolium klorida([BMIM]Cl) sebagai pelarut. Metode microwave assisted organic synthesis(MAOS) dipilih karena dapat mempercepat laju reaksi, meningkatkan yielddan mengurangi produk samping. Tujuan penelitian ini adalah mensintesisselulosa suksinat dalam [BMIM]Cl dengan metode MAOS serta menentukanfaktor-faktor yang mempengaruhi derajat substitusi (DS) selulosa suksinatyang dihasilkan. Selulosa dilarutkan dalam [BMIM]Cl dengan berbagaiperbandingan dan direaksikan dengan anhidrida suksinat pada perbandinganselulosa:anhidrida suksinat = 1:10 menggunakan reaktor microwave padaberbagai kondisi reaksi (waktu, suhu, daya iradiasi microwave). Berdasarkanpengukuran spektrum FTIR terhadap produk diperoleh bahwa selulosasuksinat berhasil disintesis yang ditandai dengan munculnya puncak barupada bilangan gelombang 1722,43–1726,29 cm-1 yang merupakan pitaserapan untuk C=O ester dengan derajat substitusi pada rentang 0,66 – 1,33.Kondisi pelarutan dan kondisi reaksi mempengaruhi derajat substitusiselulosa suksinat yang dihasilkan. Makin banyak [BMIM]Cl yang digunakan,makin tinggi derajat substitusi selulosa suksinat yang dihasilkan.Keywords : cellulose succinate, ionic liquid, [BMIM]Cl, MAOS method, degree of substitutio

    PREFACE, EDITORIAL BOARD, TABLE OF CONTENT AND LIST OF ABSTRACT

    No full text

    COVER

    No full text

    BACK COVER

    No full text

    Profil Distribusi dan Klirens Pengkontras CT SCAN AuNP-PAMAM G4- NIMOTUZUMAB disimulasikan menggunakan Senyawa 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB

    No full text
    Riset nanopartikel emas sebagai senyawa pengkontras CT-Scan telahdimulai sejak 3 tahun lalu di Indonesia. Riset interaksi antibodi monoklonal,khususnya nimotuzumab, dengan reseptor EGFR/HER1 dimulai sejak lima tahun lalu dan telah dimanfaatkan untuk penyiapan senyawa pengkontras MRI (Magnetic Resonance Imaging) spesifik target melalui pelabelan konjugat dendrimer-nimotuzumab dengan radionuklida. Sintesis senyawa AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab untuk diagnosis dan terapi pada kanker paru-paru telah berhasil dilakukan di PTRR dan hasil karakterisasinya dengan menggunakan beberapa metode seperti KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi), SDS (Sodium Dodecyl Sulphate) page elektroforesa dan TEM (Transmission Electron Microscopy) menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk adalah sebagai AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab. Pada penelitian ini telah dilakukan uji pre klinis dari senyawa pengkontras AuNPPAMAM G4-nimotuzumab meliputi uji distribusi dan klirens dengan disimulasikan menggunakan senyawa radioaktiv 198AuNP-PAMAM G4- nimotuzumab. Hasil uji distribusi senyawa 198AuNP-PAMAM G4- nimotuzumab menunjukkan penimbunan pada beberapa organ seperti ginjal, hati dan limpa, sedangkan dari hasil uji klirens diperoleh waktu paruh biologis senyawa tersebut adalah 11.77 hari. Hasil pemeriksaan terhadap urin dengan menggunakan kolom PD-10 (Sephadex G25) menunjukkan bahwa ~ 85 % yang dikeluarkan lewat urin masih berbentuk AuNP-PAMAM G4- Nimotuzumab. Hasil pencitraan dengan alat autoradiography menunjukkan bahwa sampai dengan 48 jam setelah penyuntikan, akumulasi radioaktivitas yang terdeteksi masih terdapat pada hati.

    105

    full texts

    300

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇