Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

University of Nahdlatul Ulama Surabaya Repository
Not a member yet
    11472 research outputs found

    HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI POS 1 DAN POS 5 KELURAHAN BOHAR KECAMATAN TAMAN SIDOARJO

    Full text link
    Stunting merupakan kondisi anak mengalami kegagalan tumbuh kembang akibat malnutrisi kronis yang berdampak buruk bagi anak. Indonesia menjadi negara dengan prevalensi stunting cukup tinggi sekitar 24%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan gizi dengan kejadian stunting pada balita. Menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang digunakan adalah balita usia 12-59 bulan di Pos 1 dan Pos 5 Kelurahan Bohar sebanyak 79 balita. Variabel pada penelitian ini yaitu pemenuhan kebutuhan gizi dan kejadian stunting. Menggunakan intrumen kuesinor pada variabel pemenuhan kebutuhan gizi dan kalkulator gizi pada kejadian stunting. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan nilai sig (ɑ) = 0.05. Kriteria penelitian H0 ditolak bila р < 0.05. Hasil penelitian dari 79 balita, yang pemenuhan kebutuhan gizi baik seluruhnya 57 balita tidak terindikasi stunting dan balita dengan pemenuhan kebutuhan gizi kurang baik sebanyak 19 balita terindikasi stunting dan 3 lainnya tidak terindikasi stunting. Hasil analisis H0 ditolak maka terdapat hubungan pemenuhan kebutuhan gizi dengan kejadian stunting pada balita. Hasil penelitian terdapat hubungan pemenuhan kebutuhan gizi dengan kejadian stunting pada balita di Pos 1 dan Pos 5 Kelurahan Bohar Kecamatan Taman, Sidoarjo. Diharapkan penelitian ini sebagai bahan promosi kesehatan dan edukasi sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kelurahan Bohar

    HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK TUNAS BHAKTI SURABAYA

    Full text link
    Penggunaan smartphone yang berlebihan kepada anak tentu dapat menimbulkan efek yang dikhawatirkan mempengaruhi perkembangan anak, salah satunya adalah perkembangan kognitif pada anak usia dini, kemampuan kognitif anak usia dini untuk memahami dan menunjukkan pemahaman tentang sifat, makna atau penjelasan tentang sesuatu. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone Dengan Perkembangan Kognitif Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Tunas Bakti Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Besar populasi seluruh Siswa Di TK Tunas Bhakti Surabaya sebesar 34 orang. Besar sampel sebesar 34 responden menggunakan teknik Total Sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah Intensitas Penggunaan Smartphone dan variabel dependen adalah Perkembangan Kognitif. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner. Analisa data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan 24 responden menunjukkan bahwa sebagian besar (70,6%) intensitas penggunaan smartphone tinggi. Dan dari 21 responden sebagian besar (61,8%) responden perkembangan kognitif pada anak usia 4-5 tahun baik. Hasil analisa data uji Rank Spearmean dengan nilai tingkat kemaknaan a = 0,005 didapatkan nilai p = 0,005, maka hipotesis penelitian (Ho) ditolak, artinya adanya hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan kognitif pada anak usia 4-5 tahun di TK Tunas Bhakti Surabaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan smarthphone dengan intensitas yang tinggi dapat mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dapat menjadi solusi untuk membatasi anak dalam menggunakan smarthphone dengan intensitas yang tinggi

    FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK TUBERKULOSIS PARU DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

    Full text link
    HIV dengan infeksi oportunistik tuberkulosis paru masih menjadi permasalahan global yang belum dapat teratasi. Hal ini terjadi karena HIV menyebabkan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi oportunistik tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian HIV/AIDS dengan infeksi oportunistik tuberkulosis paru di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 56 responden, diambil dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, BTA sputum, lesi foto thoraks, kadar leukosit, jumlah CD4, kadar HB, tingkat pendidikan, status pernikahan, status pekerjaan, dan lama pengobatan ARV. Penelitian ini menggunakan analisis data uji analisis deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan dari 56 responden diperoleh sebagian besar berusia 19-44 tahun (53,6%), jenis kelamin laki-laki (64,3%), BTA sputum negatif (67,9%), lesi foto thoraks lesi luas (57,1%), kadar leukosit 4000-11.000mm (51,8), jumlah CD4 ≤350 sel/mm 3 (58,9%), kadar hemoglobin ≤10g/dL (60,7%), status pekerjaan tidak bekerja (58,9%), lama pengobatan ARV ≥12 Bulan (62.5%). tingkat pendidikan hampir setengahnya Dasar (SD-SMP) dan Menengah (SMA) masing-masing (44,6%), status pernikahan belum menikah (46,6%). Faktor risiko yang paling dominan diantara beberapa variabel terhadap kejadian HIV dengan infeksi oportunistik tuberkulosis paru adalah jenis kelamin laki-laki sebesar 64.3%. Perawat dalam hal ini diharapkan untuk selalu melengkapi data rekam medis pasien dengan teliti, termasuk mencatat setiap detail penting mengenai kondisi kesehatan, hasil pemeriksaan, dan intervensi yang diberikan. Hal ini akan memastikan akurasi informasi yang esensial untuk perawatan pasien yang berkelanjutan

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI RW 10 SAWUNGGALING SURABAYA

    Full text link
    Masih banyak ibu yang belum mengetahui pemberian ASI secara esklusif karena kurangnya informasi dari orang sekitar atau dari tenaga kesehatan. Banyak ibu yang ada di RW 10 Sawunggaling Surabaya masih banyak yang memberikan air gula dan tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi ≤ 6 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuandengan pemberian ASI esklusif di wilayah RW 10 Sawunggaling Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik pendekatan dengan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia ≤ 6 bulan di kecamatan Sawunggaling Surabaya. Besar sample pada sebagian penilitian sebesar 27 responden. Sample diambil dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia ≤ 6 bulan di Sawunggaling Surabaya sebanyak 30 orang. Peneliti menggunakan teknik Probality Sampling dengan menggunakan metode Simple Random Sampling dimana pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian. Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel yaitu vaiabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (74,1%) tingkat pengetahuan kurang dan hampir seluruhnya (85,2%) tidak memberikan ASI eksklusif. Hasil menunjukan P=0,000, yang berarti ada hubungan tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif di RW 10 Sawunggaling Surabaya. Tingkat Pengetahuan ibu dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif, maka dari itu diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan pada pemberian ASI eksklusif dengan mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai pemberian ASI eksklusif secara baik dan benar, baik lewat internet maupun bertanya kepada tenaga kesehatan dan petugas terkait terdekat

    PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN BUNGA ROSELLA TERHADAP NYERI KEPALA PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SAWAHAN SURABAYA

    Full text link
    Nyeri kepala adalah salah satu gangguan saraf yang paling sering dihadapi oleh masyarakat dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Nyeri kepala dikeluhkan karena penyempitan pembuluh darah, perfusi berkurang jaringan otak hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan berada diatas 140 mmHg/90mmHg Mengidentifikasi tingkat nyeri kepala sebelum diberikan rebusan bunga rosella Mengidentifikasi tingkat nyeri kepala sesudah diberikan rebusan bunga rosella. Desain penelitian memnggunakan strategi penelitian dalammengidentifikasi permasalahaan sebelum perencanaan akhir pengumpulan data danmengidentifikasi struktur penelitian yang akan dilaksanakan. Jenis penelitian ini adalah preeksperimen derngan One Group Pretest Posttestdesign.One Group Pretest Posttest. Kelompok subjek di observasi sebelum dilakukan intervesni,kemudian di observasi lagi setalah intervensi. skala nyeri kepala pada penderita hipertensi sebelum diberikan rebusan bunga rosella, sebagian besar 51,9% responden mengalami nyeri berat. Setelah diberikan rebusan bunga rosella selama 7 hari, terdapat perubahan skala nyeri dengan sebagain besar 54,5% responden mengalami nyeri kepalaringan. mempunyai nilai signifikansi (p 0,0000,000 0,05) yang dapat disimpulkan terdapat peningkatan secara signifikan pada tekanan darah penderita hipertensi setelah mengkonsumsi rebusan rosella. nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil dari signifikan yang telah ditetapkan (p 0,000 0,05).Ratarata tingkat nyeri kepala sebelum intervensi menunjukkan adanya intensitas nyeri kepala yang signifikan pada sebagian besar responden. Pengujian statistik menunjukkan bahwa perubahan ini tidak hanya terjadi secara kebetulan, tetapi ada pengaruh yang nyata dari pemberian rebusan bunga rosella

    PENGARUH KOMPRES HANGAT DAUN KELOR TERHADAP NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN ASAM URAT DI DESA WONOREJO

    Full text link
    Lanjut usia akan mengalami perubahan akibat terjadinya penurunan dari semua aspek fungsi biologi, psikologis, sosial dan ekonomi. Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruh aspek kehidupan, termasuk status kesehatannya. konsumsi makanan yang tinggi lemak, karbohidrat, protein dan kebiasaan meminum kopi yang tidak disertai konsumsi air putih yang cukup sehingga banyak masyarakat yang mengalami peningkatan kadar asam urat. Penumpukan kristal urat di dalam sendi dapat menyebabkan peradangan dan rasa nyeri. Kristal urat ini terbentuk ketika kadar asam urat dalam darah tinggi dan melebihi kemampuan tubuh untuk mengeluarkannya. Desain penelitian: pre-eksperimen dengan one group pretest posttest design, dengan populasi sebanyak 38 dan sampel sebanyak 35 pasien lanjut usia yang mengalami asam urat. Menggunakan teknik probability sampling dengan teknik sampel random sampling, variabel penelitian lansia yang memiliki asam urat, dan kompres hangat daun kelor. Instrumen penelitian menggunakan kompres hangat selama 20 menit 3 hari berturut turut. Analisis data menggunakan Uji statistic uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan dari 35 responden hampir setengahnya (42,9%) mengalami nyeri sendi asam urat dengan nyeri ringan sesudah diberikan kompres hangat daun kelor, Hasil uji statistik uji wilcoxon α = 0,05 dengan nilai hasil ρ=0,001 sehingga didapatkan ρ<0,05 maka menunjukkan ada pengaruh kompres hangat terhadap nyeri sendi pada lansia dengan asam urat di desa wonorejo. Simpulan: Pasien lanjut usia yang mengalani nyeri sendi asam urat berat sebagian besar sesudah dilakukan kompres hangat mengalami nyeri sendi ringan. Saran untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan pemantauan dari waktu ke waktu dan peneliti juga berharap pasien lanjut usia yang mengalami nyeri sendi asam urat di desa wonorejo dapat selalu menjaga pola hidup sehat

    HUBUNGAN MEKANISME KOPING TENTANG STIGMA MASYARAKAT DENGAN TINGKAT DEPRESI PASIEN TUBERKULOSIS (TB) DI PUSKESMAS BANYU URIP SURABAYA

    Full text link
    Tuberkulosis (TB) tetap menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Jawa Timur, Indonesia, dengan Puskesmas Banyu Urip Surabaya tercatat 51 kasus terkonfirmasi dari Maret hingga Mei 2024. Maka penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan mekanisme koping tentang stigma masyarakat dengan tingkat depresi pasien tuberkulosis (TB) di Puskesmas Banyu Urip Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan accidental sampling dan instrumen kuesioner untuk menilai mekanisme koping dan tingkat depresi pada pasien TB. Responden berjumlah 51 orang pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Banyu Urip Surabaya. Data dianalisis menggunakan uji spearman. Penelitian ini menemukan bahwa semua responden (100%) menunjukkan memiliki mekanisme koping yang adaptif, dengan skor antara 71 hingga 112. Selain itu, sebanyak (88,2%) menunjukkan tingkat depresi yang normal, dengan skor antara 0 hingga 9. Hasil uji analisis spearman (p=0,000) teridentifikasi antara mekanisme koping dan tingkat depresi. Oleh karena itu telah dibuktikan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara variabel independen yaitu mekanisme koping pasien TB dengan variabel dependen yaitu tingkat depresi pasien TB di Puskesmas Banyu Urip Surabaya. Mekanisme koping yang adaptif meningkatkan respon dari penderita TB sehingga dapat menurunkan tingkat depresi

    HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PASIEN PRE KATETERISASI JANTUNG DEWASA DI RUANG CATHLAB RSPAL DR RAMELAN SURABAYA

    Full text link
    Pasien yang menjalani tindakan kateterisasi jantung sering mengalami kecemasan pada saat akan dilakukan tindakan kateterisasi jantung, kecemasan yang terjadi pada pasien pre kateterisasi bisa mengakibatkan peningkatan tekanan darah pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pasien pre kateterisasi jantung dewasa di ruang Cathlab RSPAL Dr Ramelan Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pre kateterisai jantung dewasa di ruang Cathlab RSPAL dr Ramelan Surabaya. Besar sampel sebanyak 96 pasien pre kateterisasi jantung dewasa yang diambil dengan tehnik Total Sampling. Variabel Independen adalah tingkat kecemasan dan Variabel Dependen adalah peningkatan tekanan darah berdasarkan MAP (Mean atrial pressure). Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Rank Spearmen. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (67,7%) pasien mengalami tingkat kecemasan sedang dan sebagian besar (94,8%) mengalami peningkatan tekanan darah dengan MAP kategori tinggi. Berdasarkan Uji Rank Spearmen didapatkan ρ = 0,520 artinya >ɑ = 0,05 maka Ho diterima yaitu tidak ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi pula tekanan darah yang dihasilkan. Perlu adanya kerja sama antara keluarga dan petugas kesehatan untuk memberikan dukungan kepada pasien dengan penyerta hipertensi agar kontrol rutin dan minum obat teratur

    EVALUASI PROGRAM POSYANDU KELUARGA UNTUK MEWUJUDKAN LAYANAN BERBASIS SIKLUS HIDUP MANUSIA DI PUSKESMAS KALIJUDAN KOTA SURABAYA

    Full text link
    Posyandu Keluarga merupakan inovasi dari Trasformasi Layanan Primer (TLP) dimana kegiatan ini lebih mendekatkan pelayanan kesehatan kepada anggota keluarga. Penelitian ini melakukan evaluasi pelaksanaan posyandu keluarga untuk mewujudkan layanan berbasis siklus hidup manusia di Puskesmas Kalijudan Kota Surabaya. Penelitian ini mengunakan model penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Puskesmas Kalijudan Kota Surabaya. Sumber informasi penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas Kalijudan, Penangung Jawab Program Posyandu Keluarga, Bidan Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kader posyandu keluarga dan kepada perwakilan seluruh kelompok sasaran posyandu keluarga. Data dalam penelitian ini mengunakan data primer dengan wawancara mendalam dan observasi secara langsung serta data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian komponen input terdapat SK kelembagaan dan kepengurusan, kurangnya alat kunjungan rumah dan dana PMT. Komponen proses 5 langkah posyandu belum sesuai pedoman posyandu keluarga, pelaporan kegiatan secara digital, pembagian PMT belum kepada seluruh sasaran. Komponen output belum taercapainya cakupan imunisasi anak, kunjungan rumah, kedatangan ibu hamil dan kehadiran warga serta belum lengkapnya skrining kesehatan. Prioritas masalah yaitu masih kurangnya cakupan kedatangan warga, imunisasi anak dan kunjungan rumah. Identifikasi akar penyebab masalah masih kurangnya dana untuk peralatan dan PMT, tidak adanya latihan rutin untuk kader, perlunya inovasi kegiatan dan iklan layanan masyarakat. Saran untuk perbaikan program posyandu keluarga yaitu memberikan pelatihan rutin kepada kader, peningkatan ILM mengenai posyandu keluarga dan imunisasi, mengalokasikan dana untu memenuhi kemutuhan posyandu keluarga dan pemerataan pemberian PMT dan untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti kepada seluruh posyandu keluarga yang ada di Puskes

    PENGARUH SENAM ERGONOMIS DENGAN MUROTAL AL QURAN TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI PANTI WREDA JAMBANGAN

    Full text link
    Gangguan Kesehatan yang umum terjadi pada lansia adalah tekanan darah tinggi. Penyakit hipertensi ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. salah satu yang berkaitan dengan hipertensi adalah gangguan tidur buruk akan mempengaruhi kualitas tidur lansia. Apabila berlangsung dalam waktu lama mengakibatkan peningkatan resiko penyakit jantung. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh senam ergonomis dengan murotal al qur'an terhadap kualitas tidur dan tekanan darah pada lansia hipertensi di Panti Wreda Jambangan. Desain penelitian ini penelitian Pra-Experimental dengan pendekatan pre post test . Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita lansia hipertensi di Panti Wreda Jambangan sebanyak 32 penderita. Sampel penelitian ini adalah 30 penderita. Variabel independen dalam penelitian ini adalah senam ergonomis dengan murotal al-qur’an yang dilakukan selama 2 kali seminggu dalam 2 minggu. alat ukur spygonamanometer dan Stetoskop untuk hipertensi dan kuesioner PSQI untuk kualitas tidur.Variable dependen penelitian adalah kualitas tidur dan tekanan darah pada lansia hipertensi di panti Wreda Jambangan. Analisa data Uji Rank Wilcoxon Test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada pengaruh Senam Ergonomis Dengan Murotal Al-Qur’an terhadap Kualitas Tidur dengan nilai kemaknaan α = 0.05 didapatkan ρ = 0.000 sedangkan pada tekanan darah juga didapatkan bawah ada pengaruh Senam Ergonomis Dengan Murotal Al-Qur’an terhadap tekanan darah dengan nilai kemaknaan α = 0.05 didapatkan ρ = 0.000. Senam ergonomis bisa menghambat proses penuaan dan Murotal Al-Qur’an bisa menurunkan kecemasan pada lansia. Diharapkan terapi ini dapat dijadikan salah satu terapi non farmakologi untuk membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi selain menggunakan terapi farmakologi

    11,430

    full texts

    11,472

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Nahdlatul Ulama Surabaya Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇