Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
    160 research outputs found

    Regenerasi Tanaman Porang (Amarphopalus onchopillus) Secara In Vitro dengan Eksplan Daun

    Get PDF
    Porang merupakan salah satu komoditas tanaman yang sangat potensial dan prospektif untuk dilakukan pengembangan. Namun dalam kegiatan budidaya masih terkendala dalam penyediaan bibit porang yang kurang sehingga produksi tidak bisa memenuhi permintaan ekspor. sistem regenerasi porang secara in vitro menjadi salah satu alternatif dalam mendukung terhadap upaya produksi bibit porang secara masal serta pemuliaan dengan bioteknologi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah dalam upaya mendapatkan metode regenerasi porang secara in vitro yang optimal, baik melalui jalur organogenesis maupun embriogenesis somatic memakai eksplan daun dan dengan perbedaan konsentrasi dan jenis ZPT. Penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif dan visual. Adapun hasil yang didapatkan perlakuan penggunaan ZPT dengan perlakuan K2 dapat merangsang regenerasi eksplan secara somatik embryogenesis dan pemberian ZPT dengan perlakuan K4 dapat merangsang regenerasi eksplan secara organogenesis dengan kecenderungan terbaik

    Evaluasi Kesesuaian Lahan Komoditas Perkebunan di Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap komoditas perkebunan di Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli - Oktober 2020. Dengan menggunakan metode analisis pencocokan (Matching), persyaratan tumbuh tanaman dan dilakukan metode overlay menggunakan extension modelbuilder. Kelas kesesuaian lahan untuk komoditas perkebunan kemiri adalah S1 (sangat sesuai) dengan luas 27.889,203 ha atau (64,52 %), S2 (cukup sesuai) dengan luas 15.238,136 ha atau (35,25 %), dan N (tidak sesuai) 8,4 ha atau (0,02 %). Komoditas jambu mete dengan kesesuaian lahan S1 (sangat sesuai) dengan luas 7.676,022 ha atau (17,75 %), S2 (cukup sesuai) dengan luas 35.453,526 ha atau (82,02 %), dan N (tidak sesuai) 9,1 ha atau (0,03 %). Komoditas kelapa dengan kesesuaian lahan S2 (cukup sesuai) dengan luas 21.445,633 ha atau (49,61 %), S3 (sesuai marginal) dengan luas 21.683,66 ha atau (50,16 %), dan N (tidak sesuai) 9,4 ha atau (0,03 %).

    Invigorasi Benih Padi Gogo Lokal Varietas Buyung dengan Menggunakan Larutan Organic Priming Buah Tomat

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh invigorasi benih padi gogo lokal varietas Buyung dengan menggunakan larutan organic priming buah tomat pada berbagai konsentrasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Produksi Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru selama 1 bulan sejak 1-30 Desember 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 taraf dengan 4 ulangan, terdiri atas 4 sub sampel pada masing-masing satuan percobaan. Parameter pengamatan terdiri dari potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, panjang akar, dan panjang plumula. Perlakuan invigorasi menggunakan larutan organic priming buah tomat memberikan pengaruh nyata terhadap panjang akar namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan panjang plumula. Pengaruh terbaik pada panjang akar ditunjukkan oleh larutan organic priming buah tomat konsentrasi 15%

    Invigorasi Mutu Fisiologis Benih Terung Ungu (Solanum melongena L.) Kadaluarsa dengan Beberapa Teknik Osmoconditioning

    Get PDF
    Invigorasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi benih yang telah mengalami deteriorasi. Osmoconditioning adalah teknik invigorasi dengan perlakuan hidrasi benih terkontrol dengan tujuan mempercepat proses imbibisi dan aktivasi enzim sehingga perkecambahan terjadi lebih cepat dan serempak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik osmoconditioning yang mampu meningkatkan mutu fisiologis benih terung yang telah lewat masa edar/kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakan secara acak lengkap faktor tunggal yaitu perlakuan osmoconditioning yang terdiri dari 9 (sembilan) perlakuan yaitu kontrol, air hangat, ekstrak bawang merah, Poli Etilen Glikol (PEG) 1%, PEG 3%, PEG 5%, KNO3 2 gr/L, KNO3 4 gr/L, dan KNO3 6 gr/L. Masing-masing perlakuan terdiri dari 25 butir benih dan diulang 3 kali. Benih terung kadaluarsa 2 tahun 10 bulan telah mengalami deteriorasi dengan viabilitas 80%. Perlakuan osmoconditioning menggunakan KNO3 mampu meningkatkan viabilitas maupun vigor benih terung kadaluarsa nyata lebih baik dibandingkan kontrol dari pengamatan daya berkecambah, indeks vigor, bobot kering kecambah normal, serta tinggi kecambah. Perlakuan osmoconditioning dengan PEG menghasilkan panjang akar paling besar sebagai respon benih terhadap lambatnya imbibisi yang cenderung mengarah ke kondisi kekeringan

    Karakter Fisik Gabah Mutan Generasi M3 Padi Lokal Pasang Surut Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisik gabah mutan generasi M3 padi lokal pasang surut Kalimantan Selatan.  Bahan genetik adalah gabah yang berasal dari 5 tetua dan 25 mutan terseleksi berdasarkan hasil perhitungan MPE. Seluruh bahan genetik diamati sebanyak 2 kali ulangan, sehingga berjumlah 60 satuan pengamatan.  Analisis data menggunakan analisis ragam dengan pola Rancangan Acak Kelompok.  Apabila kesimpulan dari pengujian analisis ragam berpengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjutan berupa uji Gugus Scott-Knott pada taraf 5 % untuk membandingkan kelompok gugus mutan M3 dengan tetua masing-masing.  Hasil menunjukan bahwa panjang gabah, lebar gabah, serta rasio panjang dan lebar gabah galur M3 hasil seleksi mutan padi lokal pasang surut Kalimantan Selatan berbeda sangat nyata dengan masing-masing tetua

    Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis KNO3 dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Kubis Bunga (Brassica Oleraceae L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan dosis KNO3 dan konsentrasi pupuk organik cair urin sapi terhadap pertumbuhan kubis bunga. Penelitian dilaksanakan di Desa Cintanagara Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut dari bulan Juli sampai Agustus 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor masing-masing faktor 4 taraf dengan  2 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk KNO3 yang terdiri dari 0, 175, 263 dan 350 g KNO3/plot; faktor yang kedua konsentrasi pupuk organik cair  (POC) urin sapi yang terdiri dari 0, 100, 1000, 1500 ml POC/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis KNO3 dan urin sapi. Secara mandiri perlakuan pupuk KNO3 berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter bunga dan bobot bunga dengan dosis terbaik adalah 350 g KNO3/plot. Secara mandiri perlakuan urin sapi berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun dengan perlakuan terbaik pada 1000 ml urin sapi/L

    Dominansi Serangan Kepik Coklat (Riptortus linearis F.) (Hemiptera: Alydidae) dan Kepik Hijau (Nezara viridula L.) (Hemiptera: Pentatomidae) pada Tanaman Kedelai di Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali

    Get PDF
    Kepik Coklat Riptortus linearis F. dan kepik hijau Nezara viridula L. merupakan hama tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dominansi serangan kepik coklat R. linearis dan kepik hijau N. viridula pada tanaman kedelai di kecamatan Payangan, Gianyar, Bali. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Desa Semaon, Kecamatan Payangan, Kab. Gianyar, Bali mulai bulan September sampai Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengambilan data populasi serta persentase serangan R. linearis dan N. viridula. Penelitian ini dibagi menjadi 6 sub plot (Demplot) pengamatan yang tesebar secara diagonal dan diambil sebanyak 10 tanaman sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama R. linearis muncul pertama kali pada umur 28 HST di demplot 1 rata-rata (0,1 ekor) sedangkan hama N. viridula pertama muncul pada umur 35 HST di demplot 4 (0,3 ekor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase serangan R. linearis lebih tinggi (0,9%) dibandingkan dengan N. viridula (0,8%) di demplot 3 pada umur 70 HST. Hama R. linearis lebih dominan dari pada hama N. viridula di Payangan, Gianyar, terlihat dari umur 35 HST sampai umur 70 HST jumlah populasi R. linearis lebih tinggi dari pada N. viridula artinya bahwa hama yang mendominasi tanaman kedelai di Payangan, Gianyar adalah R. linearis

    Pengaruh Beberapa Sumber Auksin Terhadap Tingkat Keberhasilan Perbanyakan Kopi Dengan Metode Sambung-Stek

    Get PDF
    Petani kopi Arabika umumnya menanam kopi menggunakan bibit cabutan sebagai bahan tanam. Teknik sambung stek merupakan teknik perbanyakan kopi yang daianggap lebih efisien oleh beberapa kebun komersial di Indonesia. Proses pembibitan hanya membutuhkan waktu 3-4 bulan sedangkan masa tunggu hingga panen pertama cukup menunggu 3 tahun masa TBM (tanaman belum menghasilkan). Pemanfaatan sumber auksin dalam hal proses stek tanaman umum dilakukan, namun untuk dibandingkan dengan beberapa sumber auksin alami masih belum banyak ditemui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa sumber auksin alami maupun sintetis dalam proses pembibitan kopi dengan metode sambung stek. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu perendaman bibit sambung stek pada larutan yang terdiri dari: Aquades (Kontrol/H1); ekstrak tauge (H2); IAA 100 ppm (H3); IAA 200 ppm (H4); Urin ternak segar (H5); Urin ternak terfermentasi (H6). Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan di uji lanjut dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Parameter yang diamati adalah waktu awal muncul tunas, jumlah tunas harian, jumlah daun serta persentase keberhasilan proses pembibitan dilihat dari perkembangan batang atasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman bibit sambung stek dengan IAA 200 ppm dan urin ternak segar memiliki persentase kematian lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Sedangkan perlakuan yang paling baik adalah dengan cara perendaman dengan urin ternak terfermentasi dengan indikator pembentukan tunas lebih optimal

    Pengaruh Perendaman Bibit Bawang Merah Dengan Formulasi Biopestisida Untuk Mengendalikan Penyakit Moler (Fusarium oxysporum)

    Get PDF
    Bawang  merah  (Allium  ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura primer dan banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,   diantaranya   sebagai   bumbu masakan  dan  obat  tradisional. Salah satu OPT yang menyerang tanaman bawang adalah Fusarium oxysporum penyebab penyakit Moler. Sasaran serangannya yaitu bagian dasar dari umbi lapis. Tanaman bawang merah dapat tumbuh dengan optimal dengan perendaman bibit bawang merah selama beberapa menit dengan suhu 45º - 50℃ dan dapat mengurangi serangan penyakit moler. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial, yaitu pengambilan sampel sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan pada setiap petakan lahan-lahan pertanaman bawang merah. Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan perendaman umbi menggunakan fobio selama 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Terdapat 5 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali sehingga didapatkan 30 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan diulang 3 kali, terdiri dari 100 tanaman bawang merah dengan jarak tanam 15 x 15 cm dan jarak barrier 50 cm.  Jumlah seluruh tanaman yaitu 3000 tanaman.  Formula Biopestisida adalah suatu produk ferementasi mikroorgansime yang dapat digunakan sebagai agens pengendali hayati dan sebagai PGPR yang diformulasikan dalam bentuk cairan sehingga mudah digunakan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan lama waktu terbaik perendaman umbi bawang merah dengan formulasi biopestisida untuk mengendalikan jamur Fusarium oxysporum penyebab penyakit moler.  Perendaman umbi bawang  merah dengan formulasi biopestisida fobio selama 60 menit memberikan hasil terbaik dalam menekan intensitas penyakit moler akibat Fusarium oxysporum

    Efektivitas Pemberian Silika dan Asam Humat terhadap Ketersediaan Nitrogen dan Pertumbuhan Tanaman Padi pada Tanah Berpasir

    Get PDF
    Tanah berpasir umumnya memiliki pori makro tinggi dan kemampuan menyediakan hara tanaman rendah. Kondisi ini diakibatkan oleh matrik tanah yang hampir tidak mempunyai muatan negative, sehingga tidak ada daya jerap kuat terhadap ion. Dampak selanjutnya hara menjadi mudah hilang karena tercuci atau menguap. Kehilangan nitrogen telah dilaporkan menurunkan produksi padi 6,10%. Tujuan penelitian untuk mengkaji efektifitas pemberian asam humat dan silika terhadap perbaikan ketersediaan hara nitrogen pada tanah berpasir. Asam humat dari kompos dan silika dari arang sekam diharapkan mampu meningkatkan muatan negatif tanah (kapasitas tukar kation), sehingga bisa menjerap, memfiksasi (khelat) ion hara seperti nitrogen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai dengan September 2021 di greenhouse dan laboratorium sumber daya lahan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu dosis silika dengan level 0 ton ha-1, 0.5 ton ha-1, 1 ton ha-1, dan 1.5 ton ha-1. Faktor kedua yaitu dosis asam humat dengan level 0 kg ha-1, 20 kg ha-1, 40 kg ha-1, dan 60 kg ha-1. Parameter pengamatan meliputi ketersediaan N dalam tanah, pertumbuhan tanaman padi yang meliputi panjang tanaman dan jumlah anakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi asam humat dan silika tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman, ketersediaan nitrogen pada tanah dan jumlah anakan

    153

    full texts

    160

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇