PENS Repository
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
ANALISA UNJUK KERJA APLIKASI CBQ DAN HTB PADA JARINGAN KOMPUTER UNTUK PEMBATASAN BANDWIDTH BERBASIS IPv6
Manajemen bandwidth menjadi hal yang sangat diperlukan dalam jaringan. Banyaknya aplikasi yang dapat dilayani oleh suatu jaringan berpengaruh pada penggunaan link dalam jaringan tersebut. Link-link yang ada harus mampu memenuhi kebutuhan user akan aplikasi tersebut, bahkan dalam kondisi apapun, harus ada suatu jaminan bahwa link yang ada tetap dapat bekeja dengan baik. Meski dalam kondisi pada saat suatu layanan/aplikasi tidak digunakan, maka alokasi bandwidth yang sedang idle tersebut dapat dialihkan kepada kelas yang mengalami backlog (timbunan) antrian. Sehingga dapat mempercepat hilangnya backlog, serta mengoptimalkan penggunaan bandwidth yang ada.
Aplikasi CBQ (Class Based Queuing) dan HTB (Hierarchical Tocken Bucket) merupakan aplikasi untuk manajemen bandwidth yang dijalankan pada Sistem Operasi Linux yang akan dianalisa kelebihan dan kelemahannya berdasarkan beberapa parameter. Dalam penelitian ini, aplikasi CBQ dan HTB akan dijalankan berbasis sistem pengalamatan IPv6 (Internet Protocol version 6).
Dari hasil pengujian aplikasi CBQ dan HTB diperoleh bahwa dalam hal manajemen bandwidth untuk streaming video, ketika bandwidth semakin ditingkatkan dengan melakukan tujuh kali pengujian, aplikasi CBQ mencapai rata-rata 63.6% untuk parameter paket loss, sedangkan aplikasi HTB rata-rata paket loss mencapai 62.2%. Untuk parameter delay, kedua aplikasi mencapai rata-rata 200 ms. Pada pengukuran jitter, rata-rata nilai jitter yang dihasilkan adalah 170.000 s, sedangkan nilai throughput yang didapatkan mencapai 0.30 Mbit/s. Kemudian pengujian untuk pengiriman file dari server ke client, dihasilkan rata-rata kecepatan transfer file dengan aplikasi CBQ mencapai 365 kbps dari lima kali pengujian, sedangkan untuk HTB mencapai 371.52 kbps. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transfer file, pada aplikasi HTB lebih unggul dibandingkan dengan aplikasi CBQ berdasarkan kecepatan rata-rata yang dihasilkan
PEMBUATAN SIMULATOR KAMERA DSLR DENGAN PENGATURAN NILAI APERTURE, SHUTTER SPEED, DAN ISO
Perkembangan teknologi multimedia dan broadcasting saat ini semakin pesat. Salah satunya yaitu fotografi. Dalam bidang fotografi, teknologi multimedia dan broadcasting sangat berpengaruh sebagai media pembelajaran dasar untuk fotografer pemula. Salah satu media yang efektif tanpa harus membeli kamera DSLR terlebih dahulu adalah melalui simulator kamera.
Pada tugas akhir ini akan dibuat sebuah simulator kamera dengan pengaturan nilai aperture, shutter speed, dan ISO yang merupakan dasar dari fotografi. Dalam simulator tersebut terdapat satu gambar yang akan berubah-ubah gelap terang, fokus dan blur, atau bertambah noise. User dapat merubah pengaturan nilai aperture, shutter speed, dan ISO dengan menggeser slider yang telah diberi keterangan kegunaan dari slider tersebut. Simulator kamera DSLR ini dibuat dengan menggunakan actionscipt 2.0 dan persamaan dasar fotografi yaitu persamaan exposure yang tepat.
Diharapkan dari proyek akhir ini dapat menjadi pembelajaran fotografi dasar seperti shutter speed, aperture, dan ISO bagi pemula yang tidak memiliki kamera untuk praktek. Dibuat dengan flash agar belajar fotografi lebih menarik.
Kata kunci : Fotografi, ActionScript 2.
Perancangan Sistem Informasi Kedatangan Kereta Api Sebelum Memasuki Stasiun Secara Wireless Menggunakan Mikrokontroler
Di Indonesia kereta api semakin banyak digunakan oleh masyarakat . Oleh karena itu jadwal kereta api semakin padat saat keluar masuk dari dan menuju stasiun. Saat ini sistem perkereta apian di Indonesia untuk mengetahui informasi kedatangan kereta api menuju stasiun dengan mekanisme pemantauan secara manual .
Sistem ini merupakan integrasi mikrokontroller, Hasil penginformasian tersebut akan diubah dari analog ke digital dan akan ditransmisikan melalui modul SSRT-09-RS422 module kepada server secara wireless. Media pengiriman data menggunakan frekuensi radio yaitu pada frekuensi 2,4 GHz dengan jarak pengiriman datanya 4,8 km.
Hasil penilitian ini berupa prototype kereta api yang terintegrasi dengan mikrolkontroller untuk menginformasikan kedatangan kereta api sebelum memasuki stasiun mengunakan media tranmisi wireless Dari hasil penginformasian itu akan bisa diketahui posisi dari kereta api sebelum memasuki stasiun secara akurat dan real time sehingga mencegah terjadinya kecelakaan.
Kata kunci : Mikrokontroller, SSRT-09-RS422 Modules, Komunikasi nirkabe
Analisa Kinerja Dan Simulasi Coverage Pada Wireless Sensor Network (WSN) Menggunakan Algoritma Genetika Pareto
WSN (Wireless Sensor Network) adalah suatu jaringan wireless yang tediri dari beberapa sensor node yang saling berkomunikasi dan bekerja sama untuk mengumpulkan data – data dari lingkungan sekitar. Masalah yang banyak dihadapi berkaitan dengan WSN ini adalah masalah coverage area, dimana coverage area pada WSN menentukan tingkat QoS (quality of service)-nya. Banyak penelitian yang dikembangkan hingga saat ini untuk mencari solusi bagaimana mengoptimalkan coverage sensor sehingga area yang dicover dan yang akan diambil datanya oleh sensor device dapat maksimal.
Berawal dari masalah coverage area WSN tersebut, pada proyek akhir ini dilakukan suatu analisa kinerja dan simulasi coverage area suatu WSN dengan menggunakan metode algoritma genetika pareto, yakni metode pengembangan dari metode algoritma genetika. Dengan menggunakan metode ini, akan dilihat bagaimana performa coverage area suatu WSN pada suatu service area, dimana dengan jumlah sensor yang terbatas harus dapat mengcover area secara optimum dan tentunya dengan biaya yang minimal.
Sehingga diharapkan dari proyek akhir ini dapat memberikan masukan dan solusi terhadap issue coverage area WSN, dimana diharapkan dengan metode yang diusung ini dapat mengoptimalkan coverage area sensor dengan biaya yang minimal.
Kata kunci : WSN (Wireless Sensor Network), pareto genetic algorithm, sensor node, coverage area, service are
PENENTUAN LOKASI RUMAH POMPA KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
ABSTRAK
Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan metode yang digunakan dalam proses mengambil keputusan untuk menentukan lokasi rumah pompa, dengan cara memberikan bobot pada data elevasi dan titik terdekat dengan saluran pembuangan air. Dari perhitungan Analytical Hierarchy Process (AHP) akan diperoleh bobot yang fungsional dan efisien. Bobot dari hasil proses AHP akan digunakan untuk menentukan alternatif lokasi rumah pompa yang efektif dan tepat guna.Dan dengan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis, yaitu dengan mempergunakan analisis spasial yang digunakan untuk mempermudah para pengambil keputusan untuk mengetahui lokasi rumah pompa yang ada di Kota Surabaya. Dengan Sistem informasi geografis ini nantinya akan didapatkan suatu informasi secara detail dan visualisasi dalam bentuk Web yang dapat digunakan sebagai referensi untuk para pengambil keputusan terutama dalam pencarian lokasi rumah pompa yang ada di Kota Surabaya
Kata Kunci : Sistem informasi geografis, Letak rumah pompa, Analytical Hierarcky Process
Program PLC OMRON Type CS1G-H CPU44 Pada Mesin SHOTBLASTING Untuk Implementasi Sistem Human Machine Interface (HMI) Berbasis Ethernet (TCP/IP) Divisi Cold Rolling Mill (CRM), PT. Krakatu Steel (persero) Tbk.
Abstrak— Programmable Logic Controller (PLC) dewasa ini telah banyak digunakan sebagai control otomatis untuk menjalankan suatu proses kerja tertentu didalam industry. Begitu juga, pengontrolan pada mesin SHOTBLUSTING, PT. Krakatau Steel (persero) yang menggunakan perangkat PLC type OMRON CS1G-H CPU44. Pengontrolan mesin SHOTBLASTING saat ini masih menggunakan panel control, yang berupa tombol pushbutton, selector switch dan potensiometer, yang mana keadaannya telah usang/ obsolete. Penambahan/ expansion slot I/O berupa AD081 –v1,DA041 yang digunakan I/O data analog. Dan Ethernet card (CS1w ETN21) yang digunakan sebagai media komunikasi (peer to peer) sebagai implementasi Human Machine Interface (HMI). Dengan adanya penambahan/ expansion module tersebut maka proses control dan monitoring plant dapat dilakukan secara real-time. Serta sistem pengiriman dan penerimaan data (speed reference/ actual speed) dapat dilakukan secara digital (via HMI) tanpa lagi menggunakan potensiometer sebagai reference speed motor
MULTI MARKER AUGMENTED REALITY UNTUK APLIKASI MAGIC BOOK
Pada proyek akhir ini memanfaatkan teknologi Augmented
reality (AR) pada buku pembelajaran Magic Book berjudul
‘Menulis,Membaca dan Mewarnai untuk anak usia dini’, sehingga dapat
menampilkan model animasi 3D pada buku. Proses yang dilakukan
meliputi pembacaan simbol marker menggunakan kamera kemudian
melakukan tahapan pre Processing yaitu proses segmentasi untuk
perbandingan simbol marker dengan simbol yang telah menjadi acuan
sebelumnya. Bila simbol marker merupakan citra yang memiliki
kemiripan dengan data referensi, Maka hasil pengenalan citra itulah
yang nantinya akan digunakan untuk menampilkan model animasi 3D.
Model 3D yang ada pada Magic Book berupa huruf-huruf 3D, hewanhewan
dan buah-buahan yang ada pada bagian menulis dan membaca.
Selanjutnya pada bagian mewarnai, pengguna dapat berkreasi
menggunakan marker dadu untuk mewarnai gambar rumah. Model 3D
harus dibuat terlebih dahulu dengan perangkat lunak desain 3DS Max
kemudian diubah formatnya menjadi format VRML yang didukung oleh
aplikasi ini.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan 3 webcam, 5
marker dan 9 model 3D. Parameter yang dianalisa yaitu jarak kamera
terhadap marker, kemiringan marker terhadap kamera, ukuran marker
dan intensitas cahaya. Berdasarkan pengujian menggunakan 3 kamera
yang berbeda, aplikasi ini dapat berjalan dengan baik. Kamera A4Tech
dengan resolusi 640×480 memiliki range jarak terbesar yaitu 18-329
(cm), sedangkan kamera Logitech memiliki range penerangan yang
paling baik yaitu sebesar 20-230 (lux).
Kata kunci : Marker, Magic Boo
SISTEM IDENTIFIKASI SMARTCARD-RFID DAN PENGENALAN TANDA TANGAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION DENGAN KOHONEN SEBAGAI PEMBANDING
Kunci pintu sudah diciptakan sejak lama untuk menjaga keamanan ruangan. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, terdapat beberapa alternative kunci pintu antara lain kunci manual, digital, magnetic dan kunci dengan smartcard-rfid yang akan dibahas dalam tugas akhir ini. Sistem keamanan dalam tugas akhir ini akan mengganti kunci konvensional dengan teknologi smartcard-rfid untuk masuk kedalam rumah melalui identifikasi pola tanda tangan dengan metode jaringan saraf tiruan. Pola berupa tanda tangan yang dituliskan adalah dengan menggunakan pen tablet. Jaringan saraf tiruan metode pembelajaran backpropagation dan kohonen dapat digunakan untuk mengenali tanda tangan. Dengan menggunakan jaringan saraf tiruan backpropagation hasil yang diperoleh lebih baik dibandingkan dengan kohonen, dimana hasil yang diperoleh rata-rata diatas 75%.
Kata kunci : Smartcard-Rfid, Tanda Tangan, Backpropagation, Kohone
MANAJEMEN DAN SISTEM MONITORING INKUBATOR BAYI BERBASIS LAN (LOCAL AREA NETWORK)
Penelitian tentang inkubator bayi sudah banyak dilakukan sebelumnya. Sudah ada sistem untuk mengontrol suhu dalam inkubator bayi. Namun pada penelitian sebelumnya belum ada standart komunikasi yang bagus untuk memonitor dan mengelola banyak inkubator bayi seperti menggunakan jaringan. Oleh karena itu proyek akhir ini memberikan solusi untuk memenuhi kelemahan tersebut dengan menambahkan jaringan LAN dengan memonitor suhu dan kelembapan inkubator bayi serta memanajemen bayi yang terkomputerisasi secara sentral. Sistem manajemennya berupa penjadwalan minum susu bayi dan perekaman data untuk mengetahui banyaknya bayi minum susu, BAB dan pipis. Berdasarkan pengujian hasil akhir yang didapat ialah monitoring suhu inkubator range 28º-36,5ºC , kelembaban range 30-80%, dan tampilan penjadwalan serta perekaman data aktifitas bayi. Sehingga diharapkan bisa mempermudah seorang bidan untuk merawat bayi jika terdapat lebih dari satu inkubator bayi.
Katakunci – Monitoring, Inkubator Bayi, LAN (local Area Network), UDP
SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENEMPATAN ATM (AUTOMATED TELLER MACHINE) BERDASARKAN PENYEBARAN NASABAH DI SURABAYA MENGGUNAKAN GIS
Kini banyak sekali ATM terbangun di sekeliling kita terutama di tempat keramaian atau pusat perbelanjaan. Seiring dengan banyaknya ATM yang didirikan maka semakin banyak pula persaingan antar bank dalam memikat nasabah, salah satu faktornya adalah lokasi penempatan ATM yang tepat dan strategis. Kadangkala pihak bank kurang memperhatikan pola penyebaran nasabah dalam sehingga ATM baru yang telah didirikan tidak semaksimal penggunaanya daripada ATM yang lama.
Sistem Informasi Geografis (GIS) adalah sistem informasi yang mampu memvisualisasikan pola penyebaran nasabah untuk dapat diketahui dan dianalisa, sedangkan Analytic Hierarchy Processing (AHP) adalah metode yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dengan multi kriteria dan multi alternatif. Kriteria yang dapat digunakan antara lain banyaknya nasabah, banyaknya mitra kerja, banyaknya kompetitor, banyaknya perguruan tinggi, jarak tempat tinggal nasabah dengan cabang terdekat serta sudah ada atau tidaknya ATM di daerah tersebut.
Dengan visualisasi penyebaran nasabah bank menggunakan GIS serta ditambahkan metode AHP dapat membantu memberikan rekomendasi lokasi pengembangan ATM yang akan dibuka selanjutnya. Penentuan hierarki, kriteria serta ranking prioritas yang diberikan dapat mempengaruhi hasil rekomendasi lokasi ATM baru. Beberapa kelurahan cukup mendominasi pada penghitungan nilai AHP karena memiliki nilai parameter-parameter yang lebih besar dibanding dengan kelurahan-kelurahan yang lain dalam satu kecamatan, seperti pada kecamatan Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Sukolilo, Tambaksari, Mulyorejo, Rungkut dan Tenggilis Mejoyo.
Kata kunci : Sistem Informasi Geografis, Rekomendasi , Analytic Hierarchy Processing (AHP), lokasi ATM bar