VISUALITA
Not a member yet
138 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN VISUAL FOTO PADA KEMASAN INDOMIE VARIAN MI GORENG TAHUN 2006 DAN 2010
Kemasan digunakan untuk melindungi produk dan dimanfaatkan sebagai media persuasi, seperti pada kemasan makanan yang memiliki ilustrasi penggugah selera. Kemasan Indomie varian Mi Goreng tampil dengan ilustrasi foto makanan. Hal ini terlihat baik pada kemasan versi tahun 2006 dan 2010 yang bertujuan untuk menampilkan kesan rasa sedap. Walaupun kedua kemasan tersebut menggunakan teknik fotografi dalam ilustrasi makanan, namun terlihat perbedaan signifikan terhadap foto makanan pada kemasan Indomie varian Mi Goreng tahun 2006 dan 2010. Hal ini menjadi hal yang penting untuk dikaji sehingga dapat diketahui bagaimana Indomie sebagai sebuah perusahaan besar mempersuasi konsumen melalui perubahan foto pada kemasannya. Foto pada kemasan Indomie varian Mi Goreng tahun 2006 dan 2010 dikomparasikan untuk menemukan unsur apa saja yang berubah dan bagaimana perbedaannya secara sudut pandang ilmu fotografi dan persepsi masyarakat. Teori yang digunakan yaitu teori food phototgraphy dari Lou Manna yang menganalisis foto makanan melalui unsur food styling, prop styling, komposisi, dan pencahayaan. Hasil dari penelitian berupa kesimpulan tentang foto manakah yang paling menggugah selera menurut teori Lou Manna dan persepsi masyarakat serta relevansinya. Selain itu, penelitian ini juga dapat dijadikan penelitian lanjutan atau rujukan bagi para fotografer dalam membuat suatu karya foto makanan
PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL ORANG TUA SAHABAT ANAK REMAJA DI MASA PANDEMI
One of the community forums that can become a vehicle for community empowerment through various programs that lead to efforts to change people\u27s attitudes, behavior and way of thinking (mindset) in a better direction is KB Village. One of the activities carried out by Kampung KB is Youth Family Development (BKR). Program Bina Keluarga Remaja (BKR) is the concern of Kampung Ceria KB during the pandemic because teenagers can only stay at home, not infrequently this causes problems between teenagers and their parents, the BKR program has material about parents being friends of children who can minimize the problems that usually occur between parents and teenagers, but counseling activities still use traditional counseling media. This design aims to disseminate BKR program material regarding the friendship of parents and teenagers through social media content that is easily accessible to the public. In collecting data, this design uses qualitative methods by conducting interviews with the head of the Kampung KB Ceria, residents of RW 02, TKP Bojongloa Kidul District, and Psychologist Puspaga Bandung. The results of this design can be seen that the media used works quite optimally, both in terms of access, distribution, and outreach, so that it is effective in disseminating the BKR program material for Kampung CeriaSalah satu wadah masyarakat yang dapat menjadi wahana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai macam program yang mengarah pada upaya merubah sikap, prilaku dan cara berfikir (mindset) masyarakat ke arah yang lebih baik adalah Kampung KB. Kegiatan yang dilakukan Kampung KB salah satunya adalah Bina Keluarga Remaja (BKR). Remaja menjadi fokus dan perhatian kampung KB Ceria karena remaja merupakan generasi penerus yang dapat memberikan banyak pengaruh dan dampak pada lingkungan. Dimasa pandemi remaja hanya dapat berdiam diri dirumah, tak jarang hal ini menimbulkan permasalahan antara remaja dan orang tua, didalam program Bina Keluarga Remaja terdapat materi untuk orang tua bisa menjadi sahabat anak yang dapat meminimalisir permasalahan yang biasa terjadi antara orang tua dan anak remaja, namun kegiatan penyuluhan materi-materi program bina keluarga remaja masih menggunakan media penyuluhan tradisional, sehingga warga RW 02 masih sulit untuk mendapatkan materi ditengah terjadinya pandemi covid-19. Perancangan ini bertujuan untuk menyebarluaskan materi yang ada di program bina keluarga remaja mengenai persahabatan orang tua dan anak remaja melalui konten media sosial yang mudah diakses oleh masyarakat. Dalam pengumpulan datanya perancangan ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara pada ketua kampung KB Ceria, warga RW 02, TKP Kecamatan Bojongloa kidul, dan Psikolog Puspaga Kota Bandung. Hasil dari perancangan ini dapat dilihat bahwa media yang digunakan bekerja dengan cukup optimal, baik dalam segi akses, penyebaran, dan jangkauan, sehingga efektif dalam penyebarluasan materi program bina keluarga remaja untuk Kampung KB Ceria
MOTION GRAPHIC PENCEGAHAN PERILAKU MENYONTEK BAGI SISWA PADA PERGURUAN SMK PANCA BUDI MEDAN MELALUI PERANCANGAN MOTION GRAPHIC
Abstrak. Perguruan Panca Budi merupakan salah satu tempat pendidikan swastayang ada di kota Medan. Perguruan Panca Budi memiliki jenjang pendidikanmulai dari yang tingkat paling dasar yaitu taman kanak-kanak hingga ke tingkatperguruan tinggi. Melihat perkembangan teknologi dan perilaku siswa yangsemakin berkembang, menyontek sepertinya pada saat ini telah menjadi kebiasaanpada dunia pendidikan, mulai dari siswa Sekolah Dasar sampai ke mahasiswa.Cara menyonteknya juga dari dahulu sampai sekarang semakin unik bahkancanggih. Kalau pada zaman duhulu contekan hanya ditulis pada selembar kertaskecil atau mencoretnya di atas meja, sekarang mencontek cukup hanya denganbrowsing di internet. Melihat kondisi tersebut, pentingnya sosialisai tentangmenyontek dan dampak negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan menyontek,sehingga dapat mengurangi kebiasaan berperilaku menyontek tersebut. Tahapanpenelitian ini di awali dengan riset untuk melihat kondisi dan keadaan yang adapada perguruan SMK Panca Budi, kemudian menentukan media yang sesuaiuntuk permasalahan ini, setelah itu mulai ke proses pembuatan desain. Sosialisasitentang menyontek ini dibuat dalam bentuk iklan layanan masyarakat denganmedia motion graphic, media ini di pilih karena melihat kondisi para siswasekarang lebih menyukai sajian informasi yang berbentuk video animasi
PERGESERAN MAKNA MASKULIN DALAM BUDAYA POPULER (STUDI KASUS KAJIAN SEMIOTIKA IKLAN VT X BTS “TIME TO SHINEâ€)
VT Cosmetics comes with new ad that uses BTS\u27s K-Pop star brand ambassador, the ad represents masculinity as an attribute of popular culture. Therefore, this study aims to analyze how the representation of masculinity as an attribute of popular culture in VT x BTS "Time to Shine" advertisements. This research is included in qualitative research by searching data through literature and documentation studies. Then the data that has been obtained were analyzed using Roland Barthes\u27 semiotic theory. The results of this study indicate that masculine men are not always represented only through the form of a manly, strong, and courageous body like the current convention. However, it also becomes natural when a man also pays attention to the beauty and health of his skin like a woman, this is a result of the development of Hallyu culture, which is pop culture. In the end, new masculinity is formed as an attribute of popular culture, its presence is favored by a certain group of people, so that it is very likely to develop in the future. The results of this study are useful for practitioners and academics engaged in advertising.ABSTRAK. VT Cosmetics hadir dengan iklan barunya yang menggunakan brandambassador bintang K-Pop BTS, iklan tersebut merepresentasikan maskulinitas sebagaiatribut dari budaya populer. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisisbagaimana representasi maskulinitas sebagai atribut budaya populer pada iklan VT x BTS“Time to Shineâ€. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pencarian datadari studi literatur dan studi lapangan melalui dokumentasi. Kemudian data yang sudahdiperoleh dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil daripenelitian ini menunjukkan bahwa laki-laki maskulin tidak selamanya direpresentasikanhanya melalui bentuk tubuh yang gagah, kuat, dan berani seperti konvensi yang sudahberedar saat ini. Akan tetapi juga menjadi wajar saat seorang pria juga memperhatikankecantikan dan kesehatan kulit layaknya seorang perempuan, hal ini merupakan dampakdari berkembangnya budaya Hallyu, yang merupakan budaya pop. Pada akhirnyamaskulinitas baru terbentuk sebagai atribut dari budaya populer, kehadirannya digemarioleh sekelompok masyarakat tertentu, sehingga sangat berpeluang untuk berkembang kedepannya. Hasil dari penelitian ini bermanfaat bagi para praktisi dan akademisi yangbergerak di dunia periklanan
REPRENTASI PERUNDUNGAN PADA VIDEO MUSIK BABYMETAL – IJIME, DAME, ZETTAI- ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
ABSTRACT. Bullying is a negative action carried out by an individual or group that intentionally causes harm to others, which is carried out repeatedly. Indonesian people are increasingly carrying out bullying during this pandemic through electronic media. This is due to the high level of depression in Indonesian society during the pandemic, 64.8% (Sagita, 2020). The bullying eradication campaign has also been carried out by various groups, one of which is a metal musician from Japan, Babymetal. Babymetal has one single titled Ijime, Dame, Zettai; where the word “Ijime†literally means bullying, Babymetal advised its fans to unite and not bully others. The music video released on Babymetal\u27s youtube channel caught the attention of many people and has been viewed 27 million times. This research was conducted to understand the message and meaning of the music video using Roland Barthes semiotic analysis. The analysis results are presented descriptively by researchers using qualitative methods with data analysis techniques using four stages of design review so that messages and meanings will be obtained the Indonesian people can understand that to eradicate bullying..
Keywords : Bullying, Music Video, Babymetal, Metal, Barthes, Semiotic.ABSTRAK. Bullying adalah tindakan negatif yang dilakukan oleh seorang Individu ataupun kelompok secara sengaja menimbulkan ketidaknyamanan terhadap orang lain, yang dilakukan berulang kali. Peristiwa tersebut pada masa pandemi Covid-19 menjadi semakin meningkat dilakukan melalui media elektronik. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya juga tingkat depresi masyarakat Indonesia di masa pandemi yaitu sebesar 64,8% (Sagita, 2020). Kampanye untuk memberantas bullying juga telah dilakukan oleh berbagai kalangan, salah satunya kalangan musisi genre metal yang berasal dari Jepang yaitu Babymetal. Babymetal memiliki salah satu single yang berjudul Ijime, Dame, Zettai; pada single tersebut kata “Ijime†secara kebahasaan memiliki arti bullying. Penelitian ini dilakukan untuk memahami pesan dan makna yang terdapat pada video musik tersebut dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Hasil analisis dipaparkan oleh peneliti secara deskriptif menggunakan metode kualitatif dengan analisis data menggunakan 4 tahapan tinjauan desain yaitu analisis deskriptif, formal, interpretasi, dan evaluasi sehingga akan diperoleh pesan dan makna video yang memiliki hubungan dengan kondisi bullying masyarakat yang ada di Indonesia saat ini. Hasil pembacaan tanda visual pada video ini merepresentasikan bullying yang pada situasi pandemi Covid-19 bertransformasi menjadi cyber-bullying.
Kata Kunci: Bullying, Video Musik, Babymetal, Metal, Semiotika, Barthe
SURGA KULINER PEDAS ! (STUDI KASUS PERANCANGAN BUKU KULINER NEGERI LOMBOK)
West Nusa Tenggara is one of the provinces in the Unitary State of the Republic of Indonesia which has two large islands, namely Lombok Island and Sumbawa Island with a central government located in the city of Mataram. Lombok Island has a variety of traditional culinary and has its own uniqueness, for example is Ares which is made from young banana or kedebong banana. However, there is another problem behind the traditional culinary diversity on the island of Lombok, namely the lack of knowledge of young people about traditional culinary on the island of Lombok. The purpose of this service is to make a traditional culinary book that discusses the traditional culinary on the island of Lombok. This design uses design thinking method in order to get the right problem solving solution in designing the work. The traditional culinary book "Negeri Lombok" was composed with so many visual markers such as the songket keker motif and a variety of photography that displays the traditional culinary of Lombok so that readers more quickly recognize and understand the content delivered. to want to learn and preserve the traditional cuisine of the region.ABSTRAK. Nusa Tenggara Barat adalah salah satu provinsi di Negara Kesatuan RepublikIndonesia yang memiliki dua kepulauan besar yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawadengan pusat pemerintahan yang berada di Kota Mataram. Pulau Lombok memiliki kulinertradisional yang beranekaragam dan memiliki keunikan tersendiri, contohnya adalah Aresyang berbahan dasar pelepah atau kedebong pisang yang masih muda. Namun, terdapatpermasalahan lain dibalik keanekaragaman kuliner tradisional di Pulau Lombok yaknikurangnya pengetahuan generasi muda mengenai kuliner tradisional di Pulau Lombok.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah buku kuliner tradisional yangmembahas tentang kuliner tradisional di Pulau Lombok. Metode penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalah metode desain (Desain Komunikasi Visual) melalui tahapananalisis, sintesis dan evaluasi. Buku kuliner tradisional “Negeri Lombok†disusun denganbegitu banyak memuat penanda visual seperti motif songket keker dan ragam fotografiyang menampilkan kuliner tradisional Lombok sehingga pembaca lebih cepat mengenaldan memahami konten yang disampaikan.Dengan perancangan buku visual kulinertradisional ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk mau mempelajari danmelestarikan kuliner tradisional daerahnya
ANALISIS POST-STRUKTURALISME PADA GENDERLESS FASHION DI JEPANG SEBAGAI REPRESENTASI AKTUALISASI DIRI OLEH GENERASI MUDA DI JEPANG
ABSTRAK. Fesyen menjadi sebuah bentuk identitas yang telah lama digunakan olehmasyarakat sebagai simbol dari jati diri secara individu atau kelompok. Generasi baru yangmembentuk subkultur baru serta pengaplikasian sebuah post-structuralism phenomenonpada era modern dan pemaknaan dari diri masing-masing dikarenakan hasrat untukmempresentasikan diri merupakan suatu fenomena yang sangat menarik untuk dianalisiskarena tren genderless fashion yang kini kian marak dipopulerkan oleh generasi muda.Banyaknya konsep yang bertentangan dengan ideologi dalam fesyen ini menjadi sebuahintrik dalam memahami sudut pandang masyarakat sebagai ‘Penonton’ dan ‘Pelaku’.‘Pelaku’ yang menggunakan fesyen sebagai simbol dari identitas mereka mendapat reaksiyang cukup tajam dari ‘penonton’ atau masyarakat pada umumnya yang menganutpemahaman gender secara umum atau general. Identitas gender dan post strukturalismeyang mempengaruhi pandangan para pelaku genderless fashion dan masyarakat Jepangyang memandang ataupun menilai (baik secara individu maupun kelompok) fenomenatersebut akan dikaji dalam teori representasi, pemahaman gender serta sudut pandang daripost strukturalisme itu sendiri
PROSES KREATIF BATIK TULIS KONTEMPORER SEBAGAI MEDIA EKSPRESI MASA PANDEMI
Abstract, Batik activity includes techniques to decorate fabrics with certain motifs, as a medium of expression, education and contemplation for batik maker. The resulting products can be called works of art because batik maker dominate the concepts and ideas being visualized. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) nationally during the pandemic caused psychological problems, namely saturation, because people were restricted from doing activities as a way to reduce the increase in the number of Covid-19 sufferers. The problem of boredom is also experienced by a batik maker from Girilayu, one of the women batik maker in Girilayu named Yuliasih, who has changed her perspective on making batik to eliminate boredom. Batik activity was originally positioned as a routine, by Yuliasih turned into a medium of expression during the pandemic. This study aims to determine Yuliasih\u27s background in using batik as a medium of expression during the pandemic and the creative process that Yuliasih undertakes in her work. This research is qualitative descriptive with data collection methods using direct field observation to the location, namely Wahyu Asih\u27s batik house, in-depth interviews with Yuliasih and community leaders in Girilayu and literature study. The analysis used triangulation in order to obtain data validity. The results of this study indicate that in addition to saturation, economic and cultural background is a consideration for Yuliasih to make batik as a medium of expression just like painting. Make batik is Yuliasih’s way to pour her expression and calming herself during pandemicAbstrak. Aktivitas membatik di antaranya untuk menghias kain dengan motif tertetu, sebagai media ekspresi, edukasi dan kontemplasi bagi para perajin. Produk yang dihasilkan dapat disebut karya seni karena perajin batik menginisiasi konsep serta ide sebelum divisualisasikan. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara nasional pada masa pandemi menimbulkan masalah psikis yakni kejenuhan, karena masyarakat dibatasi beraktivitas sebagai cara mengurangi laju jumlah penderita Covid-19. Masalah kejenuhan juga dialami oleh para perajin batik Girilayu, satu diantara perempuan perajin batik di Girilayu bernama Yuliasih, mengubah cara pandang membatik untuk menghilangkan jenuh. Aktivitas membatik semula diposisikan sebagai rutinitas, oleh Yuliasih berubah menjadi media ekspresi di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang Yuliasih memfungsikan batik sebagai media ekspresi pada masa pandemi dan proses kreatif yang dilakukan Yuliasih dalam berkarya. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi lapangan langsung ke lokasi yakni rumah batik Wahyu Asih milik Yuliasih, serta wawancara mendalam pada Yuliasih serta tokoh masyarakat di Girilayu dan studi pustaka. Analisis menggunakan triangulasi guna memperoleh validitas. Hasil penelitian diperoleh fakta bahwa selain kejenuhan, latar belakang ekonomi dan budaya menjadi pertimbangan Yuliasih menjadikan membatik sebagai media ekspresi seperti halnya melukis. Membatik adalah cara Yuliasih menuangkan ekspresi dan media penenang diri ditengah pandemi
Film Animasi Putri Hijau Sebagai Cerita Rakyat Dan Catatan Sejarah Sumatera Timur
Aru dan teritori Sumatera Timur oleh kerajaan Aceh. Sebuah peristiwa sejarah yang kerapdikaitkan dengan cerita rakyat tentang seorang putri yang berparas cantik. Perancangankarya ini bertujuan untuk mengungkap bagian rasional (sejarah) dan bagian irasional(cerita rakyat) ke dalam bentuk film animasi, sehingga pradigma masyarakat terkaitperistiwa ini tidak lagi dianggap hanya sebagai cerita rakyat yang bersifat fiksi tetapi jugamerupakan sebuah peristiwa sejarah yang terjadi dimasa lampau. Metode yang dilakukandalam penelitian ini yaitu menggunakan literatur dari buku-buku sejarah terkait dan syairputri hijau. untuk memvisualisasikan peristiwa, tokoh, dan latar dilakukan dengan caraobservasi ke situs-situs peninggalan kerajaan Aru yang ada di Deli Tua serta wawancarakepada masyarakat serta pemangku adat setempat. Pemilihan media animasi sebagai mediapenyampai sejarah adalah pilihan yang tepat karna film animasi dipilih sebagai media yangdianggap dapat menjangkau masyarakat luas di era teknologi informasi melalui media sosialsebagai wadah penyebarannya
REPEARTITION: VISUALISASI PERULANGAN PADA KARYA SENI RUPA SEMI-TIGA DIMENSIONAL
In its appreciation, the works form of art created in various and varied forms is always interesting to be listened to and examined. The focus is not merely on what is represented, but also on how to display it. In its development since modern art has shown a variety of displays that are increasingly difficult to categorize. Because various technical developments, mediums, but also the philosophical concepts and ideas of works enable unlimited space for creation. The work with the theme REPEARTITION was designed as a form of response to the phenomenon; the form of the work will focus on the display of repetitive visualization patterns on referential \u27objects\u27, both representative and as real objects themselves. In the design an exploration-comparative method for mixed-media is carried out through the use of ready-made objects as "found-objects". Done with a simple form experimentation through a combination of ways, namely painting, and assembly to produce the semi-three dimensional visual art works. Through this repetition pattern, it is intended to show that the aesthetic expression of artworks can also be achieved with harmony and regularity in appearance.Dilatarbelakangi proses apresiasi bahwasanya wujud karya seni rupa yang diciptakan dalam bentuk yang beragam dan bervariasi selalu menarik untuk disimak dan ditelisik. Fokusnya tidak melulu pada \u27apa\u27 yang direpresentasikan, tetapi juga pada \u27bagaimana\u27 menampilkannya. Dalam perkembangannya sejak seni rupa modern telah menunjukkan ragam tampilan yang makin sulit untuk dikategorisasikan. Sebab berbagai perkembangan teknik, medium, tetapi juga konsep filosofi dan gagasan karya memungkinkan terjadinya ruang penciptaan tanpa batas. Karya dengan tema REPEARTITION ini dirancang sebagai bentuk respon atas fenomena tersebut; wujud karya akan fokus pada tampilan pola p e r u l a n g a n visualisasi atas \u27objek\u27 referensial, baik bersifat representatif maupun sebagai objek riil itu sendiri. Dalam rancangannya dilakukan metode eksplorasi-komparasi terhadap media-campuran melalui pemanfaatan found object dan/ atau ready-made object sebagai “benda-jadi-temuanâ€. Dilakukan dengan eksperimen kebentukan sederhana melalui kombinasi cara, yaitu lukis-drawing, dan perakitan sederhana untuk menghasilkan karya seni visual semi-tiga dimensional. Melalui karya dengan pola perulangan ini hendak ditunjukan bahwa ekspresi estetik kekaryaan dapat pula dicapai dengan keserasian dan keteraturan rupa