Jurnal Wahana Ilmiah Akuntansi
Not a member yet
    165 research outputs found

    Pemetaan Kesiapan Implementasi Akuntansi Sampah pada Pemerintah Indonesia: Sebuah Scoping Review

    Full text link
    This study assesses the readiness of the Indonesian public sector to implement municipal waste accounting using a scoping review approach. From an initial set of 24 documents, including national regulations, government accounting frameworks, waste data systems, financing guidelines, institutional studies, and international technical standards, 11 documents met the PRISMA-ScR inclusion criteria for detailed analysis. Findings indicate that although national regulations designate municipal waste management as a mandatory governmental function, they still lack technical guidance for cost measurement and material flow reporting required in waste accounting. The Government Accounting Standards (SAP) also do not include environmental accounting provisions, resulting in aggregated rather than process-based cost records. The National Waste Management Information System (SIPSN) provides physical waste data but does not integrate it with cost information essential for applying waste accounting methods. Institutional limitations remain, including weak inter-agency coordination, inconsistent reporting practices, and the absence of a standardized service cost structure. Meanwhile, international frameworks such as full cost accounting, material flow cost accounting, and World Bank cost guidelines offer compatible methodologies. Overall, significant structural challenges persist, but the potential for development remains substantialPenelitian ini bertujuan memetakan kesiapan implementasi akuntansi sampah dalam kerangka akuntansi limbah (waste accounting) pada pemerintah Indonesia melalui pendekatan scoping review. Sebanyak 24 dokumen awal yang mencakup regulasi nasional, kerangka akuntansi pemerintahan, sistem data sampah, pedoman pembiayaan, kajian kelembagaan, serta standar teknis internasional diseleksi menggunakan pedoman PRISMA-ScR. Proses penyaringan menghasilkan 11 dokumen yang memenuhi kriteria relevansi untuk dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka regulasi nasional telah menempatkan sampah sebagai urusan wajib pemerintah, namun belum menyediakan pedoman teknis mengenai pengukuran biaya dan pelaporan aliran material sebagaimana dipersyaratkan dalam praktik waste accounting. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) belum memuat ketentuan terkait akuntansi lingkungan, sehingga pencatatan biaya pengelolaan sampah masih bersifat agregat dan belum berbasis proses. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) telah menyediakan data fisik seperti timbulan, komposisi, dan cakupan layanan, tetapi belum mengintegrasikannya dengan data biaya yang diperlukan untuk penerapan metode waste accounting. Selain itu, kapasitas kelembagaan pemerintah menunjukkan keterbatasan koordinasi lintas instansi, variasi pencatatan operasional fasilitas pengolahan, serta belum tersedianya struktur biaya layanan yang terstandar. Di sisi lain, kerangka internasional seperti full cost accounting, material flow cost accounting, dan pedoman biaya Bank Dunia menawarkan metodologi yang secara konseptual kompatibel untuk mendukung pengembangan akuntansi sampah dalam sektor publik Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan waste accounting di Indonesia masih menghadapi tantangan struktural pada aspek regulasi, data, dan kelembagaan, namun memiliki potensi penguatan apabila fondasi sistem pendukungnya disiapkan secara bertahap dan terintegrasi

    Greenwashing dalam Pengungkapan ESG: Tinjauan Literatur Sistematis Melalui Analisis Teoretis dan Bibliometrik

    No full text
    This study aims to examine greenwashing practices in Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure through a Systematic Literature Review (SLR) approach combined with theoretical and bibliometric analysis, utilizing Scopus-indexed journal articles from 2019 to 2025, supported by the Watase Uake Tools platform to ensure the selection and visualization of structured and relevant article keywords. The results of the study show that greenwashing practices tend to emerge when companies face pressure for legitimacy and high stakeholder expectations, while internal capacity and governance are not yet able to support substantive sustainability practices. Manipulation of report narratives, low report readability, and inconsistent ESG reporting standards also contribute to the spread of misinformation. The findings indicate that strengthening regulations, utilizing misinformation detection technologies such as artificial intelligence (AI), and strengthening governance are strategies to mitigate greenwashing. Bibliometric mapping shows that research related to greenwashing in ESG disclosure generally focuses on issues of regulation, transparency, governance, and reporting quality, while SLR methodology and bibliometric analysis are still limited. This study offers novelty by combining SLR analysis with bibliometrics and integrating legitimacy theory and stakeholder theory to provide a more comprehensive understanding of the root causes and future directions of research.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik greenwashing dalam pengungkapan Environmental, Social, dan Governance (ESG) melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan analisis teoretis dan bibliometrik, dengan memanfaatkan artikel jurnal terindeks scopus tahun 2019-2025, didukung oleh platform Watase Uake Tools untuk memastikan seleksi dan visualisasi kata kunci artikel terstruktur dan relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik greenwashing cenderung muncul ketika perusahaan menghadapi tekanan legitimasi dan ekspektasi pemangku kepentingan yang tinggi, sementara kapasitas internal dan tata kelola belum mampu mendukung praktik keberlanjutan secara substantif. Manipulasi narasi laporan, rendahnya keterbacaan laporan, serta ketidakseragamnya standar pelaporan ESG turut memperluas ruang misinformasi. Temuan menunjukkan penguatan regulasi, pemanfaatan teknologi pendeteksi misinformasi seperti kecerdasan buatan (AI), serta penguatan tata kelola sebagai strategi memitigasi greenwashing. Pemetaan bibliometrik menunjukkan bahwa riset terkait greenwashing dalam pengungkapan ESG umumnya berfokus pada isu regulasi, transparansi, tata kelola, dan kualitas pelaporan, sementara metodologi SLR dan analisis bibliometrik masih terbatas. Studi ini menawarkan kebaruan dengan menggabungkan analisis SLR dengan bibliometrik serta mengintegrasikan legitimacy theory dan stakeholder theory untuk memberikan pemahaman lebih komprehensif mengenai akar persoalan dan arah pengembangan riset di masa mendatang

    Analisis Faktor - Faktor Audit Eksternal Terhadap Reaksi Pasar

    Full text link
    Market reaction represents how fundamental information of financial statements affects stock price and trading volume in the capital market. This research examines the effect of audit quality, audit opinion, audit report lag, and auditor switching towards market reaction. A quantitative method is applied in this research using secondary data collected from financial statements, stock price data, and composite stock price index (IHSG). Through purposive sampling technique, the research obtained 54 companies or 162-unit data from basic material companies listed on Bursa Efek Indonesia (BEI) during the period 2022 – 2024. The panel data regression analysis is used in this research using Eviews 13. The results indicate that audit quality and audit report lag have no significant effect on market reaction, whilst audit opinion and auditor switching significantly affect market reaction. These findings highlight the importance of fair and reliable financial reporting and auditor independence in reducing information risk and providing useful signals for investors.Reaksi pasar menggambarkan bagaimana informasi fundamental, seperti laporan keuangan dapat memengaruhi pergerakan harga saham dan volume perdagangan di pasar modal. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh kualitas audit, opini audit, audit report lag, dan pergantian auditor pada reaksi pasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan, data harga saham, dan data indeks harga saham gabungan (IHSG). Penelitian ini mencakup perusahaan sektor basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022 – 2024. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 54 perusahaan atau 162 data observasi selama 2022 – 2024. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel menggunakan Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas audit dan audit report lag tidak berpengaruh terhadap reaksi pasar, sedangkan opini audit dan auditor switching berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya laporan keuangan yang wajar, bebas dari salah saji material sesuai standar akuntansi yang berlaku, serta perlunya menjaga independensi antara manajemen dan auditor agar dapat mengurangi adanya asimetri informasi, sehingga dapat memberikan pertimbangan dalam penilaian dan sinyal terhadap investor

    Artificial Intelligence dalam Administrasi Pajak: Tinjauan Literatur Mengenai Efisiensi, Transparansi, dan Akuntabilitas

    Full text link
    Artificial Intelligence (AI) plays an increasingly important role in the modernization of tax administration in Indonesia. The application of AI is a key strategy for improving the efficiency, transparency, and accuracy of data management, especially amid the increasing complexity of transactions and the demand for fast and responsive tax services. Traditional tax administration faces challenges such as the limitations of manual analysis, potential recording errors, and weak detection of non-compliance. This study aims to analyze the role of AI in improving the quality of tax administration as well as examine the challenges that emerge during its implementation. This study adopts a literature review method supported by a descriptive qualitative approach. The results show that AI can strengthen process automation, improve data analysis accuracy, support risk-based audits, and improve overall taxation system oversight. However, AI implementation still faces challenges in the form of data security, algorithmic bias risks, and limitations in digital infrastructure that must be improved for its optimal utilization.Artificial Intelligence (AI) kini memainkan peran yang semakin signifikan dalam upaya modernisasi sistem administrasi perpajakan di Indonesia. Penerapan AI menjadi strategi utama untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi pengelolaan data, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas transaksi serta tuntutan layanan pajak yang cepat dan responsif. Administrasi perpajakan tradisional menghadapi tantangan seperti keterbatasan analisis manual, potensi kesalahan pencatatan, serta lemahnya deteksi ketidakpatuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam meningkatkan kualitas administrasi perpajakan dan mengidentifikasi kendala yang muncul dalam penerapannya. Penelitian ini dilakukan melalui kajian literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu memperkuat otomatisasi proses, meningkatkan akurasi analisis data, mendukung audit berbasis risiko, serta Artificial Intelligence (AI) kini memainkan peran yang semakin signifikan dalam upaya modernisasi sistem administrasi perpajakan di Indonesia. Penerapan AI menjadi strategi utama untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi pengelolaan data, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas transaksi serta tuntutan layanan pajak yang cepat dan responsif. Administrasi perpajakan tradisional menghadapi tantangan seperti keterbatasan analisis manual, potensi kesalahan pencatatan, serta lemahnya deteksi ketidakpatuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam meningkatkan kualitas administrasi perpajakan dan mengidentifikasi kendala yang muncul dalam penerapannya. Penelitian ini dilakukan melalui kajian literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu memperkuat otomatisasi proses, meningkatkan akurasi analisis data, mendukung audit berbasis risiko, serta memperbaiki pengawasan sistem perpajakan secara keseluruhan. Namun demikian, implementasi AI masih dihadapkan pada tantangan berupa keamanan data, risiko bias algoritmik, serta keterbatasan infrastruktur digital yang harus ditingkatkan agar pemanfaatannya menjadi lebih optimal

    Faktor yang Mempengaruhi Opini Going Concern Dimoderasi Koneksi Politik

    Full text link
    This research aims to analyze how financial conditions, managerial ownership and foreign ownership affect going concern audit opinions with political connection as a moderating variable. The population includes real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2018-2021, from which the samples of 29 companies with 116 units of analysis are selected through purposive sampling. Hypotheses are tested by logistic regression analysis processed by IBM SPSS 26; and the results indicate that financial condition and foreign       ownership have a negative effect on going-concern audit opinion while managerial ownership has no effect on going-concern audit opinion. Political connection moderates the effect of foreign ownership on going-concern audit opinion but does not moderate financial condition and managerial ownership. The novelty of this research exhibits the use of political connection as one of the factors that makes companies obtain going-concern audit opinions, and this research is expected to contribute to company development.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi keuangan, kepemilikan manajerial dan kepemilikan asing terhadap penerimaan opini audit going concern dengan menggunakan variabel moderasi, yaitu koneksi politik. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor property & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan menghasilkan 29 perusahaan dengan 116 unit analisis. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi logistik dengan program analisis IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keuangan dan kepemilikan asing berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern, sedangkan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Koneksi politik mampu memoderasi pengaruh kepemilikan asing sedangakan kondisi keuangan dan kepemilikan manajerial tidak mampu dimoderasi oleh koneksi politik. Kebaruan dari penelitian ini adalah penggunaan koneksi politik yang menjadi salah satu faktor penyebab perusahaan mendapat opini audit going concern dan penelitian ini diharapkan dapat membuat perusahaan berkembang lebih baik. &nbsp

    Pengukuran Kinerja Keuangan pada PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) Periode 2019-2021

    Full text link
    This study aims to determine the financial performance of Bank Muamalat Indonesia in the 2019-2021 period using the CAMEL method, RGEC and Altma Z Score analysis. The research sample is Bank Muamalat Indonesia using criteria that have been considered and desired by the researchers according to the research objectives. The results of the study show that during the 2019-2021 period, they experienced poor performance in terms of profitability, equity. However, different things occur in the capital ratio and capital adequacy which have more optimal performance than other ratios. Based on the results of the soundness level, steps to improve the condition of Bank Muamalat are by strengthening capital, followed by improving asset quality by completing the NPFPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada Bank Muamalat Indonesia pada peride 2019-2021 dengan menggunakan Metode CAMEL, RGEC dan analasis Altma Z Score. Sampel penelitian adalah Bank Muamalat Indonesia dengan menggunakan kriteria yang telah dipertimbangkan dan diinginkan peniliti sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2019-2021 mengalami kinerja kurang baik dari sisi Profoibiltias, Ekuitas. Namun hal berbeda terjadi pada rasio modal dan kecukupan modal dimana memiliki yang kinerja yang lebih optimal dibandingkan rasio lainnya. Berdasarkan hasil tingkat kesehatan tersebut langkah untuk memperbaiki kondisi Bank Muamalat yakni dengan penguatan modal, diikuti perbaikan kualitas aset dengan menyelesaikan NPF

    Determinan Praktik Penghindaran Pajak

    Full text link
    The aim of this research is to prove the effect of sales growth, accounting conservatism and corporate risk on tax avoidance. CETR used in this research to count tax avoidance. This research uses quantitative research method secondary data in the form of financial statment of Food and Beverage Sub-sector listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2017-2021 period. Number of the sample used in this reseach is 80 samples obtained by purposive sampling  method. The analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis using SPSS 26 version. The result of this research shows that sales growth has negative effect on tax avoidance. Accounting conservatism and corporate risk have no effect on tax avoidance.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pertumbuhan penjualan, konservatisme akuntansi dan risiko perusahaan terhadap penghindaran pajak. Penghindaran pajak dalam penelitian ini dihitung menggunakan CETR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif  dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan makanan dan minuman yang berasal dari Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021. Total sampel yang digunakan adalah sebanyak 80. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 26.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak. Konservatisme akuntansi dan risiko perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap penghindaran pajak

    Pengaruh Tata Kelola Perusahaan, Ukuran Perusahaan, dan Umur Perusahaan terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Minyak dan Gas yang Terdaftar di BEI

    Full text link
    The results this research show that partially, corporate governance and company size have a significant effect on earnings management. Company age has no direct impact and is not significant on earnings management. Corporate governance, company size and company age have a significant influence on earnings management. The results of the regression coefficient test show that earnings management is influenced by corporate governance, company size and company age by 34%. The existence of strict supervision, the impact of good governance, makes the opportunity for management to carry out profit management smaller. Large companies tend to increase their profits due to the competence and capabilities of the resources they have in managing the business. Younger companies want to show rapid growth and positive results to attract investors, while older companies have tighter oversight and more resources to ensure compliance with accounting standard.Penelitian ini menggambarkan pengaruh yang signifikan secara parsial, tata kelola perusahaan, umur perusahaan serta ukuran perusahaan pada manajemen laba. Tata kelola perusahaan, ukuran perusahaan serta umur perusahaan mampu memengaruhi manajemen laba secara signifikan sedangkan Umur perusahaan tidak mampu memengaruhi manajemen laba secara signifikan. Hasil koefisien regresi menggambarkan bahwa sebesar 34% manajemen laba dipengaruhi oleh tata kelola perusahaan, ukuran perusahaan dan umur perusahaan. Adanya pengawasan yang ketat, dampak dari tata kelola yang baik, menjadikan peluang bagi manajemen untuk melakukan pengelolaan laba menjadi lebih kecil. Perusahaan besar cenderung meningkatkan labanya dikarenakan kompetensi dan kapabilitas sumber daya yang dimilikinya dalam mengelola bisnis. Perusahaan yang lebih muda ingin menunjukkan pertumbuhan yang cepat dan hasil yang positif untuk menarik investor, sedangkan perusahaan yang lebih tua memiliki pengawasan yang lebih ketat dan sumber daya yang lebih banyak untuk memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi

    Legalitas dan Akuntabilitas Keuangan Lembaga Filantropi dalam Keuangan Sosial Islam

    Full text link
    The practice of Islamic philanthropy that is rooted in the traditions of Indonesian society in the form of zakat, infaq, shadaqoh and waqf (ZISWAF) is growing, mainly due to the widening gap between rich and poor people and various natural disasters that come one after another. The role of the institution philanthropists Islam and the institution of amil zakat (LAZ) help many people who need help. The role of Islamic philanthropic institutions with the collection and allocation of zakat, infaq, sadaqah, and waqf (ZISWAF) funds provides benefits to the wider community in the economic development of the Ummah. This study aims to describe financial accountability for the management of funds of Islamic philanthropic institutions in the economic development of the Ummah. The data used in this study is secondary data obtained from the website of Indonesian philanthropic institutions. A total of 5 samples registered on the website of Indonesian religious philanthropic institutions. This study used quantitative methods using descriptive analysis. The results obtained were the Accountability of 5 philanthropic institutions that were sampled in the good category based on the results of indicators of accessibility and availability of financial statements. This research is useful for academics, philanthropic institutions and governmentPraktek filantropi Islam yang mengakar dalam tradisi masyarakat Indonesia dalam bentuk zakat, infaq, shadaqoh dan wakaf (ZISWAF) semakin berkembang terutama disebabkan oleh melebarnya kesenjangan masyarakat kaya dan miskin serta berbagai bencana alam yang datang silih berganti. Peran lembaga filantropi Islam dan lembaga amil zakat (LAZ) banyak membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Peran lembaga-lembaga filantropi islam dengan adanya pengumpulan dan pengalokasian dana zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf (ZISWAF) memberikan manfaat bagi masyarakat luas dalam pengembangan ekonomi umat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan akuntabilitas keuangan untuk pengelolaan dana lembaga filantropi islam dalam pengembangan ekonomi umat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapatkan dari website lembaga filantropi Indonesia. Sampel sejumlah 5 sampel yang terdaftar di website lembaga filantropi keagamaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis  deskriptif. Hasil yang didapatkan adalah Akuntabilitas 5 lembaga filantropi yang menjadi sampel dalam kategori baik berdasarkan hasil indikator keteraksesan dan ketersediaan laporan keuangan.Penelitian ini berguna untuk pihak akademisi, lembaga filantropi dan pemerinta

    Analysis Quality System Information Accounting: Influencing Factors and Their Impact on Information Accountancy

    Full text link
    This study aims to determine and analyze the factors that affect the quality of accounting information systems in improving the quality of accounting information at (Perum Bulog, South Sumatra & Babylon Regional Office in Palembang City). The type of research used in this study is qualitative descriptive research. The variables used in this study consist of factors in the use of information technology, internal controls factors, commitment factors to the organization, quality of information systems, and quality of accounting information. The data used in this study used primary and secondary data. Data collection techniques are through interviews and documentation. The data analysis technique used is qualitative analysis. The results of this study are Factors that affect the quality of accounting information systems in improving the quality of accounting information, namely the use of technology factors greatly affect the quality of accounting information systems to improve the quality of accounting information by reducing the risk of errors and improving financial data management. Internal control factors greatly affect the quality of accounting information systems by implementing good internal controls, the risk of errors and misuse can be reduced, thus improving the overall quality of accounting information. The commitment factors to the organization are very important in improving the quality of accounting information systems with the use of systems that are used effectively, which will improve the quality of accounting information US a whole. The quality of accounting information systems can improve the quality of accounting information, reduce the risk of errors, and increase the accuracy and reliability of financial information. The improved quality of accounting information systems will result in higher-quality accounting information

    133

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Wahana Ilmiah Akuntansi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇