Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENDAMPINGAN IBU NIFAS DI PUSKESMAS WARU SIDOARJO
Salah satu peran suami dalam keluarga yaitu menjaga kesehatan istri setelah
melahirkan dengan cara memberikan perhatian serta mendampingi selama masa
nifas. Beberapa masalah yang terjadi bila ibu nifas tidak mendapatkan
pendampingan yaitu rendahnya pemberian ASI Eksklusif, banyaknya ibu nifas
mengalami depresi postpartum, dan rendahnya kunjungan kontrol nifas ke
pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan
dukungan keluarga dengan pendampingan ibu nifas.
Jenis penelitian ini bersifat analytic correlational dengan pendekatan cross
sectional. Populasinya adalah semua ibu nifas di Puskesmas Waru bulan Desember
berjumlah 168 orang dan jumlah sampel sebesar 118 responden. Pengambilan
sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling.
Variabel independen penelitian ini adalah dukungan keluarga dan variabel
dependen penelitian ini adalah pendampingan ibu nifas. Pengumpulan data
menggunakan kuisioner dan diuji korelasi chi square dengan nilai kemaknaan
<0,05.
Hasil dari penelitian ini menunjukan 118 reponden, sebanyak (76.3%)
mendapatkan dukungan keluarga yang sangat tinggi dan hamper seluruh ibu nifas
mendapatkan pendampingan dari keluarga. Hasil uji chi square nilai p-value =
0,005 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan keluarga yang memiliki
indikator dukungan informasional, dukungan instrumental, dukungan penilaian dan
penghargaan, serta dukungan emosional memiliki peran penting bagi ibu nifas.
Selain itu, pendampingan dari keluarga juga dibutuhkan oleh ibu selama menjalani
masa nifas. Sehingga, diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan serta
mendampingi ibu selama menjalani masa nifas
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN FIDDA ROYANI, S.Keb.Bd SURABAYA
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi
paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun capaian ASI
eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Surabaya pada tahun 2024 masih tergolong
rendah yaitu 28,98%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif di Bidan Praktek Mandiri Fidda
Royani, S.Keb.Bd Surabaya.
Desain penelitian ini adalah kuantitatif Analitik observasional dengan
pendekatan cross-sectional. Populasi ibu yang memiliki bayi usia antara 7-12 bulan
sebanyak 30 responden dengan sampel sebesar 30 responden. Pengambilan sampel
menggunakan probability sampling dengan total sampling. Variabel independen
dukungan suami dan dependen pemberian ASI eksklusif. Instrumen kuesioner
dukungan suami dan ASI eksklusif. Analisis data menggunakan uji Chi-Square
dengan kemaknaan a = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebagian besar
(56,7%) tidak mendapat dukungan suami, dan sebagian besar (70%) tidak
memberikan ASI eksklusif. Dari hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai
kemaknaan α = 0,05 didapatkan p = 0,013 yang berarti p < α maka H0 ditolak yang
berarti ada Hubungan Dukungan Suami dengan Pemberian ASI Eksklusif di
Praktek Mandiri Bidan Fidda Royani, S.Keb. Bd Surabaya.
Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan dukungan suami dengan
pemberian ASI Eksklusif di Bidan Praktek Mandiri Fidda Royani, S.Keb.Bd
Surabaya. Oleh karena itu diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memberikan
informasi dan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya ASI Eksklusif
PENGARUH PSIKOEDUKASI LAKTASI BERBASIS WEB TERHADAP SELF EFFICACY IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI DI PUSKESMAS SIDOTOPO WETAN SURABAYA
Self Efficacy menyusui merupakan keyakinan diri seorang ibu nifas pada
kemampuan untuk menyusui atau memberikan ASI pada bayinya, namun
penyesuaian ini kemungkinan ada yang berhasil juga ada yang tidak berhasil.
Cakupan ASI di Puskesmas Sidotopo Wetan adalah 48,69%. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi laktasi berbasis web terhadap self efficacy
ibu nifas dalam pemberian ASI.
Desain Penelitian menggunakan one group pra-posttest design dengan
pendekatan Quasi Experimen, populasi ibu nifas sebesar 168 orang, besar sampel
99 responden dengan tehnik Accidental Sampling, variabel indenpenden
psikoedukasi laktasi dan dependen self efficacy ibu nifas dalam pemberian ASI.
Instrumen yang digunakan web psikoedukasi laktasi,lembar observasi, dan
kuesioner Breastfeeding self efficacy scale short form. Analisis data menggunakan uji
Wilcoxon Sign Rank dengan derajat kemaknaan α = 0.05.
Hasil penelitian menunjukkan dari 99 responden sebelum diberikan
psikoedukasi laktasi sebagian besar (69.7%) self efficacy sedang, dan setelah
diberikan psikoedukasi laktasi hampir seluruhnya (93.9%) self efficacy tinggi, dari
hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0.001 yang mana 0.001< 0.05, maka H1
diterima berarti ada pengaruh psikoedukasi laktasi berbasis web terhadap self
efficacy ibu nifas dalam pemberian ASI.
Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh psikoedukasi laktasi terhadap
self efficacy pada ibu nifas dalam pemberian ASI. Oleh karena itu diharapkan
seorang bidan dapat memberikan edukasi dengan web psikoedukasi laktasi sebagai
informasi dan media
HUBUNGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI POSYANDU PESONA WONOKOYO MALANG
Permasalahan gizi pada balita masih menjadi masalah yang dialami
masyarakat Indonesia. Ada banyak faktor yang mempengaruhi status gizi balita,
salah satunya kunjungan Posyandu. Ibu yang tidak rutin mengunjungi Posyandu
mengakibatkan status gizi anak tidak terpantau dengan baik. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan kunjungan posyandu dengan
status gizi pada balita.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional,
dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi penelitian sebesar 70 balita
dengan besar sampel 60 balita dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel
independen adalah kepatuhan kunjungan posyandu, variabel dependen adalah
status gizi balita yang dipecah menjadi 4 kategori. Instrumen yang digunakan
adalah buku hasil penimbangan Posyandu Pesona dan buku data RW. Analisa data
yang digunakan yaitu uji Fisher Exact Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (66,7%)
patuh melakukan kunjungan Posyandu dan sebagian besar responden (65,0%)
memiliki gizi baik. Hasil uji statistic didapatkan 4 nilai ρ yaitu ρ=0,034, ρ=0,031,
ρ=0,004, dan ρ=0,007 sehingga nilai ρ<α (0,05) maka H1 diterima artinya ada
hubungan kepatuhan kunjungan posyandu dengan status gizi pada balita.
Kesimpulannya yaitu semakin patuh dalam melakukan kunjungan
Posyandu maka semakin baik status gizi Balita. Diharapkan kader posyandu
meningkatkan upaya memotivasi ibu-ibu balita untuk melakukan kunjungan
posyandu supaya status gizi balita terpantau dengan baik
HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN MAKANAN DENGAN STATUS GIZI IBU MENYUSUI DI DESA TAGUNGGUH TANJUNG BUMI
Masalah gizi di Indonesia umumnya masih didominasi oleh masalah
kurangnya mengonsumsi beraneka ragam makanan terutama pada ibu menyusui.
Hal tersebut menyebabkan gangguan nutrisi dan produksi air susu ibu (ASI)
menjadi kurang sehingga menimbulkan gangguan pertumbuhan bayi. Tujuan
penelitian ini adalah menganalisis hubungan keanekaragaman makanan dengan
status gizi ibu menyusui di Desa Tagungguh Tanjung Bumi Bangkalan.
Desain penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan
cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu menyusui yang
mempunyai bayi usia 0-12. Sampel diambil menggunakan simple random
sampling sebesar 53 responden. Variabel independen adalah keanekaragaman
makanan sedangkan variabel dependen adalah status gizi pada ibu menyusui.
Pengambilan data menggunakan lembar kuisioner. Hasil dianalisis menggunakan
uji Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya 49,1% responden
mengalami keanekaragaman makanan rendah dan setengahnya 50,9% responden
memiliki berat badan kurang. Hasil analisis data menggunakan uji Rank
Spearman dengan hasil p=0,000 (0,000<0,05) dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan keanekaragaman makanan dengan status gizi ibu menyusui di Desa
Tagungguh Tanjug Bumi Bangkalan.
Diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan ibu menyusui dapat lebih
memperhatikan asupan makanan yang cukup dengan cara mengonsumsi variasi
makanan yang lebih beragam, terutama buah-buahan, sayuran, telur, kacang-
kacangan, serta jenis makanan lainnya untuk meningkatkan frekuensi makanan
dalam sehari
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG NIFAS DENGAN PERAWATAN MASA NIFAS DI RUANG MAWAR RS ISLAM SURABAYA JEMURSARI
Kurangnya pengetahuan pada ibu nifas tentang perawatan pada masa nifas
bisa menyebabkan komplikasi diantaranya infeksi luka operasi atau perineum,
perdarahan, mastitis, anemia dan eklamsia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang nifas, mengidentifikasi
perawatan masa nifas dan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang
nifas dengan perawatan masa nifas di ruang mawar RS Islam Surabaya Jemursari.
Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan
cross sectional. Populasi sebanyak 100 pasien nifas di Ruang Mawar RS Islam
Surabaya Jemursari pada bulan Oktober – November 2024. Sampel penelitian
sebesar 50 responden yang diambil dengan teknik random. Variabel independen
tingkat pengetahuan ibu tentang nifas dan variabel dependen perawatan masa nifas.
Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik Analisa Data
menggunakan SPSS dengan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (54%) pengetahuan
ibu tentang nifas cukup dan hampir setengah (46%) melakukan perawatan masa
nifas dengan cukup. Hasil analisa statistik didapatkan hasil (p-value 0,000) berarti
terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang nifas dengan perawatan masa
nifas di ruang mawar RSI Surabaya Jemursari.
Kesimpulan bahwa ibu dengan pengetahuan cukup dan baik dapat
melakukan perawatan masa nifas dengan baik
Metode Pembelajaran Klinik Berbasis Coaching terhadap Peningkatan Self Efficacy Mahasiswa pada Mata Ajar Pemeriksaan Fisik Abdomen
Proses belajar mengajar dengan paradigma dosen sebagai orang yang mengetahui segalanya sekarang sudah tidak berlaku lagi. Mahasiswa kurang aktif berperan serta dalam proses belajar mengajar jika hanya berpusat pada dosen (Teacher Centered Learning) sehingga kurang menghasilkan output yang maksimal. Mahasiswa lebih banyak mendengarkan atau membaca dengan metode Teacher Centered Leaning sehingga pengembangan kognitif secara mandiri minimal. Pengembangan kognitif yang minimal akan berdampak pada pengembangan ketrampilan. Hal ini dapat diminimalkan jika dosen mempunyai beberapa media yang digunakan dalam proses belajar mengajar seperti metode pembelajaran klinik berbasis coaching. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh metode pembelajaran klinik berbasis coaching terhadap peningkatan self efficacy pada mata ajar pemeriksaan fisik abdomen. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Semester 5. Teknik sampling yang di gunakan simple random sampling. Jumlah sampel 56 responden. Variabel penelitian adalah metode pembelajaran klinik berbasis coaching dan self efficacy. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Instrumen yang digunakan adalah ceklist pemeriksaan fisik berupa SOP (Standart Operasional Prosedur) dan checklist self efficacy. Pemeriksaan fisik ada beberapa sistem, dalam penelitian ini sistem yang diambil adalah pemeriksaan abdomen. Sebelum melakukan metode pembelajaran berbasis coaching, responden diberikan pre test terlebih dahulu untuk self efficacy. Peneliti melakukan observasi dengan mencentangi ceklist dari item pernyataan yang ada. Hasil penelitian pre test dan post test dilakukan uji analisis dengan uji T-test One-Sample Test dengan α = 0,05. Hasil analisis didapatkan p 0,000 < α = 0,05 berarti metode pembelanjaran klinik berbasis coaching berpengaruh terhadap peningkatan self efficacy mahasiswa
Mengoptimalkan Peran Perbankan Syariah Dalam Mendukung Wisata Halal di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran perbankan syariah dalam mendukung wisata halal dan untuk
menganalisa potensi bank syariah dalam mendukung wisata halal. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui kondisi bank syariah saat ini dalam mendukung wisata halal di Indonesia, untuk
mengetahui peran bank syariah dan fasilitas yang telah diberikan oleh bank syariah, dan untuk mengetahui
sejauh mana bank syariah dalam memanfaatkan peluang yang ada. Metodologi Penelitian ini dilakukan dengan
pendekatan deskriptif kualitatif, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hasil wawancara mendalam dan studi
dokumentasi. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif.
Sementara sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 sumber yaitu data primer dan data
sekunder. Data Primer ialah data yang diperoleh langsung dari responden yang menjadi subjek dalam penelitian.
Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara dan observasi langsung kepada Bank syariah, tour guide,
pelaku UMKM, dan pengunjung domestik. Yang kedua adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari studi
literatur (kajian pustaka) dengan cara mencari beberapa referensi baik dari jurnal terdahulu maupun buku,
sebagai bahan rujukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi bank syariah dalam
mendukung wisata halal belum melakukan sosialisasi yang efektif kepada para pelaku industri wisata, akses
kantor dan jaringan atm yang masih sulit ditemui serta kurangnya promosi yang dilakukan oleh perbankan
syariah sementara potensi bank syariah itu sendiri dapat melakukan inovasi produk dengan memberikan
kekhususan produk pembiayaan bagi para pelaku industri wisata serta melakukan event yang menarik agar dapat
merubah mindset masyarakat bahwa bank syariah merupakan bank yang inklusif dan bukan eksklusif