Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani
Not a member yet
210 research outputs found
Sort by
Developing Cassava Based Frozen Products to Increase Housewife’s Income in Benda Baru Village, South Tangerang
Frozen snacks innovation is a food that is currently in trend and has a great opportunity to be developed. Referring to the Jakarta State University community service program 2020-2024 it is directed at 4 (four) focus activities, namely: Education; Public welfare; Art and culture; and Environment. Broadly speaking, the implementation of the PKM program is community empowerment in preparing PKM plans for the community in the form of product innovation originating from cassava tubers, thereby increasing culinary productivity through optimizing cassava tubers and can increase household income generating. The aim is to increase the community's ability to plan and manage the potential of cassava tubers as an effort to form a group of people who are economically independent and prosperous. Another goal is to stimulate the productivity of household culinary businesses that are widely cultivated by housewives in Benda Baru village, South Tangerang, especially in the current state of the Covid-19 pandemic. The method used in this activity is the provision of material, direct practice, and assistance in making frozen snack products, namely french fries and cassava croquettes using cassava tubers as one of the variations of the local ingredients used.Inovasi jajanan frozen merupakan makanan yang sedang trend saat ini dan memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Mengacu pada program pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Jakarta tahun 2020-2024 diarahkan pada 4 (empat) fokus kegiatan, yaitu: Pendidikan; Kesejahteraan masyarakat; Seni budaya; dan Lingkungan. Secara garis besar pelaksanaan program PKM ini adalah pemberdayaan masyarakat dalam penyusunan rencana PKM bagi masyarakat dalam bentuk inovasi produk yang berasal dari umbi singkong, sehingga meningkatkan produktivitas kuliner melalui pengoptimalan umbi singkong dan dapat menambah income generating ibu rumah tangga,. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merencanakan dan mengelola potensi umbi singkong sebagai upaya untuk membentuk sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan kesejahteraan. Tujuannya lainnya adalah untuk memicu produktivitas usaha kuliner rumah tangga yang banyak digeluti oleh ibu-ibu rumah tangga di desa Benda Baru, Tangerang Selatan terutama dalam kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi, praktek secara langsung, dan pendampingan pembuatan produk jajanan frozen yaitu french fries dan kroket singkong dengan menggunakan umbi singkong sebagai salah satu variasi bahan lokal yang digunakan
Strategies to Develop Technopreneurship in College (Best Practices in the Implementation of Community Service Through the Entrepreneurship Development Program Scheme)
The number of Indonesian entrepreneurs is still 3.1% of the total population. Whereas in developed countries, at least 14% of the population are entrepreneurs. For this reason, the government through various programs is trying hard to accelerate its development. One of them is through the Entrepreneurship Development Program (EDP) which is implemented in several universities, including the Surabaya State University (Unesa). The purpose of writing this article is to describe Unesa's practical experience in implementing EDP which includes: 1) the right strategy in developing technopreneurs; 2) Newly developed Technopreneursh, and 3) Establishment of a new entrepreneurial incubator. The method used in implementing this EDP is the PALS (Participatory Action Learning System) method which includes three phases, namely: 1) awareness); 2) capacity, and scaffolding entrepreneurship capacity building, and (3) institutionalization. The results of the EDP implementation show; 1) found new strategies in developing technopreneurs; 2) Ten (10) tenants become new technopreneurs, and 3) The establishment of a new entrepreneurial incubator center on the Ketintang campus. The EDP program was implemented 100% according to the target. Many thanks go to the Directorate of Research and Community Service(DRCS) for funding the implementation of this program.
Abstrak. Jumlah entrepreneur Indonesia masih 3.1% dari total penduduk. Padahal di negara maju minimal 14% penduduknya entrepreneur. Untuk itu, pemerintah melalui berbagai program berupaya keras mempercepat pengembangannya. Salah satu diantaranya adalah melalui Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) yang dilaksanakan di beberapa Perguruan Tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya (unesa). Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendiskripsikan pengalaman praktis Unesa melaksanakan PPK yang meliputi: 1) strategi yang tepat dalam mengembangkan technopreneur; 2) Technopreneursh baru yang berhasil dikembangkan; dan 3) Terbentuknya Inkubator wirausaha baru. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PPK ini adalah metode PALS (Participatory Action Learning System) yang mencakup tiga fase yaitu : 1) awareness); 2) capaciting, dan scaffolding entrepreneurship capacity building, dan (3) institutionalization. Hasil pelaksanaan PPK menunjukkan ; 1) ditemukan strategi baru dalam mengembangkan technopreneur; 2) Sepuluh (10) tenant menjadi technopreneur baru; dan 3) Terbentuknya Pusat Inkubator wirausaha baru di kampus Ketintang. Program PPK ini terlaksana 100% sesuai target. Diucapkan banyak terimakasih kepada DRPM (Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat) yang telah berkenan membiayai pelaksanaan program ini. 
Community Empowerment Program in Overcoming the Problem of Disease in Tomajiko Kelurahan, Pulau Hiri District
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a problem for tropical countries such as Indonesia. The increasing number of deaths from this disease every year is an extraordinary event. To overcome this problem, the UMMU Ibm team attempted to carry out DHF control activities by disseminating DHF and the PSN (Mosquito Nest Eradication) movement with 3M plus, namely Draining, Closing and Burying. This program aims to increase public understanding of the risk of dengue disease as well as public awareness of clean lifestyles. The empowerment method used is literacy provision and mosquito nest eradication practice. This program is proven to be able to improve students' understanding in eradicating mosquito nests that cause dengue fever. With this program, the people of Tomajiko sub-district, Hiri Island sub-district are expected to always keep the environment clean to avoid dengue fever. The results of this program are expected to be replicated by several villages around the Hiri archipelago that have the same demographic characteristics.Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu permasalahan bagi negara-negara yang beriklim tropis seperti di Indonesia. Melonjaknya angka kematian akibat penyakit ini setiap tahun menjadikan sebuah peristiwa luar biasa. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim Ibm UMMU berupaya melakukan kegiatan pengendalian DBD dengan melakukan sosialisasi DBD dan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3M plus yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap resiko penyakit DBD serta kesadaran masyarakat mengenai pola hidup bersih. Metode pemberdayaan yang digunakan yaitu pemberian literasi dan praktek Pemberantasan Sarang Nyamuk. Program ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pemberantasan sarang nyamuk yang menyebabkan penyakit DBD. Dengan adanya program ini, masyarakat kelurahan Tomajiko kecamatan Pulau Hiri diharapkan dapat selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih untuk menghindari penyakit DBD. Hasil dari program ini diharapkan dapat ditiru oleh beberapa desa sekitar kepulauan Hiri yang memiliki karakteristik demografi yang sama
Improving Food Security Through the Providing of Shoppes for Communities Affected by Covid 19
This Community Service provides a solution to the above problems, namely by improving nutrition to the community through the provision of basic food ingredients to people affected by COVID-19. The expected benefits of this Community Service are helping the economy, especially to meet the needs of its staples, and the welfare of people affected by COVID-19 in Cemandi Village, Sedati District, Sidoarjo Regency. The method applied is to provide direct food assistance to people affected by COVID-19. The results of the implementation of Community Service in the form of documentation and citizen responses to basic food assistance, among others. The implementation of community service as an effort to increase food security through the provision of basic necessities for the people affected by Covid 19 which was carried out to the residents of Cemandi village, Sidoarjo Regency received a positive response by providing basic necessities from the Community Service team and feeling that it was sufficient for their family's food needs in the next few days and had already right on target because residents desperately need basic food assistance due to decreased income and unable to fulfill their family's nutrition
Improving The Competency of Elementary's Teachers at Cileungsi in Preparing Merdeka Belajar Lesson Plan (RPP) Based on Characters and 21st Century Skills
This Community Service Activity (P2M) departs from the problems of teachers' ignorance of the concept of the Merdekan Belajar’s Curriculum and its implementation. This P2M activity aims to improve the competence of elementary school teachers in Cinyosog Village, Cileungsi in compiling a Learning Implementation Plan (RPP) for Merdeka Belajar based on characters and 21st century skills. This competency enhancement was carried out through socialization activities regarding RPP Merdeka Belajar based on characters and 21st century skills, then Training on Preparation for the Merdeka Belajar’s RPP based on the Character and Skill of 21st Century for Teachers of SDN 01 Cinyosog by offline and online. This P2M activity was attended by 14 teachers at SDN Cinyosog 01 Cileungsi. This training provided the concept of Merdeka Belajar based on characters and 21st century skills, then compiled RPP. This RPP is linked to the 2013 SD Curriculum that was applicable during the Covid-19 pandemic, namely the Merdeka Belajar’s RPP with simplification of KI-KD in the curriculum structure, as well as simplifying the components in the RPP. The lesson plan includes three components, namely learning objectives, learning steps, and evaluation of the learning presented based on the characters and skills of the 21st century. The product of this training activity is a collection of lesson plans compiled by the teachers of SDN Cinyosog 01 Cileungsi and videos of the training activities for the Merdeka Belajar’s RPP based on the Characters and Skills of the 21st Century which was uploaded on the Youtube channel of the PBSI FBS UNJ Study Program.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) ini berangkat dari permasalahan ketidaktahuan para guru terhadap konsep Kurikulum Merdeka Belajar dan implementasinya. Kegiatan P2M ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SD di Desa Cinyosog, Cileungsi dalam menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Merdeka Belajar berbasis karakter dan keterampilan abad ke-21. Peningkatan kompetensi ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi mengenai RPP Merdeka Belajar berbasis karakter dan keterampilan abad ke-21, kemudian Pelatihan Penyusunan RPP Merdeka Belajar Berbasis karakter dan Keterampilan Abad ke-21 bagi Guru SDN 01 Cinyosog secara luring dan daring. Kegiatan P2M ini diikuti 14 guru di SDN Cinyosog 01 Cileungsi. Pelatihan ini membekali dengan konsep Merdeka Belajar berbasis karakter dan keterampilan abad ke-21, kemudian menyusun RPP. RPP ini dikaitkan dengan Kurikulum 2013 SD yang berlaku di saat pandemi Covid-19, yaitu RPP Merdeka Belajar dengan penyederhanaan KI-KD di struktur kurikulumnya, serta penyederhanaan komponen dalam RPP. RPP tersebut meliputi tiga komponen, yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang disajikan berbasis karakter dan keterampilan abad ke-21. Produk kegiatan pelatihan ini adalah kumpulan RPP yang disusun para guru SDN Cinyosog 01 Cileungsi dan video kegiatan Pelatihan Penyusunan RPP Merdeka Belajar Berbasis Karakter dan Keterampilan Abad ke-21 yang diunggah di kanal Youtube Prodi PBSI FBS UNJ
Developing Social Distance Awareness during Pandemic Covid-19 Pandemic Through Interactive Video for Community in DKI Jakarta
The COVID-19 pandemic situation faced by the people of Indonesia an impact in various fields of economy, education, and health. Pandemic conditions require people to stay at home to break the chain of viruses spreading rapidly. Basic education to higher education runs online learning so that learning continues. Through the Real Work Lecture Program (KKN) involving students and community participation to help break the chain of distribution with online fig. Public awareness methods with socialization, counseling, online empowerment using interactive video media that can be accessed on YouTube, WA group, online newspapers, and placing posters and banners in strategic locations so that they can be seen, read, and remembered by the public. The results of this activity can have a good impact on the community to break the chain of the spread of COVID-19 practically, easy to access using communication tools (HP) and socialization which is carried out close to people's lives.Situasi pandemic COVID – 19 yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, memberikan dampak dalam berbagai bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Kondisi pandemic mengharuskan masyarakat untuk tinggal di rumah untuk memutus mata rantai virus menyebar dengan cepat. Pendidikan dasar hingga perguruan tinggi menjalankan pembelajaran secara online agar pembelajaran tetap berjalan. Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melibatkan mahasiswa serta partisipasi masyarakat untuk membantu memutus mata rantai penyebaran dengan ara online. Metode penyadaran ke masyarakat dengan sosialisasi, penyuluhan, pemberdayan online menggunakan media video interaktif yang dapat di akses di youtobe, WA group, Histragram, surat kabar online, dan menempatkan poster serta spanduk dilokasi strategis sehingga dapat dilihat, baca dan diingat oleh masyarakat. Hasil kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran COVID – 19 dengan cara yang praktiks, mudah di akses menggunakan alat komunikasi (HP) dan sosialisasi yang dilaksanakan dekat dengan kehidupan masyarakat
Workshop and Education on Making Hand Sanitizer, Handsoap, and Disinfectant Products as Steps to Prevent the Spread of Covid-19
Hand sanitizers, handsoaps, and disinfectants (H2D) have become necessities in a new normal during the Covid-19 pandemic. These three items are necessary to use in daily activities to prevent the spread of Covid-19. One of the efforts to successfully adopt a new normal is to educate the youth on preventing the spread of Covid-19. Workshop and education on making simple H2D at SMK Negeri 3 Kotabumi have been held through outreach activities and hands-on practice. The goal of this activity is to increase the students knowledge of SMK Negeri 3 Kotabumi in living a new lifestyle to prevent the spread of Covid-19 in North Lampung Regency. The result of this educational program is an increase in the knowledge of students of SMK Negeri 3 Kotabumi about H2D in terms of composition, making, and use. Besides, through the workshop program, students of SMK Negeri 3 Kotabumi also acquire skills in making simple H2D. Through presentation and direct practice, students of SMK Negeri 3 Kotabumi have been educated to become new lifestyle agents to prevent the spread of Covid-19 in North Lampung Regency.Handsinitizer, handsoap, dan desinfektan (H2D) telah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam menjalani kehidupan normal baru selama masa pandemi Covid-19. Ketiga barang ini penting digunakan dalam kegiatan sehari-hari untuk mencegah penyebaran Covid-19. Salah satu upaya mensukseskan kehidupan normal baru adalah membekali pemuda dengan pengetahuan mengenai cara mencegah Covid-19. Workshop dan edukasi pembuatan H2D secara sederhana di SMK Negeri 3 Kotabumi telah dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan praktek langsung. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Negeri 3 Kotabumi dalam menjalani gaya hidup baru untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lampung Utara. Hasil dari program edukasi ini adalah adanya peningkatan pengetahuan siswa SMK Negeri 3 Kotabumi tentang H2D dalam segi komposisi, pembuatan dan penggunaan. Selain itu melalui program workshop, siswa SMK Kotabumi juga memperoleh keterampilan dalam membuat H2D secara sederhana. Melalui penyuluhan dan praktik langsung ini, siswa SMK Negeri 3 Kotabumi telah dipersiapkan menjadi agen gaya hidup baru untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lampung Utara
Sun Power Implementation for Public Parking Area in Perum Villa Mutiara Serpong, Tangerang Selatan, Banten
The existence of street lighting and / or public facilities is very important for the convenience of residents, especially in the car park at night. However, not all of them have installed lighting as in the land area, block B / C, stage 1, Villa Mutiara Serpong, Pondok Jagung, South Tangerang. This area is a land of public facilities whose area is still ground, and most of them have not installed lights to illuminate the entire area, because car parks also need lighting that is important enough to monitor unwanted things, therefore it is necessary to install the lighting of these public facilities and the road inside. this is in the form of solar powered lamps as an effective alternative for solutions in lighting and reducing the cost of using electricity from PLN. Solar lights are installed at strategic points, namely in areas with little lighting. The lamp used is a 60-90 watt power lamp for better lighting. In addition to street lighting and public facilities, an economic analysis is also carried out in this activity by comparing the total costs required between incandescent lighting and solar power.
Where it is found that the nominal difference in rupiah is Rp.2,607,455, which is more efficient than incandescent PJU, and solar lamps are not affected by TDL (basic electricity cost).Keberadaan penerangan jalan dan atau fasilitas umum adalah salah satu hal yang sangat penting demi kenyamanan warga khususnya di area parkir mobil malam hari. Tetapi, tidak semuanya telah terpasang penerangan seperti halnya di area lapangan tanah, blok B/C tahap 1, Villa Mutiara Serpong, Pondok Jagung, Tangerang Selatan. Area ini merupakan lahan Fasum yang areanya masih tanah, dan sebagian besar belum terpasang lampu untuk penerangan seluruh areanya, karena parkir mobil juga membutuhkan pencahayaan yang cukup penting untuk memantau hal yang tidak diinginkan, oleh karena itu diperlukan pemasangan penerangan fasilitas umum tersebut dan jalan dalam hal ini berupa lampu tenaga surya sebagai alternatif efektif untuk solusi dalam penerangan dan pengurangan biaya pemakaian energi listrik dari PLN. Lampu tenaga surya di pasang di titik strategis yaitu di area yang sedikit pencahayaannya. Lampu yang digunakan adalah lampu daya 60-90 watt guna lebih terang lebih bagus. Selain untuk penerangan jalan dan fasilitas umum, analisis ekonomi juga dilakukan pada kegiatan ini dengan cara membandingkan total biaya yang diperlukan antara penerangan lampu pijar dengan tenaga surya.
Dimana didapat selisih nominal dalam rupiah Rp 2.607.455 lebih efisien dari PJU lampu pijar, dan lampu tenaga surya tidak dipengaruhi oleh TDL (tarif dasar listrik)
Cultivation of Family Medicinal Plants using the Verticulture Method as Efforts to Use Narrow Yard Land in Rawamangun, East Jakarta
The area of RW 01 Rawamangun, Pulogadung District, East Jakarta does not have an allocation of open land, so there is a minimum of green yards. The technology introduced in this community service activity is the cultivation of family medicinal plants in yards using the verticulture method. The purpose of this community service activity is to convey information about the cultivation of family medicinal plants through lectures, discussions, and direct practice of cultivating family medicinal plants in yards using the verticulture method. Evaluation of participants' knowledge improvement was carried out by pre- and post test after counseling and cultivation practices. Skills participants are carried out when evaluating the practice of cultivating medicinal plants in their yards. The results of the activity showed an increase in basic knowledge regarding the types, benefits, and techniques of cultivating family medicinal plants from technology. Family medicinal plant service activity is classified as successful and beneficial, due to increased knowledge more than 60 in average test scoring. The skills evaluation showed that some residents were able to plant and maintain family medicinal plants on a narrow plot of land using the proper verticulture method. The results of the cultivation of these medicinal plants, apart from being one of the real actions of plant greening, can also be in the form of powder products which can then be consumed as a body health measure or sold.Wilayah RW 01 Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur kurang memiliki alokasi lahan terbuka sehingga minim pekarangan hijau. Alih teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah budidaya tanaman obat keluarga di lahan pekarangan sempit dengan metode vertikultur. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyampaikan informasi mengenai teknologi budidaya tanaman obat keluarga melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi praktik langsung budidaya tanaman obat keluarga di lahan pekarangan sempit dengan metode vertikultur. Evaluasi peningkatan pengetahuan peserta dilakukan dengan pre- dan post-test setelah dilakukan penyuluhan dan praktik budidaya. Evaluasi ketrampilan peserta dilakukan pada saat demonstrasi praktik langsung budidaya tanaman obat di lahan pekarangan dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis, manfaat, dan teknik budidaya tanaman obat keluarga dari sebelum dilakukannya alih teknologi. Kegiatan pengabdian tanaman obat keluarga tergolong berhasil dan bermanfaat, karena terjadi peningkatan pengetahuan dengan nilai rerata uji lebih dari 60. Evaluasi ketrampilan menunjukkan bahwa sebagian warga mampu melakukan kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman obat keluarga di lahan pekarangan sempit dengan metode vertikultur dengan tepat. Hasil dari budidaya tanaman obat tersebut, selain merupakan salah satu tindakan nyata penghijauan tanaman, juga dapat berupa produk bubuk rempah yang selanjutnya dapat dikonsumsi sebagai tindakan menjaga kesehatan tubuh ataupun dijual
Peningkatan Derajat Kesehatan dan Gizi Remaja Putri melalui Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Gizi (Penerapan media Video Pembelajaran Berbasis Penelitian)
This Community Service (P2M) activity aims to improve young women's health in the health sector, to improve the health of young women, especially reproductive health. One of the problems faced by adolescents is the lack of knowledge about health, especially reproductive health. Efforts to increase understanding of reproduction are by providing education. Counseling on reproductive health and nutrition for young women has given in basic nutrition subjects, which are adaptive in Vocational High Schools (SMK) in Catering expertise. The method used is by providing lectures, discussions, and evaluation of activities. The review has carried out by distributing a satisfaction questionnaire to P2M activities consisting of 10 statements. P2M was conducted at SMK Negeri 33 Jakarta online in the subject of Nutrition Science by involving the principal, vice-principal, 57 female students, three civil servant teachers, and four P2M Faculty members Engineering team. Activities will have held on Monday, 10 August 2020, from 07:30 to 10:00 WIB. The counseling material provided was beautiful to the participants, seen from the whole questionnaire items' average result that they were delighted with 59.4% and 37.5% expressed satisfaction. Thus the P2M activity on improving the degree of reproductive health and nutrition is beneficial for participants.Tujuan kegiatan Pengabdian pada Masyarakan (P2M) ini adalah untuk meningkatkan Kesehatan pada remaja putri bidang Kesehatan adalah untuk meningkatkan Kesehatan pada remaja putri khususnya Kesehatan reproduksi. Tujuan ini sejalan dengan isu prioritas dalam Renstra PPM UNJ 2020-2024 salah satunya adalah Peningkatan Derajat Kesehatan dan Gizi Masyarakat Daerah. Upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat kesehatan manusia dapat berbanding lurus dengan kemajuan teknologi informasi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat (P2M) ini memanfaatkan hasil penelitian yang telah dilakukan berupa pengembangan video pembelajaran pengetahuan gizi dan kesehatan reproduksi remaja putri. Luaran kegiatan adalah publikasi pada media sosial (YouTube) dan buku saku Resep-Resep Masakan Peningkatan Derajat Kesehatan Gizi Remaja. Evaluasi dengan menyebarkan angket kepuasan terhadap kegiatan P2M terdiri dari 10 butir pernyataan. P2M dilakukan di SMK Negeri 33 Jakarta secara daring pada mata pelajaran Ilmu Gizi dengan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, 57 peserta didik putri, 3 guru pamong, dan 4 anggota tim P2M Fakultas Teknik. Kegiatan dilaksanakan hari Senin, 10 Agustus 2020 pukul 07:30 s/d 10.00 WIB. Materi penyuluhan yang diberikan sangat menarik minat peserta dilihat dari hasil rata-rata dari keseluruhan butir angket menyatakan sangat puas sebesar 59,4% dan menyatakan puas 37,5%. Dengan demikian kegiatan P2M tentang peningkatan derajat kesehatan reproduksi dan gizi bermanfaat bagi peserta