Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
160 research outputs found
Sort by
Potensi Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) Sebagai Biopestisida Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)
Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) adalah salah satu kendala penting dalam budidaya tanaman, karena serangan ulat ini dapat menyebabkan kerusakan yang berat dan menunurunkan hasil produksi tanaman baik secara kualitas maupun kuantitas. Pengendalian ulat grayak yang dilakukan masih menggunakan pestisida kimia yang menimbulkan berbagai dampak negative, sehingga diperlukan alternative lain yaitu biopestisida. Daun lamtoro mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu tannin, alkaloid, saponin dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai biopestisida untuk mengendalikan hama. Tujuan pembuatan literature review ini adalah untuk melakukan kajian terkait dengan potensi daun lamtoro (Leucaena leucocephala) sebagai biopestisida untuk pengendali hama ulat grayak. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan literature yang relevan dari database google scholar. Berdasarkan hasil review literature yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa daun lamtoro berpotensi dan efektif sebagai biopestisida untuk ulat grayak. Hal ini juga ditunjang dengan hasil uji beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik untuk mengendalikan ulat grayak adalah antara 80-90% dengan tingkat kematian mencapai 75-90%.
Kajian Fenologi Bunga Dan Uji Reseptivitas Stigma Serta Morfologi Polen Anggrek Kalajengking (Arachnis flosaeris ) Di Maguwoharjo, Sleman
Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenologi bunga dan uji reseptivitas stigma serta morfologi polen anggrek Kalajengking (Arachnis flosaeris). Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mengetahui waktu persilangan atau penyerbukan yang tepat bagi tanaman anggrek Kalajengking. Penelitian ini dilakukan di KP2 Institut Pertanian STIPER Yogyakarta, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode percobaan yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu fase stadium bunga dari mulai anthesis hingga gugur (hari) dengan unit percobaan sebanyak 20 tanaman. Data yang diperoleh selama pengamatan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif komparatif dengan foto untuk menunjukkan hasil pengamatan fenologi bunga berdasarkan tingkat kesegaran bunga. Data kuantitatif dari parameter jumlah gelembung oksigen pada stigma reseptif dan jumlah morfologi polen dianalisis dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga anggrek Kalajengking yang telah anthesis dapat bertahan selama rentang waktu 21 hari setelah itu apabila bunga tidak mengalami penyerbukan maka akan layu, mengering dan gugur. Waktu bertahannya bunga berlangsung cukup lama, sehingga tahap optimal reseptivitas stigma anggrek Kalajengking terjadi pada saat bunga di stadium H+12 setelah anthesis. Dari data hasil penelitian didapatkan unit morfologi polen amorf lebih banyak dibandingkan dengan unit morfologi polen tetramor
Respons Kalus Embriogenik Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum) Var. Kidang Kencana Terhadap Berbagai Modifikasi Media Kultur Dalam Proses Induksi Akar
Tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu bahan penghasil gula utama di Indonesia dan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia dan menjadi sumber devisa negara. Kemenperin mencatat, produksi gula nasional hanya mencapai angka 2,17 juta ton. Sementara, kebutuhan gula nasional mencapai 66 juta ton. Ini menandakan Indonesia baru mampu memenuhi 3,29% dari total kebutuhan nasional, sehingga lebih dari 96% defisit kebutuhan gula nasional yang belum mampu dan harus dipenuhi Indonesia.. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan komposisi media kultur yang tepat dan optimal untuk pertumbuhan akar dari kalus embriogenik tanaman tebu. Penelitian ini bertempat di Laboraturium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Lampung. Proses induksi akar ini dilakukan melalui modifikasi media MS dengan campuran IAA, Kinetin, CM, 2,4-D, dan sukrosa yang dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok. Variabel yang diamati adalah respons kalus, waktu tumbuh akar, panjang akar dan jumlah akar. Hasil penelitian dan pengujian menunjukkan bahwa komposisi media berpengaruh terhadap perkembangan akar. Media dengan kombinasi IAA menghasilkan respons berupa akar, namun media dengan kombinasi 2,4-D memberikan respons berupa pelebaran kalus. Hasil pengamatan menunjukkan perlakuan terbaik untuk pengakaran adalah kombinasi media IAA 1 mg.l-1 baik berupa rata-rata panjang 1,56 cm dan jumlah akar 2,08
Pertumbuhan Planlet Anggrek Cattleya sp. Setelah Penambahan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Medium Vacin and Went
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi ekstrak tomat (Solanum lycopersicum L.) yang efektif bagi faktor-faktor pertumbuhan planlet Cattleya sp. yaitu persentase jumlah planlet hidup, tinggi planlet, jumlah daun, jumlah tunas dan kandungan klorofil. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor berupa ekstrak tomat dengan menggunakan 5 taraf konsentrasi ekstrak tomat yaitu 0 % (sebagai kontrol), 5% , 10%,15% dan 20%. Penelitian ini dilakukan dengan 5 kali ulangan pada setiap konsentrasi dan setiap ulangan terdiri dari 2 planlet tanaman anggrek Cattleya sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi ekstrak tomat pada medium Vacin and Went (VW) yang efektif untuk pertumbuhan planlet anggrek Cattleya sp. yaitu konsentrasi 15% (v/v) untuk peningkatan jumlah daun dan konsentrasi 5% (v/v) untuk peningkatan jumlah tunas. Pemberian berbagai konsentrasi ekstrak tomat pada tinggi planlet serta kandungan klorofil a, b dan total memberikan efek yang menghambat
Respon Berbagai Varietas Pakcoy (Brassica rapa Kultivar chinensis) Terhadap Sumber Nutrisi Pada Sistem Budidaya Secara Hidroponik
Meningkatnya kemajuan teknologi industri seperti pabrik-pabrik. semakin berkembang, sehingga menggeser lahan pertanian terutama di daerah perkotaan yang mengakibatkan lahan pertanian semakin sedikit. Kebutuhan masyarakat akan pangan semakin meningkat, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khusus masyarakat perkotaan, yaitu dengan cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Respon pertumbuhan beberapa varietas dan jenis nutrisi pada tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa Kultivar chinensis) yang dibudidayakan dengan system hidroponik. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot yang rangcang secara acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor (3x3) faktor utama jenis nutrisi (N) yang terbagi tiga taraf : N1 = AB mix, N2 = POC Biogan, N3 = POP Supernasa dan faktor kedua perlakuan varietas (V) yang terbagi tiga taraf : V1 = Green Pakcoy, V2 = White Pakcoy, V3 = Brisk Green, yang masing-masing diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan nutrisi menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy, nutrisi AB Mix memberikan respon yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy.Perlakuan varietas Pakcoy berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy, Varietas White Pakcoy dan Green Pakcoy memberikan respon yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy. Interaksi antara Nutrisi dengan varietas Pakcoy, menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan sawi Pakcoy. Hasil terbaik interaksi nutrisi diperoleh antara AB mix dengan varietas White Pakcoy, POC Biogan dengan Green Pakcoy, POP Supernasa dengan White Pakcoy. Sedangkan interaksi verietas dengan nutrisi hasil terbaik diperoleh antara semua varietas pakcoy dengan nutrisi AB Mix
Uji Efektivitas Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers.) pada Hama Padi Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) dalam Skala Rumah Kaca
Di Indonesia Tanaman Padi (Oryza sativa) adalah komoditas pangan yang utama bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan pada setiap tahunnya kebutuhan beras di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya pertumbuhan penduduk yang sangat cepat namun, produksi tanaman padi sering mengalami penurunan karena disebabkan oleh serangan hama padi yaitu wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stal.). Wereng batang coklat menyerang tanaman padi pada masa vegetatif yang mengakibatkan kerusakan secara langsung maupun tidak langsung. Sebagian besar petani masih menggunakan pestisida kimia dalam mengendalikan hama pada tanaman padi, namun saat sekarang penggunaan pestisida kimia mulai dikurangi dan digantikan dengan pestisida nabati. Tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah tanaman brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers.) yang dapat dimanfaatkan pada bagian batangnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pestisida nabati ekstrak batang brotowali dan konsentrasi terbaik terhadap kematian wereng batang coklat. Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) lima perlakuan dengan konsentrasi t0 : kontrol/tanpa perlakuan, t1 : 3,125% (3,125 ml ekstrak batang brotowali + 96,875 ml air aquades), t2 : 6,25% (6,25 ml ekstrak batang brotowali + 93,75 ml air aquades), t3 : 12,5% (12,5 ml ekstrak batang brotowali + 87,5 ml air aquades), t4 : 25% (25 ml ekstrak batang brotowali + 75 ml air aquades) dan terdiri dari empat kelompok sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap kematian wereng batang coklat dan konsentrasi terbaik ekstrak batang brotowali adalah t4 : 25% efektif untuk mematikan wereng batang coklat sebesar 82,50%
Manajemen Nutrisi Si Dalam Peningkatan Pertumbuhan Dan Ketahananalami Tanaman Jagung (Zea Mays) Pada Berbagai Kondisi Media Tanah
Salah satu upaya peningkatan produktivitas tanaman jagung yang ramah lingkungan yaitu dengan manajemen nutrisi melalui unsure beneficial seperti Silikon (Si). Unsur hara ini mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen, menekan stress biotik dan abiotik. Peran silicon terhadap tanaman tersebut sebanding dengan tingkat kandungan unsur tersebut di jaringan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor lingkungan media tumbuh yang berpengaruh terhadap terhadap tingkat serapan Si dan implikasinya terhadap pertumbuhan dan ketahanan alami tanaman. Metode yang akan dilaksanakan pada penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan RAL faktorial dengan 3 ulangan dan dianailisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) yang dilanjutkan dengan Uji duncant (DMRT) apabila terdapat beda nyata. Output dari penelitian yaitu informasi factor dominan media tanam yang mempengaruhi ketersediaan dan tingkat serapan Si tanaman jagung yang berimplikasi pada pertumbuhan dan ketahanan alami jagung. Hasil penelitian bahwa Kandungan Si di jaringan daun meningkat sejalan dengan peningkatan dosis pupuk Si pada media yang cukup BO, Kahat P, dan Kelebihan N yang menyebabkan penurunan N di jaringan tanaman pada media tinggi N dan peningkatan P pada media yang kahat P, peningkatan kandungan Si dijaringan daun cenderung meningkatkan ketahanan alami tanaman terhadap hama dan penyakit
Keragaan Varietas Tebu Unggul Baru pada Fase Pembibitan dengan Pemberian Nano Silika
Tebu merupakan akumulator silika yang berarti memerlukan banyak asupan silika. Pupuk silika (Si) dapat berasal dari berbagai sumber dan terobosan teknologi saat ini tersedianya Si dalam bentuk nano. Beberapa varietas tebu unggul baru belum diuji pada lahan marginal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian nano silika terhadap pertumbuhan fase bibit beberapa varietas unggul baru pada tanah entisol. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama aplikasi nano Si (S) terdiri atas aplikasi nano Si 0% (S1) dan aplikasi nano Si 30% (S2). Faktor kedua varietas unggul baru terdiri atas Bululawang (V1), NX-01 (V2), NX-02 (V3), dan VMC 86-550 (V4). Hasil penelitian menunjukkan pemberian nano Si tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tebu fase pembibitan, sedangkan varietas dan interaksi nano Si x V berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tebu. Varietas VMC 86-550 menunjukkan rata-rata pertumbuhan yang lebih baik pada seluruh variabel pengamatan
Rekayasa Substrat Pada Sistem Budidaya Hidroponik untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Prei (Allium ampeloprasum L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rekayasa substrat pada sistem budidaya hidroponik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang prei (Allium Ampeloprasum L.). Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) yang terdiri dari satu faktor, yang masing – masing di ulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang digunakan ialah komposisi media serabut kelapa (A), media arang kayu (B) dan media batu bata (C) dengan kombinasi dari ke tiga substrat sesuai perbandinga komposisi.Hasil penelitian menunjukan bahwa, perlakuan media yang berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun yaitu media sabut kelapa 25 % + arang kayu 75 % . Pada parameter panjang akar per sample media yang berpengaruh hampir sama dengan tinggi tanaman, namun hanya berbeda pada presentase media yaitu arang kayu 25 % + sabut kelapa 75 % . Namun berbeda dengan parameter berat akar per sample dan berat segar bagian atas tanaman, perlakuan media yang berpengaruh nyata terhadap berat segar bagian atas tanaman yaitu perlakuan media B ( Arang kayu )
Respons Setek Kopi Robusta (Coffea Canephora Pierre Ex Frochner) Terhadap Berbagai Konsentrasi Auksin
Klon kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex Frochner) yang tidak dapat dipercaya yang berbeda-beda. Upaya mempercepat pertumbuhan setek dapat dilakukan dengan mempersembahkan auksin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi auksin terbaik pada pertumbuhan setek kopi robusta klon -BP 308. Penelitian berlangsung selama 4 bulan mulai dari 18 November 2019 hingga 18 Maret 2020 di Kebun Percobaan dan Laboratorium Analisis Politeknik Negeri Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah instrumen pengendapan yang terdiri atas 0 ppm (Z 0 ), 100 ppm (Z 1 ), 200 ppm (Z 2 ), 300 ppm (Z 3 ), dan 400 ppm (Z 4 ). Variabel pengamatan dari penelitian termasuk proporsi setek hidup, jumlah daun, volume akar, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah tajuk, dan bobot kering tajuk. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disangkal bahwa memberikan auksin dengan konsentrasi 300 ppm mampu meningkatkan jumlah daun setek kopi pada 2 BST