Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani
Not a member yet
210 research outputs found
Sort by
Penyuluhan Kewirausahaan Bagi Anggota Kelompok Karang Taruna Di Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit
Getting a job has been more difficult nowadays due to the scarcity of job opportunities. The number of available manpower is much higher than the job vacancies. The incompatibility of expertise and difficulties to meet company’s requirement with suitable job seeker also increase the unemployment rate. This program is performed to stimulate young people to think creative innovative and eventually encourage them to start their own business as solution to the problem. The method used is explanation, experiences sharing, question and answer, discussion, and business plan presentation. Based on these activities, not only participants’ knowledge about entrepreneurship increases, but also their ability to create a product or business systematically is trained. Furthermore, capital issue is solved by providing alternatives of business form such as dropshipper, franchising, or joint venture. Last but not least, a message group is formed as a media to discuss, consult, and encourage each other to start a business or participate in business plan competition.Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat mengenai penyuluhan kewirausahaan bagi anggota Karang Taruna ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi generasi muda dalam menyusun rencana usaha. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 7 Oktober 2018, bertempat di gedung Sony Sugema Colege, Duren Sawit dengan pendanaan dari DIPA BLU Fakultas Ekonomi UNJ yang dihadiri oleh sebanyak 19 orang peserta.
Dalam kegiatan ini dipaparkan tentang kisah sukses, manfaat, risiko, serta tantangan berwirausaha. Setelah itu dibentuk kelompok yang terdiri dari empat hingga lima orang dan mereka diberi tugas untuk menyusun rencana usaha sederhana untuk kemudian dipresentasikan. Ini merupakan aplikasi dari langkah-langkah penyusunan rencana usaha yang telah dipaparkan sebelumnya di materi. Rencana usaha tersebut kemudian diberikan tanggapan dari instruktur serta peserta lain.
Dari kegiatan ini diperoleh wawasan bahwa secara umum generasi muda memiliki ketertarikan tinggi untuk berwirausaha namun tidak memiliki panduan yang jelas dalam pelaksanaannya. Modal pribadi merupakan sumber pendanaan utama yang diharapkan oleh mayoritas para peserta, sementara pinjaman bank merupakan pilihan terakhir. Meski demikian, seluruh peserta menunjukkan determinasi yang kuat untuk mulai berwirausaha
Peningkatan Life Skill dan Minat Wirausaha Siswa Melalui Bio-Entrepreneurship (BIOSHIP) SMK di Sawangan Depok
According to the Depok City BPS in 2017 the workforce (population aged 15-64 years) sawangan district totaled 115,038 people. While the working population amounted to 77,734 people (67.6%), the remaining 37,304 people (32.4%) did not work. The magnitude of the unemployment rate, which is 32.4%, is the highest unemployment rate, the youth whose education level is only up to the level of vocational high school and does not continue to college because of work orientation. The skills possessed and the interest in entrepreneurship for vocational school graduates in Sawangan sub-district is still very low. The community service activity that will be carried out aims to equip vocational students in Sawangan sub-district with entrepreneurial or entrepreneurial skills in this case with a bioenterpreneurship approach that is by making bio-based products that have economic value and have a selling value in order to prepare them for the next life if they later graduated from vocational high school. The problem of this activity is how the approach to applying biointerpreneurship learning to vocational students in Sawangan subdistrict is able to improve life skills and entrepreneurial interests. This activity is a learning that is oriented to bioentrepreneurship that is by involving elements of entrepreneurship in biological products.Menurut BPS Kota Depok tahun 2017 angkatan kerja (penduduk usia 15-64 tahun) kecamatan Sawangan berjumlah 115.038 jiwa. Sedangkan penduduk yang bekerja berjumlah 77.734 jiwa (67,6%), sisanya sebesar 37.304 jiwa (32,4%) belum bekerja. Besarnya angka pengangguran yakni 32,4% paling tinggi tingkat penganggurannya adalah pemuda yang tingkat pendidikannya hanya sampai tingkat SMK/SMU dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena berorientasi kerja. Keterampilan yang dimilki dan minat untuk berwirausaha para lulusan SMK di kecamatan Sawangan masih sangat rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan ini bertujuan untuk membekali siswa SMK di kecamatan Sawangan dengan kemampuan enterpreunership atau kewirausahaan dalam hal ini dengan pendekatan bioenterpreneurship yaitu dengan membuat produk berbahan hayati yang bernilai ekonomis dan memiliki nilai jual agar dapat mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan selanjutnya apabila nanti mereka lulus dari SMK . Permasalahan kegiatan ini adalah bagaimanakah pendekatan penerapan pembelajaran biointerpreneurship kepada para siswa SMK di kecamatan Sawangan ini mampu meningkatkan life skill dan minat berwirausaha . Kegiatan ini merupakan pembelajaran yang berorientasi pada bioentrepreneurship yaitu dengan melibatkan unsur kewirausahaan pada produk biologi.
 
Pkm Meningkatkan Kemampuan Hardskill Guru Pembelajar Melalui Implementasi Macro Media Flash dan Video Pembelajaran Cooperative Learning Sebagai Pembelajaran Multimedia Dalam Bingkai PTK SMA/SMK Se Kabupaten Padang Pariaman
The goal of this outreach activity is improving the ability of high school teachers hardskill and SMK Padang Pariaman Regency business management in terms of: 1) makes learning media with macro media flash, 2) makes RPP that contains model cooperative learning as an application of student centred learning (KTSP curriculum is the curriculum demands and 2013), 3) makes proposals PTK, 4) PTK with the application of the model of cooperative learning and learning media macro media flash 5) make reports and article PTK. The method of the approach being used is as follows: 1) for training and learning media making workshop with Macro Media Flash at once mengeksplorasikan and associate video learning cooperative Learning method using lectures, q & a, discussion, demonstration, granting, granting and tutorials, 2) for training and workshops make the RPP that contains the model of Cooperative Learning using the method using the method of lectures, q & a, discussion, granting, demonstrations, and tutorials, 3) for training and workshops making use of PTK proposal methods lectures, q & a, discussion, demonstration, granting, granting and tutorials, 4) for training and create reports and workshops Article PTK method using lectures, q & a, discussion, demonstration, granting, granting and tutorials, 5) For mentoring do PTK with the application of the model of cooperative learning and learning media macro media flash use methods tutorials. The result of the activities of this devotion is 1) it generates media learning with macro media flash by a large majority (85%) of teachers of subjects high school economics teacher and vocational areas of expertise (business management) of Padang Pariaman, 2) it generates RPP with the syntax of the model of cooperative learning (KTSP curriculum and curriculum demands 2013) by a large majority (85%) of teachers of subjects high school economics teacher and vocational areas of expertise (business management) of Padang Pariaman, 3) it generates a proposal by PTK most (85%) of teachers of subjects high school economics teacher and vocational areas of expertise (business management) of Padang Pariaman, 4) it generates PTK Reports by a large majority (85%) of economic subjects in high school teachers and teachers of vocational areas of expertise (business management Padang Pariaman Regency), 5) it generates article PTK by a large majority (85%) of teachers of subjects high school economics teacher and vocational areas of expertise (business management) of Padang Pariaman.
Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan hardskill guru-guru SMA dan SMK Bisnis Manajemen Kabupaten Padang Pariaman dalam hal: 1) Membuat media pembelajaran dengan macro media flash, 2) Membuat RPP yang memuat model cooperative learning sebagai penerapan student centred learning (merupakan tuntutan kurikulum KTSP dan kurikulum 2013), 3) Membuat proposal PTK, 4) Melakukan PTK dengan penerapan model cooperative learning dan media pembelajaran macro media flash, 5) Membuat laporan dan artikel PTK. Metode pendekatan yang digunakan adalah sebagai berikut: 1) Untuk pelatihan dan workshop membuat media pembelajaran dengan Macro Media Flash sekaligus mengeksplorasikan dan mengasosiasikan video pembelajaran cooperative Learning menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, demonstrasi, pemberian tugas dan tutorial, 2) Untuk pelatihan dan workshop membuat RPP yang memuat model Cooperative Learning mengunakan metode menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, demonstrasi, pemberian tugas dan tutorial, 3) Untuk pelatihan dan workshop membuat proposal PTK menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, demonstrasi, pemberian tugas dan tutorial, 4) Untuk pelatihan dan workshop membuat laporan dan artikel PTK menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, demonstrasi, pemberian tugas dan tutorial, 5) Untuk pendampingan melakukan PTK dengan penerapan model cooperative learning dan media pembelajaran macro media flash menggunakan metode tutorial. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah 1) Dihasilkannya media pembelajaran dengan macro media flash oleh sebagian besar (85%) guru mata pelajaran ekonomi SMA dan guru bidang keahlian SMK (Bisnis Manajemen) Kabupaten Padang Pariaman, 2) Dihasilkannya RPP dengan sintaks model cooperative learning (tuntutan kurikulum KTSP dan kurikulum 2013) oleh sebagian besar (85%) guru mata pelajaran ekonomi SMA dan guru bidang keahlian SMK (Bisnis Manajemen) Kabupaten Padang Pariaman, 3) Dihasilkannya proposal PTK oleh sebagian besar (85%) guru mata pelajaran ekonomi SMA dan guru bidang keahlian SMK (Bisnis Manajemen) Kabupaten Padang Pariaman, 4) Dihasilkannnya Laporan PTK oleh sebagian besar (85%) guru mata pelajaran ekonomi SMA dan guru bidang keahlian SMK (Bisnis Manajemen) Kabupaten Padang Pariaman, 5) Dihasilkannya artikel PTK oleh sebagian besar (85%) guru mata pelajaran ekonomi SMA dan guru bidang keahlian SMK (Bisnis Manajemen) Kabupaten Padang Pariaman.
Keyword: Macromedia Flash, Cooperative Learning, PTK, Laporan PTK, Artikel
 
Peningkatan Kualitas Data Kependudukan melalui Program Kemitraan Masyarakat Tertib Administrasi Kependudukan
Punggur Kecil Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province is one of the developing villages. Therefore, it requires structuring in the field of population administration, especially administration of birth, death and marriage. The PKM Team of the Faculty of Law, Tanjungpura University in collaboration with the Punggur Kecil Village Government conducted the PKM Orderly Population Administration activities. PKM activities include socialization, counseling and education. Improvements to population administration include birth, death and marriage. This activity was able to improve order administration in Punggur Kecil Village. Increasing orderliness in population administration has had an effect on the mapping of the population of Punggur Kecil Village so that it can carry out a strategy to empower its population to improve their welfare. The results of monitoring and evaluation of activities carried out before and after the activity showed 77% increase in understanding of the community of Punggur Kecil Village towards orderly population administration. Before PKM activities 97% of the people said they had never received counseling on population administration. After this PKM activity, 77% of the Punggur Kecil Village community were satisfied. As many as 23% of the community were dissatisfied because the PKM implementation time was not long enough. This is evidenced by 100% of the community asking for the PKM Team of the Faculty of Law of Tanjungpura University to do another PKM in Punggur Kecil Village with a different theme so that the Village of Punggur Kecil is further advanced.Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu desa yang sedang berkembang. Oleh karena itu memerlukan penataan di bidang administrasi kependudukan terutama administrasi kelahiran, kematian, dan pernikahan. Tim PKM Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura bekerjasama dengan Pemerintah Desa Punggur Kecil melakukan kegiatan PKM Tertib Administrasi Kependudukan. Kegiatan PKM meliputi sosialisasi, penyuluhan dan pendampIngan perbaikan administrasi kependudukan meliputi kelahiran, kematian dan pernikahan. Kegiatan ini mampu memperbaiki ketertiban administrasi kependudukan di Desa Punggur Kecil. Peningkatan ketertiban administrasi kependudukan ini memberikan efek pada pemetaan kependudukan Desa Punggur Kecil sehingga bisa melakukan strategi pemberdayaan penduduknya untuk peningkatan kesejahteraannya. Hasil monitoring dan evaluasi kegiatan yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan peningkatan 77% pemahaman masyarakat Desa Punggur Kecil terthadap tertib administrasi kependudukan. Sebelum kegiatan PKM 97% masyarakat mengatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang administrasi kependudukan. Setelah kegiatan PKM ini sebanyak 77% masyarakat Desa Punggur Kecil merasa puas. Sebanyak 23% masyarakat tidak puas karena waktu pelaksanaan PKM kurang lama. Hal ini dibuktikan dengan 100% masyarakat meminta Tim PKM Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura melakukan PKM lagi di Desa Punggur Kecil dengan tema yang berbeda sehingga Desa Punggur Kecil makin maju
Standar Penerapan Wisata Halal Bagi Pelaku Industri Pariwisata di Kota Bandung
Bandung is one of the halal tourist destinations in Indonesia. With the increasingly rapid growth of cafes and restaurants, the competition is getting tougher. One of the highlights is whether the café and restaurant are halal certified. This becomes very important because Indonesia is one of the largest Islamic countries in the World. It is proper if halal is the main concern. The business people do not understand and realize the importance of fulfilling the halal standard set by the government. So through this community service will be carried out socialization regarding required halal tourism.
The method used in this study is the Deplat Pastisipatif which is conducting activities in the form of providing counseling and guidance on halal tourism and halal standardization on SMEs in the culinary sector in the city of Bandung, especially the Jatinangor region.
Counseling was carried out by inviting from the tourism , youth and sport agency and also the MUI. Culinary business begin to understand halal standardization and the importance of having halal certification. There is still a need for assistance to be able to implement halal tourism properly.
 
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Keluarga di Kelurahan Curug Kecamatan Bogor Barat
Every family must have good knowledge about family financial management so that they can utilize their sources of income wisely in order to meet the needs for the realization of a prosperous family. The need for this knowledge will be greater especially in disadvantaged families where their income is very limited. Community service activities are intended to provide knowledge to underprivileged families about how to manage family finances appropriately through training and mentoring. The target partners of this activity are housewives from underprivileged families who often do not think long and wisely in managing family financial expenses. The activity was carried out in Curug Sub-District, West Bogor District, Bogor City. The training was conducted with lecture methods, tutorials, brainstorming and discussion. After participating in the training, it is expected that partners can develop a family budget based on their income and expenses determined by priority scale. Other groups that this activity wants to reach, partners will be encouraged to have the desire to save for better family welfare in the future.
Setiap keluarga harus mempunyai pengetahuan yang baik tentang pengelolaan keuangan keluarga agar dapat memanfaatkan sumber pendapatannya secara bijaksana dalam rangka memenuhi kebutuhan demi mewujudkan keluarga sejahtera. Kebutuhan terhadap pengetahuan ini akan lebih besar khususnya pada keluarga kurang mampu dimana pendapatan mereka sangat terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada keluarga-keluarga kurang mampu tentang cara mengelola keuangan keluarga yang tepat melalui pelatihan dan pendampingan. Mitra sasaran dari kegiatan ini adalah ibu rumah tangga dari keluarga kurang mampu yang sering tidak berpikir panjang dan bijaksana dalam mengatur pengeluaran keuangan keluarga. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Curug Kecamatan Bogor Barat-kota Bogor. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, tutorial, curah pendapat dan diskusi. Setelah mengikuti pelatihan diharapkan mitra dapat menyusun anggaran keluarga berdasarkan penghasilannya dan pengeluaran yang ditentukan dengan skala prioritas. Tujaun lain yang ingin dijangkau oleh kegiatan ini, mitra akan terdorong untuk memilik keinginan untuk menabung demi kesejahteraan keluarga yang lebih baik di masa depan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga dan Investasi bagi Ibu Rumah Tangga dalam Rangka Peningkatan Kualitas Hidup Keluarga
The aim of this study is to improve knowledge and skill about financial literacy, especially for woman who take the most responsibilities to manage finance in her household. Attended by 13 housewives, the method used in this activity is; first, explanation using power point slides and LCD projector; second, experience sharing and discussion; distributing quetionaire to measure their level of financial literacy, discussed about their characteristics on investment and what kind of product which is suit to their ability to accept risk. Held on May 7, 2017, the community service is funded by DIPA BLU Faculty of Economics, Universitas Negeri Jakarta. The result shows that only few participants understand how to measure their financial health and what kind of investment products that suit to their characteristics as an investor.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian literasi keuangan pada wanita, terutama, yang mengelola keuangan rumah tangga. Peserta kegiatan sejumlah 13 orang yang menjalani proses kegiatan 2 tahap yaitu pertama, penjelasan melalui media power point dan lcd, yang dilanjutkan dengan diskusi dan berbagi pengalaman yang diikuti dengan pembagian kuesioner untuk mengukur tingkat literasi keuangan peserta. Diskusi juga membahas karakteristik instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko ibu rumah tangga tersebut. Hasil kegiatan menyimpulkan bahwa masih sedikit peserta yang memahami bagaimana mengukur tingkat kesehatan keuangan rumah tangga dan juga jenis investasi yang sesuai dengan karakteristik risiko yang dimiliki. 
Peningkatan Keterampilan Manajemen Organisasi Untuk Pengusaha Wanita Anggota Asosiasi Guyub Sido Rukun
The purpose of this service program is to disseminate the results of the author's research as well as to provide management skills training to female entrepreneurs. The method of implementing the program is carried out through structured training, starting from the first stage, brainstorming with women entrepreneurs who are members of the association. The second stage, held training activities for women entrepreneurs to introduce the concept of management functions. In this training there are practical simulation activities to make managerial planning. The third stage is evaluation to reflect the extent to which training has been well understood. With this service activity, it is hoped that it can become a means for female entrepreneurs in improving business management managerial skills. The results obtained were the association of SMEs, Guyub Sido Rukun, who was very active and they were able to carry out self mapping through understanding management theory, analyzing the situation faced and the solutions to be carried forward.Tujuan dari program pengabdian ini selain untuk mendiseminasikan hasil penelitian penulis juga untuk memberikan pelatihan keterampilan manajemen pada pengusaha wanita. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui pelatihan yang terstruktur, dimulai dari tahap pertama, brainstorming dengan pengusaha wanita yang tergabung dalam asosiasi. Tahapan kedua, mengadakan kegiatan pelatihan pada pengusaha wanita untuk mengenalkan konsep fungsi-fungsi manajemen. Dalam pelatihan ini terdapat kegiatan simulasi praktik membuat perencanaan manajerial. Tahap ketiga, evaluasi untuk merefleksikan sejauhmana pelatihan telah dipahami dengan baik. Dengan kegiatan pengabdian ini, diharapkan dapat menjadi sarana bagi pengusaha wanita dalam meningkatkan keterampilan manajerial pengelolaan usaha. Hasil yang didapat adalah pelaku UMKM asosiasi Guyub Sido Rukun sangat aktif dan mereka mampu melakukan pemetaan diri melalui pemahaman teori manajemen, menganalisis situasi yang dihadapi dan solusi yang hendak dilakukan ke depan
A Market School: Pengelolaan Pendapatan dan Laporan Keuangan Sederhana untuk Pedagang Buah
This community development activity aims to provide understanding of material and earnings management techniques through lectures and simple financial application practices to improve the welfare of the parent Kramatjati market fruit traders in East Jakarta. This activity is part of activities carried out jointly with the theme "School Market for the Fruit Traders in Pasar Kramatjati of East-Jakarta". The sub-material for earnings management techniques starts with brain storming about factors that affect the activities of participants. The next material is about earnins management and recording simple financial statements using the "LAMIKRO" application. This application can be downloaded from the Ministry of Cooperatives and MSEs website. This community development activity was held in the PD Pasar Jaya office hall in the Kramat Jati market environment, with lecture and paractic methods. The results of this activity include the installation of the "LAMIKRO" application for some participants to facilitate making simple financial reports that were immediately practicable.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang materi dan teknik pengelolaan pendapatan melalui aplikasi keuangan sederhana untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang buah pasar Kramatjati induk di Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama dengan tema "Pasar Sekolah untuk Pedagang Buah di Pasar Kramatjati Jakarta Timur". Sub-bahan untuk teknik pengelolaan laba dimulai dengan brain storming tentang faktor-faktor yang memengaruhi aktivitas dagang partisipan. Materi berikutnya adalah tentang teknik pengelolaan laba dan pencatatan laporan keuangan sederhana menggunakan aplikasi "LAMIKRO". Aplikasi ini dapat diunduh dari situs web Kementerian Koperasi dan UMKM. Kegiatan pengembangan masyarakat ini diadakan di aula kantor PD Pasar Jaya di lingkungan pasar Kramat Jati, dengan metode ceramah dan paraktik. Hasil dari kegiatan ini termasuk pemasangan aplikasi "LAMIKRO" bagi beberapa peserta untuk memfasilitasi pembuatan laporan keuangan sederhana yang langsung dapat dipraktikkan
PELATIHAN WIRAUSAHA PEMBUATAN PENGHARUM RUANGAN BERNILAI EKONOMIS DI KALANGAN IBU RUMAH TANGGA KAMPUNG PENAS
To improve the capabilities and skills of housewives in Penas Kalimalang village, it can be done through training in entrepreneurship skills in making economic value fragrances and can serve as souvenir gifts. This skills training uses survey and interview methods as well as demonstration practices directly in front of participants. The number of participants participating was 22 housewives. The purpose of this study was to improve entrepreneurship skills of housewives in Penas Kalimalang Village through the manufacture of economically-priced air fresheners. With the presence of this training can help and develop the creativity, ability, and knowledge of housewives, especially in the area of ​​ Penas Kalimalang village to produce independently or in groups of air freshener products that have economic value and can be used as home industry businesses