Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

University of Nahdlatul Ulama Surabaya Repository
Not a member yet
    11472 research outputs found

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG VAKSIN ROTAVIRUS PADA BALITA DI KELURAHAN KUTISARI KOTA SURABAYA

    Get PDF
    Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan dunia terutama di Indonesia, diare umumnya menimpa pada anak bawah lima tahun (balita) dan dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani, maka dari itu salah satu penanganan diare pada balita yaitu dengan pemberian vaksin rotavirus yang menjadi vaksin wajib untuk balita usia 2 bulan, pemberian vaksin rotavirus kurang diketahui oleh beberapa ibu yang memiliki balita dan tanpa mengetahui manfaatnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Vaksin Rotavirus pada Balita di Kelurahan Kutisari Kota Surabaya. Design penelitian deskriptif studi kasus. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita yang telah divaksin rotavirus sebesar 41 orang. Besar sampel sebesar 37 responden menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Variabel independen yang digunakan adalah tingkat pengetahuan ibu tentang vaksin rotavirus. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner meliputi vaksin rotavirus. Analisis data menggunakan uji deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian didapatkan dari 37 responden sebagian besar (54,1%) berpengetahuan baik. Hasil analisis data uji deskriptif penelitian ini adalah sebagian besar (54,1%) ibu mempunyai tingkat pengetahuan baik mengenai vaksin rotavirus. Penyuluhan atau menyampaikan informasi tentang vaksin rotavirus dapat ditingkatkan lagi agar pengetahuan baik dari ibu dapat dipertahankan dan balita tetap diberikan vaksin rotavirus sesuai dengan aturan pemerintah

    PENGARUH SIMULASI BENCANA GEMPA BUMI TERHADAP PERILAKU KESIAPSIAGAAN SISWA MAN KOTA SURABAYA

    Get PDF
    Gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak dapat ditentukan kapan terjadinya dan sering menimbulkan korban jiwa yang sebagian besar adalah siswa, salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya perilaku kesiapsiagaan pada siswa tentang bencana. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh simulasi bencana gempa bumi terhadap perilaku kesiapsiagaan siswa MAN Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain Pra-Experimental dengan rancangan one group pre test dan post test. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Kota Surabaya sebanyak 100 responden. Besar sampel sebanyak 80 responden dengan teknik pengambilan sampel proportionate random sampling. pengumpulan data menggunakan kuisioner dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan simulasi dan hasil sebanyak 46 responden atau (57,5%) reponden memiliki perilaku yang kurang siap. tetapi setelah diberikan simulasi kemudian diberikan lembar post-test pada responden, sebagian besar menunjukkan bahwa dari 80 responden sebanyak 49 responden (61,3%) memiliki perilaku sangat siap. Hasil analisa didapatkan p = 0,000 (0.00 < 0.05) artinya ada pengaruh simulasi bencana gempa bumi terhadap perilaku kesiapsiagaan siswa MAN Kota Surabaya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kesiapsiagaan siswa memiki peran yang penting terhadap perilaku untuk mengurangi resiko bencana gempa bumi maka dari itu perlu adanya kegiatan simulasi terhadap siswa agar perilaku kesiapsiagaan siswa meningkat

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN READMISI PADA PASIEN STROKE DI RUANG VII RSPAL dr. RAMELAN SURABAYA

    Get PDF
    Hospital Readmission adalah periode pasien dirawat kembali setelah menerima perawatan sebelumnya di rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. masalah yang sering terjadi pada readmisi pasien stroke diantaranya sering mengalami penyakit kronis lainnya seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung koroner, kehadiran penyakit penyerta ini dapat meningkatkan risiko readmisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Readmisi Pada Pasien Stroke di Ruang VII RSPAL dr. Ramelan Surabaya Desain penelitian menggunakan kohort retrospektif, teknik pemilihan sampelnya dengan cara total sampling dengan jumlah populasi 100 pasien stroke yang mengalami readmisi. Variabel yang digunakan adalah usia, jenis kelamin dan lama rawat inap dan Perawatan Kembali (Readmisi). Instrumen menggunakan rekam medis. Analisis menggunakan chi square dan korelasi rank spearman Hasil penelitian didapatkan Pasien Stroke di Ruang VII RSPAL dr. Ramelan Surabaya hampir seluruhnya (93%) berusia > 45 tahun, jenis kelamin sebagian besar (54%) laki-laki yaitu, hampir setengahnya (45%) lama rawat inap selama 6 – 10 hari, sebagian besar mempunyai riwayat DM / Hipertensi. sebagian besar tidak memiliki komplikasi dan sebagian besar dengan perawatan kembali (readmisi) 30 hari Simpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan jenis kelamin, lama rawat inap, riwayat DM/Hipertensi dan komplikasi dengan Readmisi Pada Pasien Stroke di Ruang VII RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Bagi rumah sakit dapat dijadikan bahan evaluasi untuk pengembangan manajemen pelayanan di Ruang VII dengan cara peningkatan pelayanan pasien tepat

    PENGARUH PENERAPAN RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI POSYANDU PHYRUS BIRU DESA GADUNG KECAMATAN DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK

    Get PDF
    Hipertensi salah satu penyakit degeneratif yang sering muncul pada lansia, yang diakibatkan ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol tekanan darahnya yang tidak stabil. Penyakit ini akan menyebabkan masalah yang mengganggu kebutuhan dasar seperti nyeri kepala (pusing) sehingga terjadi resiko perubahan perfusi jaringan serebral, ginjal dan jantung. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penerapan relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan quasy exsperiment dengan pendekatan pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini lansia mengalami hipertensi di Posyandu Phyrus Biru sebanyak 37 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik jenis total sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi benson. Analisa data ini menggunakan uji paired sampel t-test dengan nilai a= 0,05. Hasil penelitian menggunakan uji Paired Sample T-test di dapatkan nilai value 0,000 pada responden lansia penderita hipertensi di Posyandu Phrus Biru. Hasil uji statistic paired sampel t-test di dapatkan bahwa nilai p sebesar 0,000 karena p<0,05 maka yang artinya ada pengaruh penerapan relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Terapi relaksasi benson ini dapat dijadikan sebagai terapi non-farmakologi dalam penanganan hipertensi dan pencegahan kekambuhan, serta memotivasi pasien untuk latihan mandiri di rumah secara berkelanjutan

    PENGARUH AFIRMASI POSITIF TERHADAP LAMA RAWAT INAP PASIEN GAGAL JANTUNG DI RUANG ICU RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA

    Get PDF
    Reaksi psikologis pasien gagal jantung yang dirawat diruang ICU umumnya merasa khawatir, firasat buruk, sampai gelisah. Upaya mempercepat kesembuhan pasien dengan terapi afirmasi positif telah menjadi perhatian dalam penelitian medis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh afirmasi positif terhadap lama rawat inap pasien gagal jantung yang dirawat di ICU RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimental. Populasi yaitu 20 pasien gagal jantung. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebesar 19 responden. Instrumen menggunakan lembar checklist pemberian afirmasi positif dan lembar observasi pengumpulan data lama rawat inap. Data dianalisis dengan uji paired sample T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (68,4%) responden dirawat dengan jangka waktu yang normal sesudah dilakukan intervensi afirmasi positif. Waktu tercepat pasien di rawat 2 hari dan terlama yaitu 5 hari. uji paired sample T test dengan bantuan SPSS Windows 25 mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh afirmasi positif terhadap lama rawat inap pasien gagal jantung di RSUD Bhakti Dharma Husada dengan hasil p = 0,000 signifikasi a = 0.05 yang berarti p < 0,05 artinya terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh afirmasi positif terhadap lama rawat inap pada pasien gagal jantung di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya

    EVALUASI ALAT PEMADAM API RINGAN DI KANTOR INDUK PT. PLN (PERSERO) UNIT INDUK TRANSMISI JAWA BAGIAN TIMUR DAN BALI

    Get PDF
    Kebakaran yang terjadi pada pabrik industri tekstil PT. Asia Pacific Fibers, Tbk berturut-turut pada tahun 2012 – 2014 pada unit Spinning yang terjadi peningkatan kejadian sebesar 23 % - 27 % tiap tahunnya pada bulan Januari – Oktober sebanyak 1.928 kejadian, dimana korban meninggal 478 jiwa, korban mengungsi 2.421.519 jiwa dan sebanyak 50.763 kerusakan pemukiman. Kebakaran adalah peristiwa oksidasi yang melibatkan bahan bakar, oksigen, dan sumber energi yang dapat menyebabkan kerugian harta benda, cedera, atau bahkan kematian. Penelitian ini menggunakan bertujuan untuk menganalisis proteksi kebakaran aktif, khususnya penggunaan APAR, di PT. PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Syarat dan penyelenggaraan sebuah cara ini dengan memakai metode- metode yang Ilmiah seperti lembar inspeksi menjadi alat bantu upaya penyelesaian menganalisis. Hasil penelitian dari total 49 APAR yang diperiksa. Dari hasil inspeksi yang telah dilakukan, ditemukan bahwa indikator kebutuhan APAR di setiap ruangan jumlah APAR berlebih, hal ini tidak dipermasalahkan, sedangkan jenis APAR pada ruangan yang potensi kebakarannya telah sesuai, sedangkan kondisi APAR telah sesuai tetapi ada beberapa yang belum sesuai, sedangkan tanda pemsangan banyak yang belum sesuai, sedangkan penempatan APAR belum sesuai karena jarak APAR, sedangkan pemeliharan APAR hanya beberapa APAR yang secara rutin. Kesimpulannya, meskipun jumlah dan jenis APAR di setiap ruangan sudah memadai, saran diperlukan perbaikan dalam hal kondisi, tanda pemasangan, penempatan APAR, dan pemeliharaan APAR untuk memastikan keselamatan maksimal

    HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMA WACHID HASYIM 1 SURABAYA

    Get PDF
    Masalah yang ditemui sebagian besar remaja mengalami kualitas tidur yang buruk. Remaja sering dihadapkan pada tuntuttan yang banyak seperti tekanan akademik yang tinggi, termasuk ujian, tugas, kegiatan non akademik, dan masih banyak lagi yang dapat menyebabkan stress seperti kecemasan dan ketidakstabilan emosional yang tidak dapat dikendalikan. Kecerdasan emosional erat kaitannya dengan proses fisiologis seperti kualitas tidur. Tujuan penelititan ini adalah menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dan kualitas tidur pada remaja di SMA Wachid Hasyim 1 Surabaya. Desain penelitian menggunakan analitik, dengan jenis penelitian cross sectional. Populasi Penelitian ini sebesar 431 remaja. Teknik sampling pada penelitian ini Random Berstrata (Stratifed Random Sampling), didapatkan sampel sebesar 207 remaja. Variabel independent yaitu kecerdasan emosional dan variable dependent yaitu kualitas tidur. instrument pada penelitian ini adalah kusioner kecerdasan emosional dan kualitas tidur, analisa data pada penelitian ini menggunakan uji Spearmen Rho dengan tingkat signifikan α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 207 responden kecerdasan emosional tinggi (77,3%), sedang (19,8%), rendah (2,9%). Kualitas tidur baik (70,2%), buruk (20,8%) Berdasarkan hasil uji Spearmen Rho menggunakan SPSS dengan tingkat kemaknaan α = 0.05 didapatkan nilai p=.000 sehingga terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dan kualitas tidur pada remaja di SMA Wachid Hasyim 1 Surabaya. Kecerdasan emosional memiliki hubungan dengan kualitas tidur. Dimana ketika kecerdasan emosional baik atau tinggi maka tingkat kualitas tidur akan baik, begitu sebaliknya ketika kecerdasan emosional rendah maka kualitas tidur akan buruk. Bagi remaja disarankan untuk dapat tetap mempertahankan dalam mengelola emosi, mampu memotivasi diri, mampu mengenal emosi diri sendiri, orang lain dan mampu membina hubungan serta tetap menjaga kualitas tidur akan tetap baik

    FAKTOR-FAKTOR KECENDERUNGAN BERPERILAKU BULLYING PADA SISWA MA AL-AMIN AL-HAROMAIN TAHUN AJARAN 2023/2024

    Get PDF
    Bullying merupakan masalah serius di sekolah, berdampak negatif pada fisik, mental, dan sosial korban. Faktor yang mempengaruhi bullying diantara lain faktor individu, keluarga, teman sebaya, media, sekolah, dan self-control. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor kecenderungan perilaku bullying pada siswa madrasah aliyah. Desain Penelitian: Deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 80 siswa, dan didapatkan sampel sebanyak 67 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan variabel penelitian perilaku bullying, faktor keluarga, faktor teman sebaya, dan faktor media. Analisa data menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil analisis data: diperoleh pada hampir seluruhnya (76,1%) berperilaku bullying sedang, 80,6% faktor keluarga demokratis, 92,5% faktor teman sebaya rendah, dan sebagian besar (58,2%) faktor media negatif. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan gambaran perilaku bullying, faktor keluarga, faktor teman sebaya, dan faktor media pada siswa. Diharapkan hasil ini dapat memberikan gambaran terkait faktor kecenderungan berperilaku bullying dan dapat mencegah perilaku bullying dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut

    PENGARUH TERAPI BERMAIN MEWARNAI TERHADAP KECEMASAN PRE OPERASI KATETERISASI JANTUNG PADA ANAK DI RUANG CHATLAB RS PHC SURABAYA

    Get PDF
    Tindakan yang tepat dengan kejadian PJB dapat dilakukan kateterisasi jantung pada anak untuk menutup celah septum pada katup jantung. Dampak negatif dari hospitalisasi pre operasi kateterisasi jantung anak yaitu kecemasan yang lebih tinggi akibat prosedur kateterisasi jantung yang dijalani oleh anak terutama yang pertama kali dirawat di rumah sakit, anak akan mengalami gangguan fisik, psikis, sosial dan adaptasi terhadap lingkungan. Tujuan penelitian untuk menganalisis adanya pengaruh terapi bermain mewarnai terhadap kecemasan pre operasi kateterisasi jantung pada anak Di Ruang Chatlab RS PHC Surabaya. Desain penelitian one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 32 responden menggunakan purposive sampling dengan besar sampel 24 responden. Variable independen yaitu terapi bermain mewarnai, dan variabel dependen kecemasan pada anak pre kateterisasi jantung. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Self Rating Anxiety Scale (SAS). Data dianalisa dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 responden didapatkan sebagian besar (54,2%) anak mengalamin kecemasan berat pre kateterisasi jantung sebelum adannya perlakuan, hampir seluruhnya (83,3%) anak mengalamin kecemasan ringan pre kateterisasi jantung sesudah adannya perlakuan. Hasil uji didapatkan ada pengaruh terapi bermain mewarnai terhadap kecemasan pre operasi kateterisasi jantung pada anak di Ruang Chatlab RS PHC Surabaya dengan nilai p = 0,000 dimana (p < 0,05). Penelitian ini merekomendasikan institusi kesehatan dan institusi pendidikan mengenai terapi bermain mewarnai dalam menurunkan kecemasan pre operasi kateterisasi jantung, sehingga RS PHC Surabaya dapat menyediakan sarana terapi mewarnai tersebut apabila anak mengalami masalah hospitalisasi

    HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPUASAN PELAYANAN DI RUANG RAWAT INAP MIRAH RS PHC SURABAYA

    Get PDF
    Komunikasi terapeutik menjadi indikator yang penting dalam penilaian kepuasan layanan. Sebagian besar perawat belum menerapkan komunikasi terapeutik dalam praktik asuhan keperawatan. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk menganalisis hubungan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan pelayanan di ruang rawat inap Mirah RS PHC Surabaya. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanaan pada bulan Februari 2024 di ruang rawat inap Mirah RS PHC Surabaya. Sampel penelitian ini sebanyak 63 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Komunikasi terapeutik diukur menggunakan koesioner komunikasi terapeutik, sedangkan kepuasan pelayanan menggunakan koesioner kepuasan pasien. Data dianalisis dengan uji rank Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar usia dewasa (49%), laki-laki (54,0%), berpendidikan tinggi (73%), bekerja (81%), dan menjalani rawat inap >3 hari (63,5%). Sebagian besar komunikasi terapeutik baik (63,5%) dan sebagian besar puas terhadap pelayanan (77,8%). Hasil uji rank Spearman menunjukkan terdapat korelasi positif antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan pelayanan (p= 0,000). Semakin baik komunikasi terapeutik maka kepuasan pasien semakin meningkat. Diharapkan perawat mampu mengimplementasikan komunikasi terapeutik dalam proses asuhan keperawatan sehingga kepuasan pelayanan meningkat

    11,430

    full texts

    11,472

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Nahdlatul Ulama Surabaya Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇