Society
Not a member yet
193 research outputs found
Sort by
Pemahaman dan Partisipasi Guru Sekolah Dasar Dalam Menulis Karya Ilmiah
The general objective of the study is to identify the understanding and participation of teacher in academic writing.The specific objectives of the study are to (i) identify the understanding of elementary school teacher in academic writing in Rangkui District; (ii) to identify the participation of elementary school teacher in academic writing in Rangkui District; and (iii) to examine factors that affect the elementary school teacher in academic writing in Rangkui District. The study employed the qualitative approach with source of data as follows: (i) 50 elementary school teachers as the primary data; and (ii) documentation derived from some literatures and other reading sources as the secondary data. The data was gained by using the interview and documentation. Furthermore, it was analyzed by using data analysis technique i.e. data reduction, data presentation, decision making. The results showed: (i) 28 % of respondents considered as having understanding, 35 % of them considered as lack of understanding, and 37 % considered as not having understanding at all in academic writing. (ii) in terms of the participation level of elementary school teacher, 20 % of respondents stated often, 35 % of them stated rarely, and 45 % of them stated not having the academic writing. (iii) Factors that affect teacher in participating on having the academic writing were lack of time, motivation, knowledge and idea.Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan partisipasi guru dalam menulis karya ilmiah. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pemahaman guru SD se-Kecamatan Rangkui dalam menulis karya ilmiah; (2) Partisipasi guru SD se-Kecamatan Rangkui dalam menulis karya ilmiah; (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi guru SD se-Kecamatan Rangkui dalam menulis karya ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data penelitian yang terdiri dari: (1) Sumber data primer, yakni guru SD se-Kecamatan Rangkui sebanyak 50 orang; (2) Sumber data sekunder, yakni data yang diperoleh dari studi dokumentasi yang diperoleh dari berbagai literatur dan sumber bacaan lainnya. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian diperoleh: (1) Tingkat pemahaman para guru SD se-Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang dalam menulis karya ilmiah sebanyak 28% dikategorikan paham, 35% kurang paham, dan 37% tidak paham; (2) Tingkat partisipasi guru dalam menulis karya ilmiah sebanyak 20% responden menyatakan sering, 35% responden menyatakan jarang, dan 45% responden menyatakan informan belum menulis karya ilmiah; serta (3) Faktor yang menghambat partisipasi guru dalam menulis karya ilmiah adalah keterbatasan waktu, motivasi, kurangnya pengetahuan tentang kompetensi profesional, serta keterbatasan mengembangkan ide
Menciptakan Calon Perwira Kapal Penangkap Ikan Bertaraf Internasional Melalui Sertifikasi Profesi Calon Pelaut yang Handal dan Berdedikasi Tinggi serta Berbudaya Indonesia Untuk Alumni Taruna SMK Kemaritiman
This article aims to mobilize and unite the steps of stakeholders to create prospective fishing vessels, especially maritime vocational cadets where the existence of SMKN 4 Pangkalpinang, SMKN2 Sungailiat, and SMKN1 Tukak Sadai under the auspices of the Provincial Bangka Belitung Islands Education Office and Maritime Affairs and Fishery. This research is a correlative descriptive study so that the data is analyzed to determine the relationship between Vocational High Schools maritime cadets and the Government of the Bangka Belitung Islands which is very closely related to the success of vocational education to produce potential fishing vessel officers. The instrument for data collection uses documentation, questionnaires, and direct observations which are then analyzed using simple linear correlation. The results obtained were government policies in providing overall support in developing Maritime Vocational High Schools in the Bangka Belitung Islands Province including laboratory facilities (SMKN 4 Pangkalpinang: 80%, SMKN2 Sungailiat : 45%, SMKN1 Tukak Sadai : 45%), Infrastructure practice tools (SMKN 4 Pangkalpinang: 75%, SMKN 2 Sungailiat: 50%, SMKN1 Tukak Sadai : 30%), Simulator (SMKN 4 Pangkalpinang: 50%, SMKN2 Sungailiat : 100%, SMKN1 Tukak Sadai : 0%) , Ships (SMK 4 Pangkalpinang: 100%, SMKN2 Sungailiat : 100%, SMKN1 Tukak Sadai : 50%).Makalah ini bertujuan untuk menggerakkan dan menyatukan langkah para stakeholder untuk menciptakan calon perwira kapal penangkap ikan khususnya Taruna SMK Kemaritiman yang mana keberadaan SMKN 4 Pangkalpinang, SMKN 2 Sungai liat, dan SMKN 1 Tukak Sadai yang dibawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Bidang Kemaritiman dan Perikanan. Penilitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif sehingga data dianalisis untuk mengetahui hubungan antara taruna SMK Kemaritiman dengan Pemerintahan Kepulauan Bangka Belitung yang sangat berhubungan erat dengan keberhasilan pendidikan kejuruan menghasilkan calon perwira kapal penangkap ikan. Instrumen pengambilan data menggunakan dokumentasi, angket, dan pengamatan langsung yang kemudian dianalisis menggunakan korelasi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh adalah kebijakan pemerintah dalam memberikan dukungan secara menyeluruh dalam mengembangkan SMK Kemaritiman yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meliputi sarana laboratorium (SMKN 4 Pangkalpinang : 80%, SMK N 2 Sungailiat : 45%, SMKN 1 Tukak Sadai : 45%), Prasarana alat praktek (SMKN 4 Pangkalpinang Pangkalpinang Pangkalpinang : 75%, SMKN 2 Sungailiat : 50%, SMKN 1 Tukak Sadai: 30%), Simulator (SMKN 4 Pangkalpinang : 50%, SMKN 2 Sungailiat : 100%, SMKN 1 Tukak Sadai: 0%), Kapal (SMKN 4 Pangkalpinang : 100%, SMKN 2 Sungailiat : 100%, SMKN 1 Tukak Sadai : 50%)
Peran Wanita Karir dalam Keluarga: (Studi Eksistensi Wanita Karier dalam Keluarga di Desa Balunijuk)
The existence of women over the time in transition or shift from traditional to modern. The role of the woman who used to be adopted only capable of working in the domestic realm, but this time she is able to develop itself in the public sphere. This raises the existence of variants of interest, between the domestic and the public sphere. This study used a qualitative research method with case study approach. The theory used in this research is by using the concept of rational choice of James Coleman. The purpose of this research is to describe the existence of a career woman in the family. These results indicate that the existence of career women in the public sphere in the family recognized for their collective agreement concluded between career women with families. Mainly deal agreed with her husband and children. But the deal does not diminish the responsibility of working women in the domestic sphere. Career woman in the village Balunijuk not neglect its role as a housewife and also as a career woman. Role between domestic and public balanced and collaborate.Keberadaan perempuan dari waktu ke waktu dalam transisi atau pergeseran dari tradisional ke modern. Peran wanita yang dulunya diadopsi hanya mampu bekerja di ranah domestik, tetapi kali ini dia mampu mengembangkan dirinya di ranah publik. Ini memunculkan adanya varian kepentingan, antara ranah domestik dan publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan konsep pilihan rasional James Coleman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keberadaan wanita karier dalam keluarga. Hasil ini menunjukkan bahwa keberadaan wanita karier di ruang publik dalam keluarga yang diakui untuk perjanjian kolektif mereka menyimpulkan antara wanita karir dengan keluarga. Terutama kesepakatan yang disepakati dengan suami dan anak-anaknya. Namun kesepakatan itu tidak mengurangi tanggung jawab perempuan pekerja di ranah domestik. Karir wanita di desa Balunijuk tidak mengabaikan perannya sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai wanita karier. Peran domestik dan publik seimbang dan berkolaborasi
Peran Modal Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Potensi Alam Sebagai Strategi Bertahan Hidup di Dusung Limang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat
This research focuses on one remote area or often referred to as hamlet. Limang Hamlet is one of the focuses of this research. This study uses descriptive qualitative research methods, with data collection techniques using pusposive sampling. The results of the research found in the field Social capital has become an important role in people's lives, especially rural communities. Therefore the community of Limang hamlet built the structure of the community's economy through recording and managing natural potential as a survival strategy in Limang Hamlet, Kelapa District, West Bangka Regency. This condition is supported by utilizing existing social capital in the Limang Hamlet community aimed at improving economic conditions to become more prosperous. The use of social capital carried out by the community of Limang Hamlet is done by bonding, bridging and linking. Social capital which is the reference for analyzing this research uses the theory of Woolcock. These three types of social capital are applied by the people of Limang Hamlet in developing their economy. The expansion of networks both internally and externally has been carried out effectively. Movements made made the people of Limang Hamlet known in many circles. Of course, with the use of natural potential owned by the community, helping people become more developed and productive.Peneilitian ini berfokus pada salah satu daerah terpencil atau sering disebut dengan nama dusun. Dusun Limang menjadi salah satu focus penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data secara pusposive sampling. Adapun hasil penelitian yang ditemukan di lapangan Modal social menjadi peranan penting dalam kehidupan masyarakat khususnya masyarakat perdesaaan. Oleh karenanya masyarakat dusun Limang membangun struktur perekonomian masyarakat melalui pemanfatatan dan pengelolaan potensi alam sebagai strategi bertahan hidup di Dusun Limang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Kondisi ini didukung dengan memanfaatkan modal sosial yang ada pada masyarakat Dusun Limang bertujuan memperbaiki kondisi ekonomi menjadi lebih sejahtera. Pemanfaatan modal social yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Limang dilakukan secara bonding, bridging dan linking. Modal social yang menjadi rujukan analisa penelitian ini menggunakan teori Woolcock. Ketiga tipe modal social ini diterapkan oleh masyarakat Dusun Limang dalam mengembang perekonomiannya. Perluasan jaringan baik secara internal maupun eksternal telah dilakukan secara efektif. Pergerakan yang dilakukan membuat masyarakat Dusun Limang dikenal di banyak kalangan. Tentunya dengan adanya pemanfaatan potensi alam yang dimiliki oleh masyarakat, membantu masyarakat menjadi lebih berkembang dan produktif
Upaya Pencegahan Sexual Violence Pada Remaja Sekolah di Merawang Kabupaten Bangka
The right for good life such as education and peace are one of them. They often experience sexual violence and abuse. The case of sexual abuse faced by them increases. This requires special attention to solve and prevent the case. The perpetrators mostly are adults and even from the member of family. The educators are expected to be the role model for the pupils not otherwise. To tackle the issue, it requires the knowledge and a strategy to prevent the mentioned case. Sex education can be one of the solutions to prevent the mentioned case experienced by the children and teenage girl so that they are able to identify the types of sexual violence. Extension can be conducted as the form of education. It can be through providing the flyers and stickers to teenagers and to the other people. High school becomes its target. The extension was conducted in SMAN 1 Merawang. The keynote speaker of the events were the expert from educational and psychological field. It was expected by having enough knowledge on types of sexual violence, parents, students and other parts of society were able to protect themselves from the potential mentioned case.Salah satu bentuk tindak kekerasan yang sering dialami oleh anak dan kelompok remaja khususnya perempuan adalah tindak kekerasan seksual atau pelecehan seksual. Berbagai bentuk dan modus pelaku tindakan kekerasan secara seksual ini mayoritas dilakukan oleh kelompok orang dewasa dan bahkan anggota keluarga terdekat. Para pelaku pendidik yang notabene menjadi panutan para anak didiknya justru melakukan tindakan yang diluar etika, nilai dan norma. Menghadapi permasalahan ini, maka sekiranya dibutuhkan wawasan dan sebuah strategi guna mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual yang menimpa kalangan usia anak dan remaja khususnya perempuan. Upaya yang dapat dilakukan adalah mengedukasi pendidikan seksual pada beberapa pihak terkait dan pada anak dan remaja perempuan agar mampu mengenali jenis atau bentuk dari kekerasan seksual. Bentuk edukasi yang dilakukan menggunakan metide atau teknik sosialisasi dan penyuluhan. Sosialisasi dilakukan dengan membagikan atau kampanya dengan menyebarkan pamflet dan stiker kepada kelompok-kelompok remaja dan warga masyarakat umum. Instansi sekolah tingkat SLTP dan SLTA menjadi bagian sasarannya. Metode penyuluhan dilaksanakan dengan mitra SMAN 1 Merawang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari latar belakang kesehatan dan psikologi. Harapannya dengan adanya wawasan tentang ragam jenis dan bentuk tindakan kekerasan, para orang tua, masyarakat bahkan anak dan remaja perempuan dapat membentengi diri dari ancaman tindak kekerasan yang ada disekitarnya
Mewujudkan Sekolah Literasi yang Berprestasi
School culture is the most important factor in shaping students to be optimistic, brave, appearing, cooperative behavior, and personal and academic skills. To optimize the potential of students into an achievement, the right problem solving strategy was chosen, namely through the movement of literacy development to achieve Achievement. The main focus is to empower all school stakeholders in their daily activities by allocating existing educational resources to achieve the achievements and potential of students and realize the vision, mission and goals of the school. Optimizing the potential and achievements of students through the literacy movement can be done with three main principles, namely: (1) The development and strengthening of literacy becomes a movement and real action; (3) Establish communication and synergy with various parties; and (3) Building a shared commitment to optimize the potential and achievements of both academic and non-academic. Seriousness and strong will to make the development and strengthening of literacy as a "joint effort" by building a culture of literacy to prepare information literacy generation, literacy literacy generation, which will be an important component for optimizing the potential and achievement of students as large as must be based on noble goals in developing students' character through acculturing the school literacy ecosystem embodied in the School Literacy Movement (GLS).Budaya sekolah merupakan faktor yang paling penting dalam membentuk siswa menjadi manusia yang penuh optimis, berani, tampil, berperilaku kooperatif, dan kecakapan personal dan akademik. Untuk mengoptimalkan potensi peserta didik menjadi sebuah prestasi maka dipilih Strategi pemecahan masalah yang tepat, yaitu melalui gerakan pengembangan literasi untuk raih Prestasi. Fokus utamanya yaitu memberdayakan semua stakeholders sekolah dalam kegiatan sehari hari dengan mengalokasikan sumber daya pendidikan yang ada untuk meraih prestasi dan potensi peserta didik serta mewujudkan visi,misi dan tujuan sekolah. Pengoptimalan potensi dan prestasi peserta didik melalu gerakan literasi dapat dilakukan dengan tiga prinsip utama, yakni: (1) Pengembangan dan penguatan literasi menjadi sebuah gerakan dan aksi nyata; (3) Menjalin komunikasi dan sinergitas dengan berbagai pihak; serta (3) Membangun komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi dan prestasi baik akademik maupun non akademik. Kesungguhan dan kemauan yang kuat untuk menjadikan pengembangan dan penguatan literasi sebagai “ikhtiar bersama” dengan membangun budaya literasi untuk menyiapkan generasi melek informasi, generasi melek literasi, yang akan menjadi komponen penting bagi optimalisasi potensi dan prestasi peserta didik yang sebesar besarnya harus didasarkan pada tujuan mulia dalam menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
Manifestasi Pendidikan Kritis di Sekolah Alam Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang
In industry 4.0, the education has been developing significantly. The current developing and mainstream education uses a standard-based national curriculum framework. However, nowadays it has established the new style of education as an alternative education in maintaining the balance with the existed mainstream education. Bangka Belitung Nature School is one of them which is located in Pangkalpinang City. The study aims to identify the educational learning systems in Bangka Belitung Nature School.Qualitative descriptive method was employed by analyzing the critical educational theory of Paulo Freire. The study found that the educational learning systems of Bangka Belitung Nature School were one of the alternative education which was different with the mainstream one. The educational patterns of Bangka Belitung Nature School applied the posed-problem method whereby it used the student-centered learning. Thus, the pupils in the Bangka Belitung Nature School were expected to be creative, innovative and critical in facing the social phenomena.
Di era revolusi industri 4.0 ini, pendidikan mengalami perkembangan yang signifikan. Pendidikan yang berkembang dan mainstream saat ini adalah pendidikan yang berbasis kurikulum nasional. Namun,akhir-akhir ini mulai bermunculan pendidikan gaya baru yang dapat dijadikan sebagai pendidikan alternatif dalam mengimbangi pendidikan mainstream yang ada, salah satunya ada pada pendidikan di Sekolah Alam Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang. Penelitian ini ditujukan untuk menggali sistem pendidikan dan pembelajaran yang ada di Sekolah Alam Bangka Belitung. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan pisau analisis teori Pendidikan Kritis dari Paulo Freire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Sekolah Alam Bangka Belitung merupakan salah satu pendidikan alternatif yang berbeda dengan pendidikan mainstrean saat ini. Pola pendidikan di Sekolah Alam Bangka Belitungmenggunakan sistem pendidikan hadap masalah, dimana pembelajaran tidak dipusatkan pada guru melainkan siswa. Dengan menerapkan pendidikan ini, siswa di sekolah Alam Bangka dituntut untuk menjadi siswa yang kreatif, inovatif dan kritis dalam menghadapi fenomena yang ada disekitarnya
Konsep Diri Anak-anak Pengguna Aktif Media Sosial
Tidak dapat dipungkiri lagi perkembangan teknologi internet saat ini telah banyak memberikan banyak manfaat. Teknologi internet dapat memberikan kemudahan berkomunikasi bagi umat manusia. Hal ini telah membentuk masyarakat digital yang memiliki kebebasan untuk berinteraksi melalui sosial media seperti instagram, facebook, Tik Tok dan sebagainya, tanpa harus dibatasi dengan siapa, dimana, dan kapan atau penggunaan media sosial tanpa mengenal gender, pendidikan, status, etnis dan sebagainya. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis peran media sosial dalam pembentukan konsep diri anak-anak pengguna aktif media sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam pada anak-anak pengguna aktif sosial media sosial dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak pengguna aktif sosial media mengkonsepkan diri seperti orang dewasa. Pembentukan konsep diri yang anak-anak pengguna aktif media sosial adalah hasil dari konten-konten media sosial yang mereka gunakan.It is undeniable that the recent development of internet technology has given tremendous benefits. It can facilitate human beings to communicate each other. The advance use of internet i.e. social media has been forming the digital society into unlimited access of information and interaction irrespective with the gender, education, status, ethnicity and else via Instagram, Facebook, Tik Tok and others. This paper aims to unsderstand how children as the social media users have the self-concept in their environment. The study used qualitative approach through observation and in-depth interview with thw respondents. The result showed that the children concept themselves as an adult. It was due to the exposure of the social media’s content they used
Reproduksi Bahasa Krama Inggil melalui Kursus Pambiwara di Keraton Surakarta: (Studi Kasus tentang Strategi Keraton Surakarta dalam Upaya Mempertahankan Legitimasi Kekuasaan atas Kebudayaan Jawa)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui reproduksi Bahasa Krama Inggil melalui Kursus Pambiwara Keraton Surakarta dalam upaya Keraton mempertahankan legitimasi kekuasaan atas kebudayaan Jawa berkaitan dengan fungsi Kraton yang beralih sebagai pemangku adat.Penelitianini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu studi kasus.Teori yang digunakan adalah Teori Pierre Bourdieu yang menjelaskan bahasasebagai kuasa simbolik terkait dengan strategi bertahan agen di dalam arena dengan memanfaatkan modal (sosial, kultural, ekonomi, simbolik) yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan, Keraton mendirikan Kursus Pambiwara.sebagai strategi untuk mereproduksi kembali simbol-simbol kebudayaan yang mereka miliki, terutama penggunaan Bahasa Krama Inggil untuk dapat mempertahankan legitimasi Keraton atas kebudayaan Jawa sebagai warisan tertua Kerajaan Mataram.
This study aims to investigate Krama Inggil language reproduction through courses of pambiwara keraton surakarta, as an effort by keraton to maintain power legitimacy on javanese culture, in relation to keraton's function that has been shifted into culture functionary. It is a qualitative study, a case study specifically. The theory used in this study is a theory by Pierre Bourdieu, which explains language as a symbolic power related to agent's survival strategy in the arena by utilizing possessed capital. This study shows that keraton has established a course of pambiwara as a strategy to reproduce cultural symbols that it has, particularly the use of Krama Inggil language to maintain keraton's power legitimacy on javanese culture as the oldest heritage of Mataram monarchy.
 
Modal Sosial Bentukan Dalam Penyelesaian Konflik di Bangka Belitung
Three potential conflicts that need to be anticipated in the reality of the life of the Bangka Belitung community in the future. The results of qualitative research through conflict mapping in seven districts / cities showed the potential for economic conflict in fighting for tin resources, agrarian conflicts with development dimensions related to land expansion for large-scale oil palm plantations, and inter-village and interethnic youth conflicts became the dominant issue. The mechanism of the savety valve as a damper of potential recurring conflicts must be institutionalized through functional and sustainable formalized social capital.Three potential conflicts that need to be anticipated in the reality of the life of the Bangka Belitung community in the future. The results of qualitative research through conflict mapping in seven districts / cities showed the potential for economic conflict in fighting for tin resources, agrarian conflicts with development dimensions related to land expansion for large-scale oil palm plantations, and inter-village and interethnic youth conflicts became the dominant issue. The mechanism of the savety valve as a damper of potential recurring conflicts must be institutionalized through functional and sustainable formalized social capital