VISUALITA
Not a member yet
138 research outputs found
Sort by
SUDUT PANDANG SINEMATIK FILM “PRIDE AND PREJUDICE†TAHUN 2005 DENGAN VERSI SERIAL TELEVISI TAHUN 1995
Film is communication and entertainment media comprising artistic and aesthetic elements. The source of stories in the film can be inspired by various sources, one of them is novel. Pride and Prejudice is one of Jane Austen’s works in which its stories have been adapted in various artworks, such as film. Popular adaptation of Pride and Prejudice with similar title is the feature length film version published in 2005 and tv serial published in 1995. Film has two main elements of film making, namely: narrative and cinematic elements. Both elements related to each other for create cinematic point of view and aesthetic film.Film merupakan media komunikasi dan hiburan yang diliputi unsur seni dan estetik. Sumber cerita dalam film dapat diilhami dari berbagai sumber, salah satunya adalah novel. Novel “Pride and Prejudice†merupakan salah satu karya Jane Austen yang terkenal dan sudah banyak adaptasi ceritanya, salah satunya dalam bentuk film. Adaptasi “Pride and Prejudice†populer yang sama dengan judulnya adalah versi film panjang tahun 2005 dan versi serial televisi tahun 1995. Film memiliki dua unsur utama pembentuk film, yaitu unsur naratif dan unsur sinematik. Kedua unsur ini saling berkaitan satu sama lain dalam membentuk sudut pandang sinematik dan estetisnya sebuah film
KLASIFIKASI ALAT TRADISIONAL SAWAH PAYO KOMUNITAS ETNIK MELAYU JAMBI
Jambi Malay ethnic communities in the province of Jambi have livelihoods as farmers. In farming, they use the ways and tools of traditional. Farm tools of the Jambi Malay ethnic communities are the artifacts that need to be analyzed, scrutinized, and recorded as the corpus of the thinking and creativity of the community ancestor Jambi Malay. The aim of the research is classifying the traditional tools in farming system payo on Jambi Malay ethnic communities. The approach used in this study is the ethnographic and the methods used to obtain data is a research library, observation, and interviews. The research showed that Jambi Malay ethnic community uses traditional farming tools namely Parang Panjang, Kayu Pengait, Pangkur, Keruntung, Ambung, Tajak, Sabit, Kisaran, Nyiru, dan Tikar Rumbai. The Jambi Malay ethnic communities traditional tools classified into two major class i.e cutter (dynamic) and container (static) tools. Classification obtained is expected to motivate the holding of study, research, and comprehensive archiving of traditional agricultural tools of Jambi Malay ethnic communities as part of Indonesian culture artifacts.Mayoritas komunitas etnik Melayu Jambi di Provinsi Jambi memiliki mata pencaharian sebagai petani. Dalam bercocok tanam, komunitas ini menggunakan cara-cara dan alat-alat tradisional. Alat-alat pertanian komunitas etnik Melayu Jambi adalah artefak budaya yang perlu ditelaah, diteliti, dan dicatat sebagai khazanah pemikiran dan kreativitas masyarakat nenek moyang komunitas etnik Melayu Jambi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengklasifikasi alat pertanian tradisional komunitas etnik Melayu Jambi pada sawah payo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografis dan metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah riset kepustakaan, pengamatan lapangan/observasi, dan interviu. Penelitian menunjukkan bahwa komunitas etnik Melayu Jambi menggunakan alat-alat pertanian tradisional yaitu Parang Panjang, Kayu Pengait, Pangkur, Keruntung, Ambung, Tajak, Sabit, Kisaran, Nyiru, dan Tikar Rumbai. Alat-alat tradisional komunitas etnik Melayu Jambi tersebut diklasifikasikan ke dalam dua golongan besar. Pengklasifikasian yang diperoleh diharapkan dapat memotivasi diadakannya penelaahan, penelitian, dan pengarsipan lebih lanjut tentang alat-alat pertanian tradisional komunitas etnik Melayu Jambi sebagai bagian dari artefak-artefak budaya nasional
Adaptasi Visual Pare sebagai Desain Ragam Hias Batik Karawang
Batik is one from of art and has become an acon of Indonesian indigenous culture and Batik Karawang is one of them. Its exixtence is not yet as popular as batik from other regions. However, several efforts have been made by cultural observer Karawang Regency and related agencies in introducing and developing Batik Karawang. Geographically, Karawang Regency is an area that has extensive agricultural land. Even though it is a coastal area, the agricultural land in Karawang Regency is an area that is able to produce good quality rice, this is because Karawang Regency is located adjacent to the Citarum River which functions to irrigate all agricultural land in Karawang Regency. So it is not surprising that the batik ornaments created are dominated by rice plants or bitter melon as the main decorative variety. Pare in Indonesian means rice, while sagendeng means one tie. The use of ornamental names that refer to the natural and cultural elements of the Karawang district has symbolic meaning that refers to the ideas and expectations of the local community for good. From the results of the study obtained a relationship or relationship that the aesthetic elements contained in the Karawang Batik decoration is a form of visual adaptation (culture) of Karawang regency society which is correlated with the discovery of the name kekembangan on Sundanese terms found in Lalakaon ti Karawang script. This study aims to unravel the form of adaptation to the Pare ornament. This research is expected to provide insight for the general public regarding the existence of Batik Karawang so that it can develop the potential and economy of UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) on Karawang regency. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. From the results of the study it was found that most of the basic patterns of Karawang Batik motifs were ridiculous. Ceplokan is one of the batik motifs which consists of repetition of the ceplok pattern unit so that as a whole it forms a single unit.Batik merupakan salah satu bentuk kesenian dan telah menjadi ikon budaya asli Indonesia dan Batik Karawang merupakan salah satu di antaranya. Keberadaannya memang belum sepopuler batik dari daerah lainnya. Namun beberapa upaya telah dilaku7kan oleh budayawan Kabupaten Karawang dan dinas terkait dalam memperkenalkan dan mengembangkan batik Karawang. Secara geografis, Kabupaten Karawang merupakan wilayah yang memiliki lahan pertanian yang luas. Meskipun termasuk daerah pesisir, namun lahan pertanian yang ada di Kabupaten Karawang termasuk wilayah yang mampu menghasilkan padi dengan kualitas baik, hal ini disebabkan karena Kabupaten Karawang terletak berdekatan dengan Sungai Citarum yang berfungsi mengairi seluruh lahan pertanian yang ada di Kabupaten Karawang. Maka tidak mengherankan jika ragam hias batik yang diciptakan didominasi oleh tumbuhan padi atau pare sebagai ragam hias utama. Pada Bahasa Indonesia Pare artinya padi, sedangkan sagendeng artinya satu ikat. Penggunaan nama ragam hias yang merujuk pada unsur alam dan budaya kabupaten Karawang memiliki makna simbolis yang merujuk pada gagasan dan pengharapan masyarakat setempat pada kebaikan. Dari hasil penelitian diperoleh hubungan atau relasi bahwa unsur estetik yang terkandung pada ragam hias Batik Karawang merupakan wujud adaptasi visual (kebudayaan) masyarakat Kabupaten Karawang yang dikorelasikan dengan penemuan nama kekembangan pada istilah Sunda yang ditemukan di naskah Lalakaon ti Karawang. Penelitian ini bertujuan mengurai wujud adaptasi pada ragam hias Pare. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi masyarakat umum terkait keberadaan Batik Karawang sehingga dapat mengembangkan potensi dan perekonomian UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Kabupaten Karawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Ditemukan pula bahwa sebagian besar pola dasar motif Batik Karawang adalah Ceplokan. Ceplokan merupakan salah satu motif batik yang terdiri dari pengulangan satuan pola ceplok sehingga secara keseluruhan membentuk satu kesatuan
INDUNG PADA WADITRA KACAPI
Indung is a Sundanese word. The word in Indonesian and English means mother. The word Indung is found in Sundanese cultural artifacts, one of which is in the waditra, a Sundanese traditional musical instrument, for example in the waditra Kacapi called Kacapi Indung. This research is a pre-research that uses library research methods and aims to know Indung as a symbol of Sundanese culture, by conducting a study on Kacapi Indung and the theories used are psychoanalysis and culture. Analysis of Indung with the use of these theories indicates that the existence of Indung is present in all categories made by experts and shows significant suitability.Indung adalah sebuah kata dalam Bahasa Sunda. Kata tersebut dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian ibu atau mother dalam bahasa Inggris. Kata Indung tersebut didapatkan pada artefak-artefak budaya Sunda, salah satunya seperti pada waditra, alat musik tradisional Sunda, yaitu pada Kacapi yang dinamakan Kacapi Indung. Penelitian ini merupakan pra penelitian yang menggunakan metode riset kepustakaan dan bertujuan untuk mengetahui Indung sebagai suatu simbolisasi atas sebuah makna dalam budaya Sunda, dengan melakukan kajian atas Kacapi Indung dan teori-teori yang digunakan adalah Psikoanalisis dan kebudayaan. Analisis atas Indung dengan penggunaan teori-teori tersebut mengindikasikan bahwa Indung berada pada seluruh kategori yang dibuat oleh para ahli dan menunjukkan kesesuaian yang signifikan
Analisis Semiotika Sampul Buku Soulscape Road Karya Oscar Motuloh
Soulscape Road is one of the compilations of Oscar Motuloh\u27s work against the background of the disaster that occurred in Indonesia. Photographs of spot or news photos are recorded in essays in the social and cultural context of Oscar Motuloh as a journalist. Book Cover is basically an information that represents the contents of a book. Book Cover as a point of interest gives the perception and image formed through the visual. Soulscape Road book Cover by Oscar Motuloh has a distinctive character by using several media (mix media) as its illustration and becoming a differentiator with general book Covers. The study was conducted to determine the image relation or image of the sign construction on the book\u27s Cover. This study uses a descriptive method, with the Peirce semiotic approachSoulscape Road merupakan salah satu kompilasi karya Oscar Motuloh dengan latar belakang bencana yang terjadi di Indonesia. Karya foto spot atau foto berita direkam dalam bentuk esai dengan konteks sosial dan budaya Oscar Motuloh sebagai seorang jurnalistik. Sampul buku pada dasarnya merupakan sebuah informasi yang mewakili isi sebuah buku. Sampul buku sebagai point of interest memberikan persepsi dan citra yang dibentuk melalui visualnya. Sampul buku Soulscape Road Oscar Motuloh memiliki ciri khas dengan menggunakan beberapa media (mix media) sebagai ilustrasinya dan menjadi pembeda dengan sampul buku secara umum. Penelitian dilakukan untuk mengetahui relasi citra atau image dari konstruksi tanda pada sampul buku tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan semiotika Peirce
Diseminasi Batik Papua melalui Video Dokumenter (Studi Kasus Pada Sentra Batik Phokouw Faa)
Papuan batik is batik originating from the Province of Papua, Indonesia. The batik was produced by the Phokouw Faa batik center in Papua Province. The batik center of Phokouw Faa realizes that the batik that he manufactures is not evenly recognized in Papua Province, so that efforts are needed to inform the existence of the Papua batik. The method used in this research is an experiment on the application of elements and principles of visual communication design using non-conventional media (non-print), namely on time-based digital media in the form of documentary videos. Data to design a visual communication about Papuan batik was obtained during a field survey by observing and interviewing. The identities of the Papua province were applied in developing the documentary video. The full results of the research can be seen on the Youtube link as follow https://youtu.be/M5EP0b3jaBs.Salah satu produk budaya unggulan negara Indonesia adalah batik Batik Papua merupakan batik yang berasal dari Provinsi Papua, Indonesia. Batik tersebut diproduksi oleh sentra batik Phokouw Faa yang berada di Provinsi Papua. Sentra batik Phokouw Faa menyadari bahwa batik yang diproduksinya belum dikenal secara merata di Provinsi Papua, sehingga diperlukan usaha-usaha untuk menginformasikan eksistensi batik Papua tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen penerapan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain komunikasi visual dengan menggunakan media non konvensional (non cetak) yaitu pada media digital yang berbasis waktu (time-based image) berupa video dokumenter. Data-data untuk mendesain sebuah komunikasi visual tentang batik Papua diperoleh pada saat survey lapangan dengan melakukan observasi dan wawancara. Identitas-identitas provinsi Papua diterapkan dalam membangun video dokumenter tersebut. Secara lengkap hasil penelitian dapat dilihat pada tautan Youtube sebagai berikut https://youtu.be/M5EP0b3jaB
MOBILE APPS SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN URBAN AGRICULTURE DI KOTA BANDUNG
Setiap kota memiliki porsi lahan hijau masing-masing yang dapat ditentukan oleh luas wilayahnya. Masyarakat urban yang tinggal di kota harusnya memiliki peran dalam pelestarian lahan hijau. Namun, masyarakat belum dapat memahami manfaat, kegunaan dan cara mengaplikasikannya. Hal tersebut menjadi dasar penelitian yang berhubungan dengan peran teknologi sebagai alat bantu dalam menjembatani kegiatan yang berupaya melestarikan lahan hijau, salah satunya dengan kegiatan urban agriculture. Penelitian ini menggunakan responden suatu komunitas di kota Bandung yang berumur 18 –30 tahun yang memiliki minat dan orientasi terhadap lingkungan, yaitu BdgBerkebun. Alat bantu yang digunakan memiliki konten tentang konsep urban agriculture, cara memanfaatkan lahan sempit menjadi lahan hijau yang produktif serta informasi-informasi seputar tanaman dan pemeliharaannya. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan aplikasi perawatan tanaman dengan menampilkan simulasi kebun virtual dan dilengkapi dengan fitur scheduling dan reminder. Setelah rancangan ini diuji coba, hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna merasa terbantu dan membutuhkan suatu media digital yang bersifat fleksibel dalam memaksimalkan kegiatan urban agriculture di wilayah kota
ENSIKLOPEDIA DIGITAL INTERAKTIF SONGKET TRADISIONAL PADA WEB BASED HTML5
Banyaknya data yang tercipta dan konten yang disebarluaskan dalam Abad Informasi telah secara mendasar mengubah cara kita berkomunikasi, terutama pada generasi digital saat ini. Ensiklopedia digital merupakan sebuah kamus yang menghimpun informasi secara teratur, memberikan penjelasan lebih mendalam, dan dilengkapi dengan Informasi visual. Penelitian ini mengevaluasI web based HTML5 sebagai perangkat digital yang tepat untuk penyampaian informasi songket tradisional pada ensiklopedia digital interaktif. Sehingga dapat mendukung penyampaian informasi yang menarik dan pemahaman informasi yang lebih cepat. Penulis menentukan empat penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan songket tradisional ditinjau berdasarkan tujuan, kelebihan, dan keterbatasannya. Diharapkan hasilnya dapat menentukanperangkat digital terbaik sebagai wadah infomasi songket tradisional pada ensiklopedia digital interaktif
KESENIAN TRADISI REOG SEBAGAI PEMBENTUK CITRA PONOROGO
Manunggale Cipto, Roso, Karso Agawe Rahayuning Bumi Reog slogan ini terpampang pada Pendopo Agung Ponorogo yang terletak di alun-alun pusat Kota Ponorogo. Ponorogo memanfaatkan kesenian tradisonalnya yaitu Reog untuk mengkomunikasikan kotanya. Reog merupakan kesenian khas daerah Ponorogo yang telah ada sejak berabad-abad yang lalu dan diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Ponorogo hingga saat ini. Kesenian ini juga banyak mengandung tradisi dan nilai-nilai luhur budaya yang harus dilestarikan, untuk itu pemerintah mengangkat Reog sebagai inspirasi dalam menciptakan sebuah brand bagi kotanya. Reog dihadirkan melalui berbagai elemen pembentuk citra kota, tujuan utama dari pencitraan ini adalah mengundang hadirnya para wisatawan domestik maupun asing, terutama pada acara tahunan yang diadakan oleh pemerintah yaitu Grebeg Suro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penggalian data melalui observasi dan wawancara. Penggalian data dilakukan selama empat hari di Ponorogo untuk mengetahui citra kota yang dihadirkan melalui Reog. Analisis citra kota ditinjau berdasarkan hasil wawancara terhadap masyarakat dan pengunjung Kota Ponorogo. Hasil penelitian menunjukan adanya paradoks yang terjadi pada Reog ketika digunakan sebagai pembentuk citra kota Ponorogo. Citra kota yang dihasilkan tidak sesuai dengan makna secara tradisi yang terkandung pada Reog Ponorogo
A STUDY ON INTERACTIVITY IN COMPUTER ASSISTED LANGUAGE LEARNING (CALL) BASED FOR LANGUAGE LEARNING
Pembelajaran bahasa terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan teknologi. Computer Assisted Language Learning (CALL) adalah area penelitian yang berfokus pada pengembangan alat untuk meningkatkan proses pembelajaran bahasa. Jurnal ini bermaksud untuk mendiskusikan konten, interface dan sistem dari tiga game pembelajaran bahasa berbasis CALL dengan 3D gaming environtment untuk menemukan desain game pembelajaran berbasis CALL yang lebih baik. Untuk memahami konsep CALL lebih baik, penulis mencari dasar-dasar dari CALL, kemudian bergerak ke pembahasan tiga game berbasis CALL. Kombinasi dari teori CALL, pembahasan interface dan desain interaksi akan menghasilkan analisis masalah dari desain game berbasis CALL ini dan bagaimana caranya agar game-game pembelajaran tersebut bisa menjadi lebih baik lagi