5337 research outputs found
Sort by
Banteng Indonesia Melesat
Banteng memperlihatkan sebuah realitas visual tentang kedekatan sapi jantan
asli Indonesia ini dengan kehidupan masyarakat. Ia bukan hanya membantu kegiatan
di sawah, tetapi juga sebagai alat angkut dan ternak yang memiliki nilai komersial.
Kedekatan rakyat dengan banteng secara budaya dan historis menjadi alasan
sejumlah partai politik menjadikannya sebagai lambang organisasi
BRANDING MEDIA KOMUNIKASI VISUAL UMKM SWASTY KEBEN BALI DI KABUPATEN BULELENG
UMKM adalah Usaha mikro kecil menengah adalah istilah umum dalam dunia
ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan
maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang
No. 20 tahun 2008. Merupakan praktik usaha yang popular dikalangan masyarakat.
Banyaknya penggiat UMKM, menjadikan sector bisnis ini menjadi salah satu roda
penggerak perekonomian negara. UMKM lokal yang ada di Bali mengalami
pertumbuhan yang bertahap seiringnya upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Dalam UMKM terdapat yang Namanya brand atau identitas bagi UMKM tersebut.
Swasty Keben Bali merupakan salah satu UMKM lokal asal Bali yang sudah
memiliki identitas, yang dimana identitas yang dimiliki adalah nama. Swasty Keben
Bali merupakan salah satu penjual dan produsen dari produk yang berupa keben.
Bertempat di Desa Tigawasa, Kabupaten Buleleng, yang mulai beroperasi dari
tahun 2019. Akan tetapi, Swasty Keben Bali belum memiliki identitas lainnya
seperti logo, kartu nama, papan nama, dan lain – lain. Maka dari itu, sebagai
mahasiswa desain komunikasi visual yang mempunyai bekal ilmu dapat membantu
UMKM local dengan merancang identitas dan media komunikasi visual. Proses
perancangan terdiri atas melakukan observasi, wawancara kepada pemilik Swasty
Keben Bali, dan mengumpulkan referensi seperti jenis produk, foto, budaya local,
dan lain – lain yang mampu menunjang dan memudahkan dalam melakukan
perancangan identitas dan media komunikasi visual.
Kata Kunci: UMKM, desain komunikasi visual, branding, Swasty Keben Bal
DEDICATION
Wayang kulit merupakan suatu ramuan dan paduan seni yang harmonis menjadi satu
kesatuan drama yang sangat mengesankan, sebagai unsur pendukung ; seni drama, seni
lukis/sungging, seni pahat/kriya, seni sastra, seni suara, seni kerawitan dan seni gerak. Nilai-
nilai yang terdapat dalam pewayangan, yaitu nilai pendidikan dan penerangan, nilai ilmu
pengetahuan, nilai simbolik, dan filsafat. Kesenian wayang kulit ini masih hidup dan
berkembang di Jawa, dan Bali khususnya, karena wayang ini memiliki nilai kebijaksanaan
yang sesuai dengan pandangan hidup masyarakat, antara lain ; unsur-unsur pendidikan, ajaran
batin (estetika), etika, dan memiliki unsur-unsur patriotik serta kepahlawanan
MAWAR BERDURI #2
Tema adalah suatu hal yang tidak kalah pentingnya di dalam menampilkan sebuah
karya seni. Tema juga dapat mendukung mengenai keberadaan seniman di luar
keterampilannnya. Tema mengandung visi dan misi seniman di dalam menangkap
keberadaan alam maupun lingkungan ini, oleh seniman diabadikan lewat bentuk, corak
atau gaya tersendiri secara visual maupun non-visual. Seorang seniman adalah seseorang
yang peka terhadap keberadaan lingkungan, terutama lingkungan manusia untuk dijadikan
tema-tema karya. Dari keseluruhan karya yang penulis visualkan, kebanyakan bertemakan
prilaku kehidupan manusia sehari-haridan sejenisnya.
Penulis mengangkat tema-tema tentang prilaku manusia, karena penulis paham
dan merasakan mengenai suka duka menjalankan hidup sebagai manusia. Sikap
kepedulian terhadap prilaku kehidupan manusia sehari-hari ini diabadikan lewat karya
yang bernilai seni tinggi dan mempunyai makna tertentu.
Terkaitan dengan tema dan makna, pengaruh lingkungan sosio-kultural dan ajaran
agama Hindu Bali, sangat mempengaruhi terutama dalam konsep kesederhanaan,
pengaruh konsep tersebut nampak hampir di semua karya, yang sebagian besar
mengusung tema dari kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan berbagai variasi tema,
sehingga tidak menimbulkan kebosanan dan tetap selalu menarik, seperti diungkapkan
tema dari suatu karya seni harus disempurnakan dan diperbagus secara terus-menerus, dan
secara terus menerus pula mengumandangkan dan mempublikasikan, agar tidak
menimbulkan kebosanan dalam mengungkap tema yang sama itu, maka perlu dilakukan
dalam berbagai variasi.
Demikianlah karya seni, telah menjadi refleksi kehidupan dan budaya masyarakat,
dengan kandungan nilai keindahan, rasa kemanusiaan, kecintaan, dan spiritual. Mampu
memberikan keseimbangan hidup manusia, keselarasan antara lahiriah dan batiniah, serta
dengan limpahan makna yang tersirat akan menjadi rambu-rambu atau tauladan bagi
manusia dalam kehidupannya