Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR RISIKO STUNTING BERDASARKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN PENGETAHUAN IBU BALITA DI DESA GOLOKAN KECAMATAN SIDAYU KABUPATEN GRESIK
Stunting masih menjadi permasalahan pada bayi dan balita di Indonesia.
Kasus balita Stunting di Desa Golokan cukup tinggi dibanding desa lain di
Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Banyak faktor yang memengaruhi
terjadinya stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko
pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan ibu balita terhadap kejadian Stunting di
Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, menggunakan metode
analisis observasional dengan desain case control. Pengambilan data dengan
kuosioner pada dua kelompok uji yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol.
Analisis yang digunakan dengan menghitung Odds Ratio. Populasi dalam
penelitian ini adalah balita stunting usia 6-59 bulan di Desa Golokan Kecamatan
Sidayu Kabupaten Gresik. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan
metode total sampling yaitu 30 responden sebagai kelompok kasus dan 30
responden sebagai kelompok kontrol.
Hasil analisis didapatkan bahwa Pengetahuan Ibu berhubungan dengan
kejadian Stunting pada balita (p<0,05) dan hasil perhitungan ORnya 0,034. Namun
analisis pada variabel ASI eksklusif menunjukkan bahwa ASI Eksklusif tidak
memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian Stunting pada balita (p>0,05).
Kesimpulan: Pemberian ASI Eksklusif bukan merupakan faktor risiko terjadinya
stunting di Desa Golokan. Sedangkan Pengetahuan Ibu Balita merupakan faktor
protektif sehingga dapat mengurangi risiko 0,034 kali terhadap kejadian stunting,
tetapi tidak bermakna secara statistik
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, CITRA PERUSAHAAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (STUDI PADA KONSUMEN GOJEK PENGGUNA LAYANAN GORIDE DI SURABAYA)
Perkembangan transportasi mengalami peningkatan yang cukup pesat, terutama
pada sektor ojek online. Dengan adanya ojek online ini memudahkan para customer
untuk berpergian disaat mereka malas menggunakan kendaraan pribadi. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Kualitas Pelayanan (KPEL), Citra
Perusahaan (CP), dan Kepercayaan (K), pada Kepuasan Pelanggan (KP). Metode
yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan menyebar
kuesioner secara online dan mengolah data menggunakan Smart PLS. Teknik
pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling dengan total 190
responden yang digunakan pada penelitian ini dengan kriteria responden tertentu
yang dapat mengisi kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
Kualitas Pelayanan, Citra Perusahaan, dan Kepercayaan berpengaruh positif
terhadap Kepuasan Pelanggan
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANEMIA DAN POLA MAKAN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOWEL PAMEKASAN MADURA
Salah satu masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi. Anemia dengan kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal <11 gr/dl. Penyebab mendasar rendahnya anemia seperti kurangnya pengetahuan dan pola makan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan anemia dan pola makan dengan kadar hemoglobin ibu hamil di Puskesmas Kowel Pamekasan Madura. Metode penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 93 ibu hamil, sampel yaitu sebagian ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Kowel Pamekasan sejumlah 40 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Instrument penelitian yaitu kuisioner dan form FFQ. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir setengah 19 responden (47,5%) memiliki tingkat pengetahuan anemia kurang, hampir setengah 17 responden (42,5%) memiliki pola makan yang jarang dan sebagian besar (57,5%) responden kadar hemoglobin dalam kategori normal. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan anemia dengan kadar Hemoglobin (P-Value = 0,001, Phi = 0,603) dan ada hubungan pola makan dengan kadar Hemoglobin (P-Value = 0,003, Phi = 0,535). Simpulan pada penelitian ini yaitu ada hubungan tingkat pengetahuan anemia dan pola makan dengan kadar hemoglobin ibu hamil, dengan tingkat hubungan yang kuat. Diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan gaya hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan yang sehat dan mengurangi makanan yang siap saji, serta rutin mengecek kesehatan agar tahu kondisinya
ANALISIS PERBEDAAN EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI DAN NUTRITION BINGO TERHADAP PENGETAHUAN SAYUR BUAH SERTA KONSUMSI SAYUR DAN BUAH (STUDI DI SDN KEBRAON 2 SURABAYA)
Rendahnya tingkat konsumsi sayur dan buah dapat dipengaruhi oleh
pengetahuan yang kurang. Pemberian edukasi dapat dilakukan untuk meningkatkan
pengetahuan yang kemudian dapat mempengaruhi tingkat konsumsi sayur dan buah
pada anak. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
pengetahuan serta tingkat konsumsi sayur dan buah dengan dilakukannya edukasi
dengan media monopoli dan nutrition bingo. Tujuan penelitian ini untuk
menganlisis perbedaan edukasi gizi dengan media permainan monopoli dan
nutrition bingo terhadap pengetahuan dan tingkat konsumsi sayur dan buah di SDN
Kebraon 2 Surabaya.
Jenis penelitian yang digunakan Quasi Experiment dengan menggunakan
desain two group pre-test post-test design. Sampel yang digunakan 68 responden
kelas 4 di SDN Kebaraon 2 Surabaya. Pengumpulan data asupan sayur buah
menggunakan Recall selama 2x24 jam, sedangkan data pengetahuan menggunakan
kuisioner terkait sayur dan buah. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon,
Mann Whitney U, dan Independet Sample T-Test.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap
pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi pada permainan monopoli
maupun nutrition bingo dengan nilai (p-value 0,000). Sedangkan pada tingkat
konsumsi sayur dan buah sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi terdapat
perbedaan dengan nilai (p-value 0,001). Namun, tidak terdapat perbedaan yang
signifikan pada pengetahuan sayur buah dengan nilai (p-value 0,056) dan tingkat
konsumsi sayur dan buah dengan nilai (p-value 0,794) antara kelompok sesudah
diberikan edukasi gizi dengan menggunakan media monopoli dan nutrition bingo
ANALISIS KADAR SAPONIN, FLAVONOID DAN ALKALOID PADA KUE NASTAR DENGAN SUBSITUSI TEPUNG DAUN BINAHONG
Diabates mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan
tingginya kadar gula darah melebihi nilai normal yang berhubungan dengan
abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh
pancreas tidak mampu memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat merespon
insulin yang diproduksi secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain
dengan cara membuat produk nastar dengan subsitusi tepung daun binahong yang
dapat menjadi pengganti snack untuk penderita diabates. Tujuan penelitian ini
untuk menganalisis produk kue nastar dengan subsitusi tepung daun binahong
terhadapa kadar saponin, flavonoid dan alkaloid.
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain penelitian
yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari
4 formulasi kue nastar dengan perbandingan F1 0%:0%, F2 80%;20%, F3 70%:30%
dan F4 50%:50%. Desain penelitian ini dilakukan di laboratorium balai penelitian
dan konsultasi industri di Jl. Ketintang Baru XVII No.14 Surabaya Jawa Timur. Uji
kadar saponin menggunakan metode Spectrofotometer UV-VIS, kadar flavonoid
menggunakan metode Spectrofotometer UV-VIS dan kadar alkaloid menggunakan
metode Spectrofotometer UV-VIS. Analisis data menggunakan One Way Anova
jika, ada perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan menggunakan uji Ducan.
Pada penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap formulasi
terhadap kadar saponin, flavonoid dan alkaloid. Nilai kadar saponin tertinggi
didapatkan pada formulasi F4 yaitu 5,32 mg/100g, nilai kadar flavonoid tertinggi
didapatkan pada formulasi F4 yaitu 2,60 mg/100g dan nilai kadar alkaloid tertinggi
pada formulasi F4 yaitu 1,90 mg/100g.Kesimpulan dari penelitain ini yaitu terdapat
perbedaan yang signifikan kadar saponin, flavonoid dan alkaloid pada kue nastar
dengan subsitusi tepung daun binahong. Saran perlu adanya penelitian mengenai
kue nastar dengan subsitusi tepung daun binahong dengan penambahan bahan
makanan atau dengan menguji Analisa kadar energi, protein, lemak dan karbohidrat
pada kue nastar dengan subsitusi tepung daun binahong
DAMPAK KINERJA KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI MODERASI (STUDI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2018-2022)
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah konsep di mana perusahaan memperhatikan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dari operasional bisnis mereka. Corporate Social Responsibility mencerminkan komitmen perusahaan untuk berperan serta dalam pembangunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap semua pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, pemegang saham, dan masyarakat luas.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi penelitian ini adalah perusahaan pertambangan dan energy yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2018-2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 12 perusahaan atau 60 sampel. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, MRA dan uji hipotesis menggunakan Statistic Package For Social Science (SPSS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, begitu pula dengan ROE yang juga berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, size tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Selanjutnya, CSR terbukti memoderasi pengaruh ROA terhadap nilai perusahaan, serta memoderasi pengaruh ROE terhadap nilai perusahaan. Namun, CSR tidak mampu memoderasi pengaruh size terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya CSR dalam memperkuat hubungan antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan, sementara size tidak dimoderasi oleh CSR dalam hubungannya dengan nilai perusahaan
HUBUNGAN PEMAHAMAN LABEL GIZI DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN KONSUMSI PANGAN KEMASAN TINGGI GULA PADA SISWA/I SMAN 1 GEDANGAN SIDOARJO
Label gizi pada kemasan produk pangan bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan pemahaman konsumen dalam menginterpretasikan nilai gizi.
Label informasi gizi memberikan dampak yang baik pada pemilihan pangan
kemasan yang akan dikonsumsi. Pemahaman yang baik terkait label informasi gizi
sangat penting sebelum melakukan pembelian dan mengonsumsi pangan kemasan
tinggi gula. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pemahaman label
gizi dengan keputusan pembelian dan konsumsi pangan kemasan tinggi gula pada
siswa/i SMAN 1 Gedangan Sidoarjo.
Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain
penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu siswa/i SMAN 1
Gedangan Sidoarjo sebanyak 101 responden. Cara pengambilan sampel
menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data pemahaman
label gizi menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan terkait klaim dan label
gizi pada kemasan pangan, keputusan pembelian menggunakan kuesioner yang
berisi pernyataan terkait alasan membeli produk pangan kemasan sedangkan data
konsumsi menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency
Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis menggunakan uji statistik Spearman dengan p
value 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pemahaman
label gizi dengan keputusan pembelian (p-value = 0,532). Tidak terdapat hubungan
antara pemahaman label gizi dengan konsumsi (p-value = 0,651). Berdasarkan hasil
penelitian, diperlukan penyuluhan atau sosialisasi terkait pengetahuan gizi terutama
pada label informasi gizi, agar pengetahuan siswa/i meningkat mengenai label
informasi gizi
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN DAN FOSFOR PADA SNACK BAR TEPUNG PISANG AMBON DAN TEPUNG KACANG HIJAU UNTUK MENCEGAH ANEMIA
Kekurangan protein menghambat penyerapan zat besi, sehingga
menyebabkan anemia. Selain zat besi, fosfor juga penting untuk mencegah
anemia, karena berperan dalam pengembangan sel otot dan sel darah merah..
Snack bar memiliki keunggulan seperti memiliki bentuk yang praktis dan dapat
dikonsumsi oleh siapapun, serta memiliki masa simpan yang relatif lama dan
dikenal kaya akan kandungan gizi. Salah satu bahan snack bar yang dapat
digunakan adalah tepung pisang ambon dan tepung kacang hijau, dimana pisang
ambon dan kacang hijau memiliki kandungan protein dan fosfor yang cukup
tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kandungan protein
dan fosfor dengan formulasi 0:0, 60:40, 70:30, dan 80:20 pada snack bar tepung
pisang ambon dan tepung kacang hijau.
Jenis penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Analisis data statistik kandungan protein dan fosfor menggunakan Kruskal Wallis
dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Pairwise Comparason. Rata-rata kandungan
protein K sebesar 7,05%, F1 sebesar 12,12%, F2 sebesar 13,63%, dan F3 sebesar
14,01%. Rata-rata kandungan fosfor K sebesar 31,04 mg, F1 sebesar 58,74 mg, F2
sebesar 61,58 mg, dan F3 sebesar 63,34 mg. Hasil analisis kandungan protein
menunjukan adanya perbedaan signifikan dengan p-value 0,003 yang dimana pvalue <0,05. Sedangkan pada hasil analisis kandungan fosfor menunjukan adanya
perbedaan signifikan dengan p-value 0,006 yang dimana p-value <0,05. Terdapat
perbedaan signifikan pada kandungan protein di setiap formulasi pada snack bar
tepung pisang ambon dan tepung kacang hijau. Terdapat perbedaan signifikan
pada kandungan fosfor di setiap formulasi pada snack bar tepung pisang ambon
dan tepung kacang hijau
GAMBARAN STATUS GIZI BALITA BERDASARKAN LINGKAR LENGAN ATAS (LiLA) DI PUSKESMAS KALIANGET KABUPATEN SUMENEP
Status Gizi untuk mengukur Lingkar Lengan Atas (LiLA) pada balita
menggunakan alat ukur Metode yang sederhana, murah, dan efektif. Kemudian untuk
mendeteksi kekurangan gizi, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi balita di Puskesmas
Kalianget, Kabupaten Sumenep, berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas
(LiLA). Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan anak,
dan pengukuran LiLA adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk menilai
status gizi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yang berfokus pada penjelasan
karakteristik masalah secara akurat. Data Balita sejumlah 2398 dan yang menjadi
responden dalam penelitian ini sebanyak 53 balita. Aspek yang dikaji meliputi
pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, jenis kelamin balita, dan status gizi balita yang
diukur menggunakan LiLA. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk
menentukan distribusi frekuensi dari variabel-variabel yang diteliti.
Analisis data menunjukkan bahwa mayoritas ibu dari balita di Puskesmas
Kalianget memiliki pendidikan terakhir di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)
dengan proporsi sebesar 54,7%. Selain itu, 58,5% orang tua dari balita bekerja,
sementara 41,5% tidak bekerja. Dari segi jenis kelamin, balita perempuan lebih
dominan dengan persentase 54,7% dibandingkan balita laki-laki yang sebesar 45,3%.
Pengukuran LiLA menunjukkan bahwa mayoritas balita, yaitu 54,7%, berada dalam
kategori gizi baik. Namun, terdapat 35,8% balita dengan status gizi kurang dan 9,4%
termasuk dalam kategori gizi buruk
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN PROTEIN DAN TINGKAT KONSUMSI PROTEIN PADA ANAK KELAS 4 DI SDN KEBRAON 2 SURABAYA DENGAN EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA MONOPOLY DAN NUTRITION BINGO
Nutrisi anak usia sekolah (5-14 tahun) sering kali tidak memadai,
menyebabkan beberapa masalah gizi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya
informasi dan pengetahuan tentang nutrisi. Monopoly dan nutrition bingo adalah
media yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan konsumsi protein
anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan
dan konsumsi protein pada anak kelas 4 di SDN Kebraon 2 Surabaya setelah
diberikan edukasi gizi menggunakan media Monopoly dan nutrition bingo.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi
Eksperimental dan rancangan Two-Group Pre-Post Test. Sampel penelitian
sebanyak 68 siswa dengan total sampling. Penelitian berlangsung selama 2
minggu dengan 4 kali intervensi. Variabel bebas adalah media Monopoly dan
Nutrition Bingo, sedangkan variabel terikat adalah tingkat pengetahuan dan
konsumsi protein. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan recall 2x24
jam. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank, Mann
Whitney U, dan Independent Sample T Test, dengan hipotesis diterima jika pvalue <0,05.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan sebelum dan
sesudah edukasi gizi menggunakan media Monopoly dan nutrition bingo terhadap
tingkat pengetahuan (p-value 0,000) dan konsumsi protein (p-value 0,000) pada
anak kelas 4 di SDN Kebraon 2 Surabaya. Namun, tidak ada perbedaan signifikan
dalam perubahan pengetahuan (p-value 0,871) dan konsumsi protein (p-value
0,380) antara kelompok yang menggunakan Monopoly dan nutrition bingo