Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
160 research outputs found
Sort by
PERAN KELEMBAGAAN LOKAL DALAM PEMBERDAYAAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA TERISOLIR DI JEMBER [INSTITUTIONAL ROLE OF LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT IN VILLAGE ISOLATED JEMBER]
Tujuan penelitian ini meliputi : 1) untuk mengetahui peran kelembagaan lokal secara lebih mendalam terhadap aktivitas ekonomi masyarakat desa terisolir dalam upaya pengentasan kemiskinan; 2) Menganalisa kekuatan internal dan ekaternal kelembagaan lokal terhadap upaya menggerakkan perekonomian masyarakat desa terisolir; dan3) Menemukan strategi peran bagi kelembagaan lokal dalam upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dalam konteks pengentasan kemiskinan di daerah terisolir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei, sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) Beberapa kelembagaan lokal yang ada di daerah penelitian belum mampu menunjukkan perannya secara optimal; 2) Kondisi kekuatan internal dan eksternal kelembagaan lokal di daerah penelitian ini menunjukkan Total Nilai Tertimbang untuk faktor Internal (S – W) sebesar 1.29 dan Total Nilai Tertimbang untukfaktor Eksternal (O – T) sebesar 0.64. Posisi kelembagaan berada pada Kwadran I dengan perencanaan strategisnya berorientasi kepada pertumbuhan, dan 3) Strategi peran kelembagaan lokal dalam mendorong aktivitas perekonomian masyarakat di desa terisolir dapat dibangun dengan memasukkan unsur-unsur kelembagaan lokal yang ada ke dalam model pembangunan secara sistimatis dan kohesif. Keyword : Desa terisolir, Strategi Pertumbuhan, dan Intervensi Kelembagaan Loka
RESPON UMUR PANEN DAN JENI S EKSTRAKSI TERHADAP MUTU BENIH PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescen L)
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat kemasakan buah, metode ekstraksi yang paling efektif dan efisien, serta interaksi antara tingkat kemasakan buah dan metode ekstraksi terhadap kualitas benih cabai rawit (Capsicum frutescen). Penelitian dilaksanakan di PT. Benih Citra Asia Desa Penanggungan Wirowongso Ajung Kabupaten Jember dengan ketinggian + 200 m dpl, dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dua faktor 3 level dan diulang empat kali. Faktor pertama tingkat kemasakan buah (M) terdiri dari: M1 (buah berubah warna ± 25-50% atau masak morfologis, berwarna orange), M2 (buah berubah warna 70-100% atau masak fisiologis, berwarna merah) dan M3 (buah terlalu masak berwarna merah dan kulit buahnya sudah lunak). Faktor kedua metode ekstraksi (E), terdiri dari E1 (buah dijemur hingga kulit buahnya kering, kemudian diekstraksi dan dikeringkan lagi), E2 (buah segar diekstraksi/dibelah, dicuci dengan air dan dikeringkan) dan E3 (Buah segar diekstraksi/diblender, dicuci dengan detergen, dibilas dan dikeringkan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemasakan buah yang berbeda berpengaruh nyata terhadap parameter kemurnian benih, dengan rata-rata tertinggi pada kemasakan over riper (M3) yaitu 95,96%. Metode ekstraksi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kemurnian benih, vigor kecepatan kecambah benih, daya kecambah benih dan berat 1000 butir benih. Metode ekstraksi secara basah dan dicuci dengan air (E2) cenderung menghasilkan rata-rata tertinggi terhadap keempat parameter tersebut dan warna benih yang lebih cerah. Interaksi antara tingkat kemasakan buah dan metode ekstraksi berpengaruh nyata terhadap kemurnian benih, vigor kecepatan kecambah benih, daya kecambah benih dan berat 1000 butir benih, dengan kombinasi perlakuan terbaik adalah kombinasi perlakuan buah terlalu masak dan metode ekstraksi dengan buah segar dan dicuci dengan air (M3E2) yang cenderung memberikan rata-rata terbaik pada vigor kecepatan kecambah benih, daya kecambah benih dan kemurnian benih. Kata kunci : Cabai rawit (Capsicum frutescen), tingkat kemasakan buah, metode ekstraks
PERANAN PLANT CATALYST DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan Plant Catalis dan pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Terjadi interaksi antara konsentrasi Plant Catalis dan dosis kompos terhadap variabel pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman (hasil). Dosis kompos 20 ton / ha menentukan hasil yang baik untuk setiap variabel tanaman panjang (28,03 cm), jumlah daun (9), persegi daun (120,72 cm2) dan berat basah tanaman (150,88 g)
ADAPTASI TANAMAN Hoya diversifolia BLUME PADA INTENSITAS CAHAYA TINGGI [ ADAPTATION OF Hoya diversifolia BLUME TO HIGH-LIGHT INTENSITY ]
Hoya diversifolia Blume merupakan salah satu anggota famili Asclepiadaceae yang potensial dikembangkan sebagai tanaman hias, terutama sebagai dekorasi pergola. Akan tetapi, tanaman ini hidup pada kondisi ternaung di habitat aslinya dan pertumbuhannya pada kondisi cahaya matahari penuh belum diketahui. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari adaptasi tanaman H. diversifolia Bl. pada intensitas cahaya yang berbeda. Penelitian disusun berdasarkan rancangan tersarang, dengan satu faktor dan tiga ulangan. Ulangan tersarang di dalam intensitas cahaya yang terdiri atas tiga taraf, yaitu 28.2 (cahaya penuh), 20.8 (37% naungan) dan 10.1 Klux (64% naungan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Tanaman yang ditanam pada kondisi cahaya penuh memiliki jumlah buku lebih sedikit, daun yang lebih tipis, dan warna daun yang kekuningan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa H. diversifolia Bl. dapat ditanam pada kondisi naungan hingga ternaung sebagian, dan menanam pada kondisi cahaya matahari penuh tidak direkomendasikan. Kata kunci: Asclepiadaceae, intensitas cahaya, naungan, tanaman hia
KEBERHASILAN TUMBUH RAGAM STEK TANAMAN TEH (Camellia sinensis, L.) PADA PENGGUNAAN LAMA SIMPAN URIN SAPI
Tanaman teh umumnya diperbanyak menggunakan stek dan untuk memacu pertumbuhannya menggunakan urin sapi.Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui dan mendapatkan kombinasi optimum dari penggunaan ragam bahan tanam stek tanaman stek yang direndam dalam urin sapi yang telah disimpan.Rancangan Acak Kelompok secara faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama :Ragam stek teh (asal ruas dari ranting) (R) : R1 = ruas ke empat, R2 = ruas ke lima, R3 = ruas ke enam. Faktor ke dua :Lama simpan urin sapi (L) : L0 = tidak disimpan,L1 = 4 hari, L2 =8 hari,L3 =12 hari;. Uji lanjutan menggunakan BNJ 5 %. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi terbaik pada penggunaan bahan tanam stek teh ruas ke lima dengan perendaman pada urin sapi yang disimpan 8 hari untuk peubah berat basah tanaman (2,46 g) dan berat kering tanaman (1,03 g); Secara terpisah faktor ragam stek tanaman tidak berpengaruh terhadap panjang tunas, jumlah daun dan persentase stek tumbuh, tetapi lama simpan urin sapi berpengaruh nyata (p=0,05) pada lama simpan 8 hari di peubah jumlah daun (6,21 lembar) dan persentase stek tumbuh (82,18%) Kata Kunci : Keberhasilan tumbuh, ragam stek teh, lama simpan urin sapi
POTENSI HASIL DAN KONTRIBUSI SIFAT AGRONOMI TERHADAP HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. MERRIL) PADA SISTEM TUMPANSARI TEBU-KEDELAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sepuluh varietas kedelai yang mempunyai potensi hasil yang baik padasistem pertanaman tumpangsari tebu kedelai, untuk mengetahui hubungan antar komponen hasil sepuluh varietas tanaman kedelai pada system pertanaman tumpangsari tebu kedelai dan untuk mengetahui hubungan komponen hasil sepuluh varietas tanaman kedelai yang mana mempengaruhi hasil pada sitem pertanaman tumpang sari tebu kedelai. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan November 2015 sampai bulan Februari 2016 dengan ketinggian ± 89 meter diatas permukaan laut. Materi tanaman berupa 10 varietas kedelai yaitu Gepak Kuning, Gema, Agromulyo, Anjasmoro, Wilis, Kaba, Sinabung, Tanggamus, Dering-1 dan Burangrang yang ditanam dilapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan. Hasil analisis ragam tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun, luas daun spesifik, jumlah buku, umur panen, jumlah cabang produktif, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji, bobotbiji, berat 100 biji, indeks bobot kering biji dan indeks panen menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata pada semua komponen hasil, kecuali pada luas daun dan luas daun spesifik. Dan pada analisis varian menunjukkan menunjukkan karakter biomasa jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji, indeks bobot kering biji, indeks panen dan berat 100 biji mempunyai varian genetik yang luas, dari semua karakter biomas yang dievaluasi mempunyai nilai heritabilitas yang tinggi adalah tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun, jumlah buku, umur panen, jumlah cabang produktif, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji, bobot biji, berat 100 biji, dan indeks panen,serta pada karakter biomas, Jumlah Cabang Produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat 100 biji dan bobot biji per tanaman,mempunyai nilai duga kemajuan genetik yang luas. Seleksi dapat diterapkan pada karakter biomas Jumlah Cabang Produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman,dan berat 100 biji. Di antara komponen hasil yang diamati, jumlah polong, indeks bobot kering dan indeks panen menunjukkan korelasi positif sangat nyata dengan bobot biji, koponen hasil jumlah biji menunjukkan korelasi positif nyata dengan bobot biji, serta komponen hasil tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun spesifik, jumlah buku, jumlah cabang produktif, jumlah cabang dan berat 100 biji.menunjukkan korelasi positif tidak nyata dengan bobot biji dan komponen hasil umur panen dan luas daun berkorelasi negative tidak nyata dengan bobot biji
EKSPLORASI Bacillus spp., DARI PERAKARAN KUBIS SEBAGAI AGEN ANTAGONIS Xanthomonas campestris pv. campestris
Isolasi Bacillus spp diambil dari tanah rhizosfer kubis sehat di oven dengan suhu 80○C selama 1 jam dan ditumbuhkan pada media YPGA.Sebanyak 24 isolat Bacillus spp merupakan gram positif dan hipersensitif bersifat negatif. Isolat tersebut dilakukan uji zona penghambatan terhadap Xanthomonas campestris pv. campestris, terdapat 12 isolat yang membentuk zona hambatan. Ke 12 isolat Bacillus spp tersebut memiliki perbedaan ukuran daam membentuk zona hambatan dan memiliki mekanisme penghambatan bakteriostatik, isolat tersebut masing-masing diambil 2 perwakilan untuk kategori zona hambatan besar, sedang dan kecil. Terdapat 6 isolat terpilih, kemudian dilakukan karakterisasi yang terdiri dari uji oksidase, katalase, dan hidrolisa pati dan memiliki kesamaan dalam hasil karakeristiknya
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI BUAH SPESIES KERABAT MANGGA DI SITUBONDO [ EXPLORATION ANDCHARACTERIZATION OF RELATIVES MANGO FRUIT SPECIES IN SITUBONDO ]
Eksplorasi relatif spesies mangga (Mangifera indica L.), yaitu Hambawang (MangiferafoetidaL), Putaran (Mangiferasp.), Kasturi (Mangga casturiD.), dan Gandria (Boueamacropylla Griff) dilakukan diempat perkebunan di Kabupaten Situbondo Jawa Timur pada bulan April 2013 sampai dengan Januari 2014. Perbedaan antara accesions yang ditandai dengan jenis buah, bentuk, tekstur kulit, panjang buah, warna kulit, tekstur daging, warna daging dan rasa. Musim berbuah dan hasil antara mangga relatif spesies yang berbeda. Hasil karakterisasi dapat digunakan sebagai bahan dalam pemuliaan mangga. Kata kunci : Eksplorasi, spesies kerabat mangga, karakterisasi
ISOLASI DNA GENOM DAN IDENTIFIKASI KEKERABATAN GENETIK NANAS MENGGUNAKAN RAPD (RANDOM AMPLIFIED POLIMORFIC DNA)
Beberapa jenis nanas lokal di Indonesia umumnya diberi nama berdasarkan nama daerah atau lokasi, sehingga klon yang secara genetik sama kemungkinan dapat berbeda namanya. Dengan demikian identifikasi nanas berdasarkan marka biokimia maupun molekuler sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi mengenai teknik isolasi DNA daun nanas dengan metode CTAB dan kekerabatan genetik nanas lokal dengan metode yang lebih valid yaitu dengan RAPD (Random Amplified Polimorfic DNA). Hasil isolasi DNA daun nanas menggunakan metode CTAB menunjukkan kemurnian yang bagus yaitu diantara 1,8 – 1,9. Hasil analisis RAPD dan dendogram menunjukkan bahwa kisaran kekerabatan antara kedua kelompok nanas tersebut berkisar antara 0.95 - 1.00. Hal ini menunjukkan bahwa keragaman antara ketiga jenis nanas kode 1, 2 dan 4 sangat rendah meskipun memiliki fenotip yang berbeda. Kata Kunci: RAPD, Kekerabatan Genetik, Nanas, Ananas sp
Pengaruh Aplikasi Foliar NAA dan GA3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) cv. Arka Anamika
Percobaan lapangan dilakukan di Lahan PT. Mitratani Duatujuh, Plendu, Karangrejo, Sumbersari, Jember, 2016. Kedelapan perlakuan yang terdiri dari tiga tingkat GA3 (10, 20, 30 ppm), tiga tingkat asam asetat naftalena (10, 20, 30 ppm), diuji secara acak dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semprotan asam asetat naftalena, asam giberelat sangat mempengaruhi kinerja atribut pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, panjang buah, diameter buah, jumlah buah per tanaman, berat rata-rata buah per tanaman, rendemen per plot maupun per hektar. Perlakuan terbaik untuk parameter pertumbuhan dan atribut hasil ditemukan pada asam asetat naftalen 20 ppm (T6) 40 hari setelah disemai. Maksimum laba bersih Rs. 152344,3 per hektar diperoleh saat panen diolah dengan asam asetat naftalena 20 ppm dengan manfaat: rasio biaya 2,68: