PENS Repository
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Evaluasi Heuristik Aplikasi Open Source Groupware Sebagai Solusi Praktis e-Government

    No full text
    Tulisan ini bertujuan memaparkan evaluasi heuristik terhadap empat aplikasi open source Groupware berdasarkan sepuluh prinsip heuristik Nielsen. Groupware sebagai Computer-Supported Cooperative Work (CSCW) sangat dibutuhkan untuk mendukung e-Government mengingat tuntutan era globalisasi menuju transformasi knowledge-based organization. Hasil perbandingan akan digunakan sebagai acuan dalam tahap lanjutan yaitu pembuatan paket aplikasi Groupware siap instal yang terintegrasi pada server berbasis linux. Hasil dari penelitian ini adalah kesimpulan mengenai aplikasi Groupware yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna berdasarkanperbandingan usability heuristic Nielsen

    Simulasi Coverage Wireless Sensor Network dengan Sum of Weighted Cost Function Genetic Algorithm

    No full text
    Masalah coverage pada wireless sensor network (WSN) adalah untuk meletakan sensor pada service area yang dapat mencakup seluruh service area. Masalah coverage dalam WSN sangat penting karena merepresentasikan QoS (Quality of Service) dari WSN tersebut. Pada paper ini akan disajikan sebuah simulasi untuk merancang sebuah system dengan coverage area yang optimal dengan sebuah algorithma genetika yang dikombinasikan dengan sum of weighted cost functions untuk penentuan komposisi berbagai macam letak dan jenis sensor yang dapat mengkover area seluas-luasnya dan dengan biaya seminimal mungkin. Dengan sum of weighted cost functions, perbandingan kedua fungsi dapat diatur, sehingga didapatkan optimisasi pada kedua fungsi tersebut. Fungsi-fungsi dalam hal ini adalah fungsi cost function yang merepresentasikan biaya total WSN dan fitness function yang merepresentasikan coverage sensor nodes

    Anaesthesia Fluid Detection in 3D Contrast Enhanced Ultrasound Image

    No full text
    Ultrasound medical image has disadvantage on displaying anaesthesia fluid due to its low intensity. Using contrast agent to enhance brightness of fluid area makes it possible to extract fluid area from acquired 3D image. This paper proposes an easy to implement approach to detect anaesthesia fluid. The approach will slice 3D image into arrays of 2D image, remove low intensities area from image, reconstruct fluid area to its original size, and combine 2D fluid area images into 3D visualization. The purpose of this paper is to help anaesthetist to confirm whether the operation is success and for further studying on how anaesthesia fluid spread

    Analisis Spasial Trafik Internet Agregat

    No full text
    Analisis spasial trafik internet ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara trafik dari satu lokasi dengan lokasi trafik yang lain. Pengukuran trafik internet spasial dilakukan secara agregat selama satu tahun dari bulan September 2009 – September 2010 dengan mengambil 4 lokasi pengukuran trafik internet dikampus Universitas Surabaya yaitu trafik internet pada Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Fakultas Teknik, Perpustakaan dan Kampus Ubaya Ngagel. Analisis spasial trafik internet pada makalah ini menggunakan metode Granger Causality dan korelasi silang. Hasil analisis spasial trafik menggunakan Granger Causality menunjukkan bahwa trafik internet di Perpustakaan (S) dipengaruhi oleh trafik internet dari Fakultas Teknik (E), Fakultas Bisnis dan Ekonomika (M) dan Kampus Ubaya Ngagel (N). Sedangkan trafik internet di kampus Ubaya Ngagel (N) mempengaruhi trafik di Fakultas Bisnis dan Ekonomika (M). Pengaruh terkuat berasal dari trafik Fakultas Teknik (E). Analisis Granger causality dan korelasi silang membuktikan bahwa hanya nilai koefisien korelasi yang di atas 0,25 saja yang memiliki hubungan kausalitas

    Perencanaan Jalur Pada Mobile Robot Dari Obyek Nyata Dan Dinamis Berbasis Algoritma Genetika

    No full text
    Pada setiap kendaraan dibutuhkan sistem navigasi untuk dapat mengendalikan kendaraan sesuai dengan jalur yang diinginkan. Secara umum jalur yang diinginkan yaitu jalur yang aman, dan jarak tempuh yang singkat. Saat ini sistem navigasi, untuk memutuskan jalur yang ditempuh merupakan keputusan dari awak kendaraan. Pada penelitian ini, permasalahan diatas diaplikasikan pada mobile robot dengan penentu keputusan jalur yang ditempuh tidak lagi menggunakan awak (manusia) namun ditentukan secara autonom / otomatis dengan menggunakan metode algoritma genetika. Jalur yang dihasilkan oleh sistem merupakan jalur optimal yaitu jalur yang memiliki waktu tempuh yang singkat, aman,dan kecepatan algoritma dalam merencanakan jalur yang dibuat. Proses awal sistem yaitu mengetahui arena atau lingkungan yang digunakan, jumlah halangan, posisi halangan dan posisi finish / tujuan. Setelah mengetahui jumlah, posisi halangan dan posisi finish algoritma genetik akan membangkitkan jalur optimal yaitu jalur yang mempunyai jarak terpendek terhadap garis finish serta aman, tidak menabrak halangan yang berada pada lingkungan. Apabila terjadi perubahan posisi halangan yang terdeteksi melalui kamera, maka secara cepat algoritma genetik akan melakukan penyesuaian terhadap posisi halangan dan membangkitkan atau menciptakan jalur optimal yang baru secara cepat. Tingkat keberhasilan sistem perencanaan jalur terhadap lingkungan statis tanpa menghiraukan pergerakan halangan mencapai 98% dengan panjang kromosom 10 – 20 bit. Sedangkan untuk perencanaan jalur dengan halangan yang dinamis tingkat keberhasilan mencapai 70% dan 65% untuk masing panjang kromosom 10 dan 15 bit

    Model Penghindaran Tabrakan Multi Obyek Menggunakan Repulsive Field

    No full text
    Mendeteksi tabrakan antar obyek dan menampilkan gerakan penghindaran tabrakan yang alami menjadi topik yang diinginkan dalam berbagai aplikasi navigasi agen otonom. Pada umumnya, gerakan penghindaran tabrakan multi obyek statis dan dinamis secara alami banyak menggunakan teknik dengan pengambilan keputusan untuk bergerak menghindar kearah lain. Teknik penghindaran ini mengalami kesulitan ketika jumlah obyek diperbanyak. Pada penelitian ini menyajikan teknik yang mampu menampilkan gerakan penghindaran tabrakan multi obyek statis dan dinamis secara alami. Metode yang digunakan Sphere-Plane Detection (SPD) dan Sphere-Sphere Detection (SSD) untuk mendeteksi tabrakan dengan referensi jarak dan metode potential field jenis repulsive untuk penghindaran tabrakan. Pengujian dilakukan dengan jumlah obyek 100 yang terdiri dari 34 agen A, 33 agen B dan 33 agen C, multi penghalang dengan dan tanpa repulsive, penghalang statis dan dinamis, serta diuji dalam animasi boid. Dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh nilai vektor |V| dari posisi awal sampai ke tujuan untuk agen A2 sebesar 51.4522, agen B1 bernilai 45.0853 dan agen C4 sebesar 27.7237, setiap agen memiliki lebih dari satu jalur untuk menuju tujuan, didapatkan tiga model gerakan penghindaran dan tiga parameter yang mempengaruhi gerakan agen yaitu perubahan nilai repulsive, jarak antar penghalang dan penghalang dinamis

    ANALISA PENGIRIMAN CITRA TERKOMPRESI JPEG DENGAN TEKNIK SPREAD SPEKTRUM DIRECT SEQUENCE (DS-SS)

    No full text
    Now the use of digital image information is widely used in various applications that require bandwidth transmission channels and storage media are quite large. To overcome the limited storage and bandwidth transmission channel, it is necessary to design an image compression system that has a high degree of compression capability. Image compression system based on JPEG compression algorithm is an image compression system that has a high degree of compression capability. In accordance with the JPEG compression algorithm, the original grayscale images will be compressed at several compression ratios. Due to the compressed data stream is very vulnerable to channel interference. In the process of transmission technique was used Direct Sequence Spread Spectrum (DS-SS). Results obtained after simulation, reconstruction of the images measured by an objective assessment parameters based on the value Peak Signal to Noise Ratio is an objective assessment of an efficient reconstruction image quality obtained PSNR value 48.23 dB and the number of bits per pixel 3.63 bpp. Keywords : JPEG, image compresion, PSNR, Spread spectru

    DESAIN SISTEM KONTROL AUTOPILOT MENGGUNAKAN GPS PADA KAPAL

    No full text
    GPS merupakan suatu alat navigasi yang dapat digunakan untuk mengetahui atau menentukan posisi suatu benda yang dikehendaki atau dikontrol. Dalam penerapannya, sistem GPS lebih umum digunakan dalam bidang perkapalan yang dapat membantu dalam proses pekerjaan di kapal, khususnya dalam sistem kemudi kapal. Pada proyek akhir ini akan dibuat sistem kontrol yang diterapkan pada kemudi kapal yaitu sistem kontrol auto pilot yang menggunakan sistem GPS (Global Positioning System). Sistem kontrol ini dirancang dengan sistem elektrik kontrol yang memanfaatkan mikrokontroler dan GPS sebagai media kontrolnya. Dengan data input yang berasal dari GPS dan mikrokontroler akan di kirim kepada driver untuk menggerakkan baling-baling kapal hingga sampai ke tempat tujuan. Data yang digunakan pada program GPS ini adalah data setting dan data realtime dimana data setting adalah data lokasi tujuan kapal berhenti dan data realtime adalah data posisi kapal yang sebenarnya. Apabila data koordinat lintang selatan dan data koordinat bujur timur yang dikirim satelit GPS berbeda dengan data setting maka kapal akan terus bergerak maju menuju koordinat tujuan yang diinginkan. Dan apabila data koordinat lintang selatan dan data koordinat bujur timur yang dikirim satelit GPS sama dengan data setting maka kapal akan berhenti sesuai dengan koordinat yang diinginkan. Dengan keakuratan hingga 72,5 %. Sistem ini masih mendapat pengaruh dari kondisi alam dan lingkungan sehingga dalam pengoperasian perlu memperhatikan kondisi alam dan lingkungan. . Kata kunci : auto pilot, GPS, mikrokontroler, kapa

    Analisa Simulasi Routing Protokol pada Wireless Sensor Network dengan Metode Geographic Based Approach

    No full text
    Jaringan Sensor Nirkabel (Wireless Sensor Network) terdiri atas sejumlah besar sensor node yang bebas. Setiap node memiliki kemampuan untuk mengirim, menerima dan mendeteksi. Selain itu sensor node juga di lengkapi dengan peralatan pemrosesan data, penyimpanan data sementara atau memory, peralatan komunikasi dan power supply atau baterai. Pada paper ini akan disajikan suatu routing protocol pada Wireless Sensor Network dengan menggunakan pendekatan berbasis geografi (geography based). Routing yang disimulasikan, dibuat berdasarkan letak geografis tiap node dengan perhitungan jarak Euclidian. Masalah yang akan disajikan adalah bagaimana melakukan perencanaan konfigurasi, simulasi geography based routing pada WSN serta bagaimana pengaruh metode ini terhadap kinerja system. Pada paper ini, teknik geographic based routing ini tidak hanya didasarkan pada jarak terpendek saja, tetapi efisiensi energy juga menjadi pertimbangan sehingga dalam routing ini terjadi penghematan jarak sebesar 10%-20%. Hal ini didasarkan pada daya jangkau suatu node terhadap node lain di wilayah coverage areanya

    ANALISA KINERJA SPACE TIME BLOCK CODING PADA SISTEM SUCCESSIVE INTEREFERENCE CANCELLATION MULTI USER DETECTION CDMA DENGAN MENGGUNAKAN MODULASI QPSK BERBASIS PERANGKAT LUNAK

    No full text
    ABSTRAK Pada proyek akhir ini, dilakukan analisa kinerja Space Time Block Coding (STBC) pada sistem Successive Interference Cancellation (SIC) Multi User Detection (MUD) CDMA. Hasilnya berupa kurva nilai bit error rate (BER) sebagai fungsi signal noise to ratio (SNR). Dari hasil simulasi menunjukan kinerja STBC untuk antena 2Tx-1Rx lebih baik 8.51dB daripada tanpa menggunakan STBC, untuk antena 2Tx-2Rx lebih baik 11.74dB daripada tanpa menggunakan STBC. Untuk antena 2Tx-1Rx 3 stage memiliki kinerja sistem lebih baik 8.17dB daripada 1 stage, untuk antena 2Tx-2Rx 3 stage kinerja sistemnya lebih baik 8.827dB dibandingkan 1 stage. Sedangkan untuk antena 2Tx-1Rx dengan 4 user memiliki kinerja 9.342dB lebih baik jika dibandingkan dengan 20 user untuk SIC 3 stage. Untuk antena 2Tx-2Rx dengan 4 user memiliki kinerja 8.18dB lebih baik jika dibandingkan dengan 20 user untuk SIC 3 stage. Kata kunci : CDMA, multiple access interferance, successive inetrferance cancellation, multipath fading, space time block coding dan QPSK

    1,129

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PENS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇