Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry)
Not a member yet
    300 research outputs found

    SIMULASI PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN EQUIVALENCE RATIO DALAM PROSES GASIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT

    No full text
    In this study, a simulation for gasification process of oil palm empty fruit bunches waste (OPEFB) using a fixed bed gasifier (throat downdraft) by varying the particle size of OPEFB and equivalence ratio (ER) was investigated. The rate of fuel consumption was 10 kg/h with air as the oxidizing medium and 1 hour process time for 1 batch. Simulation was performed with two-dimensional approach (2D) using Computational Fluid Dynamics (CFD) ANSYS FLUENT 14 software. Simulation results show that ideal amount of equivalence ratio (ER) for gasification process of OPEFB pellets with diameter (φ) of 6 mm and 8 mm is 0.1 ≤ ER ≤ 0.2. ER variation affects the higher heating value of syngas (HHV), the carbon efficiency (ηC), gasification efficiency and temperature distribution in the gasification reactor. Variations in particle size did not have a significant effect in the gasification process.Keywords: CFD, OPEFB gasification, particle size, equivalence rati

    Karakteristik Probiotik Minuman Fermentasi Laktat Sari Buah Nanas dengan Variasi Jenis Bakteri Asam Laktat

    Get PDF
    Pangan fungsional adalah pangan yang dikonsumsi sebagai diet biasa,memiliki efek fisiologis, dan dapat mengurangi efek dari penyakit kronis.Salah satunya adalah minuman probiotik. Minuman probiotik yang telahdikenal secara luas selama ini diproduksi dengan menggunakan susu sapisehingga relatif mahal harganya. Penggunaan bahan baku alternatif sepertisari buah nanas diperlukan untuk menghasilkan produk minuman probiotikyang lebih terjangkau namun memiliki kualitas yang baik. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh jenis Bakteri Asam Laktat(BAL) terhadap karakteristik minuman probiotik sari buah nanas, danmendapatkan jenis BAL terbaik yang menghasilkan karakteristik probiotikterbaik dari minuman fermentasi laktat sari buah nanas. Penelitian inimenggunakan metode eksploratif dalam perlakuan tunggal jenis BAL:Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus casei, danStreptococcus thermophilus sebagai inokulum uji. Data yang diperolehdianalisis dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil pada 1% dan 5%.Perlakuan yang diamati adalah nilai pH, asam laktat total, jumlah BAL,ketahanan terhadap pH asam (2,5), dan uji aktivitas antagonis terhadapbakteri patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain terbaik yangmenghasilkan minuman probiotik yang memenuhi syarat sebagai kriteriaprobiotik adalah Lactobacillus casei. Minuman probiotik yang dihasilkanoleh Lactobacillus casei memiliki nilai pH 3,54; total asam laktat 3,45; danjumlah BAL 1,1x1010 cfu/mL, selisih antara log jumlah koloni pada pH asamdan kontrol adalah 5,67 cfu/mL; dan aktivitas antagonis terhadap bakteripatogen Bacillus cereus adalah 13,97 mm2 (tertinggi)

    Optimasi Proses Perlakuan Awal NaOH Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk menjadi Bioetanol

    No full text
    Bioetanol dari bahan baku limbah lignoselulosa menjadi energi alternatifyang mulai dikembangkan. Perlakuan awal merupakan tahap awal dariproses konversi lignoselulosa menjadi bioetanol. Perlakuan awal kimiaNaOH dilakukan dengan memasukkan TKKS berukuran 3 mm dan larutanNaOH 10 % pada reaktor bersuhu sedang dan tekanan 4 bar. Pada penelitianakan diketahui pengaruh suhu dan waktu proses pada perlakuan awal TKKS.Variasi suhu proses dimulai dari suhu 140, 150 dan 160 ˚C, sedangkan variasiwaktu proses dimulai dari 20, 30 dan 40 menit. Hasil perolehan biomassatertinggi didapatkan pada proses perlakuan awal dengan suhu 140 ˚C, 20menit sebesar 42,83 % (basis berat kering), delignifikasi tertinggi pada suhu160 ˚C, 40 menit yaitu sebesar 86,92 %. Namun kondisi optimal perlakuanawal TKKS untuk menghasilkan bioetanol tertinggi diperoleh pada suhu 150˚C, 30 menit yaitu perolehan biomassa sebesar 35,97 %, delignifikasi sebesar76,74 % dan yield etanol terhadap TKKS awal sebesar 15.17 % (b/b)

    Pemanfaatan Limbah Kulit Udang untuk Menghasilkan Enzim Kitinase dari Streptomyces macrosporeus InaCC A454

    No full text
    Kitinase (EC 3.2.1.14) adalah enzim yang dapat menghidrolisis ikatanpanjang polimer asetil-D-glukosamina (kitin) menjadi ikatan polimer kitinyang lebih pendek. Kitin banyak ditemukan pada cangkang hewaninvertebrata laut, terutama krustasea,serangga, moluska, dinding sel jamur.Limbah udang sangat penting sebagai sumber kitin. Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan karakteristik enzim kitinase yang dihasilkan olehaktinomisetes asal P. Belitung dengan substrat kitin dari limbah udang,meliputi waktu inkubasi, pengaruh pH, suhu optimum serta stabilitas.Pengaruh beberapa ion-ion logam sebagai aktivator atau inhibitor terhadapaktivitas enzim kitinase diukur dengan spektrofotometer pada λ 584 nm.Strain aktinomisetes diidentifikasi secara molekuler berdasarkan 16S rDNAsekuen. Aktivitas kitinase secara kualitatif diperlihatkan dengan adanya zonabening di sekitar koloni pada media yang mengandung 1% koloidal kitin.Hasil menunjukkan bahwa aktivitas tertinggi pada waktu inkubasi lima hari,suhu 50ºC dan pH 8 berturut-turut sebesar 0,0304 U/mL, 0,0312 U/mL dan0,0421 U/mL. Pengaruh ion logam dalam bentuk kationdivalen danmonovalen masing-masing pada konsentrasi 1 mM diaktifkan olehkationdivalen CaCl2, MnCl2, CuCl2 dan kation monovalen KCl, NaCl.Identifikasi molekuler berdasarkan sekuen16S rDNA menunjukkan bahwaisolat aktinomisetes ini adalah Streptomyces macrosporeus. Strain ini telahdidaftarkan di kultur koleksi InaCC dengan nomor koleksi A 454.

    PENGARUH KONDISI OPERASI TERHADAP KONVERSI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) PADA PROSES HIDROTERMAL

    No full text
    Selulosa merupakan polimer yang dihasilkan oleh makhluk hidup terutama tumbuh-tumbuhan dengan jumlah yang sangat besar, dan sebagian besar menjadi limbah, seperti limbah pertanian, kehutanan dan sampah kota.Limbah tersebut  selama ini belum termanfaatkan dengan baik.  Biasanya dipakai sebagai bahan bakar  dengan nilai kalor yang rendah. Penguraian limbah TKKS akan didapatkan bermacam-macam zat kimia yang mempunyai nilai lebih seperti glukosa,  asam levulinat, erithosa  dan bahan bakar cair dan gas. Proses hidrotermal mampu menguraikan limbah TKKSmenjadi  molekul kecil sebagai bahan bakar cair dan gas. Hidrotermal menggunakan media air yang berfungsi  sebagaipelarut dan reaktan. Peruraian limbah TKKS dipengaruhi oleh kondisi operasi (tekanan, temperatur), jenis katalis, waktu reaksi, pengadukan dan rasio air dan padatan.Reaksi  yang terjadi pada  proses hidrotermal meliputi reaksi liquefaction, hydrolisis, dehydration, decarboxylation, condensation, aromatization dan polimerization. Hasil peruraian TKKS berupa padatanbiochar, zat terlarut dalam air, dan gas. Umpan TKKS 1,8% memberi konversi sekitar 63%, sedangkan pada konsentrasi katalis Na2CO3 0,5% memberi konversi yang cukup tinggi sekitar 75%, pada temperatur operasi 400 oC memberi konversi sekitar 73%,  pada waktu reaksi 3 jam memberi konversi sekitar 70%, sedangkan tekanan awal gas N2 tidak banyak berpengaruh terhadap konversi TKKS.Kata kunci: TKKS, peruraian, konversi, hidrotermal, bahan terlarut air, gas.Cellulose is a polimer that produced in the living thing mainly from plantation with huge in amount, and also the majority from which is left as waste such as agricultural, forestry, food industries and municipal solid waste. Those wastes were not utilized properly yet, commonly used as a fuel with lower calorific value. Degradation of empty fruit bunches (EFB) of palm oil yielded many kind of valuable chemicals such as glucose, levulinic acid,erythrose,  and liquid fuel and gas. EFB is lignocellulosic waste that can be degraded into smaller molecule that can be used as liquid and gas fuel fraction. Hidrothermal used water as a medium that used as solvent and reactant. EFB degradation is influenced by operation condition such as temperature, pressure, catalyst, reaction time, stirring, and ratio of liquid and solid. The hydrothermal process reaction involved such as liquefaction, hydrolysis, dehydration,decarboxylation, condensation, aromatization, and polymerization. EFB degradation resulted solid as biochar, organic water soluble and gas. EFB concentration of 1.8% resulted 63% conversion, catalyst Na2CO3 0.5% resulted 75%, temperature operation of 400 oC gave 73% conversion, reaction time 3 hours gave 70% conversion, initial pressure of N2 gas was not significantly influence to the EFB conversion.Key word: EFB, degradation, conversion, hydrothermal, water soluble, ga

    COVER

    No full text

    Isolasi Kandungan Senyawa Kimia dari Pakis Simpei (Cibotium barometz) serta Uji Bioaktivitas Antioksidan, Uji Toksisitas (BSLT) dan Antidiabetes

    Get PDF
    Cibotium barometz (L.) J. Sm. (Cibotiaceae) merupakan salah satu jenistumbuhan paku pohon komoditi ekspor yang memiliki nilai ekonomi tinggikarena kandungan kimianya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obattradisional maupun modern. Penelitian ini ditujukan pada isolasi kandungankimia dan evaluasi anti oksidan, antidiabetes dan toksisitas ekstrak rimpangdan bulu C. barometz terhadap larva udang Arthemia salina L. (BSLT). Hasiluji antiokoksidan ekstrak metanol bulu dan rimpang serta hasil fraksionasidengan menggunakan metoda radical scavenger DPPH (Diphenyl PicrylHidrazyl), bahwa fraksi etil asetat dan butanol menunjukkan aktivitasberturut-turut dengan IC50 27,53 dan 46,24 ppm dan ekstrak metanol rimpangdan ekstrak metanol bulu dinyatakan kurang aktif dengan IC50 183,43 dan126,10 ppm. Hasil uji toksisitas dengan metoda Brine Shrimp Lethality Test(BSLT) dinyatakan tidak toksik dan hasil uji anti diabetes dengan metoda α-glukosidase juga tidak aktif. Hasil isolasi senyawa kimia ekstrak rimpang danbulu C. barometz dengan metoda kromatografi kolom gravitasi dandiidentifikasi berdasarkan data-data spektra IR dan RMI proton dan karbonserta LC-MS, ekstrak n-heksana rimpang dan ekstrak metanol bulu C.barometz, diperoleh senyawa metil dodekanoat (A), ß-sitosterol (B), ß-sitosterol-O- glukopiranosida (C) dan 2,3,4,5,6-pentahidroksi sikloheksanasam karboksilat (D)

    Pengaruh Ukuran Partikel Biomasa Lignoselulosa pada Pembuatan Bioetanol dan Biobutanol : Tinjauan

    Get PDF
    Bioetanol dan biobutanol dari biomasa lignoselulosa menjadi bahan bakarterbarukan yang sedang menarik perhatian banyak peneliti. Berbagai macambiomasa lignoselulosa yang berupa limbah pertanian, perkebunan,pengolahan hasil hutan, industri dan sampah kota telah diteliti untukdikonversi menjadi alkokol. Berbagai parameter proses mempengaruhiefisiensi dan efektifitas proses konversi biomasa limbah organik tersebutmenjadi alkohol. Salah satu parameter yang tidak banyak diperhatikan olehpeneliti di Indonesia adalah pengaruh ukuran partikel biomasa terhadaptingkat capaian proses konversi biomasa menjadi alkohol. Tinjauan iniditujukan untuk melihat pengaruh ukuran partikel biomasa lignoselulosaterhadap pembuatan bioetanol dan biobutanol sebagai bahan bakar.Peninjauan dilakukan melalui kajian pustaka (desk study) dan ditambahkandengan data primer hasil penelitian di Pusat Penelitian Kimia. Tinjauan inimemperlihatkan bahwa ukuran partikel biomasa mempengaruhi berat jenisunggun, viskositas campuran, luas permukaan spesifik yang kemudianmenentukan luas permukaan kontak. Disamping itu, proses penggilinganmempengaruhi porositas partikel biomasa dan menurunkan kristalinitasselulosa. Semuanya akan mempengaruhi digestabilitas selulosa selama proseshirolisa. Meskipun pengaruh ukuran partikel pada proses konversi masihkontroversi, dan masih menjadi bahan kajian para peneliti, tetapi sebagianbesar memperlihatkan bahwa semakin kecil ukuran partikel biomasa, sampaibatas tertentu, akan meningkatkan proses hidrolisa selulosa menjadi gulasehingga meningkatkan jumlah alkohol yang dihasilkan. Selainmempengaruhi tingkat capaian konversi, ukuran partikel biomasa jugamempengaruhi biaya proses

    PREFACE, EDITORIAL BOARD, TABLE OF CONTENT AND LIST OF ABSTRACT

    No full text

    Identifikasi Logam pada Endapan Lindi Hitam Hasil Samping Proses Bioetanol sebagai Salah Satu Konsep dalam Pemurnian Lignin

    No full text
    Lignin merupakan polimer alam yang bersifat amorf, tidak beracun danmerupakan hasil samping dari proses delignifikasi pada proses bioetanolgenerasi kedua. Produk lignin dari proses ini biasanya masih mengandungselulosa, hemiselulosa, dan senyawaan anorganik, sehingga kontaminantersebut harus dihilangkan pada proses pemurnian. Penelitian ini difokuskanhanya pada penghilangan kotoran anorganik kecuali silika. Lindi hitamdiperoleh dari proses delignifikasi tandan kosong kelapa sawit yangdilakukan dengan menggunakan 5% (b/b) larutan NaOH dengan rasiopadatan dan larutan 1: 5, pada kondisi proses 150oC, 5 bar selama 30menit. Endapan lignin diperoleh dengan menambahkan 50% (v/v) asam sulfatke dalam dua larutan lindi hitam sedemikian hingga larutan mencapai hargapH = 12 dan pH = 1. Kemudian masing-masing larutan disentrifus padaputaran 4000 rpm selama 15 menit. Setelah disaring dan dikeringkan padasuhu 50oC selama 16 jam, sampel kemudian dikarakterisasi dengan TG/DTAdan hasilnya dikonfirmasi dengan uji TPC, sedangkan komposisi unsur-unsuranorganik yang terkandung dalam abu dianalisis dengan EDS, dan distribusipartikelnya diukur dengan PSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampelyang berasal dari larutan dengan pH = 12 menghasilkan 28% kadar abu danmengandung sembilan elemen yang jumlahnya berkisar antara 1,3-18,0%,sedangkan sampel yang berasal dari larutan dengan pH = 1 hanyamengandung 0,9% kadar abu dan mengandung empat unsur anorganik yangjumlahnya berkisar antara 0,2-1,8%. Terjadi penurunan rata-rata ukuranpartikel sampel dari 262 μm sampai 59 μm dengan perubahan kondisi larutandari pH = 12 ke pH = 1

    105

    full texts

    300

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇