5337 research outputs found
Sort by
Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra
Judul penelitian ini adalah Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui awal terciptanya, bentuk dan fungsi pada tari Bayu Sutha, untuk mengukur seberapa jauh kemampuan penulis
dalam meneliti atau mengkaji suatu karya tari, serta memberikan informasi terkait awal terciptanya, bentuk dan fungsi
pada tari Bayu Sutha. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif, untuk memperoleh data yang lengkap. Tahaptahap
pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, studi kepustakaan, studi dokumentasi.
Keseluruhan hasil data tersebut diolah dan dianalisis secara rapi dan terstruktur agar mendapatkan hasil yang baik serta
kesimpulan yang sesuai dari penelitian. Tari Bayu Sutha ini merupakan tari kreasi yang ditarikan secara tunggal,
diciptakan oleh Anak Agung Anom Putra. Tari ini diciptakan sebagai permintaan dari panitia International Gamelan
Festival Amsterdam (IGFA) dalam acara 100 tahun anniversary Tropen Museum Amsterdam pada tanggal 9-11
September 2010. Tari Bayu Sutha ini menceritakan masa muda Hanoman yang lincah dan memiliki hati yang tulus.
Hanoman merupakan tokoh protagonis dalam cerita Ramayana. Anak Agung Anom Putra juga terinspirasi dari nama nya
“Anom”, maka dari itu diciptakanlah tarian yang menggambarkan karakter tokoh Hanoman. Pada umumnya tari Hanoman
ditampilkan dalam sendratari Ramayana. Namun, berbeda dengan tari Bayu Sutha yang ditarikan secara tunggal. Musik
iringan dalam tari Bayu Sutha menggunakan gong semarandhana.
Kata Kunci : bayu sutha, tari kreasi, ramayana
PERANCANGAN INTERIOR AGROWISATA SALAK DI DESA SIBETAN, KECAMATAN BEBANDEM, KABUPATEN KARANGASEM
Provinsi Bali mendapat banyak kontribusi pendapatan dari pengembangan sektor pariwisata.
Sebelum pandemi kontribusi sektor pariwisata Bali mencapai 68 persen, sedangkan pertanian hanya
18 persen. Sektor pertanian memiliki potensi untuk dikembangkan. Badan Pusat Statistik (BPS)
memaparkan sektor pertanian mampu tumbuh 1,75 persen sepanjang 2020. Jika kedua sektor ini
dapat berjalan dengan seimbang maka akan berdampak positif bagi perekonomian daerah
khususnya Provinsi Bali. Salah satu upaya dalam mengembangkan sektor pertanian adalah
agrowisata salak di Desa Sibetan. Perancangan ini bertujuan untuk merancang interior agrowisata
salak di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Metode yang digunakan
dalam perancangan ini yaitu pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi
pustaka. Analisis data deskriptif kualitatif. Metode desain yang diterapkan terdiri dari definisi, teliti,
data, ide, impelemtasi. Hasil perancangan yaitu perancangan interior agrowisata salak di Desa
Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem menggunakan konsep education and
recreation, pengunjung dapat belajar sambil berekreasi di kawasan agrowisata salak. Ruangan pada
perancangan interior agrowisata salak di Desa Sibetan dikelompokan menjadi ruang edukasi, ruang
rekreasi, dan ruang servis. Ruang edukasi terdiri dari ruang pengolahan buah salak, museum salak,
kebun salak. Ruang rekreasi terdiri dari restoran, retail, kebun salak. Ruang servis terdiri dari parkir,
lobby, office, pantri, toilet.
Kata kunci : perancangan, interior, agrowisata, salak, Sibetan
KEGIATAN MAGANG/PRAKTIK KERJA PROGRAM MBKM DI PT.TUKA BALI
Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka atau dapat disebut juga program
MBKM adalah program khusus yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk
memilih minatnya dan mempersiapkan mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja mahasiswa
dengan ini memiliki kesempatan akan memilih kegiatan pembelajaran terdiri atas
magang/praktik kerja, Proyek pengabdian masyarakat, mengajar di satuan pendidikan,
pertukaran mahasiswa, penelitian, kewirausahaan, membuat studi/proyek independen,
dan program kemanusiaan. Dalam pelaksanaan program tersebut mahasiswa memilih
program magang/praktik kerja yang dilaksanakan pada mitra/perusahaan terkait
Kurikulum MBKM memberikan ruang bagi mahasiswa dalam satu semester penuh
bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menyelesaikan projek nyata yang selama
ini belum pernah diberikan dalam bangku kuliah. Seperti: kemampuan untuk
menganalisis masalah desain, bagaimana mencari sebuah proyek, meyakinkan klien pada
sebuah projek, pertanggung jawaban pada sebuah projek serta mengatur dan menentukan
harga desain belum sepenuhnya didapatkan di bangku kuliah. Adapun dalam pelaksanaan
kegiatan ini berlangsung di PT.Tuka Bali yang berlokasi di Jl. Sekar Tunjung XVIII
No.6B, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali. Dengan demikian program MBKM ini
nantinya dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai bagaimana proses
bekerja dibidang desain interior yang akan diwujudkan secara nyata. Metode pelaksanaan
program magang/praktik kerja lapangan MBKM yang digunakan oleh mahasiswa yaitu
Project Based Learning. Metode pembelajaran ini mengharuskan mahasiswa terfokus
dan terpusat pada seluruh projek nyata yang di tugaskan perusahaan. Kegiatan magang
program MBKM ini menghasilkan berupa alih pengetahuan, alih keterampilan, dan alih
teknologi baru yang akan berguna bagi mahasiswa sebagai pedoman dan pengalaman
yang berguna dalam dunia kerja kedepannya.
Kata Kunci : Program MBKM, Kegiatan Magang, PT.Tuka Bali, Project Based Learning,
Alih Pengetahuan, Alih Keterampilan, Alih Teknolog
TOYA CAMPUHAN: PENCIPTAAN SENI LUKIS BERBASIS RISET
Puja dan puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang
Maha Esa, karena dapat menyelesaikan bisa membuat bahan
pembelajaran Penciptaan Seni Lukis Berbasis Riset ini sebagai
upaya melengkapi proses pembelajaran seni lukis yang
terstruktur dengan tahapan-tahapan untuk mencapai apa yang
menjadi tujuan pembelajaran, yaitu berkarya seni lukis dengan
kemampuan untuk menggali ide-ide dan sebagai kunci untuk
kreativitas.
Metode pembelajaran dengan alternatif-alternatif berbagai
pendekatan merupakan cara-cara yang ditempuh para
pengampu mata kuliah Seni Lukis (Seni Lukis Pemandangan,
Seni Lukis Alam Benda, Seni Lukis Modern, Seni Lukis
Kontemporer) untuk menciptakan situasi pengajaran yang
menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar
dan tercapainya prestasi belajar yang memuaskan. Hal ini
diharapkan agar setiap mahasiswa dapat lebih memahami dan
mampu mengembangkan konsep gagasan dan metodologi seni
lukis dalam riset dan kemampuan teknik. Dengan harapan
kemampuan mahasiswa sebagai seorang pelukis bisa melukis
secara akademis, berangkat dari riset, berdasarkan pengamatan,
pengalaman dan internalisasi diri. Kemudian dibuat prosedur
berkarya seni lukis, dengan berbagai pendekatan sehingga
lahirnya sebuah karya menjadi pengetahuan yang bermakna.
Pembelajaran seni lukis bukan saja bagaimana bisa melukis
dengan baik dan mampu secara teknis dan gagasan. Tetapi juga
belajar seni lukis mengetahui bagaimana sebuah karya seni
menjadi sebuah karya seni. Sejalan dengan perkembangan
zaman, yang disebut dengan seni bukan saja dari karya seninya
tapi dari pengetahuan seni. Karya seni lahir bukan saja dari
kemampuan teknik membuat karya, tapi juga mempunyai
pengetahuan seni, yang menjadi karya itu disebut dengan seni.
Buku kecil ini dimaksudkan untuk menggarisbawahi bahwa
penciptaan seni lukis yang diawali dengan penelitian/riset.
Pelukis mengawali proses penciptaan dengan eksplorasi.
Tahap ini termasuk berpikir, berimajinasi, merasakan dan
merespons subject matter yang dijadikan sumber penciptaan.
Pada tahap eksplorasi, dimulai dengan aktivitas
penjelajahan menggali sumber ide, mengadakan pengamatan
dan pencermatan dengan langkah identifikasi untuk
menggali informasi. Model lawatan sejarah juga bisa sebagai
alternatif eksplorasi dengan melakukan perjalanan
mengunjungi situs (a trip to historical sites) melalui kunjungan ke
tempat-tempat bersejarah (museum-museum, situs tinggalan
arkeologi, dll.). Kegiatan tersebut bisa menghasilkan
informasi baru bersifat dugaan atau pola-pola tertentu, karena
dengan melihat situs, artefak (setiap konteks) berpotensi
menghasilkan penjelasan yang berbeda-beda. Konteks ini
tidak bisa dipaksakan oleh pemikiran peneliti karena bisa
berbeda dengan kenyataan. Justru dengan kenyataan riil
melalui pengamatan langsung (a trip to historical sites) pikiran
si peneliti itulah yang harus mengikuti perubahan yang bisa
diamati selama observasi berlangsung. Pelukis ketika
semakin intens melakukan pengamatan secara mendalam
akan dapat mengalami percepatan gagasan. Dalam hal ini
dibutuhkan kesadaran eksis (menjadi natural, hadir dan
menyatu dengan objek amatan dengan kesadaran penuh).
Ketika ada di lokasi maka kesadaran meruang dan
mewaktu dalam irama kosmos, harus hadir tanpa membawa
beban kesadaran masa lalu dan masa yang akan datang yang
belum jelas (moment saat ini adalah segalanya). Dengan
menyatunya antara pengamat dengan yang diamati, maka
‛pintu akan terbuka‛. Suatu keterbukaan menuju hal-hal yang
kita tak diketahui sebelumnya sehingga melahirkan
kemungkinan-kemungkinan baru pada setiap situasi.Terselesaikannya buku ini adalah berkat adanya dukungan
dan kerja sama dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan
yang baik ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang
secara langsung maupun tidak langsung membantu
terlaksananya penerbitan buku ini kepada:
1. Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar, Prof. Dr. I Wayan
Adnyana, S.Sn., M.Sn atas segala dukungannya terhadap
penulisan buku ini dari sejak perencanaan, proses penulisan,
hingga ke tahap penerbitan;
2. Kepala LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar, Dr. I
Komang Arba Wirawan, S.Sn., M.Si yang telah memberikan
arahan, dan memfasilitasi proses penerbitan buku ini.
3. Dr. A.A. Gde. Bagus Udayana, S.Sn, M.Si, Dekan Fakultas
Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar
beserta jajarannya atas dukungan moral, sarana, dan
prasarana yang sangat berharga;
4. Kepada pihak-pihak lainnya yang namanya tidak bisa
disebutkan satu persatu yang juga telah memberikan
dukungan sepanjang proses penerbitan buku ini.
Disadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, oleh
sebab itu kritik dan saran para pengguna dan pembaca buku ini
sangat diharapkan. Akhirnya, dengan segala kekurangan dan
keterbatasannya, buku ini dipersembahkan kepada pembaca,
semoga bermanfaat adanya.
I Wayan Sete
NUWUR KUKUWUNG RANU
Yayasan Puri Kauhan Ubud berkolaborasi dengan Institut Seni
Indonesia Denpasar mementaskan “ Nuwur Kukuwung Ranu”.
Sebuah pertunjukan seni dengan 136 penari, di pelataran
Pura Sagara Danu Batur.
"Nuwur Kukuwung Ranu", berasal dari bahasa Jawa Kuno. Nuwur
berarti ‘mendatangkan’ atau ‘menjemput’, terutama merujuk
makna mendatangkan tokoh yang dihormati. Kakuwung, dalam
bahasa Jawa Kuno, kuwung-kuwung yang berarti pelangi,
dimaknai sebagai momen awan yang indah bak pelangi yang
membiaskan sinar di atas air jernih Danau Batur pada saat bulan
purnama. Adapun Ranu, berasal dari bahasa Jawa Kuno yang
artinya danau. Danau adalah elemen penting dari enam elemen alam utama yang
wajib dimuliakan manusia Bali. Pertunjukan yang kental nuansa
ekologis ini lahir dari ruang pemaknaan atas keistimewaan Danau
Batur yang dalam konteks peradaban Bali, disebut sebagai hulu
dari sumber mata air Pulau Dewata.
Pagelaran “Nuwur Kukuwung Ranu” adalah jalan penghormatan
dan pemuliaan atas keindahan Danau Batur yang menghidupi
Pulau Bali. Oleh karena itu, pementasan “Nuwur Kukuwung Ranu”
dapat dimaknai sebagai mendatangkan bias-bias sinar kejernihan
dari danau, dengan tujuan penghormatan, pemuliaan, dan
pengharapan agar kelestarian danau senantiasa dapat terjaga.
Pagelaran ini merupakan rangkaian program Sastra Saraswati
Sewana 2022 “Toya Uriping Bhuwana Usadhaning Sangaskara”. Air
Sumber Kehidupan dan Penyembuh Peradaban.
Selain pertunjukan seni, ditampilkan juga pameran program
pelestarian Danau Batur yang dibuka sejak tanggal 13 Mei 2022.
Pertunjukan seni juga akan direspon oleh tujuh pelukis yang akan
melakukan Live Painting. Ketujuh pelukis tersebut adalah, I Wayan
Setem; I Made Sumadiyasa, I Wayan Karja, Made Wiradana, I Wayan
Sujana (Suklu), Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, dan Putu Sutawijaya