138 research outputs found

    Penguatan E-Commerce Fesyen Tas Kayu Mindi Berbasis Inovasi Desain di Bantul Yogyakarta

    Full text link
    Mindi wood is a local wood that is easy to obtain and is currently in great demand because it is easy to process for the craftsmen considering the nature of the wood with stable dimensions and not easily warped. Mindi wood is commonly used as raw material for making special handicraft items that can be adjusted according to needs because of its texture characteristics which tend to be straight and free from knots so that it tends to be smooth.  \u27Ruaya\u27 is one of the home industries that focus on making fashion bags based on processed wood by prioritizing the distinctive design image of fashion bags. As a manufacturer of Wooden Fashion Bags, Ruaya focuses on maintaining the quality of its products and unique styles by continuing to innovate to develop its products. The products that are marketed to foreign markets are very diverse, namely fashion wooden bag as a superior product, wooden speakers, wooden wallets, and many other products made from Mindi wood. This study uses a qualitative descriptive approach intended to obtain a clear, objective, systematic, and accurate picture of the facts obtained related to the research objectives. This research design was chosen to provide a description of how the strategy of strengthening Mindi Wooden Fashion Bag E-Commerce based on Design Innovation. The data collection method used is the method of observation, interviews, document recording, and analysis of findings reflected in scientific expositions as a result of SME assistance in PKM Grant activities. The research results obtained include; (1) Strengthening the Mindi Wooden Fashion Bag Brand as a pioneering creative industry through E-Commerce. (2) Strengthening the E-Commerce based Marketing Communication (MARCOM) system as an effort to increase sales turnover and strengthen global market business strategies. (3) The strategy of strengthening Mindi Wooden Fashion Bag E-Commerce based on Design Innovation in Pajangan, Bantul.Kayu mindi merupakan kayu lokal yang mudah diperoleh dan saat ini sangat diminati karena mudah pengolahannya bagi para pengrajin mengingat sifat kayu yang stabil dan tidak mudah melengkung. Kayu mindi lazim digunakan sebagai bahan baku pembuatan barang kerajinan khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan karena karakteristik teksturnya yang cenderung lurus dan bebas dari mata kayu sehingga cenderung mulus. Ruaya merupakan salah satu industri rumahan yang fokus pembuatannya pada produk tas mode berbasis kayu olahan dengan citra desain khas tas mode. Sebagai produsen Tas Kayu mode, Ruaya fokus mempertahankan kualitas produknya dan keunikan gaya dengan terus berinovasi untuk mengembangkan produk-produknya. Produk yang dipasarkan hingga pasar mancanegara ini sangat beragam, yakni tas kayu mode sebagai produk unggulan, pengeras suara  (speaker) kayu, dompet kayu dan produk-produk lainnya. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di industri rumahan  Ruaya sebagai mitra menggunakan metode pendampingan partisipasi melalui intervensi kegiatan peningkatan mutu SDM dan tata kelola produksi maupun Pemasaran. Metode PKM ini digunakan untuk memberikan strategi penguatan E-Commerce tas mode kayu mindi berbasis inovasi desain yang dituangkan dalam paparan ilmiah sebagai hasil pendampingan UKM pada kegiatan Hibah PKM. Hasil PKM yang diperoleh di antaranya; penguatan merek (brand) tas mode kayu mindi sebagai rintisan industri kreatif melalui E-Commerce, Penguatan sistem Marketing Communication (MARCOM) berbasis E-Commerce sebagai upaya meningkatkan omzet penjualan dan penguatan strategi bisnis pasar global, Strategi penguatan E-Commerce tas mode kayu mindi berbasis inovasi desain di Pajangan, Bantul

    Pelatihan dan Pameran Desain Poster Daring untuk Remaja Indonesia

    Full text link
    Community Service (PKM) have been conducted by Lecturers and students from the Visual Communication Design Study Program, Faculty of Design, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). PKM is implemented on the basis of the needs of partners, namely SMK Nasional Bandung towards the advancement of creativity, achievement and confidence of its students through competition. PKM program, namely COVID-19-themed Poster Design Training that is agreed can be attended by participants from all over Indonesia. 124 participants, conducted online. The purpose of PKM activities to increase creativity, achievement, and confidence of SMK Nasional Bandung students. The PKM method consists of the implementation method and the method of analysis of the work. The method of implementation of PKM consists of 13 stages, including need assessment, introduction, training, workshop, curation, exhibition, and awards. The visual analysis method argued was used to test the results of the training on 3 works of the best participants. As a result of the poster design training there are 52 poster design works on display on the https://ideas.my.id. the results of the visual argument analysis show trainees understand the training materials.Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan oleh Dosen dan mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Desain, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). PKM dilaksanakan atas dasar kebutuhan mitra yaitu SMK Nasional Bandung terhadap kemajuan kreativitas, prestasi dan kepercayaan diri siswa-siswinya melalui kompetisi. Program PKM yaitu Pelatihan Desain Poster bertema COVID-19 yang disepakati dapat diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Peserta berjumlah 124, dilaksanakan melalui daring. Tujuan dari kegiatan PKM untuk meningkatkan kreativitas, prestasi dan kepercayaan diri siswa-siswi SMK Nasional Bandung. Metode PKM terdiri dari metode pelaksanaan dan metode analisis karya. Metode pelaksanaan PKM terdiri dari 12 tahapan, di antaranya yaitu need assesment, introduksi, pelatihan, lokakarya, kurasi, pameran, dan penghargaan. Metode analisis visual berargumen digunakan untuk menguji hasil pelatihan pada 3 karya peserta terbaik. Hasil dari Pelatihan desain poster terdapat 52 karya desain poster yang dipamerkan di halaman web https://ideas.my.id. hasil dari analisis visual berargumen menunjukkan peserta pelatihan memahami materi pelatihan

    Plana Memora: Dekontekstualisasi Wujud Karya Seni Rupa

    Full text link
    PLANA MEMORA is a visual work created to respond to the shifting phenomena of contemporary aesthetic discourse. Beginning with the idea of ​​\u27celebration\u27 will fade the exclusivity of art leading to a pattern of continuity of creation. The conceptual purpose is the manifestation of the location of the authentic-specific personality spirit of postmodern art creative works; in the simplicity of visualization, philosophical elements can be found that require effort to understand their \u27depth\u27. The practical aim is to offer patterns of unconventional work creation techniques, and their visualization becomes an alternative display of two-dimensi works of art. The form of PLANA MEMORA is like a brief note, made to give a simple and quick warning of daily activities plans. It is handwritten using a ballpen on a piece of paper. The rationale is that postmodern artworks characterize the familiar and intense closeness of the creators\u27 daily lives. This reinforces the author that two-dimensi works of art are no longer (merely) about illustrations, representations of real/dreamy nature, imagination or ending in the composition of color splashes, which ends only show the skill of hand techniques in making it. To support the representation of contemporary artworks, the author designed PLANA MEMORA as a response to the ongoing shift in aesthetic discourse symptoms, as a decontextual manifestation of the form of visual works. This work is not an illustration of events, more accurately called the continuity of symptoms itself. Although it may be similar to documentation, but more work (plan) today and the future.Dilatarbelakangi gagasan \u27perayaan\u27 memudarnya eksklusifitas seni menuju ke pola kontinuitas penciptaan, penelitian ini diiringi proses penciptaan dan menghasilkan karya seni rupa berjudul “Plana Memora†yang dirancang dalam rangka merespon fenomena pergeseran wacana estetika kontemporer. Tujuan konseptualnya adalah manifestasi letak spirit personalitas yang spesifik-otentik atas karya seni rupa pascamodernisme; dalam kesederhanaan visualisasi bisa jadi ditemukan unsur filosofi karya yang memerlukan upaya untuk memahami \u27kedalamannya\u27. Tujuan praktisnya adalah tawaran pola teknik penciptaan karya yang tidak konvensional, dan visualisasinya menjadi alternatif wujud karya seni rupa dua-dimensi. Wujud Plana Memora berupa tulisan tangan dengan menggunakan bolpoin pada sepotong kertas, tak ubahnya sebuah catatan singkat, dibuat dengan maksud memberi peringatan sederhana dan cepat akan rencana kegiatan harian. Dasar pemikirannya adalah bahwa karya seni rupa pascamodernisme mencirikan adanya kedekatan yang lazim dan intens dengan keseharian kreatornya. Hal ini menguatkan bahwa karya seni rupa dua-dimensi tidak lagi (melulu) tentang ilustrasi, representasi alam nyata/ alam mimpi, imajinasi atau berakhir pada komposisi cipratan warna, yang secara eksplisit sekedar menunjukkan kepiawaian tangan belaka. Studi literatur sebagai sumber data dan eksplorasi karya dilakukan sebagai metode dalam penelitian dan penciptaan ini. Dalam rangka mendukung representasi kekaryaan seni rupa kontemporer, penciptaan ini menghasilkan rancangan karya sebagai manifestasi dekontekstualisasi wujud karya seni rupa. Karya ini bukan ilustrasi konvensional.  Karya ini mengusung konsep kontinuitas gejala dirinya sendiri yang meskipun bisa jadi mirip dokumentasi, namun merupakan karya (rencana) hari ini dan masa depan

    Unsur Visual Kemasan Granola Creations

    Full text link
    Granola Creations is a food product originating from Bali, Indonesia and produced by Hundred Seeds. The products are health food made from a mixture of cereals, oats, nuts, sugar and baked dried fruits. Granola Creations has the appearance of a packaging with a dominant brown color, and images of the contents of the product. Basically, packaging as the main image provider of a product to the target audience. The results of the research show that Granola Creations packaging uses text, layout, texture and certain colors that are suitable for conveying information, the identity, personality and image of the product. The study was conducted to determine whether the visual elements in the packaging display used are in accordance with the image of the Granola Creations product. This research uses descriptive analysis method with elemental approach, Visual Communication Design principles and analysis based on packaging material. The results showed that Granola Creations successfully displayed communicative packaging through visual appearance and physical form of packaging in one food packaging designGranola Creations adalah salah satu produk makanan yang berasal dari Bali, Indonesia dan diproduksi oleh Hundred Seeds. Produk yang disajikan berupa makanan kesehatan yang terbuat dari campuran sereal, gandum, kacang-kacangan, gula dan buah-buahan kering yang dipanggang. Granola Creations memiliki tampilan kemasan dengan dominan warna coklat, dan gambar dari isi produk. Pada dasarnya kemasan berperan sebagai pemberi citra utama mengenai suatu produk kepada khalayak sasaran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah unsur visual pada tampilan kemasan yang digunakan sesuai dengan citra produk Granola Creations. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan unsur, prinsip Desain Komunikasi Visual dan analisis berdasarkan material kemasan. Hasil penelitian memperlihatkan kemasan Granola Creations menggunakan teks, tata letak, tekstur dan warna tertentu yang sesuai untuk menyampaikan informasi yaitu identitas, personalitas dan citra dari produk dan memperlihatkan Granola Creations berhasil menampilkan kemasan yang komunikatif melalui tampilan visual dan bentuk fisik kemasan dalam satu kesatuan desain kemasan makanan

    Peran Elemen Komunikasi Visual pada Media Berita Online Terhadap Kesiapan Mental Pasca Pandemi Covid–19 di Bali

    No full text
    The Covid–19 pandemic has a major impact on all sectors of life, especially with regard to the aspect of mental and emotional health of each individual. The Corona virus problem was followed by massive dissemination of information through online-based news media, regarding the development of the spread area and an increase in the number of sufferers. With the involvement of illustrations and text (headlines) as elements of visual stimulation in the delivery of information during the pandemic, it is necessary to understand interpretatively regarding their role in the mental and emotional readiness of readers in facing the post-Covid-19 pandemic in Bali. The qualitative analysis method on the visual approach is carried out in an effort to understand the psychological perceptions which is constructed in the communication structure. The results of the research indicate that the element of visual stimulus in the form of illustrations and text (headlines) is the stimulus that is capable of providing an organism process in generating responses for readers, so that information that seems contradictory will create psychological perceptions. The implicit impact is in the form of disagreement which results in the conception of \u27resistance\u27 to the message conveyed. Visual communication design elements in an infodemic indirectly contribute to the mental and emotional readiness of the target audience to be able to face the new normal era of life or post-pandemic life.Pandemi Covid–19 berdampak besar terhadap semua sektor berkehidupan, terutama terkait dengan aspek kesehatan mental dan emosional setiap individu. Permasalahan virus Corona diikuti oleh penyebaran informasi yang masif melalui media berita berbasis online, mengenai perkembangan wilayah penyebaran serta peningkatan jumlah penderitanya. Adanya keterlibatan ilustrasi dan teks (headline) sebagai elemen rangsang visual dalam penyampaian informasi selama masa pandemi, maka perlu dipahami secara interpretatif terkait peranannya terhadap kesiapan mental dan emosional khalayak pembaca dalam menghadapi pasca pandemi Covid–19 di Bali. Metode analisis kualitatif terhadap pendekatan visual dilakukan dalam upaya memahami persepsi psikologis yang terkonstruksi dalam struktur komunikasinya. Hasil penelitian menyatakan bahwa elemen rangsang visual berupa ilustrasi dan teks (headline) merupakan stimulus yang mampu memberikan proses organisme dalam menghasilkan respon bagi khalayak pembaca, sehingga informasi yang terkesan bersifat bertentangan akan menimbulkan persepsi psikologis. Adapun dampak secara implisit adalah berupa ketidaksepahaman yang berakibat pada konsepsi ‘perlawanan‘ terhadap pesan yang disampaikan. Elemen desain komunikasi visual dalam sebuah infodemik, secara tidak langsung ikut berperan terhadap kesiapan mental dan emosional khalayak sasaran untuk dapat menghadapi tatanan kehidupan era normal baru atau pasca pandemi

    Pemanfaatan Video Animasi 3D sebagai Media Promosi Wisata Kota Medan (Studi Kasus: Kawasan Medan Heritage)

    Full text link
    Medan City requires digital promotion of tourist areas. The role of the tourism promotion media is very important to provide information on the state of the area and existing facilities at tourist attractions and to increase the number of tourist visits. This research was made to design the promotional media for the city of Medan, the tourist area chosen as a case study, namely Medan Heritage, an area with historical buildings in the city of Medan which has high historical value so that it gives the characteristics and uniqueness of the city of Medan and builds the image of Heritage tourism. The promotion design is carried out by utilizing 3-dimensional animated videos as promotional media. The 3-dimensional animated video media is considered capable of contributing to promoting tourist attractions by simulating these tourist attractions as the original. This information is useful for potential tourists in order to get an overview of the tourist areas to be visited and to increase interest in traveling. The research method used in this research is the design method (Visual Communication Design) through the stages of Analysis, Synthesis and Evaluation. Also using data collection techniques obtained through literature, questionnaires and observations as part of the analysis stage. The result of this research is a 3D animated video work that simulates the Medan Heritage area as a tourist area with historical buildings in the city of Medan such as the Maimun Palace, Al Mashun Grand Mosque, PT. PP London Sumatera, and Post Office to be like the original.Kota Medan memerlukan promosi digital kawasan wisata. Peranan media promosi wisata sangat penting untuk memberikan informasi keadaan wilayah dan fasilitas yang ada di tempat wisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Penelitian ini dibuat untuk merancang media promosi kota Medan, kawasan wisata yang dipilih sebagai studi kasus yaitu Medan Heritage, kawasan dengan bangunan bersejarah di kota Medan yang  memiliki nilai historis tinggi sehingga memberikan ciri khas dan keunikan kota Medan dan membangun citra wisata Heritage. Perancangan promosi tersebut dilakukan dengan pemanfaatan video animasi 3 dimensi sebagai media promosi. Media video animasi 3 dimensi dinilai mampu memberikan kontribusi dalam mempromosikan tempat wisata dengan mensimulasikan tempat wisata tersebut seperti aslinya.  Informasi ini berguna untuk calon wisatawan agar mendapatkan gambaran kawasan wisata yang akan dikunjungi dan dapat meningkatkan minat untuk berwisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Desain (Desain Komunikasi Visual) melalui tahapan Analisis, Sintetis dan Evaluasi. Juga menggunakan teknik pengumpulan data didapatkan melalui literatur, kuesioner dan observasi sebagai bagian dari tahapan Analisis. Hasil dari penelitian ini adalah karya video animasi 3D yang mensimulasikan  kawasan Medan Heritage sebagai kawasan wisata dengan bangunan bersejarah di kota medan seperti Istana Maimun, Masjid Raya Al Mashun, PT. PP London Sumatera, dan Kantor Pos agar seperti asliny

    TEKNIK KLOWONG DALAM UPAYA PENGEMBANGAN MODEL PEWARISAN TRADISI MEMBATIK WARGA RIFA\u27IYAH DI DESA KALIPUCANG WETAN, JAWA TENGAH

    Full text link
    Batik Rifa’iyah is a batik created and developed by followers of Shaikh Ahmad Rifa’i, also known as the Rifa’iyah. The tradition stemmed from Shaikh Ahmad Rifa’i\u27s prohibition of drawing living beings. Today, the Batik making tradition is in decline, and would go extinct without proper preservation efforts. One way to preserve the tradition is by passing the Rifa’iyah batik making tradition to the next generation of the community. This study is limited to the next generation of Rifa’iyah community in Kalipucan Wetan whose age between 15-30 years old. This study focuses on one of batik making technique called the klowong. The study’s methodology is adopted from ethnographic approaches. The approach analyzes socio-cultural aspects, of which are experimented and applied by using the klowong technique to pass down the batik making tradition to Rifa’iyah in Kalipucang Wetan. Qualitative methods used are literature studies, field study by observation, in-depth interviews, voice recordings, and photography. Currently, the klowong technique is passed down by imitation. Preservation of the klowong technique requires innovation to help apprentices learn the technique. It is found different models of passing down the klowong technique are required to suit a batik maker’s skills.Batik Rifa\u27iyah adalah batik yang dibuat dan dikembangkan oleh para pengikut ajaran Syaikh Ahmad Rifa\u27i, yang disebut dengan Rifa\u27iyah. Syaikh Ahmad Rifa\u27i melarang para pengikutnya untuk menggambar mahkluk hidup. Tradisi membatik pada warga Rifa\u27iyah dari waktu ke waktu mengalami penurunan, apabila tidak dilakukan antisipasi dapat menyebabkan kepunahan. Salah satu cara dalam upaya melestarikan tradisi membatik pada warga Rifa\u27iyah adalah dengan mewariskan tradisi membatik tersebut kepada generasi penerus warga Rifa\u27iyah. Penelitian akan dibatasi pada generasi penerus warga Rifa\u27iyah di Kalipucang Wetan yang berusia 15 tahun hingga 30 tahun. Penelitian ini berfokus pada salah satu teknik pembatikan, yaitu teknik klowong menggunakan pensil. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi eksperimental. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan studi lapangan. Hasil proses pembatikan melalui eksperimen teknik klowong menggunakan pensil dengan cara imitating dan tracing tersebut kemudian dianalisis untuk memperoleh gambaran mengenai kenyamanan, efesiensi dan efektifitas dalam membuat batik Rifa’iyah oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan diperlukan variasi teknik klowong atas setiap kategorisasi tingkat kemampuan pembatik, yang untuk selanjutnya dapat diaplikasikan ke dalam model pewarisan tradisi membatik sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat warga Rifa\u27iyah untuk mau belajar dan meneruskan tradisi membatiknya

    Kaca Aklirik (Plexiglas) sebagai Medium Alternatif Lukis Kaca

    Full text link
    The research aim of art creation and presentation is to revitalize traditional glass painting in Indonesia by utilizing plexiglas flexibility as a medium in fine artwork. This is due to the use of glass as a medium is very heavy and easily broken when moved or taken for display. The research method used in the creation of art uses experimental method with the order of exploration stage, design stage, and realization stage. Exploration stage is an exploration activity that explores the source of ideas, including exploring plexiglass materials using various types of water-based and oil-based paints, as well as gravur and grinder techniques to erode the surface. Next is collecting data and references, as well as processing and analyzing data which results are used as the basic for making designs. Design Stage visualizes exploration results into various design alternatives which then the best is chosen and used as references in making works. Realization Stage is the process of manifesting the chosen design into the real work. Research showed that the use of plexiglass material as a medium of traditional glass painting has a very good results, and plexiglas can fully replace glass in terms of aplicable to various paint types, even plexiglas has excellence over ordinary glass that is water-based acrylic paint can be applied better in plexiglas and can fused (compound). Exploration of works visualization using plexiglas as medium has a very good result, as applied to ordinary glass. Exploration of works visualization has a very good result, some works still use traditional motifs and symbols combined with modern motifs and symbols with illustrative, expressionist and pop art style.Tujuan penelitian penciptaan dan penyajian seni adalah untuk merevitalisasi lukisan kaca tradisional di Indonesia dengan memanfaatkan kelenturan plexiglass sebagai media dalam karya seni rupa. Hal ini disebabkan penggunaan medium kaca sangat berat dan mudah pecah ketika dipindahkan atau dibawa untuk dipamerkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penciptaan seni memakai metode eksperimen dengan urutan tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Tahap Eksplorasi merupakan aktivitas penjelajahan menggali sumber ide, termasuk mengeksplorasi bahan pleksiglas dengan menggunakan berbagai jenis cat berbasis air dan berbasis minyak, serta teknik gravur dan grinder untuk mengikis permukaannya. Berikutnya pengumpulan data dan referensi, serta pengolahan dan analisa data yang hasilnya dijadikan dasar untuk membuat desain. Tahap Perancangan memvisualisasikan hasil penjelajahan kedalam berbagai alternatif desain yang kemudian dipilih terbaik dan dijadikan acuan dalam pembuatan karya. Tahap perwujudan merupakan proses mewujudan rancangan terpilih menjadi karya sesungguhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan plexiglass sebagai media lukisan kaca tradisional memiliki hasil yang sangat baik, dan plexiglass dapat sepenuhnya menggantikan kaca dalam menerima berbagai jenis cat, bahkan plexiglass memiliki keunggulan dibandingkan kaca biasa yaitu cat akrilik berbasis air dapat diaplikasikan lebih baik karena dapat menyatu (senyawa). Eksplorasi dengan cat berbahan dasar minyak memiliki hasil yang sangat bagus seperti diaplikasikan pada kaca biasa. Eksplorasi visualisasi karya hasilnya sangat baik, beberapa karya masih menggunakan motif dan simbol tradisional yang dipadukan dengan motif dan simbol modern dengan gaya ilustratif, ekspresionis dan pop art

    Telaah Etika Sinematika Deleuze Pada Reprensentasi Perempuan Jawa dalam Film \u27SETAN JAWA’ Karya Garin Nugroho

    Full text link
    Film is a medium of visual communication that plays a role in the dissemination of women\u27s concept discourse in Indonesia, one of which is due to its distinctive characteristics that can last for a long period of time, potentially wider in its dissemination, including also being a mass media hypnotic culture. The film is closely related to the concept of gaze, male gaze in the cinematography industry, which according to overly uses men\u27s views, which is positioning women as subjects who have no power over themselves (self-possessiveness) but as objects of male gaze. Women become commodities in the film, a sex object that is commodified to construct an image that represents the position of women is as an additional role that is not important in one film narrative. In the male gaze narration, women in the film do not act, but become part of the actions of men. Morally, male gaze assumes that the behavior of women in films has a vacuum, but in Garin Nugroho\u27s \u27Setan Jawa’ using Deleuze\u27s cinematic study, women are positioned to have other representations that differ from the ethics of cinematics which do not place women as signs of sex objectification for the sake of fulfillment of men\u27s desires, but as subjects who are fully empowered and may wish of themselves.Film merupakan bentuk komunikasi visual yang berperan dalam penyebaran diskursus konsep perempuan di Indonesia, salah satunya disebabkan karena karakteristik khasnya yang dapat bertahan di rentang waktu yang panjang, berpotensi lebih luas dalam penyebarannya, termasuk juga dapat menjadi media hipnotik masal kebudayaan. Film berkaitan erat dengan konsep tatapan/gaze. Industri sinematografi terlalu menggunakan konsep tatapan laki-laki/male gaze, sementara perempuan diposisikan sebagai subjek yang tidak punya kuasa atas dirinya sendiri (self-possessiveness) dan dipresentasikan sebagai objek berdasarkan konsep tatapan laki-laki. Perempuan menjadi komoditas dalam film, sebuah objek seks yang dikomodifikasi membentuk citra yang merepresentasikan posisi perempuan adalah sebagai peran tambahan yang tidak penting dalam satu narasi film. Dalam narasi male gaze, perempuan dalam film tidak bertindak, namun menjadi bagian dari tindakan laki-laki. Secara moral, male gaze mengasumsikan bahwa gerak laku perempuan dalam film memiliki kekosongan, namun dalam ‘Setan Jawa’ karya Garin Nugroho, menggunakan telaah sinematika Deleuze, perempuan diposisikan memiliki tawaran representasi lain yang berbeda dengan etika sinematika yang tidak menempatkan perempuan menjadi tanda objektivikasi seks demi pemenuhan hasrat laki-laki, tetapi sebagai subyek yang berdaya penuh dan boleh berkehendak atas dirinya sendiri

    ANALISIS USER INTERFACE SITUS WEB IWEARUP.COM

    Full text link
    IWEARUP.COM is a website that is an e-commerce based. It contains information about buying, selling, distributing, and marketing fashion products. A business website is an example of using design as a marketing tool. Display of charming website with design is an attraction. However, a good website design must be able to display information clearly. Especially how to make the interface possible as it is not confused with the information displayed. Poor interfaces affect the users productivity or experience in visiting a website. This is a visual hierarchy which is the most important principles behind every website design. With an instrumental case study of the approach to produce conclusions that can be applied in designing e-commerce-based website. The goal is to make the website design in line with the content that will increase the website design and increase knowledge about the visual hierarchy of web design and its relation to the user interface.IWEARUP.COM merupakan sebuah situs web yang berbasis e-commerce, di dalamnya memuat informasi mengenai pembelian, penjualan, dan pemasaran produk fashion. Sebuah situs web merupakan salah satu contoh aplikasi desain sebagai alat pemasaran. Desain situs web yang baik harus dapat menampilkan informasi dengan jelas. Terutama bagaimana menampilkan antarmuka (interface) sebaik mungkin agar pengunjung situs tidak kebingungan dengan informasi yang ditampilkan. Antarmuka yang buruk berpengaruh terhadap pengguna (user) dalam produktivitas atau pengalaman mengunjungi sebuah situs web. Hal ini dibantu dengan hierarki visual yang merupakan salah satu prinsip terpenting dibalik setiap desain situs web. Maka dilakukan kajian pada situs web IWEARUP.COM dengan studi kasus instrumental guna menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat diaplikasikan dalam perancangan sebuah situs web berbasis e-commerce. Tujuannya agar desain situs web selaras dengan konten yang akan dimuat dalam hal perancangan situs web dan menambah pengetahuan mengenai hierarki visual desain situs serta kaitannya dengan antarmuka pengguna (user interface)

    119

    full texts

    138

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    VISUALITA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇