Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
PENGARUH KONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL TERHADAP KERUSAKAN HATI MENCIT
Mengkonsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan seseorang kecanduan
alkohol, dikarenakan minuman beralkohol bersifat zat adiktif yang memiliki
dampak buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi secara rutin. Kebanyakan minuman
beralkohol dapat menyebabkan penyakit kerusakan hati, kerusakan jantung, stroke,
tekanan darah tinggi, kanker saluran pencernaan, kehilangan daya ingat dan
kebingungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh
minuman beralkohol terhadap kerusakan hati mencit. Penelitian ini merupakan
jenis penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian Post test only control
group design. Penelitian ini menggunakan 24 mencit yang dibagi menjadi 6
kelompok. Kelompok 1sebagai kontrol negatif, kelompok 2 sebagai kontrol
positif, kelompok 3 sebagai standar, kelompok 4 diberi perlakuan minuman
beralkohol sebanyak 0,3 ml, kelompok 5 diberi perlakuan minuman alkohol
sebanyak 0,5 ml, dan kelompok 6 diberi perlakuan minuman beralkohol 0,7 ml
secara oral selama 14 hari. Hari ke-15 dilanjutkan dengan pembedahan dan
pengambilan darah melalui jantung kemudian dilakukannya pengukuran kadar
SGOT. Hasil rata-rata perkelompok, pada kelompok kontrol negatif sebesar 82,87
U/L, kelompok kontrol positif sebesar 98,73 U/L, kelompok standar sebesar 95,06
U/L, kelompok peralakuan 1 sebesar 80,21 U/L, kelompok perlakuan 2 sebesar
89,54 U/L, dan kelompok perlakuan 3 sebesar 108,19 U/L dari hasil penelitian
menunjukkan pada kadar SGOT mencit tidak terdapat pengaruh pemberian
minuman beralkohol terhadap kerusakan hati mencit dibuktikan dengan uji One
Way Anova mendapatkan p-value 0,659>0,05. Maka disimpulkan bahwa tidak
terdapat pengaruh yang signifikan mengkonsumsi minuman alkohol terhadap
kerusakan hati yang diukur dengan kadar SGOT
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN ASURANSI DI INDONESIA TAHUN 2024
Kondisi perusahaan asuransi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja,
ditandai dengan tingkat densitas dan penetrasi yang masih rendah di bandingkan
dengan negara ASEAN lainnya, begitu pula dengan tingkat literasi dan inklusi
yang masih rendah. Hal ini menjadi penghambat bagi perusahaan asuransi untuk
mendapatkan premi yang lebih besar dikarenakan kurangnya pemahaman
masyarakat terhadap manfaat dan jenis asuransi. Ketidakseimbangan antara premi
yang didapat dengan kewajiban yang mesti dibayarkan, dapat menjadikan
perusahaan asuransi berada pada financial distress. keadaan tidak baik yang
dialami perusahaan asuransi di Indonesia juga ditandai dengan meningkatnya
rasio klaim asuransi kesehatan terhadap pendapatan premi tahun 2023 dan
pendapatan premi asuransi jiwa yang menagalami penurunan semenjak tahun
2022-2023 serta adanya 3 perusahaan asuransi yang dicabut izin usahanya oleh
OJK sepanjang tahun 2023.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan
eksternal yang mempengaruhi financial distress pada perusahaan asuransi di
Indonesia yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Penelitian ini menggunakan
180 data dari 15 perusahaan asuransi yang termasuk dalam kriteria penelitian
berdasarkan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data
regresi linier berganda dengan alat statistik SPSS V. 25. Hasil dari penelitian ini
menunjukan bahwa Likuiditas, leverage dan firm size berpengaruh signifikan
terhadap financial distress, sementara itu variabel profitabilitas, produk domestik
bruto dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB WASTE DENGAN MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING PADA PRODUK GARAM HALUS KARUNGAN PT. GARAM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor penyebab Waste
dengan menggunakan Value Stream Mapping pada produk garam halus karungan
PT. Garam. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitataif dengan
teknik verifikasi data triangulasi sumber dan teknik analisis data disusun secara
sistematis yang diperoleh langsung dari hasil wawancara dan observasi lapangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Value Stream Analysis Tools (VALSAT)
menggunakan Process Activity Mapping (PAM) untuk memetakan dan
menggolongkan seluruh aktivitas produksi secara detail, dengan menggunakan
rekomendasi Process Activity Mapping (PAM) meskipun jumlah aktivitas tetap 17,
terjadi pengurangan siklus waktu dari aktivitas delay dari 60 Menit menjadi 20
Menit. Dari analisis ini dapat disimpulkan bahwa waktu total pengerjaan dapat
dipersingkat sebesar 40 Menit dari total 112 Menit yang di perlukan sebelumnya
HUBUNGAN USIA, STATUS GIZI DAN IKLIM KERJA DENGAN RESPON FISIOLOGIS (HEAT STRAIN) PADA PEKERJA BAGIAN WORKSHOP DI PT. X
Heat strain adalah respon fisiologis tubuh terhadap paparan panas saat
tubuh berusaha menghilangkan kelebihan panas untuk menjaga suhu tubuh stabil.
Dalam wawancara, pekerja mengeluhkan kondisi area kerja yang panas. Penelitian
ini bertujuan menganalisis hubungan usia, status gizi, dan iklim kerja dengan heat
strain pada pekerja workshop di PT. X.
Metode penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Penelitian ini memiliki sampel terdiri dari 35 pekerja
workshop yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data usia, status gizi,
dan tingkat heat strain dikumpulkan dengan kuesioner PSI (Physiological Strain
Index) melalui wawancara yang selanjutnya dilanjutkan dengan uji Rank Spearman.
Data iklim kerja diukur menggunakan alat Questemp oleh Laboratorium Terpadu
UNUSA.
Hasil pengukuran iklim kerja dengan koreksi pakaian kerja (+3)
menunjukkan suhu di area workshop bervariasi dari 34,5°C hingga 39,3°C. Karena
data iklim kerja homogen, variabel ini tidak diuji. Responden yang mengalami heat
strain tinggi mencapai 40%, dan heat strain sedang sebanyak 48,6%. Analisis
hubungan menunjukkan usia, status gizi, dan beban kerja memiliki hubungan
signifikan dengan heat strain. Usia (p=0,038) memiliki hubungan negatif sedang,
sedangkan status gizi (p=0,024) dan beban kerja (p=0,002) memiliki hubungan
positif sedang dengan heat strain.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor individu
dan pekerjaan dengan heat strain. Usia berhubungan negatif dengan heat strain,
artinya semakin tinggi usia, semakin rendah keluhan heat strain. Sebaliknya, status
gizi dan beban kerja berhubungan positif dengan heat strain, menunjukkan semakin
tinggi status gizi dan beban kerja, semakin tinggi keluhan heat strain. Iklim kerja
tidak menunjukkan hasil signifikan karena data homogen
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH BERJEMUR DI PAGI HARI
Diabetes melitus merupakan penyakit dimana tubuh secara otomatis tidak bisa
mengendalikan tingkat glukosa di dalam darah. Keadaan ini dapat menghambat
peredaran darah keseluruh jaringan tubuh yang akhirnya dapat meningkatkan
penumpukan glukosa dalam darah, sehingga terjadi peningkatan glukosa. Salah satu
tanda khas bahwa seseorang mengidap penyakit diabetes melitus adalah
hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbandingan
kadar glukosa darah sebelum dan sesudah berjemur di pagi hari pada penderita
dengan riwayat diabetes melitus tipe II Penelitian ini merupakan penelitian preeksperimental dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Metode
sampling yang digunakan adalah purporsive sampling. Terapi berjemur dilakukan
pada pukul 09.00 pagi dengan durasi 15 menit, selama tujuh hari. Pada kelompok
intervensi terjadi penurunan rata-rata kadar dari 322 mg/dL menjadi 182,6 mg/dL
dengan P-value= 0,000. Sedangkan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan
rata-rata kadar dari 228,3 mg/dL menjadi 359,8 mg/dL dengan P-value= 0,000. Hal
tersebut menunjukan bahwa uji beda berpasangan menggunakan paired sample ttest pada penelitian ini terdapat perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan
sesudah melakukan terapi berjemur di pagi hari selama tujuh hari pada responden
penderita dengan riwayat diabetes melitus tipe II yang terkontrol
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WONOKROMO
Kualitas tidur adalah kemampuan seseorang untuk mencapai istirahat yang
sesuai dengan kebutuhanya. Kualitas tidur yang buruk memiliki resiko 4,1 kali lebih
tinggi mengalami hipertensi dibandingkan dengan kualitas tidur yang baik.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah
pada penderita hipertensi.
Desain penelitian analitic corelational dengan menggunakan metode cross
sectional. Sampel 65 orang dengan hipertensi. Variabel independen kualitas tidur
dan variabel dependen
tekanan darah. Instrumen menggunakan
sphygmomanometer dan kuesioner (SQS) Sleep Quality Scale.
Hasil analisa data menggunakan uji statistik Chi-square. Didapatkan nilai p0,005
(0,05). Maka H0 ditolak yaitu ada hubungan antara kualitas tidur dengan
tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Wonokromo.
Kesimpulan dari penelitian ini Terdapat Hubungan Kualitas Tidur Dengan
Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Wonokromo. Disarankan
kepada puskesmas wonokromo surabaya untuk melakukan Kegiatan untuk
penanganan kualitas tidur buruk pada penderita hipertensi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESPON PSIKOLOGI SAAT MENARCHE DI SD KHADIJAH SURABAYA
Menarche menimbulkan kecemasan pada sebagian remaja, karena mereka
menganggap menstruasi adalah penyakit dan darah kotor. Tujuan penelitian adalah
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan respon psikologi saat
menarche di SD Khadijah Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-
sectional, penelitian dilaksanakan di SD Khadijah Surabaya pada tanggal 03 Mei
2024. Besar sampel adalah sebagian siswi yang sudah menstruasi sebesar 47
siswi, teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling.
Instrument penelitian adalah kuesioner usia menarche, sumber informasi,
pengetahuan dan persepsi tentang mesntruasi dan menarche, serta respon
psiskologi saat menarche. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan analisis
regersi logistik dengan nilai α = 0,05.
Hasil uji chi-square variabel usia menarche diperoleh nilai (p = 0,001),
pengetahuan (p = 0,000), persepsi (p = 0,000), dan sumber informasi (p = 0,035),
menunjukkan ada hubungan dengan respon psikologi saat menarche. Hasil
analisis regresi logistik biner menunjukkan persepsi merupakan variabel paling
dominan mempengaruhi respon psikologi saat menarche (p = 0,002; OR =
66,133).
Faktor paling dominan berpengaruh terhadap respon psikologi saat
menarche adalah persepsi. Pentingnya mempersiapkan remaja putri untuk
menghadapi menarche melalui informasi yang akurat, dukungan dari keluarga dan
sekolah, serta perawat yang berperan memberikan edukasi tentang sistem
reproduksi untuk memastikan adanya respon yang positif saat menghadapi
menarche
HUBUNGAN ANTARA STRESS HOSPITALISASI DENGAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RSI DARUS SYIFA SURABAYA
Hospitalisasi pada anak merupakan suatu proses yang direncanakan untuk
memberikan terapi dan perawatan pada anak selama dirumah sakit. Penyakit dan
hospitalisasi sering kali menjadi masalah utama dihadapi anak-anak. Anak-anak
sering kali mengalami pengalaman traumatic dan penuh dengan rasa stress pada
saat di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
stress hospitalisasi dengan kulitas tidur pada anak usia pra-sekolah di RSI Darus
Syifa’ Surabaya.
Desain penelitian ini menggunakan deskriptif cross- sectional. Populasi
penelitian adalah seluruh pasien anak usia pra sekolah di Ruang Anak RSI Darus
Syifa’ Surabaya sebanyak 110 anak selama bulan maret sampai bulan mei,
menggunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel 86 responden.variabel
dependen menggunakan kuesioner PSQI dan variabel independen menggunakan
kuesioner Depression Anxiety Stress Scale. Hasil analisis uji statistik menggunakan
sperman rho.
Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir setengahnya responden (48,8%)
berada dalam kategori strees sedang, kualitas tidur sebagian besar responden (74%)
berada dalam kategori baik. Hasil analisis uji statistik menggunakan sperman rho
didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05.
Kesimpulannya, stress hospitalisasi pengaruh terhadap tingkat kulitas tidur
pada anak usia pra-sekolah. stress hospitalisasi ringan cenderung anak mengalami
kualitas tidur baik. Sebaliknya, stress hospitalisasi berat cenderung anak mengalami
kualitas tidur buruk.
Tidur merupakan hal yang penting untuk proses kesembuhan, kualitas tidur
pasien anak dirumah sakit dipengaruhi oleh stress hospitalisasi, untuk mengatasi
masalah tidur pada pasien anak perlu dilakukan dengan menghindari dan
meminimalisir stressor selama perawatan di rumah sakit
PENGARUH MINUMAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
Nyeri dismenore merupakan keluhan ginekologis yang disebabkan oleh
ketidakseimbangan hormon progresteron dalam darah yang menyebabkan nyeri.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh minuman jahe merah terhadap
penurunan tingkat nyeri dismenore pada Mahasiswi S1 Keperawatan Universitas
Nahdlatul Ulama Surabaya.
Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan rancangan
Nonequivalent groups pretest-posttest. Populasi penelitian sebanyak 60 mahasiswi
dengan 42 sampel yang dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari kelompok
intervensi dan kelompok kontrol. Sampel dipilih melalui teknik simple random
sampling. Instrumen digunakan adalah lembar NRS (Numerical Rating Scale),
dan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minuman jahe merah
berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore. Hasil
analisis statistik menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan nilai p
value 0,000 <0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat
pengaruh minuman jahe merah terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore pada
mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
Kesimpulan penelitian ini yaitu pemberian minuman jahe merah memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore.
Diharapkan agar remaja wanita yang mengalami nyeri haid dapat
mempertimbangkan untuk mengkonsumsi minuman jahe merah sebagai alternatif
pengobatan
HUBUNGAN CYBERBULLYING DENGAN GEJALA DEPRESI PADA REMAJA KORBAN CYBERBULLYING DI SIDOARJO
Perkembangan jejaring sosial saat ini sangat pesat dan paling banyak menggunakan
media sosial adalah remaja. Dampak negatif penggunaan media sosial yang
berlebihan yaitu cyberbullying. Cyberbullying mengakibatkan dampak pada
kesehatan mental seperti timbulnya kecemasan, rendahnya harga diri, depresi, dan
keinginan untuk bunuh diri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan
cyberbullying dengan gejala depresi pada remaja korban cyberbullying di Sidoarjo.
Diharapkan remaja menggunakan media sosial dengan positif atau bijak, sehingga
lebih bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri. Desain penelitian analitik
korelasional. Populasi remaja korban cyberbullying berjumlah 75 remaja dengan
jenis total sampling. Variabel independen yaitu cyberbullying dan variabel
dependen yaitu gejala depresi pada remaja korban cyberbullying. Instrumen
menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasional rank
spearman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat cyberbullying berada pada
kategori rendah dan tingkat gejala depresi berada pada kategori ringan. Hasil
analisa data p = 0,000 < α = 0,05 yaitu H0 ditolak dan H1 diterima, yang artinya
terdapat hubungan cyberbullying dengan gejala depresi pada remaja korban
cyberbullying di Sidoarjo. Semakin tinggi cyberbullying yang dialami menurun,
maka gejala depresi akan menurun. Pengawasan orang tua dan pihak sekolah
menjadi solusi untuk membatasi remaja dalam menggunakan media sosial serta
upaya sekolah melakukan penyuluhan edukatif stop cyberbullying