Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP STATUS GIZI BALITA USIA 6-59 BULAN DI PUSKESMAS SUKOLILO KECAMATAN LABANG KABUPATEN BANGKALAN
Balita Gizi Kurang adalah balita dengan status gizi berdasarkan indikator
BB/PB atau BB/TB dengan hasil z-score -3SD s.d <-2 SD. Balita yang
terkonfirmasi status gizi kurang maka dilakukan tatalaksana berupa deteksi dini &
tatalaksana segera red flag sesuai kompetensi dokter, kemudian diberi PMT lokal
4-8 minggu, stimulasi, edukasi dan konseling pola makan dan pencegahan infeksi
dipantau tiap minggu, dengan harapan BB naik adekuat.Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk Menganalisis Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
berbasis pangan lokal terhadap status gizi balita usia 6-59 bulan di Puskesmas
Sukolilo Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan Kuantitatif metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Pre experimental dengan One group PretestPostest Design yaitu sampel pada penelitian ini diobservasi terlebih dahulu sebelum
diberikan perlakuan, kemudian setelah diberikan perlakuan sampel tersebut
diobservasi kembali. Sampel yang digunakan yaitu seluruh populasi balita gizi
kurang berdasarkan data EPPGMB bulan Februari Tahun 2024 UPT Puskesmas
Sukolilo sebanyak 43 responden. Pengumpulan data Antropometri menggunakan
Alat ukur yang sesuai standart dan sesuai usia. Pengumpulan hasil Antropometri
menggunakan kuesioner yang berisikan makanan yang diberikan habis atau tidak
habis . Analisis menggunakan uji statistik wilcoxon.
Hasil analisis menunjukkan Ada Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan
(PMT) Berbasis Pangan Lokal terhadap status gizi balita usia 6- 59 Bulan di
Puskesmas Sukolilo Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan (p-value=0,000).
Pemberian PMT kepada sasaran 1 kali sehari sesuai dengan kebutuhan harian balita
mampu memberikan pengaruh terhadap kenaikan BB balita
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PT. PANCA BARU INDAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variable disiplin kerja, lingkungan kerja,
dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja PT. Panca Baru Indah. Penelitian ini menggunakan
data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Metode penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif, sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah 60 karyawan pada PT.
Panca Baru Indah, yang telah memenuhi kriteria yang dipakai dalam penelitian. Penyebaran
kuesioner dilakukan secara online melalui google form. Analisis pada penelitian ini
menggunakan analisis SPSS (Statistical Program for Social Science). Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja, motivasi memiliki pengaruh positif signifikan
terhadap Kepuasan Kerja, sedangkan Disiplin Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap
Kepuasan Kerja
PENGARUH PRODUCT QUALITY, PERCEIVED PRICE, SERVICE QUALITY, DAN CUSTOMER SATISFACTION TERHADAP REUSE INTENTION (STUDI KASUS PADA PELANGGAN ANISAAPRILIAW MUA)
Product Quality, Perceived Price dan Service Quality merupakan salah satu unsur
penting dalam keinginan penggunaan kembali sebuah jasa Makeup Artis, Product
Quality, Perceived Price dan Service Quality ini seorang konsumen akan memicu
berkurangnya penggunaan kembali sebuah jasa Makeup Artis karena konsumen
memiliki banyak opsi lain disisinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis
hubungan antara Kualitas produk, presepsi harga dan kualitas pelayanan terhadap
niat menggunakan kembali dengan kepuasan pelanggan sebagai penghubungnya.
Subjek pada penelitian ini adalah konsumen yang telah menggunakan jasa Makeup
artis Anisaaprilliaw Mua yang telah lebih dari satu kali dengan menggunakan teknik
probabilitas sampling. Metode pengumpulan dengan cara menyebarkan kuesioner
secara online melalui google form dan dianalisis menggunakan metode Partial
Least Square (PLS) dengan aplikasi SmartPLS Total responden pada penelitian ini
sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan Pengaruh Product Quality
terhadap Reuse Intention pada pengguna Anisaapriliaw pada penelitian ini
menunjukkan hasil positif signifikan begitupun dengan pengaruh Perceived Price
terhadap reuse intension yang memiliki hasil positif signifikan
ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA GERAKAN 3S (SEDEKAH SEHARI SERIBU) LAZISNU WONOCOLO SURABAYA
Akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana ZIS LAZ dinilai sangat penting sebagai salah satu upaya keberlangsungan lembaga. Kurangnya pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ZIS, sehingga tidak sedikit masyarakat memilih untuk menyalurkan dananya secara langsung tanpa melalui lembaga ZIS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana gerakan 3S (Sedekah Sehari Seribu) pada LAZISNU Wonocolo Surabaya. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, dokumentasi, wawancara dan menggunakan teknik trianggulasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk akuntabilitas dari penelitian ini yaitu penyelesaian laporan keuangan bulanan dan tahunan, pengorganisasian program harian, bulanan, dan tahunan, dan evaluasi program kerja, serta adanya prinsip-prinsip pengelolaan dana kaleng 3S. Sedangkan untuk transparansinya yaitu penyajian informasi di media sosial, dan adanya laporan keuangan, laporan kegiatan serta keuangannya. Dengan adaya akuntabilitas dan transparansi yang seperti itu laporan keuangan LAZISNU masi belum sesuai dengan PSAK 109, dikarenakan laporan keuangan gerakan 3S (Sedekah Sehari Seribu) LAZISNU Wonocolo hanya melaporkan laporan keuangan bulanan dan tahunan belum menerapkan kelima komponen yang disyaratkan PSAK 109. Diharapkan LAZISNU Wonocolo kedepannya dapat menampilkan seluruh bentuk laporan keuangan kaleng 3S nya sesuai dengan PSAK 109, tidak hanya laporan keungannya saja penulis juga menyarankan LAZISNU untuk menggunakan media sosial lainnya agar lebih terbuka dan bisa meningkatkan kepercayaan masyaraka
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. EPISI SUCOFINDO CABANG SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi
instrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Episi
Sucofindo Cabang Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik non probability
sampling dengan menggunakan metode sensus, yaitu mengambil seluruh populasi
menjadi sampel dalam penelitian ini yakni 53 orang karyawan. Data penelitian
diperoleh dari hasil kuesioner, studi kepustakaan dan wawancara secara langsung.
Teknik analisis data menggunakan uji instrument, uji asumsi klasik, uji regresi
linier berganda, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa secara parsial motivasi intrinsik memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Episi Sucofindo Cabang Surabaya, yang
dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 5,186 dan nilai signifikansi p < 0,05.
Sedangkan motivasi ekstrinsik tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
kinerja karyawan PT. Episi Sucofindo Cabang Surabaya, yang dibuktikan dengan
nilai t-hitung sebesar -1,517 dan nilai signifikansi p > 0,05. Secara simultan
motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap kinerja karyawan PT. EPISI SUCOFINDO Cabang Surabaya. Hal ini
dibuktikan dengan nilai F-hitung sebesar 90,990 dengan derajat kebebasan (df) =
2,50 dan nilai signifikansi p < 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun
secara parsial motivasi ekstrinsik tidak berpengaruh signifikan, namun ketika
dikombinasikan dengan motivasi intrinsik, kedua variabel ini mampu memberikan
dampak yang signifikan terhadap kinerja karyawan
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS
Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi pada
kulit manusia. Pengobatan untuk infeksi kulit saat ini sudah banyak menggunakan obat
antibiotik seperti kloramfenikol, penggunaan antibiotik secara berkelanjutan dan tidak
sesuai dapat menghasilkan resistensi dan mengiritasi kulit. Sehingga diperlukan
pengobatan antibakteri dari bahan alami yang dianggap lebih aman dibandingkan obatobatan kimia. Bahan alami yang memiliki kemampuan antibakteri salah satunya yaitu
daun kelor yang mengandung metabolit sekunder. Tujuan penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kelor terhadap Pseudomonas aeruginosa
dan Staphylococcus aureus dengan menggunakan konsentrasi 30%, 45%, 60%, 75%,
dan 90%. Kontrol positif yang digunakan kloramfenikol, sedangkan kontrol negatif
menggunakan aquades. Proses ekstraksi daun kelor menggunakan metode maserasi
dan di uji antibakteri metode difusi dan dilusi. Hasil penelitian uji efektivitas ekstrak
daun kelor menunjukkan bahwa zona hambat paling besar pada konsentrasi 90%
dengan rata-rata zona hambat terhadap Pseudomonas aeruginosa 10,5 mm dan
Staphylococcus aureus 11,75 mm, hal tersebut terjadi karena semakin tinggi
konsentrasi yang diberikan maka semakin besar zona hambat yang terbentuk. Hasil uji
SPSS menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor terdapat efektivitas terhadap
Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus (P<0.05)
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG ICU RUMAH SAKIT PHC SURABAYA
Fenomena yang sering terjadi di ICU adalah keluarga cemas dengan kondisi
keluarganya yang dirawat dan dapat menciptakan ketegangan emosional didalam
keluarga dan berpotensi menimbulkan hal negatif sehingga berdampak pada prosess
pengambilan keputusan terkait perawatan pasien lebih lanjut. Tujuan mengetahui
hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga
pasien di ruang ICU rumah sakit PHC Surabaya.
Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien yang di rawat di ICU
sebanyak 88 responden. Teknik sampel menggunakan purposive sampling
berjumlah 60 responden. Variabel penelitian independen yaitu komunikasi
terapeutik perawat dan variabel dependen yaitu tingkat kecemasan keluarga.
Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan metode google form. Data
dianalisa dengan uji rank spearman.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 60 responden hampir seluruhnya
(86,7%) mempunyai komunikasi terapeutik yang baik, sebagian besar (66,6%)
memiliki kecemasan ringan. Hasil uji Spearman’s rho diperoleh nilai p = 0,000 (p
< 0,05) berarti pada α = 0,05 disimpulkan bahwa ada hubungan komunikasi
terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga di Ruang ICU RS PHC
Surabaya.
Komunikasi terapeutik perawat berhubungan dengan tingkat kecemasan
keluarga, sehingga RS PHC Surabaya melakukan program berkelanjutan mengenai
pelatihan komunikasi efektif demi menjaga layanan yang optimal terhadap pasien
yang dirawat dan keluarga yang menjaga, serta mencegah kecemasan baik pasien
dan keluarga selama dirawat di Ruang ICU, sehingga menjadikan Rumah Sakit
dengan layanan terbaik
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CA MAMAE YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI KLINIK KEMOTERAPI RS PHC SURABAYA
Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh melalui darah dan sistem
limfe dan salah satu pengobatan adalah kemoterapi. Self-efficacy dan kemampuan
pasien melaksanakan tindakan dalam mengurangi gejala penyakitnya sangat
mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini menganalisis hubungan self
efficacy dengan kualitas hidup pasien Ca mammae yang menjalani kemoterapi di
Klinik Kemoterapi RS PHC Surabaya.
Desain penelitian menggunakan cross sectional, populasi penelitian
sebesar 39 pasien ca mamae. Teknik sampling dengan simple random sampling,
didapatkan sampel sebesar 35 pasien ca mamae. Variabel independen yaitu self
efficacy dan variabel dependen yaitu kualitas hidup pasien ca mamae. Instrument
penelitian adalah kuisioner Skala GSE (General Self Efficacy) dan Instrumen
EORTC QLQ-C30 (Europiean Organizati on for The Research and Threatment of
Cancer Quality of Life Quisitionare) dengan skala ordinal, analisa data penelitian
menggunakan uji spearman dengan tingkat signifikan = 0.05.
Hasil penelitian menunjukkan dari 35 responden memiliki self efficacy dan
kualitas hidup sedang sebanyak 8 responden (23%) dan memiliki self efficacy dan
kualitas hidup tinggi sebanyak 27 responden (77%) dalam menjalankan
kemoterapi. Berdasarkan hasil uji spearman dengan tingkat signifikan = 0.05.
didapatkan nilai p = 0,000 , α = 0,05, berarti ada Hubungan Self Efficacy dengan
Kualitas Hidup Pasien Ca Mammae yang Menjalani Kemoterapi di Klinik
Kemoterapi RS PHC.
Adanya hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup pasien Ca
mamae. Pasien Ca mamae yang memiliki self efficacy tinggi maka akan memiliki
kualitas hidup tinggi pula. Bagi peneliti di harapkan memberikan psikoedukasi
guna meningkatnya motivasi sehingga akan berdampak terhadap tingginya self
efficacy
HUBUNGAN INTERPERSONAL PERSEPSI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS JAGIR
Penderita TBC yang menjalani pengobatan membutuhkan waktu jangka panjang dapat
menyebabkan rasa bosan dan stres, interpersonal persepsi dengan tingkat pengetahuan
menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita TBC.
Apabila tidak di atasi maka bisa mempengaruhi kepatuhan pasien dalam berobat. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Interpersonal persepsi dengan
kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Jagir Surabaya.
Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. populasi
penelitian ini sebesar 37 responden. Besar sampel yang diambil menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Interpersoal Persepsi
(Tingkat Pengetahuan) dan Kepatuhan Minum Obat MMAS-8 (Medication Morisky
Adherence Scale) dan dianalisis menggunakan ujian Rank Spearman dengan signifikan
<0,357.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa dari 8 responden yang
mempunyai interpersonal persepsi positif didapatkan hampir seluruhnya (50,0%)
mempunyai kepatuhan sedang dalam minum obat TBC. Dari 27 responden yang mempunyai
interpersonal persepsi negatif didapatkan sebagian besar (48,1%) mempunyai kepatuhan
yang rendah, serta sebagian kecil (17,1%) yakni 6 responden memiliki kepatuhan yang
tinggi. Berdasarkan hasil dari analisa rank spearman didapatkan p=0,000,maka Ho ditolak
yang artinya ada hubungan Interpersonal persepsi dengan kepatuhan minum obat pada
pasien Tuberkulosis Paru.
Semakin baik interpersonal persepsi, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pada
pasien yang menjalani pengobatan TBC. Sehingga diharapkan pasien bisa mencari informasi
tentang penyakit tbc, tentang cara penularan, bahaya, dan cara pencegahan supaya bisa
meningkatkan kesembuha
EFEKTIFITAS PRONE POSITION DAN SUPINE POSITION TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA BAYI RESPIRATORY DISTRES SYNDROME (RDS) DI RUANG NICU RSI DARUS SYIFA SURABAYA
Respiratory Distres Syndrome (RDS) merupakan penyebab utama morbiditas
dan mortalitas pada bayi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat mendukung
peningkatan status oksigenasi melalui pengaturan posisi tubuh yang tepat. Tujuan
penelitian ini adalah menganalisis efektifitas prone position dan supine position
terhadap peningkatan saturasi oksigen pada bayi Respiratory Distres Syndrome di
Ruang NICU RSI Darus Syifa Surabaya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan
rancang bangun penelitian Quasi experimental. Penelitian ini menggunakan teknik total
sampling terhadap 30 responden yang terbagi menjadi 2 yaitu 15 responden dengan
prone position dan 15 responden dengan supine position. Instrumen dalam penelitian ini
menggunakan lembar observasi. Analisis penelitian ini menggunakan analisis paired t-
test dan Independen t-test.
Hasil uji statistik Independen t-test dengan Tingkat kemaknaan α = 0,05
didapatkan nilai ρ = 0,000 sehingga didapatkan ρ < α yang artinya terdapat perbedaan
rata – rata yang signifikan antara supine position dan prone position terhadap
peningkatan saturasi oksigen pada bayi Respiratory Distres Syndrome (RDS) di Ruang
NICU RSI Darus Syifa Surabaya.
Pentingnya penatalaksanaan pemberian posisi prone dalam penanganan bayi
dengan Respiratory Distres Syndrome (RDS) untuk meningkatkan saturasi oksigen.
Diharapkan penelitian selanjutnya bisa menambahkan atau meneliti tentang kadar
pemakaian CPAP pada bayi Respiratory Distres Syndrome