Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
    160 research outputs found

    RESPONS TANAMAN KEDELAI (Glycine max Merr) TERHADAP JUMLAH AIR YANG DIBERIKAN

    Get PDF
    Kekurangan air merupakan masalah yang sering dijumpai pada pertanaman kedelai karena pada umumnya tanaman kedelai ditanam pada musim kemarau dan atau pada lahan kering beriklim kering yang produksinya sangat ditentukan oleh jumlah dan distribusi curah hujan yang tidak merata dalam musim tanam.  Kemampuan tanaman untuk hidup pada kondisi kekurangan air merupakan keberhasilan suatu tanaman untuk menyesuaiakan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sampai sejauhmana pengaruh jumlah air yang diberikan terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.  Penelitian dilakukan di Balai Benih Induk Palawija Malang.  Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali, dan terdiri dari tiga macam perlakuan yakni : Jumlah air yang diberikan setaraf kapasitas lapang, setengah kapasitas lapang, dan seperempat kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada variabel pertumbuhan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar dan berat kering akar.  Perlakuan terbaik adalah perlakuan jumlah air yang diberikan setaraf kapasitas lapang untuk masing-masing variabel tinggi tanaman (83,50 cm), jumlah daun (19,00), luas daun (835 cm2), panjang akar (592,86 mm), dan berat kering akar (0,24 g)

    PERANAN PLANT CATALYST DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea)

    Get PDF
    Rubbish dump of vegetable market is one of environmental problem in Surabaya city.  An effort to process the rubbish become an organic fertilizer (compost) will give a benefit not only overcome the environmental problem but also can use it source of organic fertilizer unproductive land in Surabaya. Many kinds of decomposition technic can use to decompose these rubbish dump such as decomposition vessel shape (rectangular form and prismal form).  The technic can combine with EM-4, a degrade microorganism, to decompose the rubbish dump perfectly.   Reaserch has a purpose to know the effect of vissel shape and dosage of EM-4 on growth and yield of enclevi plant.The fully randomized design was in the factorial experiment with 3 replications.  The first factor was vessel shape : Rectangular shape (B1) and prismal shape (B2).  Second factor was dosage of EM-4 : 50 cc EM-4/150 kg rubbish (D1), 100 cc EM-4/150 kg rubbish (D2), 150 cc EM-4/150 kg rubbish (D3), 200 cc EM-4/150 kg rubbish (D4).The result showed there was an interaction between decomposition vessel shape and dosage of EM-4 on variabel number of leaves, leaf width, plant length, wet weighy per plant.  The best treatment combination was prismal vessel with EM-4 200 cc/150 kg rubbish (B2D4) on the variabel number of leaves (9,77), leaf width (776,05 cm2), plant length (26,70 cm), and weigth per plant (189 g)

    PENGAPLIKASIAN BERBAGAI MACAM PUPUK AZOLLA (Azolla microphyla) DAN INTERVAL WAKTU APLIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L) Merill)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui macam pupuk azolla yang terbaikdalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai, (2) untuk mengetahui interval waktu aplikasi yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai, (3) untuk mengetahui interaksi pemberian berbegai macam pupuk azolla dan waktu aplikasi dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan Maret sampai Juni 2017 dengan ketinggian tempat89 m diatas permukaan laut penelitian ini dilakuakn secara faktorial (3 x 3) dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu pertama dalah pemberian berbagai macam pupuk azolla dan faktor kedua yaitu interval waktu pemupukan yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama terbagi menjadi 3 taraf yakni A1= Kompos azolla 6 ton/ha (1200 g/plot), A2=  azolla cair 120 ml/L/ha, A3= Azolla segar 8 ton/ha (1600 g/plot). Faktor kedua terbagi dalam 3 taraf   yakni W1= 7 hari sebelum tanam, W2= 0 hari/saat tanam, W3= 7 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian berbagai macam pupuk azolla tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kedelai umur (14, 28, 42) hst, jumlah daun umur (14, 28, 42) hst, umur berbunga, jumlah cabang produktif, berat polong pertanaman, jumlah polong, berat basah berangkasan, berat kering berangkasan, berat basah polong, berat kering polong, berat 100 biji. Pada perlakuan waktu aplikasih memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada parameter jumlah cabang, berat polong pertanaman, jumlah polong, berat basah berangkasan basah, berat berangkasan kering, berat basah polong, berat kering polong, berat 100 biji dan tidak berpengaruh pada parameter tinggi tanaman umur (14, 28, 42) hst, jumlah daun umur (14, 28, 42) hst, danumur berbunga. Sedangkan interaksi antara kedeua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Waktu apikasih saat tanam (W3) memberikan hasil terbaik pada veriabel pengamatan produksi tanaman kedelai.Kata kunci :  Pupuk Organik Azolla, Waktu Aplikasi, Pertumbuhan, Produksi, Tanaman Kedela

    ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI CABAI MERAH BESAR DI DESA ANDONGSARI KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat keuntungan pada usahatani cabai merah besar antar skala usaha dan faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap tingkat keuntungan dimaksud. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei. Lokasi penelitian di Desa Andongsari Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Teknik penentuan lokasi penelitian dengan purposive sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara langsung. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dan analisis data yang digunakan adalah analisa kuantitatif, uji beda rata-rata dan analisis regresi dengan uji F, uji LSD, dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdasarkan strata luas lahan, menunjukkan adanya perbedaan keuntungan yang signifikan antara golongan petani sempit dan luas, golongan petani sedang dan luas. Sedangkan pada golongan petani sempit dan sedang, tidak menunjukkan adanya perbedaan keuntungan yang signifikan; dan (2) faktor produksi, harga jual dan biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap keuntungan usahatani cabai merah besar.Kata Kunci: Keuntungan, skala usaha dan cabe merah besa

    PROSPEK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI PROGRAM BANK GAKIN DI KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis efektifitas keberhasilan program Bank Gakin di Kabupaten Jember, (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu-ibu keluarga miskin untuk mengikuti program Bank Gakin, (3) Mengetahui kontribusi pasca mengikuti program Bank Gakin terhadap kualitas keluarga. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Program Bank bank gakin di Kabupaten Jember berjalan efektif dengan beberapa indikator sebagai berikut: (a) jumlah kepala keluarga miskin yang ikut rentenir sudah tidak ada lai setelah mengikuti program Bank Gakin, (b) Berkembangnya budaya menabung dari sebanyak 5% kepala keluarga Miskin menjadi 53%, (c) pendapatan KK miskin semakin meningkat, (d) Meningkatnya kreativitas sejumlah KK Miskin, (e) Peningkatan modal sosial sebesar 81%, dan (f) Peningkatan modal kemandirian sebesar 98%; 2) Faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan ibu-ibu gakin untuk mengikuti program bank gakin yaitu faktor rendahnya pendapatan keluarga, kebutuhan primer yang belum terpenuhi, faktor keinginan memperbaiki gizi keluarga dan kepemilikan pekerjaan suami. 3) Pelaksanaan program Bank Gakin dapat meningkatkan kualitas keluarga yang ditandai oleh bertambahnya pendapatan keluarga, terpenuhinya ketahanan pangan keluarga dan kreativitas keluarga semakin berkembang.Kata Kunci: Pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, dan Program Bank Gaki

    PELUANG AGRIBISNIS KORO PEDANG SEBAGAI BAHAN BAKU PENGGANTI KEDELAI UNTUK INDUSTRI TEMPE DI KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis prospek koro pedang sebagai bahan baku pengganti kedelai untuk industri di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) dan interview mendalam menggunakan kuestioner terhadap konsumen dan pengusaha industri tempe di beberapa wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember guna mengumpulkan data primer dan sekunder, datan kemudian dianalisis dengan metode SWOT. Dari analisis SWOT diketahui bahwa adalah beberapa faktor internal yang mempengaruhi pengembangan koro pedang sebagai bahan baku pengganti kedelai dengan nilai IFAS sebesar 2,76, demikian pula ada beberapa faktor ekternal yang mempengaruhi dengan nilai EFAS sebesar 2,22. Nilai ini menunjukkan bahwa koro pedang yang digunakan bahan baku pengganti kedelai impor untuk industri tempe di Kabupaten Jember berada pada sektor abu-abu atau sektor lemah tetapi berpeluang (weakness-opportunity sector). Ini berarti bahwa usaha mempunyai peluang pasar yang prospektif dan memiliki kompetensi untuk meraih peluang tersebut, tetapi kelemahan perlu diatasi secara strategis melalui pelatihan dan tranfer pengetahuan untuk meningkatkan mutu SDM dan penguasaan teknis produksi koro pedang.Kata kunci: koro pedang (Canavalia ensiformis), industri tempe, agribisnis koro, SWO

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON TERHADAP DOSIS PUPUK PHONSKA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk phonska yang paling efektif dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember pada tanggal 8 Maret 2015 sampai dengan 14 Juni 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari faktor dosis pupuk phonska dengan variable 0g, 42g, 84g, 126g, 168g, dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk phonska pada berbagai dosis berpengaruh pada tinggi tanaman umur (21, 28, dan 35) hst, diameter batang pada umur (28 dan 35) hst, berat buah saat panen, diameter buah saat panen, berat berangkasan basah saat panen, dan berat berangkasan kering saat panen. Sedangkan variable pengamatan pada umur (7, 14, dan 21) hst tidak berpengaruh terhadap tinggi dan diameter batang tanaman melon. Perlakuan terbaik ditunjukkan pada penggunaan dosis pupuk phonska 126 g/tanaman dengan rata-rata berat buah melon 2,19 kg.Kata Kunci : Phonska, melon

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA APLIKASI DOSIS PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hyphogaea)akibat pemberian dosis pupuk organic padat dan cair . Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)dengan perlakuan faktor pupuk organik Padat : 0 kg/petak (P0), 0,4 kg/petak (P1), 0,6 kg/petak (P2) dan 0,9 kg/petak(P3) serta faktor dosis pupuk cair: 0 cc/l (N0), 1 cc/l (N1), 2 cc/l (N2) dan 3 cc/l (N3). Masing-masing kombinasiperlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik Padat berpengaruhterhadap tinggi tanaman (15 hst) dan jumlah cabang (30 hst). Perlakuan pupuk cair berpengaruh terhadap berat basahdan kering tanaman, sedangkan interaksi antara pupuk organik Padat dan pupuk cair berpengaruh terhadap beratbasah dan kering tanaman dengan kombinasi perlakuan terbaik adalah pupuk organik padat 0,6 kg/petak dan pupukorganik cair 3 cc/L (P2N3) pada berat basah tanaman dan pupuk organik padat 0,9 kg/petak dan pupuk organik cair 2cc/l (P3N2) pada berat kering tanaman.Kata kunci : Pupuk padat, pupuk cair dan tanaman kacang tanah

    ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH SERTA STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KACANG OVEN PADA CV. TDS MITRA GARUDA DI KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Agroindustri kacang panggang adalah agroindustri pertama di Jember. CV. TDS Mitra Garuda pengolahkacang panggang pertama yang telah terdaftar di Departemen Perindustrian dan Perdagangan Jember. Sayangnya,agroindustri memiliki beberapa masalah: (1) harga kacang yang berfluktuasi tergantung pada harga pasar (2)keterbatasan dan kelemahan dalam penanganan pasca panen, pengolahan dan pemasaran kacang (3) kegiatan usahayang masih sederhana dan teknologi yang telah digunakan adalah semi modern dan (4) kurangnya perhatian daripemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, efisiensi biaya, nilai tambah, dan strategi kacangpengembangan bisnis agroindustri kacang panggang dari CV. TDS Mitra Garuda. Memilih lokasi penelitianditentukan dengan metode purposive di CV. TDS Mitra Garuda. Itu menggunakan metode penelitian deskriptif dananalitik. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Alat analisis analisispendapatan digunakan, analisis rasio R / C, tambah analisis nilai, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan:(1) rata-rata pendapatan di kacang tanah panggang dari CV. TDS Mitra Garuda adalah menguntungkan (2)Penggunaan rata-rata biaya produksi yang efisien (3) kacang Agroindustri kacang tanah panggang CV. TDS MitraGaruda mampu memberikan nilai tambah yang positif dalam bentuk kacang olahan panggang (4) agroindustri kacangtanah panggang dari CV. TDS Mitra Garuda terletak di White Lokasi sehingga strategi yang harus diterapkan adalahstrategi S-O yang berarti untuk mencapai peluang pasar dengan meningkatkan kapasitas produksi, dan memanfaatkanmerek produk untuk memenangkan kepercayaan dari konsumen dan memperluas pemasaran wilayah kacang tanahpanggang.Kata kunci: Efisiensi, Pendapatan, kacang tanah panggang, Pengembangan Strategi, Nilai Tamba

    RESPON APLIKASI PUPUK DAUN DAN BAKTERI Synechococcus sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI MINYAK NILAM

    Get PDF
    Nilam (Pogostemon cablin, Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dari keluarga Labiatae. Hasil dari tanaman ini adalah minyak atsiri yang didapat melalui destilasi daun dan batang tanaman. Penelitian aplikasi pupuk daun dan bakteri Synechococcus sp. terhadap pertumbuhan dan produksi minyak nilam (Pogostemon cablin, Bent) dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jember selama periode musim tanam 2010 s/d 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu konsentrasi pupuk daun (P1 = 1,5 g/l, P2 = 2 g/l dan P3 = 2,5 g/l) dan faktor aplikasi bakteri Synechococcus sp (B0 = tanpa aplikasi bakteri dan B1 = dengan aplikasi bakteri), setiap kombinasi perlakuan di ulang tiga kali dengan sampel pengamatan sebanyak lima tanaman. Hasil penelitian menujukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi pupuk daun 2,5 g/l dengan aplikasi bakteri Synechococcus sp. memberikan pengaruh sangat nyata terhadap produksi biomas sebesar (390,25 g/tanaman) , produksi minyak nilam sebesar (48,89 g/tanmn) dan kadar minyak nilam (1,72 %).Kata kunci : Konsentrasi pupuk daun, Synechococcus sp., minyak nilam

    153

    full texts

    160

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇