5337 research outputs found
Sort by
KESETIAAN
Kebudayaan Bali secara operasional adalah kebudayaan Bali yang dijiwai oleh agama
Hindu sebagai bagian dari kebudayaan nasional. Diantara unsur-unsur kebudayaan Bali,
kesenian merupakan unsur yang paling penting dan sentral, karena kedalam sistem kesenian
terkait keseluruhan unsur yang lain, baik sistem peralatan (teknologi), sistem mata
pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, pengetahuan dan sistem religi. Keteguhan tradisi
pada masyarakat Bali yang terpencil dari hubungan pengaruh Islam di Jawa, serta rasa
kolektifisme yang kuat sebagai cermin masyarakat agraris religius sangat memungkinkan
suburnya perkembangan kesenian Bali dalam membentuk kepribadiannya sendiri. Selain itu
juga semangat berupa napsu yang berlebihan untuk menghias serta kehausan akan keindahan
yang tanpa batas
PARIGI-GRINGSING-SLONDING DESA SWABUDAYA TENGANAN
Om Swastiastu
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sanghyang Widhi
Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, atas asung kerta wara nugraha-Nya,
pelaksanaan Nata Citta Swabudaya (NCS) Desa Adat Tenganan
Pegringsingan dapat terlaksana dengan lancar, sukses dan bermakna.
Pada kesempatan ini pula seluruh tim NCS mengucapkan terima
kasih pada semua pihak, terutama kepada Kepala Desa Tenganan,
Tamping Takon Duluan (Kepala Adat), para tokoh, serta segenap lapisan
masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan yang telah membantu
kelacaran pelaksanaan kegiatan NCS Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, tahun 2022.
NCS merupakan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan
Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP) ISI
Denpasar bermitra dengan Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Desa Tenganan, Kecamatan
Manggis, Kabupaten Karangasem. Desa Adat Tenganan Pegringsingan terpilih sebagai mitra NCS
karena potensi desa adat tersebut layak dikembangkan dalam bidang seni budaya.
Adapun kegiatan NCS di Desa Adat Tenganan Pegringsingan terdiri dari penciptaan tari dan
iringan Murdha Nata Dahayuning Gringsing, Film Dokumenter Etnografi Tenganan Pegringsingan,
pembuatan logo desa Tenganan, peletakan prasasti NCS ISI Denpasar dan buku monografi desa adat
Tenganan Pegringsingan.
Semoga dengan adanya buku monografi desa adat Tenganan Pegringsingan sebagai salah
satu bentuk luaran dari kegiatan NCS ISI Denpasar dapat berkontribusi serta bermanfaat sebagai
sumber inspirasi untuk pengembangan dunia keilmuan, penelitian serta pengabdian kepada
masyarakat, khususnya di bidang seni budaya berikutnya.
Om shanti, Shanti, Shanti O
LAPORAN AKHIR PENELITIAN PENUGASAN KONSORSIUM RISET UNGGULAN PERGURUAN TINGGI (KRU-PT) JUDUL MERANGKAI NUSANTARA MELALUI SENI WADANTARA (2022)
Bangsa Indonesia yang sedang memperkuat persatuan dan kesatuan dalam
bingkai negara kesatuan Republik Indonesia memerlukan dukungan untuk kebersamaan yang
dilandasi oleh toleransi bermasyarakat. Untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, seni
pertunjukan yang syarat dengan muatan budaya lokal dapat memberikan sumbangsih. Namun
kebanyakan seni pertunjukan masih ditampilkan secara mono etnik atau satu jenis kesenian
untuk masyarakat tertentu. Kondisi ini kurang menarik perhatian masyarakat di Indonesia yang
multi bidang dan etnis.
Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah mengupayakan kedayaan nilai kelokalan
(indigenous) seni pertunjukan Indonesia yang dapat mempertebal penghargaan masyarakat
terhadap kebhinekaan budaya Nusantara. Tujuan khusus penelitian ini adalah mencipta satu
bentuk seni pertunjukan kolaborasi ragam seni multi etnis dalam satu repertoar berjudul Seni
Wadantara (wayang, drama, karawitan dan tari Nusantara) dilengkapi teknologi digital, vokal
dan narator. Dampak positif yang diperoleh adalah penguatan ideologi bangsa dan ekonomi.
Desain penelitian yang digunakan adalah research and development. Proses produksinya melalui
tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Proses penciptaan berintikan ekplorasi,
improvisasi, pembentukan. Teknik pengumpulan data digunakan wawancara, observasi,
dokumentasi, angket, catatan lapangan. Teknik analisis data digunakan analisis kuantitatif dan
kualitatif.
Penelitian ini dilaksanakan selama tiga tahun. Kegiatan tahun pertama (tahun 2019)
yaitu: (1) menciptakan produk seni pertunjukan Wadantara; (2) uji coba produk pada
lapangan terbatas melalui pagelaran; (3) FGD produk seni pertunjukan Wadantara; (4)
pembuatan draf dokumen feasibility study; dan (5) pendaftaran KI (Hak Cipta). Luaran tahun
pertama yaitu (1) produk seni pertunjukan Wadantara like industri; (2) publikasi ilmiah pada
jurnal nasional; (3) draf dokumen feasibility study seni pertunjukan Wadantara; dan (4) Hak
Cipta seni pertunjukan Wadantara terdaftar. Tahun kedua (tahun 2020) kegiatan yang
dilaksanakan yaitu (1) penyempurnaan produk seni pertunjukan Wadantara; (2) uji coba produk
seni pertunjukan Wadantara di lingkungan yang sebenarnya melalui pagelaran; (3) menyusun draf buku ajar ber-ISBN; dan (4) mengikuti seminar nasional. Luaran tahun Ke-2 yaitu (1)
hasil penyempurnaan seni pertunjukan Wadantara laik industri; (2) draf buku ajar ber-ISBN; (3)
prosiding seminar nasional; dan (4) penerimaan sertifikat KI (Hak Cipta). Tahun Ketiga
(Tahun 2021) kegiatan yang dilaksanakan yaitu (1) penyempurnaan draf dokumen feasibility
study; (2) memperkaya buku ajar ber-ISBN; (3) mengikuti seminar internasional; (4) publikasi
ilmiah pada jurnal internasional; dan (5) pemasaran produk seni pertunjukan Wadantara ke
dalam dan luar negeri. Luaran tahun ketiga yang ditargetkan yaitu (1) dokumen feasibility
study produk seni pertunjukan Wadantara tersedia; (2) buku ajar ber-ISBN terbit; (3) publikasi
ilmiah jurnal internasional; dan (4) prosiding seminar internasional. Tingkat Kesiapterapan
Teknologi (TKT) setara level 7, 8, dan 9. Tahun pertama (TKT 7) yaitu menghasilkan produk
seni pertunjukan Wadantara dan uji coba lapangan terbatas melalui pagelaran; Hak Cipta produk
terdaftar; draf dokumen feasibility study tersedia; dan publikasi ilmiah pada jurnal nasional.
Tahun kedua (TKT 8) yaitu produk seni pertunjukan Wadantara telah diuji coba pada lingkungan
sebenarnya; sertifikat Hak Cipta diterima; sebagai pembicara pada seminar nasional; dan draf
buku ajar ber-ISBN tersedia. Tahun Ketiga (TKT 9) yaitu dokumen feasibility study tersedia;
buku ajar ber-ISBN terbit; sebagai pembicara pada seminar internasional, publikasi ilmiah pada
jurnal internasional; dan komersialisasi produk seni pertunjukan Wadantara.
Kata kunci: Seni wadantara; kolaborasi; artistic; dan esteti
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN PIANIKA DI SMP NEGERI 2 TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG
Penelitian ini membahas Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran Pianika Di SMP
Negeri 2 Tejakula, Kabupaten Buleleng. Pianika merupakan salah satu alat musik bertuts yang memiliki wilayah
nada 2,5 oktaf yang dimainkan dengan cara ditiup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses,
hasil, faktor pendukung, dan faktor penghambat penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dalam
pembelajaran pianika. Kajian sumber penelitian ini dengan menggunakan beberapa buku dan skripsi, sedangkan
teori yang digunakan adalah teori belajar, dan teori estetika. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran
Quantum Teaching yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan secara nyaman, luas, dan
menyenangkan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran
Quantum Teaching menggunakan enam tahapan yang dikenal dengan istilah TANDUR, dengan tahapan penelitian
yang dilakukan seperti menentukan lokasi penelitian, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan jenis
sumber data. Selanjutnya teknik pengumpulan data-data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi,
observasi, dan studi kepustakaan. Selanjutnya teknik analisis data disajikan dengan analisis informal, sedangkan
hasil analisis data disajikan dalam betuk skripsi. Hasil penelitian ini yaitu bentuk penerapan model pembelajaran
terbagi menjadi 6 tahap, hasil yang diperoleh yaitu pada 8 orang siswa yang diteliti, sebanyak 5 orang mendapat
nilai A, dan 3 orang mendapat nilai B. dengan demikian penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Penelitian ini
memiliki beberapa faktor pendukung seperti minat siswa, motivasi belajar, guru, dan lingkungan sosial. Selain
faktor pendukung terdapat juga beberapa faktor penghambat seperti karakteristik siswa, kebiasaan belajar, sarana,
dan cuaca.
Kata Kunci: Pembelajaran, Quantum Teaching, Pianika
Arjuna Tapa: a new creation dance
Arjuna Tapa New Creation Dance is a new creation inspired by Arjuna Tapa's story. It is
about the sending of Arjuna by Yudhisthira to meditate to Mount Indrakila in the hope of obtaining a
powerful weapon, which can be used in the face of a major war against the Kauravas. In the
hermitage Arjuna received many temptations such as the temptation of a number of angels from
heaven, the temptation of the big pig incarnate Momosimuka, and the temptation of the hunter
Kirata. But all the temptations can be overcome properly and finally because of Arjuna's
determination, Lord Shiva gave Pasupati's Arrow as a gift that would later be able to destroy his
enemies. This dance is performed by seven male dancers, carrying arrows. These seven dancers in
certain scenes will be divided into two characters, namely five male characters who play the five
pandavas, namely Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, and Sahadewa. While the other two dancers play
female characters as Dewi Kunti and Dewi Drupadi. The creation process went through the stages of
exploration, experimentation, and formation. The structure of the work consists of four parts,
namely pepeson, pengawak, pengecet, and pekaad. The dance moves refer to the line dance
movements. This dance is accompanied by a gamelan gong that lasts 12 minutes. The message
conveyed in Arjuna Tapa New Creative Dance is that a true warrior will succeed in doing his job well
and smoothly if he can overcome all the obstacles and temptations he faces in achieving his goals.
Keywords: Arjuna Tapa, dance, new creation danc
Nuur Kekuwung Ranu
Fenomena pergeseran tentang pengetahuan dan perlakuan orang Bali terhadap sumber-sumber air dalam perspektif Hindu merupakan fakta yang sangat penting dan mendesak untuk ditelusuri dan diungkap. Atas dasar pemikiran kesadaran terhadap kondisi realitas yang terjadi pada sumber-sumber air seperti danau di era industri maka pencipta punya harapan, cita-cita kerinduan, dan nilai spiritual yang merupakan idealisme sebagai manusia kosmos maka lahir pandangan yang merupakan gagasan penciptaan karya seni lukis ini. Pesan dari karya-karya pencipta yakni, ajakan memahami danau untuk "dibaca"dan dimanfaatkan. Alam adalah kesatuan organis yang tumbuh, berkembang dalam adabnya sendiri. Perilaku dan daya hidup dari sebuah ekosistem merupakan mutual yang saling memberi