Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KREMBANGAN SELATAN SURABAYA
Jumlah pasien yang banyak membuat tenaga kesehatan harus
mengoptimalkan waktu layanan sehingga interaksi antara tenaga kesehatan dan
pasien terbatas sehingga pasien merasa tidak puas dengan layanan yang diberikan.
Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan hubungan kualitas pelayanan
kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Krembangan Selatan
Surabaya.
Jenis penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian semua pasien yang
berkunjung di poli rawat jalan Puskesmas Krembangan Selatan dengan besar
sampel 365 pasien. Teknik sampling menggunakan purposive sampling Variabel
independent kualitas layanan yang diukur dengan kuesioner SERVQUAL, variable
depnden kualitas penelitian yang diukur dengan kuesioner PSQ. Analisis data
menggunakan uji spearman rho correlation test dengan tingkat signifikansi (0,05)
Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan kategori cukup, kepuasan
pasien kategori sedang, hasil uji statistik ρ value = 0,000 (ρ < 0,05) dengan nilai r
= 0,285. Jadi H0 ditolak yang berarti ada hubungan antara kualitas pelayanan
dengan kepuasan pasien
Kualitas pelayanan yang diterima oleh pasien dapat mempengaruhi
kepuasan pasien. Diharapkan pihak Puskesmas dapat membuat agenda rapat rutin
dengan seluruh staf Puskesmas untuk membuat strategi dalam peningkatan
kepuasan pasien di Puskesmas serta agar citra puskesmas di masyarakat lebih baik lag
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA SURABAYA
Konflik antar santri yang kurang peduli kebersihan di dalam pondok
pesantren, salah satu faktor pemicu kurang dukungan dari teman sebaya. Tujuan
penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku
hidup bersih dan sehat.
Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional. Sampel santri di
pondok pesantren Nurul Huda Surabaya sebesar 53 santri yang diambil dengan
teknik simple random sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 60
santri. Variabel independent dukungan teman sebaya variabel dependen perilaku
hidup bersih dan sehat. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner mengukur
tingkat dukungan teman sebaya dan Perilaku Hidup Bersih Sehat pada santri.
Analisa data menggunakan Uji Chi-Square dengan tingkat signifikan = 0,05.
Hasil Uji Chi-Square PHBS pada santri di pondok pesantren nurul huda
Surabaya menunjukkan Dukungan teman sebaya dengan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat mendapatkan nilai signifikan 0, 391. Berdasarkan nilai tersebut nilai p>0,05
dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara Dukungan Teman
Sebaya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Santri di Pondok Pesantren
Nurul Huda Surabaya.
Kesimpulan : Selain dari dukungan teman sebaya peran ustadzah atau
peraturan yang ada dipondok berupa diberikan nya sanksi, adanya peraturan
sebagai bentuk kebijakan terhadap kedisiplinan, kesehatan, dan kebersihan para
santri dalam melakukan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga terciptanya
lingkungan pondok yang bersih
PENGARUH TERAPI MUSIK JENIS BINAURAL BEATS TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI PANTI WREDA JAMBANGAN SURABAYA
Lansia yang tinggal di panti mengalami gangguan tidur yang lebih
kompleks. Dibuktikan dengan sering terjaga saat malam hari, kesulitan dalam
memulai tidur dan terbangun saat tengah malam. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh terapi musik jenis binaural beats terhadap kualitas tidur
lansia di Panti Wreda Jambangan Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah pre eksperimental one group pra-post-test design.
Populasi penelitian ini seluruh lansia dengan kategori minimal care sebesar 23
responden. Sampel sebesar 23 responden menggunakan Teknik Purposive
Sampling. Variabel independen terapi musik binaural beats, dan variabel dependen
kualitas tidur lansia di panti wreda Jambangan Surabaya. Pengambilan data
menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) dan SOP terapi
musik binaural beats kemudian dianalisis menggunakan uji Paired T-Test
didapatkan ρ = 0,0001 < α 0,05.
Hasil penelitian didapatkan sebesar 23 responden (100%) memiliki kualitas
tidur dari buruk ke baik. Hasil analisis didapatkan ρ = 0,0001 < α 0,05 yang
bermakna H0 ditolak dan H1 diterima, menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi
musik jenis binaural beats terhadap kualitas tidur lansia di Panti Wreda Jambangan
Surabaya.
Terapi musik jenis binaural beats memiliki pengaruh pada kualitas tidur
lansia di Panti Wreda Jambangan Surabaya. Sehingga diharapkan kepada pihak
panti untuk melakukan dan memberikan terapi musik jenis binaural beats guna
mengurangi kualitas tidur yang buruk pada lansia
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KUALITAS TIDUR DAN TINGKAT STRES PADA REMAJA
Penggunaan smartphone di kalangan remaja marak di era digital, dengan
banyak waktu dihabiskan untuk media sosial, game, dan komunikasi. Dampaknya
meliputi gangguan kualitas tidur, dimana banyak remaja terjaga hingga larut malam
dan meningkatnya stres karena tekanan sosial dari media. Tujuan penelitian ini
untuk menganalisis hubungan antara penggunaan smartphone dengan kualitas tidur
dan tingkat stres pada remaja.
Penelitian ini menggunakan analitik korelasional. Populasi penelitian ini
siswa kelas 10 jurusan perhotelan di SMKN 01 Surabaya sebanyak 108 siswa.
Sampel didapatkan 85 responden menggunakan Stratified Random sampling.
Variabel independen ini adalah penggunaan smartphone dan variabel dependen ini
adalah kualitas tidur dan tingkat stres. Pengumpulan data menggunakan kuesioner
penggunaan smartphone, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Depression
Anxiety Stress Scale (DASS). Analisa data menggunakan uji spearman dengan
tingkat signifikan α = 0,05.
Hasil penelitian didapatkan dari 85 responden hampir setengahnya (45,9%)
responden menggunakan smartphone dengan kategori cukup, (40%) responden
memiliki kualitas tidur sedang, dan (41,2%) responden memiliki tingkat stres
sedang. Berdasarkan hasil uji spearman didapatkan nilai p = 0,017 pada
penggunaan smartphone dengan kualitas tidur, dan didapatkan nilai p = 0,004 pada
penggunaan smartphone dengan tingkat stres, yang berarti ada hubungan antara
penggunaan smartphone dengan kualitas tidur dan tingkat stres pada remaja.
Semakin sering dan lama remaja menggunakan smartphone, semakin rendah
kualitas tidur yang mereka alami dan semakin tinggi tingkat stres yang dirasakan.
Oleh karena itu pengaturan waktu penggunaan smartphone sangat penting bagi
remaja untuk menjaga kualitas tidur yang baik dan mengurangi tingkat stres
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PROSES INVOLUSI UTERI PADA IBU NIFAS DI KLINIK ANUGRAH SURABAYA
Keterlambatan proses involusi uteri merupakan masalah yang bisa menyebabkan perdarahan. Berdasarkan data ibu nifas dalam 3 bulan terakhir di Klinik Anugrah Surabaya ditemukan 22 orang (68,75%) yang TFUnya tidak sesuai fisiologi. Tujuan penelitian untuk menganalisis Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Nifas di Klinik Anugrah Surabaya.
Desain penelitian menggunakan metode Quasy Eksperimental dengan pendekatan Non Equivalent Control Group Design, dua kelompok (kelompok intervensi dan kelompok kontrol). Jumlah populasi 30 ibu nifas. Teknik Sampel menggunakan Accidental Sampling sebanyak 30 orang responden ibu nifas dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen menggunakan SOP dan Lembar Observasi. Data dianalisis dengan uji Mann Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pijat oksitosin pada hari ke-7, kelompok intervensi hampir seluruhnya involusi uterus normal, sedangkan kelompok kontrol sebagian besar involusi uterus tidak normal. Hasil uji statiatik Mann - Whitney di peroleh nilai signifikan p = 0,01 < 0,05 maka H1 diterima, artinya ada pengaruh pijat oksitosin terhadap proses involusi uteri pada ibu nifas di Klinik Anugrah Surabaya Tahun 2023.
Simpulan penelitian ini pijat oksitosin berpengaruh terhadap proses involusi uteri pada ibu nifas. Peneliti menyarankan agar pijat oksitosin dapat dijadikan prosedur tambahan sebagai pelayanan nifas sehingga kualitas pelayanan terhadap ibu nifas dapat meningkat dan membantu menjadi salah satu alternatif upaya dan inovasi baru dalam mengurangi angka kematian dan perdarahan yang disebabkan oleh subinvolusi
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP IBU DALAM MELAKUKAN PIJAT BAYI
Pijat bayi telah diterapkan secara tradisional di berbagai budaya dan memiliki banyak manfaat dan berguna untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi jika dilakukan dengan baik dan benar. Namun masih banyak di masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari pijat bayi, Mereka beranggapan bahwa pijat bayi hanya dilakukan sebagai terapi untuk menyembuhkan penyakit. Pada kenyataannya, manfaat utama dari pijat bayi adalah membantu mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Akan tetapi sebagian dari mereka beranggapan bahwa pijat bayi dilakukan hanya pada bayi yang sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan terhadap sikap ibu dalam melakukan pijat bayi di praktek bidan bersama khadijah.
Desain penelitian Analitik Kolerasi dengan pendekatan cross
sectional, populasi semua ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan berjumlah 35 orang dan besar sampel sebanyak 32 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik accidental sampling. Variable independen pengetahuan dan variable dependen sikap. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan proses editing, scoring, coding, dan tabulating. Analisia data menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hampir setengahnya
responden mempunyai pengetahuan baik tentang pijat bayi sebanyak 13 responden (40,6%) dan Sebagian besar responden mempunyai sikap positif terhadap pijat bayi sebanyak 17 responden (53,1%). hasil uji statistik uji Chi Square didapatkan Nilai -Value = 0,004.
Simpulan dari penelitian ada hubungan pengetahuan terhadap sikap ibu dalam melakukan pijat bayi, diharapkan Ibu yang mempunyai bayi dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan pijat bayi, mengingat bahwa pijat bayi itu sangat penting untuk dilakukan guna untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi
PENGARUH PRENATAL GENTLE YOGA TERHADAP PENURUNAN OEDEM KAKI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK PRATAMA ANUGRAH SURABAYA
Salah satu ketidaknyamanan yang dialami ibu hamil trimester III yaitu oedem kaki, apabila oedem yang tidak segera ditangani dapat memicu terjadinya komplikasi serta masalah preeklampsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh prenatal gentle yoga terhadap penurunan oedem kaki pada ibu hamil trimester III di klinik pratama anugrah surabaya.
Desain penelitian menggunakan Pre Experiment dengan pendekatan one group pre-test dan post-test design. Jumlah populasi yaitu seluruh ibu hamil trimester III yang mengalami oedem kaki sebesar 30 respoden dengan besar sampel 30 responden dengan teknik total sampling di klinik pratama anugrah surabaya pada bulan april-mei 2024. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, analisa data dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata oedem kaki pre treatment sebesar 2,30 dan rata-rata oedem kaki post treatment mengalami penurunan menjadi 0,97 dengan selisih rata-rata sebesar 1,33. Hasil uji wilcoxon diperoleh hasil (p=0,000) yang berarti ada pengaruh prenatal gentle yoga terhadap penurunan oedem kaki pada ibu hamil trimester III di Klinik Pratama Anugrah Surabaya.
Kesimpulannya ada pengaruh prenatal gentle yoga terhadap penurunan oedem kaki pada ibu hamil trimester III di Klinik Pratama Anugrah Surabaya. Diharapkan ibu hamil trimester III dapat menerepkan prenatal gentle yoga untuk menurunkan oedem kaki
PENGARUH TERAPI TOTOK WAJAH TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU NIFAS DI TPMB IKA MARDIYANTI SIDOARJO
Masa nifas merupakan periode kritis yang dialami oleh ibu setelah
melahirkan, di mana ibu nifas menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan
fisik, kurangnya dukungan dari lingkungan, serta perasaan cemas dan stres terkait
peran baru sebagai ibu. Kecemasan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor,
termasuk perubahan hormon, tanggung jawab baru sebagai ibu, dan kekhawatiran
mengenai kesehatan bayi serta kemampuan merawatnya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh terapi totok wajah terhadap tingkat kecemasan ibu
nifas di TPMB Ika Mardiyanti Sidoarjo.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design quasi eksperiment
menggunakan one group pre-test dan one group post-test. Dilakukan selama
bulan April-Mei 2024 di TPMB Ika Mardiyanti Sidoarjo. Populasi seluruh ibu
nifas sebanyak 26 orang. Pengambilan sampel non probability sampling dengan
teknik purposive sampling. Variabel independent pemberian totok wajah dan
variabel dependent tingkat kecemasan ibu nifas. Instrumen SOP terapi totok
wajah dan kuisioner skala HARS. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign
Rank Test dengan derajat kemaknaan α = 0.05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 26 responden sebelum diberi
terapi totok wajah sebagian besar (53,8%) mengalami tingkat kecemasan sedang.
dan setelah diberi terapi totok wajah sebagian besar (61,5%) mengalami tingkat
kecemasan ringan. Dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai
p = 0,00, yang mana 0,00 adalah < 0,05, maka H1 diterima. Sehingga ada
pengaruh terapi totok wajah terhadap tingkat kecemasan ibu nifas.
Kesimpulan penelitian ini adalah dengan diberikan totok wajah dapat
menurunkan tingkat kecemasan pada ibu nifas. Oleh karena itu diharapkan
seorang bidan dapat melakukan terapi totok wajah untuk menurunkan kecemasan
pada ibu nifas
PENGARUH PRENATAL GENTLE YOGA TERHADAP TEKANAN DARAH IBU HAMIL DI WILAYAH KEPUTRAN PASAR KECIL RW. 11 SURABAYA
Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab kematian ibu terbanyak
kedua setelah kejadian pendarahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
Pengaruh prenatal gentle yoga terhadap tekanan darah pada ibu hamil di Wilayah
Keputran Pasar Kecil RW. 11 Surabaya.
Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian one
group pretest posttest design. Sedangkan jenis rancangan penelitian yang
digunakan adalah eksperimenl. Populasi penelitian ini mengunakan non-
probability sampling dengan jenis Total sampling. Populasi penelitian ini
mengunakan probability sampling dengan sampel random sampling. Besar sampel
penelitian ini 38 responden. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Keputran
Pasar Kecil RW. 11 Surabaya. Pengambilan data menggunakan observasi.
Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariate (Uji Wilcoxon).
Hasil penelitian pada 38 responden menunjukkan bahwa setelah dilakukan
prenatal gentle yoga terhadap tekanan darah pada ibu hamil, memiliki penurunan
tekanan darah. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai pretest dan postest dengan
nilai signifikan p-value 0,000 maka H1 diterima, artinya ada Pengaruh antara
prenatal gentle yoga terhadap tekanan darah pada ibu hamil di Wilayah Keputran
Pasar Kecil RW. 11 Surabaya.
Kesimpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh antara prenatal gentle
yoga terhadap tekanan darah pada ibu hamil di Wilayah Keputran Pasar Kecil
RW. 11 Surabaya. Diharapkan hasil penelitian ini bermanfaat untuk peningkatan
pelayanan kesehatan secara menyeluruh dengan cara adanya komunikasi yang
lebih efektif antara pasien dengan petugas serta memberikan bimbingan prenatal
gentle yoga terhadap tekanan darah pada ibu hamil
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN BOUNDING ATTACHMENT TERHADAP GEJALA POSTPARTUM BLUES PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS TENGGILIS SURABAYA
Postpartum blues jika tidak dideteksi sejak dini dan tidak diberikan penanganan dengan
baik akan menyebabkan kondisi gangguan mental yang lebih parah atau biasa disebut
dengan postpartum depression. Indonesia tercatat adanya kejadian postpartum blues yaitu
50-70% dan hal ini dapat berlanjut menjadi depresi postpartum blues dengan jumlah
bervariasi dari 5% hingga lebih dari 25% setelah ibu melahirkan. Tujuan penelitian ini
untuk hubungan dukungan suami dan bounding attachment terhadap gejala postpartum
blues pada ibu nifas Di Puskesmas Tenggilis Surabaya.
Design penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Populasi sebanyak 60 ibu nifas. Besar sampel 55 responden dengan
menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas
Tenggilis Surabaya. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data
menggunakan uji Chi Square dengan derajat kemaknaan (p-value <0,005)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki hubungan yang
kurang baik, sebagian besar ibu memiliki ikatan kurang terhadap bounding attachment dan
hampir setengah responden tidak mengalami postpartum blues. Hasil Uji Chi-Square
menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan suami (p-value 0,000), bounding
attachment (p-value 0,003) dengan gejala postpartum blues pada ibu nifas di Puskesmas
Tenggilis Surabaya.
Simpulan penelitian ini ada hubungan antara dukungan suami, bounding attachment
dengan gejala postpartum blues pada ibu nifas di Puskesmas Tenggilis Surabaya.
Diharapkan dengan adanya dukungan suami yang baik dan bounding attachment yang kuat
antara suami, ibu, dan bayi, diharapkan gejala pospartum blues dapat diminimalkan,
sehingga ibu dapat pulih dengan baik dan menikmati peran barunya sebagai orang tua