Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
160 research outputs found
Sort by
Pengaruh Komposisi Limbah Media Jamur Tiram Dan Pupuk Gandasil B Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah
Kacang tanah merupakan salah satu tanaman pangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang tinggi. Upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil kacang tanah dapat dilakukan dengan pemberian komposisi media limbah media jamur tiram dan pupuk Gandasil B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi mengetahui adanya pengaruh secara mandiri antara limbah media jamur tiram dan pemberian pupuk Gandasil B terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Percobaan dilaksanakan di Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut dari bulan April sampai Juli 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 X 4, faktor pertama adalah komposisi limbah media jamur tiram yaitu 100% tanah, 75% tanah 25% limbah media jamur tiram, 50% tanah 50% limbah media jamur tiram, dan 25% tanah 75% limbah media jamur tiram. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Gandasil B yaitu 0, 3, 6 adan 9 g Gandasil B/L. Variabel yang diamati yaitu: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, hasil polong basah per tanaman, hasil polong kering per tanaman dan bobot 100 biji. Hasil Penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara berbagai komposisi limbah media jamur tiram dan pupuk Gandasil B tetapi memberikan pengaruh secara mandiri terhadap variabel yang diamati. Perlakuan 75% tanah 25% limbah media jamur tiram serta perlakuan 6 g Gandasil B/L secara mandiri memberikan nilai tertinggi terhadap semua variabel yang diamati
Potensi Bakteri Filosfer Sebagai Agens Hayati Penyakit Pustul (Xanthomonas Axonopodis Pv.Glycines) Dan Pemacu Pertumbuhan Kedelai
Penyakit pustul bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas aonopodis pv. Glycines (Xag) merupakan penyakit penting pada kedelai. Kami menggunakan 11 isolat bakteri filosfer JB 4, JB5, JB6, JB7, JB12, JB1, ST31, ST32, ST4, LB2 dan LB3 sebagai agen hayati karena mempunyai “niche” yang sama dengan pathogen, untuk mengetahui kemampuannya dalam mengendalikan Xag dan memacu pertumbuhan tanaman kedelai. Hasil in vitro menunjukkan bahwa inokulasi Xag pada benih kedelai akan menurunkan daya kecambah kedelai. Seed treatment dengan menggunakan bakteri filosfer mampu meningkatkan perkecambahan kedelai yang terinfeksi Xag. Isolat JB 5 dan JB 7 merupakan isolate terbaik dengan daya kecambah yang sama 95% dengan efektivitas ± 35.71% dibandingkan kontrol. Sedangkan isolat JB13 terbaik dalam meningkatkan panjang radikula yaitu 3,13 cm dengan efektivitas 104,58%. Isolat JB7, JB12, JB13 dan ST32 mempunyai kemampuan yang sama dalam mengendalikan penyakit pustule kedelai di rumah kaca dengan keparahan penyakit berkisar ±21,37 dan efektivitas ± 66.41%. Isolat JB 12 dan JB13 menunjukkan kemampuan yang terbaik dalam meningkatkan tinggi tanaman yaitu ± 95.58 cm, jumlah cabang ± 5.53dan jumlah daun ± 29.89. Isolate JB12, JB13 dan ST32, diikuti JB5 dan JB7 berpotensi sebagai agen hayati untuk mengendalikan penyakit pustul dan meningkatkan pertumbuhan kedelai
Efek Pemberian Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) Terhadap Kandungan Karbohidrat dan Pertumbuhan Planlet Anggrek Dendrobium striaenopsis
Anggrek larat (Dendrobium striaenopsis) merupakan tumbuhan yang ditemukan di daerah Maluku dan hidup secara epifit dengan menumpang pada batang pohon. Anggrek ini memiliki ciri khas, yaitu bunga berwarna ungu tua, keunguan dan putih, serta perbungaan yang berlangsung lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak tomat yang optimum terhadap pertumbuhan planlet anggrek D. striaenopsis dan terjadi peningkatan kandungan karbohidrat terlarut total. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu ekstrak tomat dan 5 taraf konsentrasi (0%, 10%, 20%, 30% dan 40%). Data dianalisis menggunakan analisis Anova, jika terdapat beda nyata maka dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kandungan karbohidrat terlarut total tertinggi pada konsentrasi 30% serta terdapat konsentrasi ekstrak tomat yang optimum terhadap pertumbuhan planlet anggrek D. striaenopsis yaitu pada konsentrasi 10% pada parameter tinggi planlet, jumlah daun, jumlah tunas dan jumlah akar
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA) TERHADAP PEMBERIAN NUTRISI DAN BEBERAPA MACAM MEDIA TANAM SISTEM HIDROPONIK NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE)
Tanaman selada memerlukan unsur hara makro dan unsur unsur mikro sesuai dengan kebutuhan yang telah tersedia di dalam larutan nutrisi untuk pertumbuhan dan kualitas tanaman. Untuk memenuhi kebutuhan maka hidroponik merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman terutama dilahan sempit. Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot RAL yang terdiri dari perlakuan Nutrisi sebagai Petak Utama terdiri tiga taraf yaitu AB Mix (N1), NPK Mutiara 16-16-16 (N2) dan Urea TSP KCl, Gandasil D (N3) demikian juga Media tanaman sebagai Anak Petak seanyak tiga taraf yaitu Rock woll (M0), Arang sekam (M1) dan Batu bata (M2) dan diulang tiga kali. Analisis data dilakukan dengan uji F dan dlanjutkan dengan uji lanjut Duncan 5%. Hasil peneltian pemberian nutrisi AB Mix berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada pada tinggi tanaman 14 hst, selanjutnya media tanam rockwool berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada pada variabel pengamatan jumlah helai daun. Pengaruh interaksi nutrisi dan media,berpengaruh pada variabel pengamatan jumlah helai daun dan panjang daun
MESOFAUNA TANAH: DIVERSITAS DAN KELIMPAHANNYA PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN BERBEDA DI BOGOR, JAWA BARAT
Keberadaan mesofauna tanah bergantung pada sumber energi seperti bahan organik dan biomassa hidup yang terkait dengan aliran siklus karbon di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelimpahan dan keragaman mesofauna tanah pada tiga tipe penggunaan lahan di Bogor, Jawa Barat. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 5 titik lokasi sampel pada tipe penggunaan lahan hutan, kebun, dan tegalan. Ekstraksi mesofauna tanah pada masing-masing tipe penggunaan lahan menggunakan metode berlese tulgren, kempson extractor , dan pitfall traps. Kelimpahan mesofauna tanah terbesar terdapat pada tipe penggunaan lahan tegalan yang diekstraksi menggunakan metode kempson sampel seresah dengan densitas 835 individu/m2. Indeks diversitas tertinggi meso fauna tanah terdapat pada tipe penggunaan lahan hutan
PENGARUH PUPUK ORGANIK KULIT BUAH KOPI DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin)
Penelitian dilaksanakan dikebun Pembibitan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan dan Laboratorium Analisis Politeknik Negeri Lampung pada bulan Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3 x 3. Faktor Faktor pertama adalah komposisi pupuk organik kulit buah kopi yang terdiri dari 3 taraf (42 , 84, dan 168 g.polybag-1 ). Faktor kedua adalah dosis pupuk urea ( 0, 1, dan 2 g.polybag-1 ). Variabel pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah cabang utama, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman dan rendemen. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh pemberian , pupuk organik kulit buah kopi dan pemberian pupuk urea maupun interaksi keduanya. . Rendemen tertinggi didapatkan pada perlakuan dosis pupuk 1 g.polybag-1 urea tertinggi yaitu 2.10
RETRACTION: EKSPLORASI BACILLUS SEBAGAI AGENS ANTAGONIS TERHADAP XANTHOMONAS AXONOPODIS PV. GLYCINES DARI FILOSFER GULMA DI PERTANAMAN KEDELAI
Penyakit pustul bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. glycines (Xag) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kedelai. Bakteri Bacillus asal filosfer kedelai mempunyai potensi untuk menghambat patogen tersebut. Filosfer gulma di pertanaman kedelai juga merupakan habitat yang baik bagi hidup Bacillus. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan Bacillus dari filosfer gulma yang berpotensi sebagai agen antagonis terhadap Xag. Metode penelitian meliputi eksplorasi, screening dan identifikasi secara fisiologi biokimia. Hasil penelitian diperoleh sejumlah 31 isolat dan 22 isolat diantaranya mampu menghambat Xag dengan daya hambat yang beragam. Lima strain Bacillus spp. memiliki daya hambat besar terhadap Xag yaitu strain Bp 2(2), Jg3(3), Bg d1(1), Jg 1(3) dan Jg 1(4)1 dengan masing-masing zona hambat sebesar 15 mm, 11 mm, 10 mm, 9,5 mm, dan 8.5 mm. Hasil identifikasi secara fisiologi biokimia menunjukkan bahwa Bacillus strain Jg 3(6), Bg d 1(1), Jg 1(3), Jg 1(4)1 memiliki karakteristik yang mirip dengan B. licheniformis dan strain Bp 2(2) memiliki karakteristik yang mirip dengan B. coagulans
PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (KULIT PISANG) DAN PUPUK NPK
Ketersediaan tanah subur sebagai media tanam di pembibitan kelapa sawit semakin terbatas. Pemberian pupuk organik maupun anorganik pada media tanam untuk meningkatkan kandungan unsur hara sangat dibutuhkan oleh tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery dengan pemberian pupuk organik cair kulit pisang dan pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial (dua faktor) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Faktor I adalah konsentrasi pupuk organik cair (POC) kulit pisang yang terdiri dari 4 aras yaitu: K0 = 0%, K1 = 10%, K2 = 20%, dan K3 = 30%. Faktor II adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari 4 aras yaitu: D0 = 0g/polibag, D1 = 1,25g/polibag, D2 = 2,5g/polibag, dan D3 = 3,75g/polibag. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian memperlihatkan terjadi interaksi nyata antara pemberian POC kulit pisang dan NPK terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat segar tajuk, berat kering akar. Kombinasi perlakuan terbaik adalah konsentrasi POC kulit pisang 10% dan dosis pupuk NPK 1.25 g/tanaman.Ketersediaan tanah subur sebagai media tanam di pembibitan kelapa sawit semakin terbatas. Pemberian pupuk organik maupun anorganik pada media tanam untuk meningkatkan kandungan unsur hara sangat dibutuhkan oleh tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery dengan pemberian pupuk organik cair kulit pisang dan pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial (dua faktor) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Faktor I adalah konsentrasi pupuk organik cair (POC) kulit pisang yang terdiri dari 4 aras yaitu: K0 = 0%, K1 = 10%, K2 = 20%, dan K3 = 30%. Faktor II adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari 4 aras yaitu: D0 = 0g/polibag, D1 = 1,25g/polibag, D2 = 2,5g/polibag, dan D3 = 3,75g/polibag. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian memperlihatkan terjadi interaksi nyata antara pemberian POC kulit pisang dan NPK terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat segar tajuk, berat kering akar. Kombinasi perlakuan terbaik adalah konsentrasi POC kulit pisang 10% dan dosis pupuk NPK 1.25 g/tanaman.Ketersediaan tanah subur sebagai media tanam di pembibitan kelapa sawit semakin terbatas. Pemberian pupuk organik maupun anorganik pada media tanam untuk meningkatkan kandungan unsur hara sangat dibutuhkan oleh tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery dengan pemberian pupuk organik cair kulit pisang dan pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial (dua faktor) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Faktor I adalah konsentrasi pupuk organik cair (POC) kulit pisang yang terdiri dari 4 aras yaitu: K0 = 0%, K1 = 10%, K2 = 20%, dan K3 = 30%. Faktor II adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari 4 aras yaitu: D0 = 0g/polibag, D1 = 1,25g/polibag, D2 = 2,5g/polibag, dan D3 = 3,75g/polibag. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian memperlihatkan terjadi interaksi nyata antara pemberian POC kulit pisang dan NPK terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat segar tajuk, berat kering akar. Kombinasi perlakuan terbaik adalah konsentrasi POC kulit pisang 10% dan dosis pupuk NPK 1.25 g/tanaman
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DAN DOMINASI SERANGGA PADA TANAMAN BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) DENGAN TEKNIK YELLOW TRAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan peran serangga serta serangga yang mendominasi pada tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.). Penelitian dilaksanakan di Kampung Sindang Sari, Kecamatan Leles Kabupaten Garut dari Bulan Mei hingga Juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pada lahan penelitian dengan pemasangan perangkap serangga yaitu yellow trap sebanyak 12 trap yang ditentukan polanya secara acak dan pengamatan secara visual saat di lahan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 9 ordo serangga yaitu ordo Diptera, Hymenoptera, Coleoptera, Hemiptera, Lepidoptera, Araneae, Odonata, Orthoptera, dan Isoptera. Serangga yang berperan sebagai hama terdapat 5 ordo yaitu Diptera, Hemiptera, Lepidoptera, Orthoptera, Isoptera, dan serangga yang berperan sebagai musuh alami terdapat 3 ordo yaitu Ordo Odonata, Coleoptera, Araneae, sedangkan ordo Hymenoptera termasuk kedalam musuh alami dan sebagai serangga penyerbuk (pollinator) dan serangga yang mendominasi yaitu ordo Diptera sebanyak 3223 serta indeks keanekaragaman serangga 1,0123733 memiliki nilai tolak ukur sedang dan indeks dominasi serangga 0,439025297 dengan nilai tolak ukur rendah
PEMANFAATAN BEBERAPA PERANGKAP WARNA BERPEREKAT DALAM MENGENDALIKAN HAMA PADA TANAMAN KEDELAI VARIETAS WILIS
Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan pengendalian hama menggunakan perangkap warna berperekat terhadap tanaman kedelai varietas wilis Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai dengan bulan Oktober 2017. Bertempat di Desa Ampel Krajan Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yaitu pemberian perekat berwarna yang terdiri dari 5 level yang diulang sebanyak 6 kali yaitu warna kuning, warna hijau, warna putih, warna merah, dan warna biru. Pengamatan dilakukan terhadap parameter macam-macam serangga, jumlah hama dan intensitas serangan hama. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemanfaatan beberapa perangkap pada tanaman kedelai varietas Willis memberikan pengaruh nyata (significant) terhadap parameter jumlah hama yang terperangkap. Perangkap warna kuning merupakan perangkap warna yang efektif karena hama lebih tertarik pada warna kuning