5337 research outputs found
Sort by
Pedanda Baka
Pedanda Baka adalah fabel yang menceritakan tentang siasat licik burung cangak
kelaparan yang berpura-pura menjadi pendeta (wiku) untuk memangsa kawanan
hewan di sebuah telaga yang mulai surut airnya. Pada akhir kisah, aibnya terbongkar
oleh seekor kepiting yang membunuh dengan capitan di lehernya. Sastra laku adi
luhung dengan segudang pelajaran yang masih terkait dengan kekinian
Video SENDRATARI KOLOSAL "CATUR KUMBA MAHOSADHI" GARAPAN ISI DENPASAR PEMBUKAAN PKB KE-44 TAHUN 2022
PENGKAJIAN DESAIN INTERIOR SEBAGAI MEDIA PEMBANTU PEMBELAJARAN ANAK DOWN SYNDROME DI DENPASAR
ABSTRAK
Down syndrome adalah sebuah bentuk kelainan pada kromosom yang membuat penderitanya
mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental. Kromosom anak down syndrome
berjumlah 47 buah, dikarenakan pada kromosom 21 mereka tidak sepasang melainkan tiga buah.
Menurut narasumber, Anak down syndrome lebih kalem dan lebih mudah untuk diarahkan ketimbang
anak dengan gangguan autis. Namun, konsentrasi dan fokus anak down syndrome sangat mudah
terganggu melalui cahaya, suara, bau, dan lainnya. Oleh karena itu diperlukan rancangan ruangan
yang dapat membantu anak down syndrome melakukan pengembangan bakat di Rumah Ceria
POTADS Bali. Penulis mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu sebagai bahan tolak ukur
penulis, seperti penelitian Penelitian Adzara dan Widajanti pada 2016 yang membahas ukuran dan
bentuk ruang kelas yang ideal untuk anak down syndrome di kota Tangerang, serta Penelitian
Amanda Mulia dan Eunike Kristi pada 2012 yang membahas tentang fasilitas terapi anak down
syndrome di Surabaya. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui dan mengambarkan ruangan
seperti apa yang dapat membuat anak down syndrome nyaman dalam melakukan pengembangan
bakat. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah Penelitian desriptif kualitatif, bertujuan untuk
mengambarkan, melukiskan, menjelaskan, dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang
akan diteliti. Perancangan interior untuk anak down syndrome harus sesuai dengan aktivitas yang
dilakukan pada ruangan tersebut. Contohnya, ruang terapi dapat mengurangi stimulus untuk anak
down syndrome agar mereka dapat fokus, ruang senam dibuat agar anak-anak down syndrome
menjadi terstimulus dan gembira, dan ruang kreativitas atau ruang kelas dibuat untuk anak down
syndrome dapat tenang dan fokus. Pada penelitian ini, penulis menemukan bahwa ruangan
pengembangan bakat pada POTADS Bali dapat dirancangan untuk 1 anak down syndrome dan 1
terapis. Penulis merancang dengan lantai menggunakan bahan kayu/karpet, dinding berwarna putih
tanpa ornamen, plafon menggunakan gypsum putih. Semua material yang digunakan sering dilihat
oleh anak down syndrome, dan stimulus yang kemungkinan dapat mengganggu anak down
syndrome di redam.
Kata Kunci: Down Syndrome, Desain Interior, Ruang Pengembangan Bakat