Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
TINGKAT KESIAPSIAGAAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI UPT SDN 166 GRESIK
Anak-anak sekolah merupakan komunitas yang sangat rentan terhadap
kejadian bencana. Kesiapsiagaan merupakan upaya yang dilakukan untuk
mengurangi dampak ketika bencana terjadi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui tingkat kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir di UPT
SDN 166 Gresik
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif dengan pendekatan
Cross Sectional populasi dalam penelitian ini sebanyak 59 siswa kelas 5 dan 6 dan
besar sampel 59 siswa. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel
dalam penelitian ini yaitu tingkat kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana
banjir. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Data di olah secara
deskriptif dengan menggunakan table distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (49,2%)
sebanyak 29 responden berpengetahuan cukup terhadap resiko bencana, hampir
setengahnya (35,6%) sebanyak 21 responden memiliki rencana untuk keadaan
darurat bencana cukup, hampir dari setengahnya (39,0%) sebanyak 23 responden
mengetahui sistem peringatan bencana cukup, sebagian besar (62,7%) sebanyak 37
responden memiliki kategori baik mengenai kemampuan untuk mobilisasi sumber
daya dan tingkat kesiapsiagaan siswa didapatkan setengahnya (50,8%) bernilai
sedang.
Tingkat kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir di UPT
SDN 166 Gresik memiliki nilai sedang. Dengan demilikian maka diharapkan siswa
untuk lebih banyak mengikuti sosialisasi, pelatihan. dan sejenisnya tentang
kesiapsiagaan bencana, selain itu sekolah diharapkan melakukan simulasi evakuasi
kepada warga sekolah secara berkala
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN POLA MAKAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RW 02 WILAYAH PESISIR PANTAI KENJERAN SURABAYA
Penderita hipertensi harus memiliki pola makan yang baik untuk
mengendalikan tekanan darah. Di wilayah pesisir, kebiasaan mengonsumsi ikan
asin dan ikan asap dapat meningkatkan risiko hipertensi. Dalam konteks ini,
dukungan keluarga menjadi sangat penting dalam membentuk kebiasaan pola
makan yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan
keluarga dengan pola makan pada penderita hipertensi di RW 02 Wilayah Pesisir
Pantai kenjeran Surabaya.
Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian ini penderita hipertensi di RW 02 Wilayah Pesisir Pantai
Kenjeran Surabaya yang berjumlah 70 responden. Besar sampel sebesar 59
responden yang dipilih dengan menggunakan teknik pengampilan non probability
sampling dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji rank spearmen.
Hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya (44,1%) mempunyai
dukungan keluarga kurang dan sebagian besar (55,9%) mempunyai pola makan
tidak baik. Hasil Analisa data ρ = 0,000 < α = 0,05 yaitu Ho ditolak, artinya terdapat
hubungan antara dukungan keluarga dengan pola makan pada penderita hipertensi
di RW 02 wilayah pesisir pantai Kenjeran Surabaya.
Semakin baik dukungan keluarga yang diberikan pada penderita hipertensi.
Maka penderita dapat melakukan pola makan dengan baiksehingga dapat
menstabilkan penyakit hipertensi. Mengurangi konsumsi ikan asin/asap dan beralih
ke ikan segar kukus tanpa garam berlebih dapat menurunkan risiko hipertensi.
Keluarga dapat mendukung dengan menyediakan makanan sehat, mempelajari pola
makan yang benar, dan menghindari penggunaan garam berlebih, sehingga
membantu mengontrol hipertensi dan mencegah anggota keluarga lain terkena
hipertensi
PENGARUH TERAPI WICARA TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA PENDERITA POST STROKE ISKEMIK DI PUSKESMAS WONOKROMO SURABAYA
Stroke iskemik menjadi penyebab utama disabilitas dan kematian di seluruh
dunia. Penderita stroke mengalami gangguan neurologi fokal yang menyebabkan
gangguan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisi pengaruh terapi
wicara terhadap kemampuan berbicara pada penderita post stroke iskemik.
Penelitian ini menggunakan desain Pre eksperimental dengan rancangan one-
Group pre-test dan post-test. Populasi penelitian ini sebanyak 32 penderita post
stroke iskemik. Besar sampel adalah 30 penderita post stroke iskemik yang dirawat
di Puskesmas Wonokromo Surabaya. Dalam penelitian variabel independen adalah
terapi wicara dan variabel dependen adalah kemampuan berbicara. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi skala komunikasi
fungsional Derby dan vidio edukasi. Analisa data ini menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi wicara
sebagian besar (60%) penderita stroke mengalami gangguan bicara sedang, setelah
diberikan terapi wicara sebagian besar (73.3%) penderita stroke mengalami
gangguan bicara ringan. Hasil uji statistic Wilcoxon menunjukkan bahwa hasil p
value (0.000) < (0.05), yang berarti bahwa ada pengaruh terapi wicara terhadap
kemampuan berbicara penderita post stroke iskemik
Terapi wicara dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada penderita post
stroke iskemik. Oleh karena itu, terapi wicara dapat menjadi salah satu intervensi
yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup penderita stroke iskemik. Selain
itu, diharapkan keluarga dapat memberikan terapi wicara pada penderita post stroke
iskemik mengenai pentingnya rehabilitas post stroke
PENGARUH TERAPI HIPNONURSING TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI POSYANDU PHYRUS BIRU DESA GADUNG KABUPATEN GRESIK
Nyeri merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia, khususnya
mereka yang menderita hipertensi. Nyeri menyebabkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga
memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk gangguan tidur, penurunan
mobilitas, serta peningkatan risiko depresi dan kecemasan. Hipnonursing diduga mampu
menurunkan nyeri dengan merileksasikan pikiran dan membuat pembuluh darah menjadi
vasodilatasi sehingga pemberian sugesti positif guna menurunkan nyeri kepala dapat dengan
mudah dilakukan dan aliran darah menjadi lancar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
pengaruh hipnoterapi terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia penderita hipertensi
Metode penelitian ini menggunakan pre-eksperimen dengan one group pre post-test
design, dan analisa data dilakukan dengan menggunakan Uji Wilocoxon Signed Rank Test.
Populasi dalam penelitian ini lansia yang mengalami nyeri hipertensi di Posyandu Lansia
Phyrus Biru Desa Gadung berjumlah 26 responden dengan total sampel sebanyak 35 lansia.
pengambilan sampel dengan simple random sampling. Variabel pada penelitian ini adalah
terapi Hipnonursing sebagai variabel independen dan penurunan skala nyeri sebagai variable
dependen. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi sebelum dan sesudah
dilakukan terapi hipnonursing. Analisa data ini menggunakan Uji Wilcoxon dengan tingkat
kemaknaan α=0.005.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi hipnonursing sebagian
besar (53,8%) responden dengan skala nyeri 4-6 (nyeri sedang). Setelah diberikan terapi
hipnonursing sebagian besar (65,4%) responden dengan skala nyeri 1-3 (nyeri ringan). Hasil
Uji Wilcoxon didapatkan signifikan dengan nilai p=0.000<α=0.005. Maka terapi hipnonursing
berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia penderita hipertensi.
Dengan melakukan terapi hipnonursing secara baik dan benar dapat menurunkan
intensitas nyeri pada lansia penderita hipertensi. oleh karena itu diharapkan responden dapat
menerapkan terapi hipnonursing agar dapat menurunkan intensitas nyeri pada lansia
HUBUNGAN PEMBERIAN COMPLEMENTARY FEEDING DENGAN STUNTING PADA ANAK USIA DI BAWAH LIMA TAHUN DI DESA WONOJATI PASURUAN
Stunting adalah kondisi balita lebih pendek dari standar tinggi World Health
Organisasion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian
complementary feeding dengan stunting pada anak usia di bawah lima tahun di Desa
Wonojati Pasuruan.
Desain penelitian menggunakan analitik korelasional. Populasinya 23
dengan sampel total sampling sebesar 23 sampel. Variabel independen adalah
pemberian complementary feeding dan variabel dependen adalah stunting.
Pengumpulan data menggubakan kuesioner complementary feeding dan microtoise
dianalisis dengan uji Rank Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian complementary feeding
berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting. Hasil Analisa data ρ =
0,000 < α = 0,05 yaitu H0 ditolak, yang artinya terdapat hubungan antara pemberian
complementary feeding dengan stunting pada anak usia di bawah lima tahun di Desa
Wonojati Pasuruan.
Pemberian complementary feeding yang kurang baik maka didapatkan
balita mengalami stunting sangat pendek. Diharapkan agar ibu lebih telaten dalam
membuat dan memberikan complementary feeding untuk balita
HUBUNGAN KEBERSIHAN MATA DENGAN KEJADIAN INFEKSI BERULANG PADA PASIEN ULKUS KORNEA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MATA MASYARAKAT JAWA TIMUR
Kejadian infeksi berulang sering ditemukan pada pasien ulkus kornea dengan
kondisi mata yang tidak bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan kebersihan mata dengan kejadian infeksi berulang pada pasien ulkus
kornea di ruang rawat inap Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.
Jenis penelitian adalah penelitian obervasional analitik dengan pendekatan
cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien ulkus kornea yang
mengalami kejadian infeksi berulang. Besar sampel penelitian diambil dengan
teknik total sampling dengan sampel sebesar 16 orang. Variabel independen adalah
kebersihan mata. Variabel independen adalah kejadian infeksi berulang.
Pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner. Analisis data
menggunakan Spearman's Rank Correlation Test dengan taraf signifikansi a
sebesar 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden memiliki kebersihan
mata yang tidak efektif dan hampir seluruhnya mengalami kejadian infeksi
berulang berat. Hasil analisis Spearman's Rank Correlation Test menunjukkan nilai
r hitung yaitu 0,639 yang lebih besar dari r tabel yaitu 0,497 dan bernilai positif
dengan nilai signifikansi 0,008 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Artinya
terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara kebersihan mata dengan
kejadian infeksi berulang.
Kebersihan mata memiliki hubungan dengan kejadian infeksi berulang. Maka
dari itu perlu adanya perhatian dari pasien dan tenaga kesehatan untuk menjaga
kebersihan mata secara efektif
HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN DUKUNGAN REKAN SEJAWAT DENGAN TINGKAT STRES PERAWAT DI IGD RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA
Beban kerja dan dukungan rekan sejawat memiliki porsi yang besar dalam
berkontribusi terhadap tingkat stress perawat di IGD. Perawat dituntut untuk lebih
professional dalam memberikan pelayanan kesehatan agar mutu layanan baik.
Dukungan dari rekan kerja yang dapat memberikan kenyamanan fisik maupun
psikis secara tidak langsung dapat mengurangi atau menurunkan kecemasan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja dan dukungan rekan
sejawat dengan tingkat stress perawat di IGD Bhakti Dharma Husada Surabaya.
Desain penelitian ini menggunnakan metode analitik dengan desain
penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat IGD
RSUD Bhakti Dharma Husada dengan jumlah sampel 35 responden. Pengambilan
sampel dengan Teknik Total Sampling. Variabel terikat dalam penelitian adalah
beban kerja dan dukungan rekan sejawat, sedangkan variable bebas dalam
penelitian ini adalah tingkat stress perawat. Selanjutnya data dianalisis
menggunnakan uji statistic Rank Spearman dengan Confident Internal (CI) <95%
dengan batas kemaknaan (α<0,05).
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 68,6 % responden merasa memiliki
beban kerja yang berat. Sebanyak 54.3 % responden merasa tidak mendapatkan
dukungan dari rekan sejawat dan 45.7 % responden mengalami stress berat. Hasil
uji statistik menunjukkan nilai p beban kerja adalah 0.03 dan nilai p pada dukungan
rekan sejawat adalah 0.013 , karena p<α maka H0 ditolak yang artinya ada
hubungan antara beban kerja dan dukungan rekan sejawat dengan tingkat stress
perawat di RSUD Bhakti Dharma Husada.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan beban kerja dan dukungan
rekan sejawat berhubungan dengan tingkat stres perawat IGD. Sehingga diharapkan
perawat di IGD RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya dapat melakukan
manajemen stress dengan baik sehingga meningkatkan kualitas pelayanan
The Convention of Regular Treatment with Sphetic Conversion During Intensive Tuberculosis Treatment
Purpose: The primary objective of this research is to investigate the relationship between medication regularity and sputum conversion following the intensive treatment phase of pulmonary tuberculosis (TB) at Banyu Urip Public Health Center in Surabaya. Recognizing the importance of sputum conversion as a key determinant of treatment success in pulmonary TB, this study aims to assess the impact of medication regularity on the achievement of sputum conversion among TB patients.
Methods: This study adopts an analytic correlation approach with a cross-sectional design. The study population comprises tuberculosis patients receiving treatment at the Public Health Center. Data collection involves simple random sampling of 51 respondents, focusing on variables related to medication regularity and sputum conversion. Questionnaires based on the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) and observation sheets are utilized as instruments. Data analysis is conducted using logistic binary regression to examine the relationship between medication regularity and sputum conversion.
Results and Discussion: Among the 51 respondents, 70.6% demonstrated regularity in treatment, with 76.5% achieving sputum conversion. The Spearman rank test analysis indicates a significant relationship between medication regularity and sputum conversion (p = 0.011; p < α = 0.05; r = 0.352). These findings suggest that adherence to medication is positively associated with successful sputum conversion following the intensive treatment phase of tuberculosis. Such results underscore the critical role of medication regularity in achieving positive treatment outcomes in TB patients.
Implications of the Research: The research outcomes hold important implications for healthcare providers and policymakers involved in tuberculosis management and control. The findings highlight the significance of promoting medication regularity among TB patients to enhance treatment efficacy and increase the likelihood of sputum conversion. It underscores the importance of providing comprehensive counseling and support services to TB patients and their families, along with engaging other relevant stakeholders, to ensure adherence to treatment protocols throughout the course of therapy.
Originality/Value: This study contributes to the existing literature by focusing on the relationship between medication regularity and sputum conversion specifically within the context of tuberculosis treatment. By employing logistic binary regression analysis and incorporating the MMAS-8 questionnaire, the research offers valuable insights into the factors influencing treatment outcomes in TB patients. The findings provide a basis for targeted interventions aimed at improving medication adherence and enhancing treatment success rates in pulmonary tuberculosis, thereby contributing to more effective tuberculosis management strategies
THE USE OF DUOLINGO GAMES TOWARD STUDENT’S ENGLISH VOCABULARY FOR JUNIOR HIGH SCHOOL
Pembelajaran bahasa Inggris bukanlah hal yang asing bagi perkembangan
bahasa di Indonesia. Pembelajaran mengacu pada dua kegiatan, yaitu belajar dan
mengajar. Banyak guru bahasa Inggris yang menggunakan media dalam proses
belajar dan mengajarnya yang dapat membuat siswa senang dan pembelajaran
menjadi menarik. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui persepsi siswa dalam
menggunakan Duolingo sebagai media pembelajaran kosakata. Dalam penelitian
ini, pengumpulan data dilakukan dengan instrumen lembar observasi untuk
mengamati guru dan siswa di lapangan, kuesioner untuk mengetahui respon siswa,
dan dokumentasi untuk mendukung data seperti arsip dan gambar. Penelitian ini
dilakukan di MTs An-Nahdliyyah Sooko Mojokerto dengan jumlah partisipan
sebanyak 26 siswa kelas VII. Berdasarkan hasil observasi dan data kuesioner,
dimana siswa merasa mudah mempelajari kosakata bahasa Inggris dengan
menggunakan Duolingo. Selain itu, siswa merasa bahwa Duolingo merupakan
media yang menyenangkan, menarik, dan mudah digunakan daripada pembelajaran
biasa menggunakan buku. Oleh karena itu, mereka merasa senang saat belajar, yang
berarti Duolingo merupakan media yang efisien untuk pembelajaran bahasa Inggris
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS 2 UPT SD NEGERI 158 GRESIK YANG DIAJAR DENGAN MEDIA PAPAN PERANG DAN KARTU GAMBAR BERBASIS ANGKA
Pendidikan merupakan peranan yang penting dalam mempengaruhi kehidupan manusia khususnya pada jenjang tingkat pendidikan sekolah dasar. Penelitian ini memiliki tujuan membandingkan penggunaan Papan perang dan Kartu Gambar Berbasis Angka terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di UPT SD Negeri 158 Gresik. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan desain Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design, di mana kedua kelompok subjek penelitian mengikuti Pretest dan Posttest dengan melibatkan 60 siswa yang terbagi ke dalam dua kelompok. Data diperoleh melalui lembar kerja penilaian siswa berupa soal essay. Selain itu, untuk menentukan hipotesis penelitian dilakukan uji statistik parametrik, sebelum melakukan uji hipotesis yaitu melakukan uji prasyarat uji normalitas menggunakan shapiro wilk dan uji homogenitas menggunakan uji f baru menguji hipotesis dengan menggunakan uji parametrik independent sample t test untuk membandingkan hasil belajar siswa antara kelompok Papan perang dan Kartu Gambar Berbasis Angka. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa: 1) Nilai hasil belajar siswa yang menggunakan Papan perang mengalami peningkatan, dapat dilihat dari rata-rata nilai Pretest sebesar 88,4 dan nilai Posttest sebesar 93,36. 2) Nilai hasil belajar siswa yang menggunakan Kartu Gambar Berbasis Angka mengalami peningkatan juga, hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai Pretest sebesar 88,13 dan nilai Posttest sebesar 94,0. 3) Perbandingan kedua kelompok nilai ratarata Posttest Papan perang sebesar 93,36 dan Kartu Gambar Berbasis Angka sebesar 94,0, dalam hal ini dapat dikatakan tidak ada perbedaan pada hasil belajar kedua kelompok tersebut dan dikuatkan dengan hasil perhitungan SPSS yang menunjukkan nilai sebesar 0.474 > 0.05. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok yang diamati