Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN NIGHT EATING SYNDROME DENGAN KEJADIAN PRA-SINDROM METABOLIK PADA MAHASISWA DI KECAMATAN WONOCOLO SURABAYA
Prevalensi penyakit tidak menular terkait sindrom metabolik seperti diabetes
melitus (DM) dan hipertensi di Indonesia semakin meningkat. Mahasiswa sebagai
kelompok usia dewasa muda merupakan periode yang rentan mengalami stres.
Saat kondisi stres, umumnya perilaku makan akan mengalami peningkatan
sehingga berkontribusi terhadap obesitas atau kelebihan berat badan. Selain itu,
mahasiswa umumnya memiliki aktivitas yang padat sehingga seringkali
menyebabkan tidur larut malam yang dapat meningkatkan risiko mengonsumsi
makanan lebih banyak pada malam hari. Kebiasaan makan di malam hari dapat
memungkinkan terjadinya night eating syndrome. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis hubungan tingkat stres dan night eating syndrome dengan kejadian
pra-sindrom metabolik.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Sampel yang
digunakan sebesar 123 responden. Pengambilan data tingkat stres menggunakan
kuesioner Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), night eating syndrome
menggunakan kuesioner Night Eating Questionnaire (NEQ), pra-sindrom
metabolik menggunakan metline untuk pengukuran lingkar pinggang dan
sphygmomanometer digital untuk pengukuran tekanan darah. Analisis data yang
digunakan yaitu uji korelasi Rank Spearman.
Hasil menunjukkan mayoritas tingkat stress responden tergolong dalam
tingkat stres sedang (77,2%), mayoritas responden tidak mengalami night eating
syndrome (60,2%), dan mayoritas responden non pra-sindrom metabolik (50,4%).
Berdasarkan uji hubungan tingkat stres dengan kejadian pra-sindrom metabolik
didapatkan p-value 0,003, serta night eating syndrome dengan kejadian prasindrom metabolik didapatkan p-value 0,036. Kesimpulan penelitian ini yaitu
terdapat hubungan signifikan tingkat stres dan night eating syndrome dengan
kejadian pra-sindrom metabolik pada mahasiswa di Kecamatan Wonocolo
Surabaya
ANALISIS KEBUTUHAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) SESUAI POTENSI BAHAYA DI AREA MILL PT. ISM TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA
Penggunaan APD pada area produksi (mill) PT. ISM Tbk. Bogasari Flour Mills Surabaya hingga saat ini memang masih belum dilakukan identifikasi terkait spesifikasi kebutuahn APD yang diperlukan pekerja. Hal ini menciptakan situasi dimana perusahaan kesulitan menilai keefektifan APD yang digunakan, yang mana dapat menjadi pemicu meningkatkan risiko cedera dan PAK. Permasalahan ini menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman, sehingga sulit diawasi dan dievaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan APD sesuai potensi bahaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling pada 3 informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam untuk menggali data primer serta studi dokumentasi dan literatur review untuk menggali data sekunder. Analisis data yang disajikan bersifat naratif. Hasil penelitian menunjukkan potensi bahaya pada area mill meliputi bahaya terjatuh, terpapar debu, terpapar bising, terpeleset, mata kemasukan debu, tangan lecet dan tergores, serta kepala terbentur. Hasil identifikasi APD yang digunakan pekerja bervariasi jenis, merek, dan materialnya. Bahan, komponen perlindungan, fitur keselamatan yang digunakan menyesuaikan bawaaan produk. Serta pembersihan dan penyimpanan ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai. Sehingga memerlukan APD safety helmet, safety goggles, earplug, earmuff, respirator, cut puncture resistant gloves, safety shoes, body harness. Kesimpulan dari penelitian ini bahwasanya kebutuhan APD yang sesuai dengan potensi bahaya diperlukan secara detail dan spesifik agar APD yang digunakan efektif dan optimal untuk melindungi dari risiko cidera. Rekomendasi kebutuhan APD meliputi kesesuaian tipe, kelas, masa pakai, komponen perlindungan dan fitur keselatan tambahan yang diperlukan, perawatan serta pemeliharaan yang tepat
GAMBARAN PERILAKU TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) DENGAN KEJADIAN NEAR MISS PADA PEKERJA DIVISI PRODUKSI PT BHIRAWA STEEL
PT Bhirawa Steel adalah salah satu PT baja atau beton tulangan besar di Indonesia dengan predikat emas dengan 166 kriteria SMK3 yang telah terlaksana. Sebanyak 32,6% dari total pekerja merupakan pekerja divisi produksi, yang memiliki beban kerja yang lebih berat dibanding divisi lain juga sehingga rentan terjadi kecelakaan. Risiko kejadian hampir celaka ataupun kecelakaan kerja pada divisi produksi ialah karena unsafe action yang berupa lalainya perilaku pekerja, ketidakpatuhan terhadap penggunaan APD, kelelahan kerja, dan ketidakpatuhan terhadap prosedur kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran perilaku tidak aman (Unsafe Action) dengan kejadian near miss pada pekerja di PT Bhirawa Steel. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang memiliki 45 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Data terkait perilaku tidak aman (unsafe action) dan nearmiss diambil dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,33% pekerja melakukan perilaku tidak aman saat bekerja. Hasil tabulasi silang Gambaran perilaku tidak aman (unsafe action) dengan kejadian near miss pekerja divisi produksi PT Bhirawa Steel menunjukkan bahwa 24,44% pekerja mengalami kejadian hampir celaka (nearmiss) dan perilaku tidak aman dengan frekuensi tinggi
HUBUNGAN MINDFUL EATING DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN PRA SINDROM METABOLIK PADA MAHASISWA DI KECAMATAN WONOCOLO SURABAYA
Mahasiswa merupakan kelompok rentan terhadap sindrom metabolik
karena pola makan tidak terkontrol dan kurangnya aktivitas fisik. Mindful Eating
dapat mengontrol pemilihan makanan yang dikonsumsi, sehingga asupan makan
yang dikonsumsi tidak berlebihan. Rendahnya aktivitas fisik juga berkontribusi
pada perubahan keseimbangan energi dan berujung pada kejadian obesitas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mindful eating dan
aktivitas fisik dengan kejadian pra sindrom metabolik pada mahasiswa di
Kecamatan Wonocolo Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah cross-sectional dengan responden yang
dilibatkan sebesar 123 mahasiswa. Pengambilan data terkait mindful eating
menggunakan kuesioner Mindful Eating Quastionnaire (MEQ), aktivitas fisik
menggunakan kueisoner Global Physical Activity Quastioonaire (GPAQ) dan
kejadian pra-sindrom metabolik menggunakan metline untuk pengukuran lingkar
pinggang dan spyghmomanometer digital untuk pengukuran tekanan darah.
Analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi Rank Spearman.
Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiiki kategori non
mindful eating sebesar 50,4%, aktivitas fisik kategori sedang sebesar 60,2% dan
non pra sindrom metabolic sebesar 50,4%. Uji statistik menunjukkan terdapat
hubungan signifikan antara mindful eating dengan kejadian pra sindrom metabolik
(p-value=0,024) dan aktivitas fisik dengan kejadian pra sindrom metabolik (p
value=0,040). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara
mindful eating dan aktivitas fisik dengan kejadian pra-sindrom metabolik pada
mahasiswa. Penelitian ini memberikan bukti bahwa mindful eating dan aktivitas
fisik dapat menjadi strategi pencegahan sindrom metabolik pada mahasiswa
PENGARUH EDUKASI GIZI DENGAN MEDIA KARTU KUARTET TERHADAP KERAGAMAN PANGAN PADA SISWA KELAS 5 SDN KETABANG I SURABAYA
Keragaman pangan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan seseorang. Tingkat
pengetahuan dapat memengaruhi perubahan sikap dan perilaku seseorang dalam
pemilihan makan. Apabila pemilihan makan kurang bervariasi dan beragam akan
berisiko kekurangan asupan zat gizi pada anak sekolah, kemudian berdampak buruk
bagi kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, upaya
yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan tingkat keragaman pangan
dengan dilakukan edukasi dengan media kartu kuartet. Tujuan penelitian adalah
untuk mengetahui perbedaan keragaman pangan sebelum dan sesudah pemberian
edukasi menggunakan media kartu kuartet pada siswa kelas 5 SDN Ketabang I
Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah Pre Eksperimental Design dengan metode one
group pre-post test design. Sampel yang digunakan yaitu 53 siswa diambil secara
purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Metode
pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara asupan makan food recall
2x24 jam selama 2 kali, kemudian dimasukkan ke dalam formulir IDDS untuk
mengetahui keragaman pangan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki keragaman
pangan kategori rendah, setelah dilakukan intervensi siswa yang memiliki
keragaman pangan kategori rendah mengalami penurunan. Hasil uji statistik
menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keragaman pangan pre dan post
test dengan nilai (p= 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar siswa
kelas 5 sebelum diberikan edukasi gizi yang memiliki keragaman pangan dengan
kategori rendah yaitu 24 (45,3%). Sebagian besar siswa kelas 5 sesudah diberikan
edukasi gizi yang memiliki keragaman pangan dengan kategori rendah yaitu 14
(26,4%). Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian
edukasi menggunakan media kartu kuartet
MODIFIKASI WAKTU INKUBASI CTAB DALAM ISOLASI DNA STAPHYLOCOCCUS AUREUS
DNA adalah komponen penting dalam organisme yang mengatur aktivitas biologis.
Analisis DNA dimulai dengan mengisolasi DNA murni dan berkonsentrasi tinggi,
sering menggunakan metode CTAB untuk mengisolasi DNA dari bakteri. Kualitas
DNA dipengaruhi oleh waktu dan suhu inkubasi serta kemurniannya. Waktu
inkubasi yang tepat dapat mengoptimalkan degradasi protein pada dinding sel dan
memaksimalkan keluarnya DNA dari sel. Kemurnian DNA yang baik jika nilai
rasio absorbansi 260/280 adalah 1,8-2,0. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan konsentrasi tertinggi dan kualitas DNA dengan memodifikasi waktu
inkubasi CTAB menggunakan DNA Staphylococcus aureus. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan jenis dalam penelitian eksperimental.
Hasil rata-rata kemurnian DNA yang diperoleh dari perlakuan inkubasi selama 10
menit adalah 1.89, untuk inkubasi 20 menit adalah 1.46, dan untuk inkubasi 30
menit adalah 1.23. Hasil rata-rata konsentrasi DNA yang diperoleh dari perlakuan
inkubasi selama 10 menit adalah 153 ng/µl, untuk inkubasi 20 menit adalah 78.2
ng/µl, dan untuk inkubasi 30 menit adalah 26 ng/µl. Hasil elektroforesis pada waktu
inkubasi 10 menit terlihat pita DNA dengan jelas, waktu inkubasi 20 menit pita
DNA terlihat samar-samar, dan waktu inkubasi 30 menit tidak terlihat pita DNA.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova. Hasil uji hipotesis
menunjukkan bahwa nilai sig 0,000 < α (0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima
yaitu modifikasi waktu inkubasi CTAB dalam isolasi DNA Staphylococcus aureus
memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas dan kuantitas hasil isolasi DNA.
Maka dilanjutkan uji Post Hoc. Berdasarkan hasil yang diperoleh perlakuan waktu
inkubasi 10 menit merupakan waktu inkubasi optimal dalam proses isolasi DNA
Staphylococcus aureus menggunakan metode CTAB
UJI TOKSISITAS SUB AKUT CAMPURAN EKSTRAK BIDARA ARAB DAN SAGA POHON TERHADAP KADAR SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSMINASE PADA TIKUS
Penggunaan obat tradisional semakin banyak digunakan oleh masyarakat
diantaranya daun bidara arab dan saga pohon. Namun data ini belum ditunjang
dengan tersedianya data keamanan penggunaan kombinasi ekstrak tersebut
terhadap organ hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas sub
akut pada campuran ekstrak bidara arab dan saga pohon terhadap kadar SGPT
tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian yang digunakan dengan metode
eksperimental dalam jenis rancang penelitian postest only control group design
terdiri atas 30 ekor tikus, dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok
terdiri dari 6 ekor tikus (3 jantan & 3 betina), kelompok 1 (kontrol negatif) tanpa
diberi perlakuan, kelompok 2 (kontrol pembawa) diberi larutan Na CMC 1%,
kelompok 3 diberi campuran ekstrak bidara arab dan saga pohon 4000mg/KgBB,
kelompok 4 diberi campuran ekstrak 8000 mg/kgBB, kelompok 5 diberi
campuran ekstrak 10.000mg/kgBB secara oral selama 21, keadaan tikus diamati
setiap 24 jam sekali, pada hari ke-22 dilakukan pengambilan darah dan
pembedahan untuk diambil darahnya. Sampel darah kemudian dicentrifus diambil
serumnya dan diukur kadar SGPT menggunakan semi auto chemistry analyzer
(fotometer). Analisis data menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis didapatkan
Hasil0, 149 berarti menunjukkan bahwa keadaan tikus tidak mengalami
perubahan yang signifikan dan pada pemberian ekstarak campuran bidara arab
dan saga pohon terhadap pemeriksaan kadar SGPT pada tikus tidak memberikan
pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa pemberian campuran
ekstrak bidara arab dan saga pohon pada dosis 4000mg/kgBB, 8000mg/kgBB,
10.000mg/kgBB aman digunakan pada tikus putih (Rattus norvegicus) dan tidak
menimbulkan efek samping terhadap hati
BELANJA DI FACEBOOK: TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM), FAKTOR SOSIAL, NILAI HEDONIK, DAN NIAT PEMBELIAN
Perkembangan media sosial di Indonesia telah menghasilkan berbagai platform,
termasuk fitur-fitur bisnis jual beli yang semakin berkembang. Tren positif dalam
bisnis berbasis media sosial telah menciptakan persaingan yang semakin ketat di
pasar. Namun, di tengah potensi ini, perusahaan seringkali dihadapkan pada
hambatan eksistensi, terutama terkait dengan niat pembelian pengguna. Pengguna
saat ini memiliki tuntutan yang semakin kompleks, menginginkan pelayanan yang
tidak hanya memberikan manfaat fungsional tetapi juga pengalaman yang
memuaskan secara emosional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perceived usefulness,
perceived ease of use, social influence, peer influence, nilai hedonik, dan attitude
terhadap niat pembelian dalam konteks Facebook commerce. Metode penelitian
yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling. Kuesioner penelitian disebarkan secara online
melalui platform Google form kepada 335 responden selama 5 bulan. Analisis data
dilakukan menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian
menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara perceived usefulness dan
nilai hedonik terhadap attitude, serta antara attitude dengan niat pembelian. Namun,
perceived ease of use, social influence, dan peer influence tidak memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap attitude dalam konteks Facebook commerce
PENGARUH KOMPETENSI GURU, KOMITMEN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU (STUDI KASUS PADA YAYASAN PONDOK PESANTREN JATI AGUNG AL-QODIRY)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pengaruh kompetensi guru,
komitmen kerja dan lingkungan kerja terhjadap kinerja guru Yayasan Pondok Pesantren
Jati Agung Al-Qodiry. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari
penyebaran kuisioner. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel yang
dipakai pada penelitian ini adalah 32 karyawan guru Yayasan Pondok Pesantren Jati Agung
Al-qodiry, yang telah memenuhi kriteria yang dipakai dalam penelitian. Penelitian ini
menggunakan teknik sampling jenuh dan teknik analisi data pada penelitian ini
menggunakan program aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian uji parsial (T )
menunjukkan bahwa variabel kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja guru, variabel komitmen kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja guru, dan variabel
lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Sedangkan
berdasarkan hasil uji secara simultan (Y) menunjukkan bahwa kompetensi, komitmen kerja,
dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru yayaan
pondok pesantren jati agung al-qodiry
IDENTIFIKASI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DAN PENILAIAN ERGONOMI PADA PEKERJAAN MENGANGKAT BALOKAN SIKU BEKISTING (STUDI KASUS DI PT MUTIARA KAHAL CIKARANG)
PT Mutiara Kahal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa
konstruksi sipil dan bangunan gedung. Salah satu aktivitas berisiko di PT Mutiara
Kahal adalah pekerjaan mengangkat balokan siku bekisting. survey awak
menunjukkan beberapa pekerja mengeluhkan rasa nyeri pada bagian punggung,
pinggang dan tangan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi keluhan MSDs dan mengestimasi nilai fisik proses bekisiting pada
pekerja di PT Mutiara Kahal.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan
observasional. Sasaran penelitian ini adalah pekerja bekisting di PT Mutiara Kahal
sebanyak 7 orang sebagai sampel. Pengumpulan data berupa karakteristik individu
dan keluhan MSDs menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM). Sedangkan
untuk single task mengestimasi nilai fisik pekerjaan menggunakan NIOSH Lifting
Equation dengan metode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebanyak 57% pekerja memiliki tingkat risiko MSDs dengan kategori tinggi dan
43% dengan kategori sedang. Berat beban dapat direkomendasikan berdasarkan
perhitungan Recommended Weight Limit (RWL) berkisar 4,77 kg sampai 11,10 kg.
Hasil penilaian fisik menggunakan Lifting Index sebelum perbaikan menunjukkan
LI > 1 baik posisi awal (origin) dan posisi tujuan (destination). Hal ini berarti
penilaian fisik dari aktivitas bekisting memiliki risiko cedera.
Rekomendasi desain stasiun kerja sikap kerja berdiri yaitu rolling conveyor
flexible dengan ketinggian V origin 94 cm dengan nilai menjadi 0,93. AM 15˚
dengan faktor pengali 0,97, FM dengan durasi pengangkatan yang kurang dari 1
jam dengan faktor pengali 0,97. Hal tersebut dapat memberikan penurunan nilai LI
keseluruhan pekerja menjadi LI < 1 adanya perhitungan setelah perbaikan maka
dapat dikategorikan aman atau tidak ada risiko cedera