Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN JUMLAH BAKTERI PADA KOMBUCHA BUNGA TELANG (Butterfly pea), BUNGA ROSELLA (Habiscus sabdariffa), DAN TEH HITAM (Camellia sinensis)
Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi larutan teh dan gula oleh
stater kultur kombucha yang disebut SCOBY dan secara tradisional dilakukan
selama 7-14 hari pada suhu ruang. Kombucha ini mengandung antioksidan dan
bakteri probiotik untuk mencegah sindrom metabolik yang dapat meningkatkan
produksi radikal bebas dalam sel-sel otot dan memicu terjadinya stress oksidatif.
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan aktivitas antioksidan dan jumlah
bakteri pada kombucha bunga telang, bunga rosella, dan teh hitam.
Penelitian ini menggunakan eksperimental dengan desain Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan tiga variabel yaitu bunga telang, bunga rosella, dan teh
hitam. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan jumlah bakteri
menggunakan metode TPC. Analisi data menggunakan Uji One Way Anova dan Uji
DMRT untuk menganalisis pengaruh perbedaan pada tiap sampel.
Nilai aktivitas antioksidan paling optimal terdapat pada kombucha bunga
rosella 32,0%, kemudian kombucha bunga telang 29,8%, dan kombucha teh hitam
26,1%. Nilai jumlah bakteri tertinggi terdapat pada kombucha bunga telang 8,6x104
CFU/mL, kemudian kombucha bunga rosella 6,8x104 CFU, dan kombucha teh
hitam 2,7x104 CFU/mL. Hasil penelitian uji aktivitas antioksidan menunjukkan
tidak ada perbedaan signifikan antara formulasi (p-value = 0,318) dan uji jumlah
bakteri menunjukkan ada perbedaan signifikan antara forrmulasi (p-value = 0,000).
Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menganalisis terkait uji fitokimia
secara kuantitas dan lama fermentasi yang optimal pada kombucha
EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN SALAM (Syzygium Polyanthum) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum verum) TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT TINGKAT III BRAWIJAYA SURABAYA
Diabetes ialah penyakit yang seringkali dikenal silent killer.
Pengobatan dan penyembuhan secara farmakologi merupakan pilihan bagi
penderita diabetes mellitus tipe 2, namun pengobatan menggunakan
farmakologi mempunyai efek samping bagi penderita. Tujuan dari penelitian
ini untuk menganalisis perbedaan kadar gula darah pada penderita diabetes
mellitus tipe 2 di poli rawat jalan Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya.yang
diberikan rebusan daun salam dan kayu manis.
Desain penelitian mengunakan metode kuantitatif dengan jenis
penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test design,
sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden, dengan menggunakan
probabillty sampling dengan jenis sampling simlpe random sampling dan alat
ukur yang digunakan adalah auto check, lembar observasi, SOP cara
membuat air rebusan daun salam dan kayu manis.
Pemberian air rebusan daun salam dan kayu manis dinyatakan efektif
,. Uji statistic Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05 maka H1
diterima. Kesimpulan penelitian ini bahwa ada perbedaan GDA yang
bermakna (p = 0,000< α =0,05) antara sebelum dan sesudah pemberian air
rebusan daun salam dan kayu manis terhadap penurunan kadar gula darah
pasien di poli rawat jalan Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya Surabaya, oleh
karena itu manajemen poli rawat jalan khususnya poli interne dapat
melibatkan terapi herbal daun salam dan kayu manis untuk menurunkan
kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2
PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION MELALUI BURNOUT PADA KARYAWAN INDUSTRI PT. INDO TE SHENG
Dalam dunia kerja yang dinamis saat ini, fenomena niat berpindah menjadi isu
penting yang mempengaruhi stabilitas dan produktivitas organisasi. Beban kerja
yang berlebiihan dan stres kerja yang tinggi sering kali menyebabkan burnout, yang
pada akhirnya meningkatkan niat karyawan untuk berpindah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap turnover
intention melalui burnout pada karyawan industri PT. Indo Te Sheng. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui
kuesioner yang dibagikan kepada karyawan PT. Indo Te Sheng dan analisis
menggunakan metode Smart PLS 4.0.9.3. Total responden pada penelitian ini
sebanyak 58 responden yang merupakan karyawan PT. Indo Te Sheng. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja tidak memiliki pengaruh terhadap
turnover intention, stres kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
turnover intention, beban kerja tidak memiliki pengaruh terhadap burnout, stres
kerja memiliki pengaruh terhadap burnout, burnout tidak memiliki pengaruh
terhadap turnover intention, beban kerja melalui burnout tidak memiliki pengaruh
terhadap turnover intention, dan stres kerja melalui burnout tidak memiliki
pengaruh terhadap turnover intention
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KANTOR PUSAT PT. GARAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan
budaya organisasi terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai
variabel intervening pada Kantor Pusat PT. Garam. Metode penelitian ini
menggunakan teknik sampling jenuh dengan teknik analisis data yakni metode path
analysis menggunakan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan, variabel budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan, variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap motivasi kerja, variabel budaya organisasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap motivasi kerja, variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja karyawan. Variabel motivasi kerja dapat memediasi
pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan dan variabel motivasi kerja dapat
memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada Kantor
Pusat PT. Garam
UJI PENGHAMBATAN SIKLOOKSIGENASE DARI FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BUAH WADUNG (G. tetranda Pierre) SEBAGAI ANTI-INFLAMASI
Inflamasi merupakan suatu respons alami dari tubuh karena adanya benda
asing yang masuk ke dalam tubuh. Pengembangan obat anti-inflamasi dapat
dilakukan dari tumbuhan obat yang mengandung beberapa senyawa metabolit
sekunder yang dan diketahui mempunyai aktivitas anti-inflamasi. Garcinia
tetranda Pierre atau biasa dikenal dengan tumbuhan wadung yang merupakan
tumbuhan dari famili Cluciaceae dengan kandungan senyawa metabolit sekunder
khususnya fenolat, yang secara farmakologis berfungsi sebagai anti HIV,
antikanker, anti-inflamasi, dan antitumor. Penghambatan pada jalur
siklooksigenase dilakukan dengan mengujikan ekstrak etil asetat kulit buah wadung
dengan uji fitokimia dan dengan metode ELISA yang diukur pada panjang
gelombang 450 nm. Adanya hasil positif pada uji fitokimia meliputi uji alkaloid,
tanin, saponin, dan flavonoid menandakan adanya kandungan senyawa metabolit
sekunder pada ekstrak etil asetat kulit buah wadung tersebut. Nilai persen
penghambatan pada konsentrasi ekstrak etil asetat 100 ppm diperoleh sebesar 78,13
%, konsentrasi 200 ppm sebesar 81,55 %, konsentrasi 300 ppm sebesar 84,51 %,
konsentrasi 400 ppm diperoleh sebesar 73,75 %, dan konsentrasi 500 ppm diperoleh
hasil sebesar 76,78 %. Kemudian pada nilai IC50 didapatkan sebesar 1,99 µg/ml
yang artinya sangat aktif. Sedangkan pada hasil Na diklofenak konsentrasi 100 ppm
diperoleh persen penghambatan sebesar 77,67%, konsentrasi 200 ppm 87,73%,
konsentrasi 300 ppm sebesar 89,81%, konsentrasi 400 ppm sebesar 93,53 %, dan
konsentrasi 500 ppm sebesar 94,50%. Kemudian didapatkan nilai IC50 sebesar
88,96 µg/ml atau artinya aktif. Ekstrak etil asetat kulit buah wadung (Garcinia
tetranda Pierre) lebih efektif jika dibandingkan dengan natrium diklofenak dalam
menghambat anti-inflamasi. Hal ini jua dibuktikan dengan hasil secara statistik
yakni p>0.05 yang artinya tidak adanya perbedaan siginifikan dengan natrium
diklofenak dalam menghambat proses inflamasi
PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KELELAHAN MATA PADA PEKERJA BAGIAN SORTIR AND PACKING DI PT DHARMA PERKASA GEMILANG
Sumber bahaya di tempat kerja cukup banyak, salah satunya adalah bahaya
fisik berupa pencahayaan atau penerangan di tempat kerja. Desain penerangan
yang tidak baik di tempat kerja akan dapat mempengaruhi kinerja kesehatan
dan keselamatan kerja. Pencahayaan yang kurang memadai menyebabkan
berbagai penyakit atau gangguan pada mata. Apabila penglihatan terlalu
dipaksakan, maka akan terjadi pembebanan yang berlebihan pada mata dan
pada akhirnya akan dapat menyebabkan terjadinya kelelahan dan gangguan pada
mata. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh faktor individu
dan faktor lingkungan terhadap kelelahan mata pada pekerja bagian Sortir and
Packing di PT Dharma Perkasa Gemilang
Metode penelitian ini merupkan penelitian kuantitatif dengan menggunakan
pendekatan crosssectional. Populasi penelitian sebanyak 105 pekerja dengan
sampel 51 pekerja bagian sortir and packing dan teknik pengambilan sampel
dilakukan secara Random Sampling. Pengukuran pencahayaan sesuai metode SNI
7062-2019 dengan alat Lux Meter, dan Kuesioner kelelahan mata (Visual Fatigue
Index).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebelas titik pengukuran Intensitas
pencahayaan, Hasil menunjukkan ada pengaruh pada faktor individu yaitu usia,
serta faktor lingkungan yaitu intensitas pencahayaan. Pencahayaan terhadap
kelelahan mata didapati responden yang mengalami kelelahan mata sebanyak 14
pekerja (27,5%) mengalami kelelahan mata dan 37 pekerja (72,5%) tidak
mengalami kelelahan mata. Hasil uji regresi logistik biner menunjukkan nilai
signifikasi pada variabel usia sebesar (p-value=0,012) dan intensitas pencahayaan
(p-value=0,037)
Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor individu dan faktor
lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan pada kelelahan mata. Oleh karena
itu disarankan bagi perusahaan melakuakan pergantian lampu yang sesuai standart
dan melakukan edukasi atau sosialisasi kepada pekerja terkait kelelahan mata
ANALISIS TOTAL PROTEIN ISOLAT BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA AIR SUMUR GALI DENGAN METODE BRADFORD
Air sumur gali merupakan salah satu sumber penyedia air bersih yang biasa
digunakan oleh masyarakat. Sumur gali masih dapat ditemukan di daerah
perkotaan. Namun, sumur gali yang tidak memenuhi syarat pembuatan sumur gali
sebagai air bersih dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi bakteri. Salah satu
bakteri yang dapat mengontaminasi air dari sumur gali yaitu bakteri Escherichia
coli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui total protein isolat terduga bakteri E.
coli pada air sumur gali milik warga RT 01 dan RT 08 di kelurahan Jemur Wonosari
dengan metode Bradford. Prinsip metode Bradford menggunakan pewarna
Coomassie Brilliant Blue G-250 (CBBG) yang akan berinteraksi dengan protein
dalam larutan sampel pada suasana asam sehingga akan terbentuk warna kebiruan.
Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan rancang
bangun Cross Sectional. Hasil penelitian adalah positif karena 7 sampel air sumur
gali milik RT 01 dan 4 sampel air sumur gali milik RT 08 mengandung terduga
bakteri E. coli. Kadar total protein terduga E. coli dari seluruh sampel air sumur
gali diperoleh nilai rata-rata yang rendah sebesar 0,34545 mg/mL. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan total protein pada isolat terduga
bakteri E. coli dari air sumur gali RT 01 dan RT 08
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GLAUKOMA DI KLINIK GLAUKOMA RUMAH SAKIT MATA MASYARAKAT JAWA TIMUR
Keterlibatan keluarga yang memiliki peran penting pada proses perawatan
anggota keluarga yang sakit dan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi
kepatuhan penggunaan obat pada pasien glaukoma diharapkan dapat diberikan
secara maksimal guna mencapai keberhasilan dari proses perawatan glaukoma
yang dijalani. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan dukungan
keluarga dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien glaukoma di Klinik
Glaukoma Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.
Desain penelitian ini menggunakan rancangan analitik korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Klinik Glaukoma Rumah Sakit
Mata Masyarakat Jawa Timur dilaksanakan pada 13 November – 10 Desember
2023. Populasi sebesar 122 responden dan besar sampel sebanyak 94 responden
dengan teknik simple random sampling. Variabel independen yaitu dukungan
keluarga dan variabel dependen kepatuhan penggunaan obat. Intstrumen
menggunakan lembar kuisioner dan lembar kuisioner MMAS-8. Data dianalisa
menggunakan uji Rank-Spearman dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.
Hasil penelitian didapatkan 94 responden setengah (50,0%) memiliki
dukungan keluarga baik, hampir setengahnya (41,5%) memiliki kepatuhan
penggunaan obat dengan kategori tinggi. Hasil uji statistik Rank-Spearman ρ =
0,004 artinya ada ada dukungan keluarga dengan kepatuhan penggunaan obat
pada pasien glaukoma di Klinik Glaukoma Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa
Timur.
Dukungan keluarga ada hubungan dengan kepatuhan penggunaan obat
pada pasien glaukoma di Klinik Glaukoma Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa
Timur. Perawat diharapkan lebih mengikutertakan keluarga dalam memberikan
dukungan untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat pada proses
perawatan glaukoma
PENGARUH PSIKOEDUKASI BERBASIS TELENURSING SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SURABAYA
Bullying di sekolah dasar telah menjadi masalah serius di Indonesia,
mengganggu perkembangan psikologis dan sosial anak, serta berdampak jangka
panjang pada korban. Upaya konvensional sering kurang efektif karena
keterbatasan sumber daya dan akses. Psikoedukasi berbasis telenursing
menawarkan solusi melalui edukasi dan dukungan psikologis yang fleksibel.
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas psikoedukasi berbasis telenursing dalam
mengurangi perilaku bullying pada siswa sekolah dasar di Surabaya.
Pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen digunakan dalam
penelitian ini. Populasi mencakup seluruh siswa kelas 5 SDN Ketintang 1,
berjumlah 111 siswa. Sampel sebanyak 78 siswa ditentukan menggunakan rumus
besar sampel dan dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling,
kemudian dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Instrumen penelitian
meliputi kuesioner pengetahuan bullying dan perilaku bullying. Analisis data
dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.
Hasil menunjukkan kelompok perlakuan mengalami peningkatan
signifikan dalam pengetahuan p 0,000 dan pengurangan perilaku bullying p 0,000
antara pretest dan posttest. Kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan
signifikan dalam pengetahuan p 0,685 dan perilaku bullying p 0,527.
Psikoedukasi berbasis telenursing efektif meningkatkan pengetahuan dan
mengurangi perilaku bullying, serta dapat diintegrasikan ke dalam intervensi
keperawatan jiwa untuk mendukung kesehatan mental siswa dan menciptakan
lingkungan belajar yang lebih aman
PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA WULAN ERMA RUSUN MENANGGAL SURABAYA
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak
menyebabkan kematian di Indonesia. Apabila tekanan darah tinggi tidak segera
diatasi maka akan menyebabkan penyakit komplikasi seperti Stroke. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengatasi tekan darah tinggi dengan melakukan Senam
Hipertensi secara rutin pada Lansia di Posyandu Lansia Wulan Erma Rusun
Menanggal Surabaya.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan Desain PreEksperimental
dan pendekatan One Group pre-post test design. Jumlah
keseluruhan responden lansia Hipertensi sebanyak 54 Lansia dan untuk
Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 48
responden. Variabel independen pada penelitian ini adalah senam hipertensi dan
Variabel Terikat adalah Hipertensi. Instrumen Menggunakan Lembar Observasi
dengan mencatat hasil tekanan darah sebelum dan sesudah.
Data dianalisa menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan
sebelum dilakukan Senam Hipertensi dari 48 Responden setengahnya memiliki
Hipertensi Stadium 1 140-159/90-99 mmHg Frekuensi 24 Responden (50.0%),
dan Hasil setelah dilakukan Senam Hipertensi dari 48 Responden mengalami Pra
Hipertensi 120-139/80-89 mmHg Frekuensi 27 Responden (56,3%).
Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon didapatkan nilai 0,000 < 0,05. Dari hasil
analisis berdasarkan uji Wilcoxon signed Rank Test dengan nilai kemaknaan α =
0.05 didapatkan ρ = 0.000 yang artinya ρ < α, maka dapat disimpulkan bahwa H0
ditolak dan H1 diterima yang artinya adanya pengaruh Senam Hipertensi pada
lansia di Posyandu Lansia Wulan Erma Rusun Menanggal Surabaya. Peneliti
menyimpulkan bahwa Senam Hipertensi dapat dilakukan sebagai pengobatan
Non-farmakologi bagi penderita Hipertensi yang dapat dilakukan secara mandiri
di rumah dengan menggunakan Prosedur senam yang sudah dijelaskan peneliti