Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DISLEKSIA DI MI RAUDLATUL ULUM KABUPATEN PASURUAN
Disleksia merupakan gangguan pembelajaran yang sering menghambat kemampuan membaca dan menulis pada anak-anak. Siswa disleksia cenderung mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan membaca yang efektif, yang berdampak pada kemajuan akademis mereka secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan membaca siswa disleksia di MI Raudlatul Ulum Pasuruan. Studi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan dua siswa disleksia dari kelas III. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap siswa disleksia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan membaca kedua siswa tidak memenuhi indikator kemampuan membaca lanjutan, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi siswa disleksia dalam konteks pendidikan formal. Implikasi dari penelitian ini mengarah pada perlunya pendekatan pendidikan yang lebih inklusif dan penanganan yang tepat bagi siswa dengan disleksia untuk mendukung perkembangan akademis mereka secara maksimal
PERSEPSI GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Pendidikan memegang peran penting dalam membangun karakter generasi muda, terutama dalam konteks Indonesia. Membangun karakter dianggap penting karena merupakan elemen kunci dalam menjaga relevansi dan daya saing bangsa di tingkat global. Implementasi pendidikan karakter dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru sekolah dasar terhadap penguatan profil pelajar Pancasila yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap empat guru dari dua sekolah dasar yang telah menerapkan kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap kebijakan ini, dan mereka menganggap penguatan profil pelajar pancasila ini penting dalam membentuk karakter siswa. Namun, mereka juga menghadapi tantangan seperti kurangngnya konsistensi, media dan fasilitas yang memadai, dan kebutuhan pembaruan pengetahuan dan keterampilan guru. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah dasar memerlukan dukungan yang lebih komprehensif agar dapat diimplementasikan secara efektif
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, PERAN TEMAN SEBAYA, DAN PERAN KELUARGA DENGAN PERILAKU KONSUMSI JAJANAN TINGGI GULA DI SMPN 5 KOTA PROBOLINGGO
Jajanan tinggi gula termasuk jajanan yang tinggi kalori. Terdapat beberapa faktor
yang mempengaruhi perilaku konsumsi jajanan tinggi gula yakni pengetahuan,
peran teman sebaya, dan peran keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan antara pengetahuan, peran teman sebaya, dan peran keluarga
dengan perilaku konsumsi jajanan tinggi gula di SMP Negeri 5 Kota Probolinggo.
Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan metode cross sectional,
populasi sebanyak 705 siswa. Sampel sebesar 226 responden diambil secara
accidental random sampling. Variabel Independen adalah pengetahuan, peran
teman sebaya, dan peran keluarga dan variabel dependen adalah perilaku konsumsi
jajanan tinggi gula di SMPN5 Kota Probolinggo. Pengambilan data dengan
kuisioner dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian
menunjukan 97 responden (43%) memiliki pengetahuan cukup, 208 responden
(92%) tidak ada pengaruh dari peran teman sebaya, 185 responden (82%) mendapat
peran keluarga yang baik, dan 125 responden (55%) memiliki perilaku konsumsi
jajanan tinggi gula negatif. Hasil analisa uji bivariat 0,025<0,05 terdapat hubungan
yang signifikan dengan kekuatan korelasi sangat lemah dan searah antara peran
keluarga dengan perilaku konsumsi jajanan tinggi gula. Jadi diharapkan peran
keluarga dapat ditingkatkan dan menjadi salah satu peran yang dapat mengatur pola
makan anak khususnya dalam konsumsi makanan jajanan tinggi gula
PENGARUH MOTIVASI BERWIRAUSAHA, LINGKUNGAN KELUARGA, DAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA (STUDI KASUS: SISWA SMAN 1 KEDAMEAN)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivasi Berwirausaha,
Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat
Berwirausaha Siswa. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode
kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan syarat
siswa kelas 12 jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), jurusan Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS), dan jurusan Bahasa. Berdasarkan rumus perhitungan Slovin terdapat
185 responden yang kemudian diperhitungkan dengan metode proporsional
sampling terdapat 91 responden siswa jurusan IPS, 78 responden siswa jurusan IPS
dan 24 responden dari jurusan Bahasa. Kemudian setelah mengetahui jumlah dari
masing – masing responden perjurusan, selanjutnya menggunakan metode random
sampling untuk menentukan siapa saja responden yang masuk kedalam perhitungan
tersebut. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Statistical Package for the
Sosial Science atau SPSS. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh positif dan
signifikan antara motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha, berpengaruh
positif dan signifikan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha,
tetapi tidak terdapat pengaruh, lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha,
dan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan motivasi berwirausaha,
lingkungan keluarga, dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha.
Pada penelitian ini, variabel yang paling berpengaruh adalah Pendidikan
Kewirausahaan, selanjutnya Motivasi Berwirausaha
HUBUNGAN APTT (Activated Partial Thromboplastine Time) DENGAN KADAR ANTIGEN VWF (Von Willebrand Factor) PADA PENDERITA GANGGUAN PERDARAHAN
Gangguan perdarahan masih sering diremehkan oleh sebagian masyarakat.
Gangguan perdarahan bisa menyebabkan kondisi berbahaya jika tidak segera
ditangani. Gangguan perdarahan yang cukup serius ditandai dengan gejala
epistaksis, mudah memar, perdarahan berkepanjangan setelah luka ringan,
perdarahan berlebihan saat pembedahan gigi/ rongga mulut, perdarahan
gastrointestinal, perdarahan pasca operasi dan menorrhagia. Gangguan perdarahan
dengan gejala tersebut bisa disebabkan oleh gangguan fungsi Von Willebrand
Factor yang dikenal sebagai penyakit Von Willebrand. Penyakit Von Willebrand
merupakan gangguan perdarahan pada faktor Koagulasi VIII. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan APTT dengan kadar antigen VWF pada
penderita gangguan perdarahan. Desain penelitian ini adalah observasional analitik
dengan pendekatan cross sectional. Responden yang digunakan berdasarkan
diagnosis dokter yang termasuk perdarahan intravaskular dengan memeriksakan
pemeriksaan APTT. Parameter yang digunakan yaitu APTT ( Activated Partial
Thromboplastine time) metode Optic dan kadar antigen VWF (Von Willebrand
Factor) metode Enzyme-Linked Immunorsorbent Assay. Hasil penelitian pada usia
terbanyak adalah 48 – 57 tahun sebesar 9/30 (30%), sedangkan jenis kelamin
terbanyak adalah perempuan sebesar 21/30 (70%). Hasil uji stastistik univariat,
rata-rata APTT didapatkan 33,7 detik (SD 3,652), dan kadar antigen VWF 260,0
IU/dL (SD 116,2). Berdasarkan hasil uji Spearmen Corelation didapatkan nilai p =
0,243, berarti p >0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan APTT dengan kadar
antigen VWF. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan nilai APTT
dengan kadar antigen VWF dikarenakan nilai APTT dan kadar antigen VWF pada
penderita gangguan perdarahan bisa rendah, normal, dan tinggi
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN GEJALA NEUROTOKSIK PADA PEKERJA DI HOME INDUSTRI RAFLY SHOES MOJOKERTO
Pada home industry tersebut didapatkan bahwa pekerja mengalami keluhan seperti mengalami sakit kepala, sesak nafas, mual, dan sering merasa kelelahan. Keluhan-keluhan tersebut termasuk dalam gejala neurotoksik. Paparan zat kimia berbahaya dalam lingkungan kerja yang tidak terkontrol dapat menyebabkan dampak kesehatan serius pada pekerja. Paparan bahan kimia berbahaya dalam lingkungan kerja yang tidak terkontrol dapat menyebabkan efek neurotoksik yang serius pada kesehatan pekerja. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian gejala neurotoksik pada pekerja di home industri rafly shoes. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang digunakan adalah pekerja di home industry rafly shoes sejumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 responden (17%) mengalami gejala neurotoksik sedangkan 25 responden (83%) tidak mengalami gejala neurotoksik. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan masa kerja dengan kejadian gejala nurotoksik pada pekerja di Home Industry Rafly Shoes (P-Value = 0 , Phi = 67,2) dan ada hubungan konsumsi alcohol dengan kejadian gejala nurotoksik pada pekerja di Home Industry Rafly Shoes (P-Value = 0,005 , Phi = 0,5). Kesimpulan penelitian ini adalah Terdapat hubungan masa kerja dengan kejadian gejala nurotoksik pada pekerja di home industry rafly shoes dan terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan gejala nurotoksik pada pekerja di home industry rafly shoes
PENGARUH BRAND ENGAGEMENT DAN BRAND EXPERIENCE TERHADAP BRAND LOYALTY MELALUI BRAND TRUST DAN BRAND COMMITMENT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada: Provider IM3 Indosat Ooredoo)
Perkembangan teknologi di Indonesia menyebabkan potensi tumbuhnya beragam
platform digital di Indonesia. Salah satu perkembangan bisnis berbasis platform
digital salah satunya dalam bidang provider. Perkembangan industri provider
technology di Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang
sangat pesat. Banyaknya pengguna jaringan internet yang berkembang di Indonesia
menyebabkan persaingan provider semakin kompetitif. Permasalahan yang menjadi
penghambat eksistensi perusahaan adalah niat pembelian. Apalagi di era saat ini,
konsumen menjadi komplek dan menuntut lebih banyak dari produk atau layanan
perusahaan. Berbagai macam bentuk produk, inovasi produk dan keunikan didalam
produk serta keunggulan dalam berbagai fungsi digunakan untuk lebih menarik
perhatian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
hubungan, pengalaman, kepercayaan, komitmen terhadap loyalitas. Metode
penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan
sampling purposive sampling. Penyebaran kuesioner dibuat secara online melalui
google form yang disebar kepada 271 responden dalam waktu satu bulan. Analisis
dapat pada penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian
ini adalah terdapat pengaruh signifikan antara Brand Experience, Brand Trust,
Brand Commitment terhadap Brand Loyalty. Akan tetapi pada penelitian ini
ditemukan bahwa Brand Engagement memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap
Brand Trust dan Brand Experience memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap
Brand Commitment
ANALISIS PEMBERIAN YOGHURT SUSU KAMBING DENGAN EKSTRAK KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) DAN FORTIFIKASI ZINK TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH WISTAR JANTAN (RATTUS NORVEGICUS)
Serangan jantung dapat dipengaruhi oleh kadar trigliserida yang tinggi.
Yoghurt memiliki kandungan bakteri asam laktat yang dapat mengikat trigliserida.
Susu kambing, ekstrak kurma, maupun zink memiliki kandungan antioksidan yang
dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dengan menurunkan peroksidasi
lipid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kadar
trigliserida pada hewan coba yang diberikan yoghurt susu kambing dengan ekstrak
kurma dan fortifikasi zink.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post-test only
control group design yang diimplementasikan pada 40 ekor tikus putih Wistar
jantan selama 14 hari dengan pembagian 4 kelompok yaitu kelompok kontrol
negatif dengan pakan standar, kelompok kontrol positif dengan diet tinggi lemak,
kelompok perlakuan 1 dengan diet tinggi lemak dan yoghurt 4 ml, dan kelompok
perlakuan 2 dengan diet tinggi lemak dan yoghurt 5 ml. Kadar trigliserida diukur
menggunakan metode enzimatis kolorimetri GPO-PAP (Glycerol Peroxidase
Phosphate Acid). Analisis data menggunakan uji statistik Kruskal Wallis.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar trigliserida pada kelompok
perlakuan 1 (61,50 mg/dl) dan kelompok perlakuan 2 (52,83 mg/dl) lebih rendah
dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (96,17 mg/dl). Berdasarkan uji
statistik, terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05).
Yoghurt susu kambing dengan ekstrak kurma dan fortifikasi zink memberi efek
yang bermakna dalam penurunan kadar trigliserida
PENGARUH INDUKSI EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI JANTUNG TIKUS PUTIH BEROLAHRAGA
Kelelahan merupakan proses menurunnya efisiensi yang dapat berakibat
pada penurunan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh. Semakin lelah tubuh
semakin besar kebutuhan energi di dalam tubuh, maka kualitas pompa pada
organ jantung juga meningkat. Salah satu bahan alami yang banyak
mengandung senyawa antioksidan flavonoid adalah daun kelor. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian ekstrak daun kelor terhadap
kerusakan histopatologi jantung tikus putih yang diberi perlakuan olahraga.
Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ekor tikus putih yang dibagi menjadi
lima kelompok berbeda: kelompok kontrol negatif (CN), kelompok kontrol
positif (CP), kelompok standar kreatin (C), kelompok yang diberikan ekstrak
daun kelor dengan dosis 250 mg/kgBB (MO1), dan kelompok kelompok yang
menerima ekstrak Moringa oleifera dengan dosis 500 mg/kgBB (MO2). Semua
kelompok diberi perlakuan olahraga kecuali kelompok negatif. Hasil penelitian
menunjukkan kerusakan pada kelompok CN nekrosis 18% dan inflamasi 5,6%.
Kelompok CP nekrosis 1% dan inflamasi 10%. Kelompok C nekrosis 13% dan
inflamasi 4%. Kelompok MO1 nekrosis 0,2% dan inflamasi 2%. Kelompok
MO2 nekrosis 2,6% dan inflamasi 5%. Hasil uji Kruskal wallis menunjukkan
bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan nekrosis, degenerasi, dan
inflamasi jaringan jantung antar kelompok karena p-value > 0,05. Hasil uji
Mann-whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan antar kelompok C
dengan MO1 dan MO2 karena p-value > 0,05 yang menunjukkan bahwa
ekstrak etanol daun kelor tidak mempunyai efek nyata terhadap kerusakan
jantung tikus putih berolahraga
DAMPAK ACCRUAL BASED INVESTMENT RATIO DAN ASSETS EFFICIENCY RATIO TERHADAP FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING
Adanya penurunan indeks LQ45 di tahun 2020, yang terjadi lagi di akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023 menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Accrual based investment ratio dengan menggunakan variabel earnings per share, dividen per share, total share profitability, price earnings ratio dan cash based investment ratio dengan menggunakan variabel assets efficiency ratio.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang pernah masuk dalam indeks LQ45 selama periode 2019-2023. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode purposive sampling dan diperoleh 20 perusahaan dengan total sampel 100 laporan keuangan yang menjadi objek penelitian. Metode analisis data berupa analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan program SPSS 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel earnings per share dan dividen per share berpengaruh positif signifikan terhadap fraudulent financial reporting. Sedangkan total share profitability dan assets efficiency ratio berpengaruh negatif signifikan terhadap fraudulent financial reporting, variabel price earnings ratio tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial reporting