5337 research outputs found
Sort by
Pengenalan Teknik Melukis Untuk Anak-anak SD dan SMP Melalui Workshop Kolaborasi Teknik Seni Lukis Modern
Kualitas estetik dari sebuah karya seni lukis tidak saja ditentukan oleh
kepiawaian seorang seniman dalam mengungkapkan ide-idenya yang kreatif, atau tidak
cukup hanya cerdas dalam menuangkan gagasan konsepnya secara teoritis, tetapi dia
juga harus tranpil dan memiliki kemampuan yang holistik dalam mengelola
pengetahuan dan pengalamannya baik secara teoritik maupun teknik kekaryaan.
Ini menjadi penting karena teknik adalah bagian yang integral dari keutuhan
sebuah karya seni visual, dan melalui pemahaman serta penguasaan berbagai teknik
yang ada dapat memberikan berbagai alternatif untuk menemukan berbagai teknik
melukis modern di dalam memperjuangkan ide gagasannya, sebagai salah satu unjuk
personalitas tentang kekhasan, keunikan ataupun komleksitas kekaryaan yang
dimilikinya. Jadi dengan demikian teknik dalam hal ini adalah bagian yang integral
yang utuh dari karya seni secara visual, dan melalui aplikasi teknik yang ada dapat
memberikan berbagai alternatif dalam usaha penemuan berbagai corak, gaya atau style,
memperjuangkan ide-ide serta kepribadian melalui spesifikasi kekaryaan yang khas dan
personal
Membaca Tanda Visual dan Tanda Verbal KARTUN SOMPRET
Kata Pengantar
Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa/ Tuhan Yang
Maha Esa, berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan
buku dengan judul Membaca Tanda Visual dan Tanda Verbal
Kartun SOMPRET ini tepat pada waktunya sebagai salah
satu luaran Penelitian Dosen Muda (PDM) dengan tahun
pelaksanaan penelitian tahun 2021.
Kartun Sompret karya I Wayan Sadha jika dibandingkan
dengan karya kartunis Indonesia maupun Bali pada khususnya
memiliki ciri khas tersendiri. Pertama, kekhasan itu adalah
keterikatannya dengan budaya Bali. Penghayatannya yang
mendalam pada budaya Bali menghadirkan kartun Sompret
sebagai representasi opininya terhadap berbagai persoalan
yang melanda budaya tradisional Bali. Kartun Sompret
memberikan kritik dalam berbagai aspek kehidupan. Kedua,
dari segi penggunaan bahasa, Kartun Sompret karya I Wayan
Sadha juga menunjukan keunggulannya. Dialog-dialog
bahasa Indonesia yang ditampilkan dengan campuran
ungkapan-ungkapan dan ekspresi-ekspresi yang khas milik
orang Bali, bukan milik budaya-budaya lain. Ketiga, tokohtokoh
kartunnya
benar-benar
merepresentasikan
masyarakat
Bali
dengan berbagai persoalan kehidupan keseharian.
Keempat, Kartun-kartun yang dihadirkan merupakan potret
kehidupan masyarakat Bali yang paradoks tentang budaya
Bali dan masukan arus globalisasi. Dengan catatan diatas,
dapat dikatakan bahwa sebagai produk budaya popular,
Kartun Sompret menjadi menarik untuk diperiksa visualisasi
dan maknanya. Kartun ini semakin penting untuk dikaji
karena wacana yang dihadirkan menjadi situs perjuangan
ideologi. Subjek kajian penelitian ini adalah Kartun Sompret
Karya I Wayan Sadha tahun 1992 sampai dengan tahun
2008. Objek penelitian ini difokuskan pada elemen grais yang menyangkut ilustrasi, tipograi, warna dan layout, serta
analisis makna denotasi, makna konotasi, mitos dan ideologi.
Objek penelitian tersebut didasarkan pada analisis teori
semiotika Roland Barthes. Kartun Sompret meanghadirkan
kartun satu panel dengan menghadirkan ilustrasi masyarakat
Bali, tipograi scrip, tanpa memanfaatkan warna dengan
layout cara pandang perspektif sejajar pandangan mata.
Makna denotasi tentang narasi kehidupan masyarakat Bali
yang berkonotasi adanya pengaruh arus budaya global pada
nilai tradisi. Mitos tentang masyarakat konsumsi dihadirkan
dengan ideologi kapitalisme.
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi;
Secara Teoritis, melalui kajian semiotika kartun akan dapat
menambah pengetahuan tentang kartun opini, serta
mampu memberikan penjelasan atau paparan tentang
pembacaan bentuk visual kartun, mitos dan ideologi kartun,
hubungan tanda dan makna terhadap kartun-kartun pada
koran serta menambah kajian keilmuan desain komunikasi
visual. Secara Praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi peneliti yang lain, sehingga hasil
penelitian ini sangat tepat dijadikan bahan kajian maupun
perbandingan dalam melakukan penelitian lain yang
sejenis. Bagi masyarakat, diharapkan mampu memberikan
pemikiran dan wacana terhadap kartun sebagai salah satu
media komunikasi visual yang memiliki peranan penting di
masyarakat. Bagi Institut Seni Indonesia Denpasar, penelitian
ini akan berguna sebagai bahan ajar dalam perkuliahan.
Dengan pengumpulan data, kajian ideologi/ semiotika,
dapat mengungkap cara bercerita kartun dan maknamakna
terhadap
kartun
opini.
Penelitian
ini
juga
diharapkan
mampu
memberikan
kontribusi
dan
sumbangan
pemikiran
berkenaan
dengan pengembangan desain komunikasi
visual.Buku ini terdiri dari pembahasan; Kartun Sompret itu Unik,
Landasan Teori, Membaca Tanda Visual dan Tanda Verbal
Kartun Sompret, dan Simpulan. Semua bab pada buku ini
merupakan hasil penelitian penulis.
Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
atas segala bantuan yang diberikan oleh Direktorat Riset
dan pengabdian Masyarakat_Deputi Penguatan Riset dan
Pengembangan_Kementerian Riset, Teknologi/ Badan Riset
dan Inovasi Nasional, Institut Seni Indonesia Denpasar, para
narasumber dan informan, Ida Ayu Dwita Krisna Ari untuk
sarannya, teman-teman di Jurusan Desain Komunikasi Visual,
FSRD- ISI Denpasar, juga kepada teman-teman lainnya yang
telah memberikan saran, wawasan dan pengetahuannya
kepada penulis untuk memperkaya buku ini. Ucapan terima
kasih juga kami sampaikan kepada pimpinan dan staf
LP2MPP ISI Denpasar, dan teman-teman lainnya yang tidak
bisa penulis sebutkan satu persatu. Penulis mohon masukan,
kritik dan saran dalam penyempurnaan buku ini.
Denpasar, Oktober 2021
Penuli
Dari Virtual Menuju Nyata Kreativitas Baleganjur Komunitas Taksu Agung
Selama pandemi Covid-19 mewabah di Bali umumnya di Indonesia terhitung mulai tanggal 2
Maret 2020 otomatis perhelatan kesenian karawitan terhenti secara total. Pementasan dan lomba
Baleganjur adalah salah satu seni karawitan yang berdampak dari wabah Covid-19. Pementasan
dalam bentuk lomba Baleganjur yang menyedot antusias apresiator dan penonton dalam jumlah
massif harus ditiadakan demi pencegahan penularan Covid-19. Tercatat dua perhelatan lomba
Baleganjur yang harus rela “mengalah” untuk undur diri yaitu Lomba Baleganjur di Kabupaten
Gianyar dan Lomba Baleganjur Tingkat Remaja di ajang Pesta Kesenian Bali tahun 2020. Hingar
binger kreativitas Baleganjur harus terdiam menepi sesaat selayaknya tetikesan rapat tungguhan
ceng-ceng kopyak. Nges terhenti
PROSIDING: Kajian Estetika pada Pertunjukan Virtual Tari Kenapa Legong “Japatuwan”
Tari Kenapa Legong “Japatuwan” merupakan tari legong kreasi yang di dalamnya terdapat kombinasi
gerak, antara gerak tari bali dengan akrobatik dikemas secara sederhana dengan tema Karma. Tari ini
terinspirasi dari tekst Japatuwan yang mengangkat kisah petualangan kakak beradik Gagak turas dan
Japatuwan saat menyusul Ratnaningrat ke Siwa Loka. Karya ini lahir akibat rasa kagum sang penata
terhadap proses penciptaan tari Legong, yang sampai saat ini tariannya masih tetap bertahan, di samping
itu berlatar belakang dari fenomena yang terjadi yaitu pada zaman dahulu penari laki-laki yang
menarikan sebuah tarian perempuan dengan baik Struktur pada tari ini menggunakan susunan dramatik
yang ditata dengan rapi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan 2 (dua)
aspek pembahasan yakni: kajian estetika tari Kenapa Legong “Japatuwan” serta proses penciptaan dari
tari legong ini. Dalam teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi (pengamatan),
interview (wawancara), dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu teori estetika dan teori proses kreatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data di lapangan
berupa data primer dan data sekunder dari buku-buku atau studi kepustakaan lainnya. Hasil dari penelitian
ini dapat diketahui mengenai kajian estetika dari tarian ini yang terdri dari wujud, bobot atau isi
serta penampilan. Adapun penyajiannya dari tari Kenapa Legong “Japatuwan” ini didukung oleh beberapa
media penunjang seperti: tata rias, tata busana, musik pengiring, dan properti. Karya tari ini sempat
dipentaskan secara virtual di Antida Soun Garden, selain itu juga proses penciptaan tari ini terdiri
dari 5 tahapan yaitu tahap merasakan, menghayati, mengkhayal, mengejawantahkan, memberi bentuk.
Kata kunci: estetika, virtual, Kenapa Legong Japatuwa
PIAGAM PENGHARGAAN diberikan kepada Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti, S.S., M.Hum Sebagai Peraih Luaran Terbaik Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2020
“WANA-RA”
Karya ini mengambil ide dari keberadaan sosok kera yang divisualkan dalam
bentuk topeng kera khas bali dengan teknik vektor menjadi pusat perhatian dalam
karya. Judul karya terinspirasi dari kata “wana” dan berarti hutan dan juga “wanara”
yang berarti kera jika dikombinasi untuk mempermudah penyebutan dan aksen
pembacaan menjadi Wana-RA. Latar belakang yang digunakan adalah visualisasi dari
hutan yang merupakan tempat hidup banyak binatang termasuk kera. Namun seiring
berjalannya waktu keberadaan hutan mulai terusik oleh keberadaan manusia
sehingga hutan tidak mampu lagi memberikan penghidupan kepada penghuninya.
Melalui visualisasi karya ini menyampaikan pesan tersembunyi mengajak penikmat
karya untuk turut serta untuk memuliakan hutan. Konsep dualisme juga dihadirkan
dengan penggambaran menggunakan warna panas dan dingin. Hal ini dapat
dimaknai sebagai keberadaan alam yang jika di pelihara dengan baik akan
memberikan dampak yang positif terhadap manusia, sebaliknya jika terlalu banyak
dieksploitasi maka alam akan murka dan memperbaiki dirinya dalam bentuk
bencana yang menyengsarakan manusia.
Keyword : Wanara Hutan, Eksploitas
VIDEO Solah Tutur Taru Premana ISI Denpasar
"TARU PREMANA'
TIM PRODUKSI
INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR
PENASEHAT :
REKTOR ISI DENPASAR
Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, SSKar., M.Hum
PENANGGUNG JAWAB
DEKAN FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN ISI DENPASAR
Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum
KETUA PELAKSANA
I Gede Mawan, S.Sn., M.Si
ARTISTIK DIRECTOR
Dr. I Kt Suteja, SST., M.Sn
PENDUKUNG KARYA
Dosen dan Mahasiswa FSP ISI Denpasar
#bulanbahasabali2021 #isidenpasar #sendratari #tarupreman