Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

University of Nahdlatul Ulama Surabaya Repository
Not a member yet
    11472 research outputs found

    EVALUASI INTENSITAS KEBISINGAN DAN PENGENDALIAN PADA AREA TURBIN DAN BOILER DI PT. PLN NUSANTARA POWER PAITON UNIT 9

    Full text link
    Unit Pembangkitan Listrik Tenaga Uap PT. PLN Nusantara Power Paiton Unit 9 dioperasikan dengan peralatan/mesin yang menghasilkan intensitas kebisingan yang cukup tinggi, sehingga dapat menyebabkan resiko terpapar kebisingan bagi pekerja cukup tinggi. Beberapa area yang diindikasikan memiliki intensitas kebisingan cukup tinggi di perusahaan ini diantaranya Area Turbin, dan Area Boiler. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk “Mengevaluasi Tingkat Intensitas Kebisingan Dan Pengendaliannya Pada Area Turbin Dan Boiler Di PT. PLN Nusantara Power Paiton 9. Jenis penelitian pada kegiatan ini adalah penelitian deskriptif. Variabel yang digunakan antara lain, Mengevaluasi intensitas kebisingan, dan Mengevaluasi Pengendalian. Teknik pengambilan data menggunakan data sekunder, observasi dan trianggulasi sumber data. Hasil Evaluasi kebisingan pada area turbin lantai 1 didapatkan intensitas sebesar 88,60 dBA, hal ini tidak sesuai dengan Nilai Ambang Batas yang telah tetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 85 dBA. Sedangkan pada area turbin lantai 2 dan 3 didapatkan hasil masing-masing sebesar 82,70 dBA, dan 82,40 dBA. Pada area boiler lantai 1 dan 3 masing-masing didapatkan hasil intensitas sebesar 80,90 dBA dan 76,50 dBA, hal ini sesuai dengan Nilai Ambang Batas sebesar 85 dBA. Sedangkan pengendalian kebisingan diketahui yaitu pengendalian engineering control menggunakan Central Control Room, pengendalian administrasi berupa rambu-rambu dan juga pengendalian APD berupa ear plug. Diharapkan perusahaan mampu mengurangi paparan kebisingan dengan melaksanakan beberapa pengendalian yang belum dilaksanakan sebelumnya, meningkatkan partisipasi pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri, dan menambahkan pemasangan safety sign di seluruh area kerja

    HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA OPERASI DI PT. TERMINAL PETIKEMAS MNO

    Full text link
    Hubungan antar individu yang kurang baik dapat menjadi persaingan dalam suasana kerja, sehingga menimbulkan beban bagi karyawan. Selain itu faktor pekerjaan juga dapat menimbulkan beban psikologi bagi karyawan. Target yang harus dicapai, batas waktu yang ketat, dan harapan tinggi dari pimpinan atau rekan kerja merupakan pemicu stres. Penelitian ini dilakukan menganalisis faktor individu dan faktor pekerjaan yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja operasi di PT. Terminal Petikemas MNO. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan mengambil populasi 281 pegawai dengan 74 sampel yang diperoleh dari rumus slovin. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling dengan mengisi kuesioner stres kerja menggunakan kuesioner Permenaker No. 5 tahun 2018 dan beban kerja menggunakan kuesioner NASA-TLX, dengan uji spearman untuk menguji hubungan. Hasil penelitian menunjukkan 5 responden mengalami stres ringan, 3 responden mengalami stres sedang, dan 66 responden mengalami stres berat. Hasil uji bivariat menggunakan uji spearman didapatkan nilai p-value usia 0,000 , pendidikan 0,000 dan status gizi 0,167. Sedangkan nilai p-value pada masa kerja 0,000, beban kerja 0,000, dan Shift kerja 0,255. Kesimpulan yang dapat di ambil yaitu terdapat hubungan antara faktor individu seperti usia dan pendidikan dengan stres kerja. Dan terdapat hubungan antara faktor pekerjaan seperti masa kerja dan beban kerja dengan stres kerja. Sedangkan status gizi dan Shift kerja tidak terdapat hubungan dengan stres kerja. Oleh karena itu disarankan bagi perusahaan untuk memberikan sosialisasi kepada pekerja, mengadakan kegiatan senam bersama di pagi hari

    PENGARUH IKLIM KERJA PANAS TERHADAP KELUHAN HEAT STRESS PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT X

    Full text link
    Pada beberapa proses produksi baja melibatkan suhu yang tinggi yang sehingga berisiko menimbulkan iklim kerja panas dan beberapa pekerja mengeluhkan keluhan kesehatan seperti keluar keringat lebih banyak, merasa cepat haus. Pekerja yang melakukan pekerjaan dengan iklim kerja yang tinggi dapat berisiko untuk mengalami keluhan kesehatan akibat paparan panas seperti heat stress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis iklim kerja panas terhadap keluhan heat stress pada pekerja bagian produksi di PT X. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 orang dari total populasi sebanyak 150 orang yang ditarik menggunakan teknik simple random sampling. Data terkait karakteristik responden diambil menggunakan kuesioner. Data terkait pengukuran lingkungan iklim kerja panas menggunakan Questtemp Heat Stress Monitor dan teknik pengambilannya sesuai SNI 7061-2019. Untuk keluhan heat stress menggunakan kuesioner Environmental Symptoms Questionnaire (ESQ). Hasil penelitian menunjukkan pengukuran iklim kerja panas di 5 titik berkisar 31,3˚C – 32,4˚C dengan rata-rata diatas NAB. Hasil keluhan heat stress menunjukkan pekerja mengalami keluhan ringan 56 (93,3%) pekerja dan yang mengalami keluhan sedang 4 (6,7%) pekerja. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh iklim kerja panas terhadap keluhan heat stress pekerja (p-value=0,009). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin indeks suhu basah dan bola yang melebihi NAB berisko terhadap keluhan heat stress. Disarankan agar pekerja mengonsumsi air minum lebih banyak pada saat bekerja untuk mengurangi panas dalam tubuh dan memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin agar stamina terjaga

    FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA PEKERJA PT. PLN (PERSERO) UNIT INDUK TRANSMISI JAWA BAGIAN TIMUR DAN BALI

    Full text link
    Keluhan CVS merupakan masalah kesehatan kerja bagi pekerja yang menggunakan komputer/laptop dalam durasi tinggi. Termasuk pada PT. PLN (Persero) UIT JBM, secara umum didominasi oleh pekerjaan kantor. Keluhan ini dipengaruhi oleh faktor individu, faktor lingkungan, dan faktor karakteristik komputer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor tersebut terhadap keluhan CVS pada pekerja PT. PLN (Persero) UIT JBM. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang bekerja menggunakan komputer/laptop. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak berstrata atau Proportional Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur jarak penglihatan menggunakan pita ukur, pencahayaan sesuai metode SNI 7062-2019 dengan alat Lux Meter, suhu dan kelembapan ruangan menggunakan ThermoHygrometer, serta keluhan CVS menggunakan kuesioner CVS-Q yang diisi oleh pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden (73,3%) mengalami keluhan CVS. Keluhan CVS paling umum dialami adalah mata terasa panas (80%), paling jarang adalah penglihatan ganda (23,3%) dan timbul lingkaran bewarna di sekitar objek (3,3%). Faktor individu seperti jenis kelamin, lama bekerja dengan komputer, dan penggunaan alat bantu penglihatan menunjukkan pengaruh, sementara usia dan masa kerja tidak. Faktor lingkungan seperti pencahayaan, suhu, dan kelembapan tidak menunjukkan pengaruh. Faktor komputer seperti jarak penglihatan menunjukkan pengaruh, sedangkan tingkat kecerahan monitor tidak. Kesimpulan pada penelitian ini, terdapat pengaruh antara jenis kelamin, lama bekerja dengan komputer, penggunaan alat bantu penglihatan, dan jarak penglihatan terhadap keluhan CVS pada pekerja PT. PLN (Persero) UIT JBM. Perusahaan disarankan untuk melakukan inspeksi dan perawatan terhadap instalasi pencahayaan/ventilasi setiap 3 bulan serta pekerja dianjurkan selalu melakukan pola istirahat mata 20-20-20

    PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFI DAN FAKTOR PERSONAL TERHADAP BURNOUT PADA PEGAWAI DI PT. PLN (PERSERO) UNIT INDUK TRANSMISI JAWA BAGIAN TIMUR DAN BALI

    Full text link
    Bahaya psikologi merupakan salah satu bahaya yang sering diabaikan di dunia kerja. Burnout adalah gabungan dari kelelahan emosi, kelelahan fisik dan kelelahan mental yang mampu mengurangi efektivitas dan efisiensi kerja. Terdapat tiga faktor penyebab burnout yaitu faktor demografi, faktor personal dan faktor organisasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor demografi dan faktor personal terhadap burnout pada pegawai di PT. PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan mengambil populasi 146 pegawai dan didapatkan 51 sampel menggunakan perhitungan slovin. Teknik pengambilan sampling menggunakan simple random sampling dengan mengisi kuesioner MBIGS dan NASA-TLX, peneliti menggunakan uji regresi logistik biner. Penelitian menunjukan 26 responden mengalami burnout kategori tinggi (51%) dan 25 responden mengalami burnout kategori sedang (49%). Hasil uji bivariat didapatkan ada pengaruh pada variabel jenis kelamin dengan nilai signifikan (0,038), variabel masa kerja dengan nilai signifikan (0,030), serta beban kerja mental terhadap burnout. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor demografi berupa jenis kelamin dan masa kerja serta faktor personal berupa beban kerja memiliki pengaruh yang signifikan pada burnout. Oleh karena itu disarankan bagi perusahaan untuk melakukan edukasi atau sosialisasi kepada pekerja tentang manajemen burnout yang baik

    PERBEDAAN WAKTU PENYIMPANAN PADA PEWARNA SAFRANIN TERHADAP HASIL HITUNG JUMLAH TROMBOSIT METODE REES ECKER

    Full text link
    Pemeriksaan hitung jumlah trombosit penting untuk menegakkan diagnosis semua jenis penyakit, guna memantau proses dan kualitas pengobatan. Hasil penelitian Balligho,2023 pada hitung jumlah trombosit dengan pewarna safranin memiliki kualitas yang sama dengan pewarna Rees Ecker. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan waktu penyimpanan pada pewarna safranin terhadap hasil hitung jumlah trombosit metode Rees Ecker. Metode yang digunakan eksperimental desain Static Group Comparasion pada 10 sampel darah normal. Trombosit dihitung dengan hemositometer Improved Neubauer menggunakan pewarna Rees Ecker sebagai kontrol dan pewarna safranin dengan penyimpanan 0, 1, 7, dan 14 hari. Hasil uji normalitas dan homogenitas tidak normal dan tidak homogen. Hasil uji Kruskall Wallis didapatkan nilai p-value 0,015 (p < 0,05), artinya, terdapat perbedaan. Dapat disimpulkan hasil data yang didapatkan terdapat perbedaan hasil hitung jumlah trombosit menggunakan variasi waktu penyimpanan pewarna safranin

    PENGARUH EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH WADUNG (Garcinia tetranda Pierre) TERHADAP ANTIINFLAMASI DENGAN UJI HEMOLISIS INDUKSI HIPOTONIK

    Full text link
    Inflamasi merupakan mekanisme respon untuk melindungi tubuh dari agen berbahaya. Senyawa herbal dalam tumbuhan digunakan sebagai alternatif karena kandungan senyawa metabolit yang mampu menghambat sintesis jalur inflamasi. Wadung (Garcinia tetranda Pierre) merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga manggis dimana mendapatkan julukan Queen of Tropical Fruit karena hampir seluruh bagian buah tersebut dapat dimanfaatkan. Penghambatan hemolisis induksi hipotonik mencampurkan ekstrak dengan suspensi sel darah merah 10% dengan perbandingan sama dipanaskan 37oC dan disentrifuse 3000 rpm 10 menit diukur menggunakan spektrofotometer 560 nm. Adanya penurunan absorbansi dari hemoglobin yang dideteksi dimana semakin kecil absorbansi yang terdeteksi pada ekstrak uji dapat diartikan bahwa membran sel eritrosit semakin stabil. Skrining fitokimia positif pada uji alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dengan nilai TPC (Total Phenolic Content) sebesar 12.456 mg GAE/g dan nilai TFC (Total Flavonoid Contenti) sebesar 154.380 mg QE/g. Nilai IC50 dari ekstrak kulit buah wadung didapatkan 254.9603 sedangkan pada Na diklofenak didapatkan 639.1714 atau lemah. Dapat di simpulkan bahwasanya uji hemolisis induksi hipotonik pada buah wadung ini di dapatkan hasil yang lemah dengan dilihat dari tingginya nilai IC50. Jadi pada uji hemolisis induksi hipotonik ini belum bisa digunakan sebagai agen antiinflamasi karna memiliki hasil yang lemah atau tidak aktif

    INOVASI PELINDUNG PEKERJA MATA RABUN SAFETY GOGGLES MYOPI

    Full text link
    Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) tahun 2022 menyebutkan ada 8 juta orang mengalami gangguan mata, hal ini dikarenakan berbagai faktor salah satunya tidak menggunakan kacamata saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang inovasi APD kacamata pengaman bagi pekerja bermata rabun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni hingga Oktober 2022. Responden penelitian dalam survei awal sebanyak 60 orang dan instrumen yang digunakan adalah kuesioner melalui Google Form. Selanjutnya dilakukan uji reduksi sinar UV di laboratorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menggunakan UV Meter Lutron Type-340A. Hasil survei awal menunjukkan bahwa Safety Goggles Myopi memiliki potensi ketertarikan pasar yang besar, didukung oleh uji reduksi sinar UV yang efektif hingga 0,000 mW/m², serta konsep lensa 3 in 1 yang praktis dan nyaman. Meskipun demikian, inovasi ini masih memiliki keterbatasan seperti bahan baku yang mahal dan terbatas, modifikasi manual yang kurang tahan lama, serta belum mendapatkan legalitas SNI. Sehingga, diperlukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut untuk mengatasi kekurangan ini dan meningkatkan perlindungan mata bagi pekerja di Indonesia. Kesimpulannya adalah inovasi “Safety Goggles Myopi” dirasa sangat tepat dalam upaya menekan kecelakaan kerja, meningkatkan kepatuhan dalam penggunaan APD kacamata pelindung di tempat kerja terutama bagi pekerja yang bermata rabun di Indonesia

    PENGARUH MUROTTAL AL-QURAN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI UPTD GRIYA WERDHA JAMBANGAN SURABAYA

    Full text link
    Hipertensi merupakan permasalahan serius pada jantung dan pembuluh darah yang berdampak besar pada kesehatan global. Hipertensi umumnya lebih sering ditemukan pada lansia karena berbagai perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek, seperti perubahan kognitif, fisik, kemampuan berpikir, emosi, hubungan sosial, dan fungsi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mendengarkan Murottal Al-Qur’an terhadap penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi. Metode : desain penelitian menggunakan eksperiment (one grup pretest-posttest design). Sampel yang diambil sebesar 52 lansia sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan simple random sampling. Variabel independen adalah Murottal Al-Qur’an dan variabel dependen penurunan tekanan darah. Instrumen menggunakan Sphygmomanometer, SOP pengukuran tekanan darah, handphond dan headseat. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebelum diberikan Murottal Al-Qur’an sebagian besar menunjukan hipertensi derajat 3 sejumlah 37 (71.2%) sedangkan sesudah diberikan Murottal AlQur’an sebagian besar menunjukan hipertensi derajat 1 sejumlah 28 (53.8%). Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan nilai 0,000 < a =0,05. Diskusi : terdapat pengaruh positif intervensi murottal Al-Qur’an dalam mengendalikan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. penelitian ini diharapkan kepada UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya dapat mempertimbangkan pemberian penerapan terapi nonfarmakologi religius seperti mendengarkan murottal AlQur’an kepada lansia penderita hipertensi

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI SAIDAH ULFAH WONOKROMO

    Full text link
    Kecemasan pada ibu hamil mengakibatkan terjadinya kontraksi rahim, yang dapat meningkatkan tekanan darah ibu, sehingga memicu terjadinya preeklamsi dan keguguran. Kecemasan pada ibu hamil yang berlebihan disebabkan karena kurang dukungan dari keluarga, suami orang terdekat, kurangnya pengetahuan dan persiapan proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan Tingkat pengetahuan dengan kecemasan pada ibu hamil trimester III di bidan praktik mandiri Saidah Ulfah Wonokromo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan di bidan praktek mandiri Wonokromo sebesar 100 orang. Sampel sebesar 80 responden, pengambilan dengan teknik purposive sampling. Variabel independen dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan, sedangkan variabel dependen tingkat kecemasan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner dan analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah ibu hamil trimester III (38,75%) mengalami kecemasan sedang dan hampir setengahnya (43,75%) memiliki dukungan keluarga cukup dan hampir setengahnya (41,25%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan α=0,05 didapatkan p=0,000 < α=0,05 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil. Hasil uji korelasi Rank Spearman pada Tingkat pengetahuan dengan kecemasan didapatkan p=0,000 < α=0,05 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga baik dan tingkat pengetahuan baik maka tingkat kecemasan pada ibu hamil menjadi ringan. Tenaga kesehatan dapat memberikan tambahan konseling dan edukasi secara penuh kepada ibu hamil dan juga keluarga untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil

    11,430

    full texts

    11,472

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Nahdlatul Ulama Surabaya Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇