Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, DAN SOLVABILITAS TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN SEKTOR CYCLICAL YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2018 - 2022)
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas, dan solvabilitas terhadap opini audit going concern pada Perusahaan Cyclical selama periode 2018-2022. Latar belakang masalah yang mendasari penelitian ini adalah turunnya harga saham yang terjadi di sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh signifikan antara variabel-variabel tersebut.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam sektor Cyclical pada tahun 2018-2022. Metode Pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode purposive sampling dan diperoleh 30 perusahaan dengan total sampel 150 laporan keuangan yang menjadi objek penelitian. Metode analisis data berupa analaisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 24.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern, sementara likuiditas dan solvabilitas mempengaruhi opini audit going concern. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya perusahaan memperhatikan likuditas dan solvabilitas dalam konteks ketahanan operasional jangka panjang perusahaan Cyclical
HUBUNGAN KEJADIAN SIFILIS DENGAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) 1.2 PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL
Pekerja Seks Komersial (PSK) sering kali menjadi penyebar penyakit menular
seksual. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, diupayakan untuk mengetahui
prevalensi penyakit menular seksual, yaitu Sifilis dan HIV1.2, yang umum terjadi
di kalangan PSK. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain
cross-sectional analitik, yang bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara
kejadian sifilis dengan infeksi HIV1.2 pada PSK. Pemeriksaan sifilis dilakukan
menggunakan metode Rapid pada seluruh responden, sedangkan pemeriksaan
HIV1.2 dilakukan menggunakan metode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent
Assay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian sifilis sebanyak 6,7% positif
dan 93,7% negatif. Hasil pemeriksaan HIV1.2 menunjukkan 6,7% reaktif dan
93,7% non-reaktif. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara kejadian sifilis dan infeksi HIV1.2 dengan nilai p-value 0,017
(p<0,05). Kesimpulannya, kejadian sifilis dan HIV1.2 terjadi pada individu yang
sama, yang mendukung teori bahwa bacterial vaginosis dapat meningkatkan
kerentanan terhadap infeksi penyakit menular seksual, terutama pada kasus yang
melibatkan penyimpangan oral seks
ANALISIS MEDIA SOSIAL TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION WISATAWAN MELALUI THEORY OF PLANNED BEHAVIOR DAN MOTIVASI HEDONIS STUDI KASUS : SPORT TOURISM DI YOGYAKARTA
Indonesia dianugerahi potensi pariwisata yang besar dengan beragam destinasi
wisata alam dan budaya yang menarik, salah satunya adalah Kota Yogyakarta. Kota
ini dikenal sebagai kota dengan warisan budaya Jawa yang kental, sejarah yang
panjang, keindahan alam yang memesona, serta infrastruktur pendukung pariwisata
yang lengkap. Meskipun demikian, berdasarkan data tahun 2022, peringkat
Yogyakarta sebagai destinasi wisata masih berada di urutan ketujuh secara nasional.
Data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota
Yogyakarta mengungkapkan bahwa objek wisata alam merupakan jenis objek
wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara dibandingkan
dengan jenis objek wisata lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa ekowisata dan
wisata berbasis olahraga (sport tourism) berpotensi menjadi objek wisata super
prioritas yang dapat dipasarkan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penyebaran kuesioner
dilakukan secara daring dan luring melalui google form kepada 350 responden
dalam kurun waktu 3 bulan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode
Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial
memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap, norma subyektif, dan persepsi kontrol
perilaku. Selain itu, ditemukan pula pengaruh signifikan dari variabel norma
subyektif, persepsi kontrol perilaku, dan motivasi hedonis terhadap niat
berkunjung. Akan tetapi, pada penelitian ini ditemukan bahwa sikap memiliki
pengaruh tidak signifikan terhadap niat berkunjung
PENGARUH VARIASI SUHU INKUBASI PADA PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum)
Ba l
wa l
ng putih (AL
llium sal
tivum) merupa l
ka l
n sua l
tu ta l
na l
ma l
n tra l
disiona l
l ya l
ng
suda l
h la l
ma l
diguna l
ka l
n da l
la l
m pengoba l
ta l
n untuk berba l
ga l
i ma l
ca l
m jenis penya l
kit. Sa l
la l
h
sa l
tunya l
, ya l
itu seba l
ga l
i a l
ntiba l
kteri. Senya l
wa l
ya l
ng bersifa l
t seba l
ga l
i a l
ntiba l
kteri a l
da l
la l
h
al
llicin ya l
ng merupa l
ka l
n senya l
wa l
orga l
nusulfur ya l
ng pa l
ling ba l
nya l
k terda l
pa l
t di da l
la l
m
ba l
wa l
ng putih ketika l
diha l
ncurka l
n, na l
mun senya l
wa l
al
llicin tersebut tida l
k sta l
bil da l
n
tida l
k ta l
ha l
n terha l
da l
p pa l
na l
s a l
ta l
u suhu tinggi, sehingga l
diperluka l
n penelitia l
n untuk
meliha l
t a l
ktivita l
s a l
ntiba l
kteri ekstra l
k ba l
wa l
ng putih pa l
da l
suhu ya l
ng berbeda l
. tujua l
n
penelitia l
n ini ya l
itu untuk mengeta l
hui perbeda l
a l
n va l
ria l
si suhu inkuba l
si ekstra l
k
ba l
wa l
ng putih terha l
da l
p da l
ya l
ha l
mba l
t pertumbuha l
n ba l
kteri Stal
phylococcus al
ureus.
Ekstra l
k ba l
wa l
ng putih dibua l
t menja l
di bebera l
pa l
konsentra l
si (40%, 60%, da l
n 80%)
kemudia l
n diujika l
n pa l
da l
bekteri Stal
phylococcus al
ureus mengguna l
ka l
n metode ca l
kra l
m
difusi, la l
lu di inkuba l
si pa l
da l
suhu 25ºC da l
n 37ºC sela l
ma l
24 ja l
m. Zona l
ha l
lo ya l
ng
dida l
pa l
tka l
n diukur mengguna l
ka l
n ja l
ngka l
sorong. Ha l
sil penelitia l
n menunjukka l
n ba l
hwa l
terda l
pa l
t perbeda l
a l
n va l
ria l
si suhu inkuba l
si ekstra l
k ba l
wa l
ng putih denga l
n ra l
ta l-ra l
ta l
dia l
meter zona l
ha l
lo ma l
ksimun ya l
itu 13,33 mm pa l
da l
suhu 25ºC konsentra l
si 80%, da l
n
zona l
ha l
lo minimum ya l
itu 6,66 mm pa l
da l
suhu 37ºC konsentra l
si 40%
EFEKTIVITAS MEDIA EDUKASI DENGAN KARTU KWARTET PADA TINGKAT PENGETAHUAN PENCEGAHAN OCSEA (ONLINE CHILD SEXSUAL EXPLOITATION AND ABUSE) (Studi Pada Duta Siswa di SMP X Kota Surabaya)
Kemajuan teknologi khususnya internet telah membawa manfaat yang sangat besar bagi remaja, namun internet juga mempunyai dampak negatif yaitu OCSEA. Berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan bahwa 90% duta siswa di SMP X Kota Surabaya belum mengetahui mengenai pencegahan OCSEA, sementara 10% lainnya sudah memiliki pengetahuan tentang OCSEA. Sebelumnya telah dikembangkan media edukasi OCSEA dengan menggunakan kartu kwartet dengan menggunakan teori P-Process yang dikembangkan oleh Jons Hopkins. Namun belum pernah diuji efektivitasnya hanya pada tahap analisis masalah, tahap desain strategis, dan tahap pengembangan konsep media. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media edukasi dengan kartu kwartet pada tingkat pengetahuan pencegahan OCSEA pada duta siswa di SMP X Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimental dengan one-group pretest – posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh duta siswa di SMP X Kota Surabaya dengan jumlah sempel sebanyak 30 duta siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Cara pengempulan data dilakukan dengan memberikan media edukasi kartu kawartet. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan duta siswa sebelum pemberian media adalah 63,2, sementara rata-rata nilai pengetahuan duta siswa setelah pemberian media meningkat menjadi 87,5. Hasil uji efektivitas menunjukan nilai p=0,001 artinya terdapat perbedaan yang singnifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan media kartu kwartet pada duta siswa di SMP X Kota Surabaya. Dapat disimpulkan bahwa media kartu kwartet efektif untuk meningkatkan pegetahuan tentang pencegahan OCSEA pada duta siswa di SMP X Kota Suraabyaa. Disarankan media kartu kwartet OCSEA dapat diterapkan ke kalangan remaja yang lebih luas lagi
DAMPAK PENGUNGKAPAN CSR DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI BEI TAHUN 2018-2022)
Krisis eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan hidup menjadi perhatian yang serius untuk diperhatikan. Salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan ialah adanya kegiatan yang dilakukan oleh suatu sektor perusahaan. Sektor pertambangan menjadi sektor perusahaan yang dinilai lebih mendominasi dan memberikan dampak terhadap kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Dampak Pengungkapan CSR dan Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan sebagai variabel moderasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan populasi perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keberlanjutan dan laporan tahunan yang ada di website BEI dan website resmi perusahaan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, Struktur Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, Ukuran perusahaan mampu memoderasi hubungan pengungkapan CSR terhadap nilai perusahaan dan Ukuran Perusahaan mampu memoderasi hubungan struktur modal terhadap nilai perusahaan
HUBUNGAN SHIFT KERJA DENGAN STRESS KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK RSIA NUN SURABAYA
Menurut NIOSH, stres kerja adalah respon berbahaya dari fisik dan emosional seseorang yang terjadi ketika tuntutan pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya, ataupun kebutuhan dari pekerja tersebut. Stres kerja menyebabkan kondisi kesehatan memburuk bahkan dapat menimbulkan cidera. Hasil penelitian pada tahun 1999, stres kerja merupakan masalah umum yang sering terjadi dan dikeluhkan oleh pekerja diberbagai negara. Salah satunya terdapat di Negara Amerika Serikat. Hasil penelitian Amalia, Fithri, dan Bactiar (2020) stres kerja merupakan masalah yang umum terjadi dan merugikan bagi pekerja (Amalia et al., 2020). Tujuan umum dari penelitian ini untuk menganalis hubungan antara shift kerja dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak RSIA Nun Surabaya. dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. sampel dilakukan dengan cara total populasi yaitu mengambil keseluruhan populasi perawat di ruang rawat inap di Rumah Sakit Ibu dan anak RSIA Nun Surabaya sejumlah 32 orang, (1) Terdapat hubungan antara shift kerja dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak RSIA NUN Surabaya, dengan nilai korelasi koefisien yaitu 0,879 dan nilai sig 0,00 0,05
ANALISIS KADAR ZAT BESI, VITAMIN C, SERAT DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR TEPUNG PISANG AMBON DAN TEPUNG KACANG HIJAU
Snack Bar yang menggabungkan antara tepung pisang ambon dan tepung
kacang hijau adalah makanan bergizi tinggi dan kaya vitamin, serta dapat berfungsi
sebagai sumber pangan untuk mencegah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi perbedaan kadar zat besi, vitamin C, serat, dan organoleptik dari
Snack Bar dengan berbagai formulasi tepung pisang ambon dan tepung kacang
hijau. Empat formulasi yang diuji adalah F1 (60:40), F2 (70:30), F3 (80:20), dan
kontrol (0:0). Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan empat formulasi, masing-masing diuji sebanyak 3 kali. Data kadar vitamin
C dan serat menggunakan uji uji One Way Anova dan DMRT dan hasil uji
organoleptik menggunakan uji Kruskal Wallis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar zat besi pada kontrol ditemukan
rata-rata (2,11 %), F1 (4,17%), F2 (3,18%), F3 (3,69%). Kadar vitamin C pada
formulasi kontrol dengan rata-rata (1,02 mg), F1 (3,37 mg), F2 (3,80), F3 (3,91)
sementara kadar serat pada formulasi kontrol (1,24 mg), F1 (2,33 mg), F2 (3,20
mg), F3 (3,84mg). Kesimpulannya, terdapat perbedaan signifikan dalam vitamin C
(p=0,002) dan serat (p=0,001), sedangkan kadar zat besi tidak menunjukkan
perbedaan signifikan (p=0,055). Uji hedonik menunjukkan perbedaan signifikan
dalam warna (p=0,055), rasa (p=0,000), aroma (p=0,001), dan tekstur (p=0,000).
Pada mutu hedonik menujukkan perbedaan signifikan dalam mutu warna
(p=0,073), mutu rasa (p=0,000), mutu aroma (p=0,000), dan mutu tekstur (p=0,001
PENGARUH DISIPLIN KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variable disiplin kerja,
lingkungan kerja, dan komunikasi terhadap kinerja karyawan pada dinas
perindustrian dan perdagangan jawa timur. Penelitian ini menggunakan data primer
yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Metode penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif, sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah 200 karyawan
pada dinas perindustrian dan perdagangan jawa timur, yang telah memenuhi kriteria
yang dipakai dalam penelitian. Penyebaran kuesioner dilakukan secara online
melalui google form. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis SPSS
(Statistical Program for Social Science). Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa Lingkungan Kerja, Komunikasi memiliki pengaruh positif signifikan
terhadap Kinerja Karyawan, sedangkan Disiplin Kerja tidak berpengaruh signifikan
terhadap Kinerja Karyawan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN BAHAUDDIN
Tingkat perilaku merokok di Pondok Pesantren Bahauddin masih tinggi, dari seluruh santri putra didapatkan 79% berperilaku merokok yang berada pada usia 11-18 tahun. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pada santri di Pondok Pesantren Bahauddin. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain observalional analitik menggunakan pendekan cross sectional. Sampel penelitian ini seluruh populasi santri putra berjumlah 53 santri dengan teknik total populasi. Variabel penelitian ini yaitu persepsi peringatan gambar bungkus rokok, alasan psikologis, akses ketersediaan rokok, perilaku teman sebaya, perilaku guru, perilaku orang tua dan perilaku merokok. Pengumpulan data primer dengan membagikan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi square dengan melihat nilai koefisien kontingensi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor predisposisi: 1. Alasan psikologis memiliki kekuatan hubungan sedang dengan perilaku merokok santri (koefisien = 0,589), 2. Persepsi peringatan gambar bungkus rokok memiliki kekuatan hubungan lemah dengan perilaku merokok santri (koefisien = 0,293). Faktor pemungkin akses ketersediaan rokok didapatkan bahwa seluruhnya memiliki akses ketersediaan rokok, analisis tidak bisa dilakukan dikarenakan data tidak beragam) dan faktor pendorong menunjukkan bahwa 1. Perilaku teman sebaya memiliki kekuatan hubungan kuat dengan perilaku merokok santri (koefisien =0,632), 2. Perilaku guru memiliki kekuatan hubungan lemah dengan perilaku merokok santri (koefisien = 0,370) 3. Perilaku orang tua memiliki kekuatan hubungan lemah dengan perilaku merokok santri (koefisien = 0,308). Kesimpulan dari penelitian ini perilaku teman sebaya memiliki tingkat hubungan yang paling kuat dengan perilaku merokok pada santri di Pondok Pesantren Bahauddin. Diharapkan Pondok Pesantren dapat mengembangkan kegiatan akademis yang dapat mengisi waktu luang santri sehingga aktifitas merokok santri dapat teralihkan dengan kegiatan yang positif