Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERAWATAN LUKA KOMBINASI MOBILISASI DINI DENGAN PROSES TERBENTUKNYA JARINGAN BARU PADA PASIEN POST OPERASI LAMINECTOMY DI RUANG H1 RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA
Mobilisasi termasuk faktor yang dapat mempengaruhi proses
penyembuhan luka pasca operasi. Mobilisasi dini dapat memperlancar peredaran
darah sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan
untuk pengaruh perawatan luka kombinasi mobilisasi dini dengan proses
terbentuknya jaringan baru pada pasien post operasi laminectomy di ruang H1
RSPAL Dr. Ramelan Surabaya
Desain penelitian ini menggunakan jenis Quasy Experimental dengan
pendekatan Control group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu
semua pasien post operasi laminectomy di ruang H1 RSPAL Dr. Ramelan Surabaya yaitu
sebesar 40 responden. Besar sampel sebesar 36 responden diambil secara simple
random sampling. Variabel independen (perawatan luka kombinasi mobilisasi dini)
sedangkan variabel dependen (proses terbentuknya jaringan baru). Instrumen
menggunakan kuisioner dan observasi. Lokasi penelitian di ruang H1 RSPAL Dr.
Ramelan Surabaya dilaksanakan pada 28 06 November – 02 Desember 2023. Data
dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan perawatan luka kombinasi
mobilisasi dini sebagian besar (inflamasi sebesar 5,5%) responden kelompok
intervensi pre penyembuhan luka jaringan baru di tahap migrasi sebesar 22.2%,
post penyembuhan luka jaringan baru di tahap maturasi sebesar 11.1%. Kelompok
kontrol pada kondisi post penyembuhan luka jaringan baru di tahap proliferasi
sebesar 44.4%, pada kondisi pre penyembuhan luka jaringan baru di tahap migrasi
sebesar 22.2%. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai ρ = 0,002
artinya ada ada pengaruh perawatan luka kombinasi mobilisasi dini terhadap proses
terbentuknya jaringan baru pada pasien post operasi laminectomy di ruang H1
RSPAL Dr. Ramelan Surabaya.
Ada pengaruh mobilisasi dini terhadap proses terbentuknya jaringan baru
pada pasien post operasi laminectomy di ruang H1 RSPAL Dr. Ramelan Surabaya.
Dapat menjadirujukan tambahan dalam pemberian tindakan yang dapat
meningkatkan penyembuhan luka, seperti penerapan standar operasional prosedur
mobilisasi dini pada pasien post operasi
PENGARUH SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP TINGKAT STRES PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS BANYU URIP SURABAYA
Pengobatan jangka panjang pada penderita TB Paru menyebabkan penderita bosan
minum obat dan malas kontrol tepat waktu. Keadaan ini membuat penderita TB paru
stres. Terapi SEFT dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat stres yang dialami
penderita TB Paru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh terapi SEFT
(Spiritual Emotional Freedom Technique) terhadap tingkat stres pada penderita TB
paru di Puskesmas Banyu Urip Surabaya. Design penelitian Pra-Experimental dengan
pendekatan One Group Pre-Post test design. Populasi seluruh pasien TB paru di Poli
TB Puskesmas Banyu Urip Surabaya sebesar 39 orang. Besar sampel sebesar 39
responden menggunakan teknik Total Sampling. Variabel independen pada penelitian
ini adalah terapi SEFT dan variabel dependen adalah tingkat stres. Terapi SEFT dapat
diterapkan pada penderita TB paru dengan intensitas latihan 1 kali dalam seminggu
dengan pertemuan 8 kali selama 2 bulan, kegiatan terapi SEFT dilaksanakan ±7 menit
setiap pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner DASS 42 dan
SOP terapi SEFT. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan α
= 0,05. Hasil penelitian didapatkan dari 39 responden sebagian besar (53,8%) atau
sebanyak 21 responden mengalami stres berat sebelum dilakukan perlakuan terapi
SEFT. Hasil setelah diberikan terapi SEFT sebagian besar (69,2%) atau sebanyak 27
responden mengalami stres ringan. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test
pre-post test dengan SPSS for Windows versi 26 tingkat stres dengan tingkat
kemaknaan α = 0,05 didapatkan p = 0,000 (0,000<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa
Ho ditolak yang artinya ada pengaruh terapi SEFT terhadap tingkat stres pada penderita
TB paru. Terapi SEFT sangat bermanfaat untuk menurunkan tingkat stres pada
penderita TB paru. Maka dari itu terapi SEFT dapat dilakukan oleh penderita TB paru
secara mendiri sesuai dengan SOP terapi SEFT yang sudah diberikan
HUBUNGAN KEMAMPUAN PERAWATAN MANDIRI DENGAN KEJADIAN PERITONITIS PADA PASIEN CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS DI UNIT DIALISIS RS PHC SURABAYA
Terapi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) sering
menimbulkan komplikasi peritonitis pada pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK).
Kemampuan perawatan mandiri pasien diyakini berperan penting dalam mencegah
peritonitis. Namun, sikap untuk melaksanakan perawatan mandiri yang sesuai
dengan program pelatihan belum tentu dilakukan dengan baik oleh pasien CAPD.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemampuan perawatan
mandiri dengan kejadian peritonitis pada pasien CAPD di Unit Dialisis Rumah
Sakit Primasatya Husada Citra Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Populasi penelitian ini seluruh pasien CAPD yang berobat di Unit
Dialisis Rumah Sakit Primasatya Husada Citra Surabaya sebanyak 70 pasien
dengan jumlah sampel 60 responden menggunakan teknik accidental sampling.
Variabel penelitian ini yaitu kemampuan perawatan mandiri dan kejadian
peritonitis. Instrument dalam penelitian ini yaitu kuesioner kemampuan perawatan
mandiri dan kriteria diagnostik peritonitis. Analisis data penelitian ini
menggunakan uji korelasi Spearmen Rho.
Hasil penelitian menunjukkan dari 60 responden sebagian besar (61,7%)
mempunyai kemampuan perawatan mandiri yang baik dan sebagian besar (53,3%)
tidak terjadi peritonitis. Hasil uji spearmans rho terdapat hubungan kemampuan
perawatan mandiri dengan kejadian peritonitis pada pasien CAPD di Unit Dialisis
RS PHC Surabaya dengan nilai signifikan (p = 0,000)
Kemampuan perawatan mandiri yang baik berperan penting dalam
menurunkan kejadian peritonitis pada pasien CAPD. Oleh karena itu, pasien
diharapkan mentaati standart perawatan yang telah diajarkan perawat dalam
melakukan perawatan CAPD sebagai upaya pengendalian komplikasi CAPD
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT IGD TENTANG PENANGANAN DI AREA PRE HOSPITAL DENGAN TIME RESPONSE TRIASE DI RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA JEMURSARI
Pengetahuan berhubungan dengan penanganan time response triase, dimana
diharapkan orang yang memiliki pengetahuan tinggi semakin cepat dan tepat dalam
penanganan time response triase. Kecepatan dalam penanganan pasien atau biasa
disebut dengan time response, dihitung sejak pasien datang sampai dilakukan
penanganan. Waktu tanggap yang baik bagi pasien yaitu <5 menit jika terlambat
dalam melakukan time response triase dapat meningkatkan keparahan cidera
sampai menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan
pengetahuan perawat IGD tentang penanganan di area pre hospital dengan time
response triase di Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari.
Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan desain penelitian
Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 responden perawat di
ruang Instalansi Gawat Darurat Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari dengan
variabel independen pengetahuan perawat IGD tentang penanganan dan variabel
dependen time response triase.
Hasil penelitian hampir seluruhnya (87,1 %) atau 27 responden
berpengetahuan baik dan time response triase cepat dengan menggunakan Rank
Pearson diperoleh nilai signifikan 0,00 yang artinya nilainya lebih kecil dari 0,05.
Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berhubungan terhadap time response
triase dengan derajat korelasi sempurna.
Didapatkan adanya hubungan pengetahuan perawat IGD tentang
penanganan di area pre hospital dengan time response triase di Rumah Sakit Islam
Surabaya Jemursari. Saran dalam penelitian ini diharapkan responden dapat
memberi edukasi terhadap perawat dengan masa kerja yang masih sebentar dan
memperbanyak pengalaman dalam pelatihan terkait time response. Sehingga
terdapat upaya yang baik dan cepat serta dapat mencegah dan menurunkan resiko
lebih besar pada pasien
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA A. YANI
Salah satu cara untuk menangani penyakit diabetes mellitus adalah dengan
melakukan diet yang ketat dimana bukanlah hal yang mudah untuk tetap konsisten
dalam menjalankanya. Dukungan dari keluarga merupakan suatu kontribusi nyata
yang sangat berperan aktif dalam mempengaruhi pelaksanaan diet diabetes
mellitus. Diet yang dilakukan terus menerus dengan jangka waktu yang lama dan
disertai dengan kurangnya dukungan dari keluarga sering kali menimbulkan
perasaan bosan sehingga mengakibatkan kelalaian dalam menjalankanya. Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan
diet pada pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Surabaya
A. Yani.
Desain penelitian ini analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi
dalam penelitian ini yaitu semua pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam
Surabaya A. Yani sebesar 50 responden. Besar sampel 44 responden diambil
menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen dukungan
keluarga, variabel dependen kepatuhan diet. Instrument penelitian menggunakan
kuesioner. Data dianalisis menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan α
(0,05).
Hasil penelitian didapatkan dari 44 responden sebagian besar (52,2 %)
memiliki dukungan keluarga kurang dan sebagian besar (59,0 %) memiliki
kepatuhan diet buruk. Analisa uji chi-square didapatkan bahwa nilai significancy p
sebesar 0,00. Karena nilai p < 0,05 maka Hi ditolak sehingga dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien
diabetes mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Surabaya A. Yani.
Simpulan dari penelitian ini yaitu semakin baik dukungan keluarga terhadap
pasien yang menderita DM, maka semakin baik juga dalam memelihara
kesehatannya dalam menjalani diet. Diharapkan untuk keluarga pasien agar
mengetahui dan memahami bagaimana mengatasi dan menumbuhkan motivasi
dalam menjalankan diet
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN HIPERGLIKEMIA DI RAWAT INAP BEDAH RUMAH SAKIT ISLAM DARUS SYIFA SURABAYA
Kondisi hiperglikemia kronik terjadi karena tubuh tidak dapat lagi memproduksi
hormon insulin yang cukup. Oleh karena itu perlu adanya dukungan keluarga dalam
membantu seseorang mengatasi penyakit kronisnya untuk beradaptasi dengan stres dan
gaya hidup baru akibat kondisi yang dialami karena pengobatan yang dijalaninya serta
mengurangi hambatan penderita dalam melakukan perilaku perawatan diri khususnya
dalam pemantauan gula darah. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan dukungan
keluarga dengan pencegahan hiperglikemia di ruang rawat inap bedah Rumah Sakit Islam
Darus Syifa’ Surabaya.
Desain dalam peneltian analitik korelasional dengan pendekatan kuantitatif.
Populasi seluruh pasien yang menderita hiperglikemia sebanyak 30 pasien. Besar sampel
diambil dengan tehnik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah
kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner pencegahan hiperglikemia. Data dianalisa
dengan uji korelasi rank spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surabaya sebagian besar (53,3%) responden
mendapatkan dukungan keluarga yang baik dan sebagian besar (56,7%) responden
memiliki pencegahan hiperglikemia yang baik. Berdasarakan hasil uji statistik Rank
Spearman menggunakan SPSS for Windows dengan tingkat kemaknaan α = 0,05
didapatkan nilai ρ = 0,006 sehingga didapatkan ρ < α maka H0 ditolak yang artinya ada
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pencegahan Hiperglikemia Di Rawat Inap Bedah
Rumah Sakit Islam Darus Syifa Surabaya.
Simpulan penelitian adalah ada hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan
hiperglikemia di Rawat Inap Bedah Rumah Sakit Islam Darus Syifa Surabaya. Diharapkan
responden lebih sadar akan pentingnya peran dukungan keluarga dalam menjaga kadar gula
darah yang seha
PERBEDAAN PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA DAN TERTUTUP DENGAN WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG NEONATUS RSI SURABAYA JEMURSARI
Perawatan tali pusat yang tidak efektif dapat menyebabkan infeksi pada tali
pusat. Tujuan penelitian untuk menganalisa perbedaan perawatan tali pusat
terbuka dan tertutup dengan waktu pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di
ruang neonatus Surabaya Jemursari.
Desain penelitian Quasy eksperimen dengan Posttest-Only Control Design.
Besar sampel adalah 92 bayi yang lahir sehat di Ruang bayi RSI Surabaya
Jemursari dengan sampel 46 bayi pada setiap kelompok berdasarkan kriteria
inklusi dan ekslusi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Variable independent adalah perawatan tali pusat terbuka dan perawatan tali pusat
tertutup. Variable dependen adalah waktu pelepasan tali pusat. Instrumen
penelitian menggunakan lembar observasi dan SOP. Analisa data menggunakan
Mann-Whitney U Test dengan nilai signifikansi p < 0,05.
Hasil penelitian dengan Analisa dekripsif menunjukkan perawatan tali pusat
terbuka memiliki rata-rata waktu pelepasan 5,71 hari, sementara perawatan tali
pusat tertutup memiliki rata-rata waktu pelepasan 7,21. Hasil Analisa data Mann-
Whitney t-test didapatkan Nilai p value 0.000<0,05. Berdasarkan hasil tersebut
maka terdapat perbedaan yang signifikan, artinya terdapat perbedaan antara
perawatan tali pusat terbuka dan tertutup dengan waktu pelepasan tali pusat di RSI
Surabaya Jemursari.
Perawatan tali pusat terbuka menjadikan tali pusat lepas lebih cepat
daripada perawatan tali pusat dengan cara tertutup. Maka dari itu tenaga
Kesehatan dapat memberikan informasi tentang perawatan tali pusat sesuai
standar yaitu dengan metode terbuka
STUDI KASUS KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA AL-IHSAN LAKARSANTRI SURABAYA
Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan perkembangan
bicara dan bahasa anak usia dini. Anak yang mengalami keterlambatan bicara
dapat dideteksi berdasarkan kemampuan berbicaranya yang lebih lambat dari pada
teman seusianya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dan upaya
guru dalam menangani keterlambatan bicara pada anak usia 4-5 tahun di RA Al
Ihsan Lakarsantri Surabaya.
Penelitian tentang keterlambatan bicara pada anak usia 4-5 tahun di RA
Al-Ihsan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Subyek penelitian ini adalah 3 anak usia 4-5 tahun dengan keterlambatan bicara,
orang tua dan guru RA Al-Ihsan Lakarsantri Surabaya. Teknik pengumpulan data
dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, paparan data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keterlambatan bicara anak
usia 4-5 tahun di RA Al-Ihsan diantaranya adalah pemberian hp/gadget kepada
anak tanpa pengawasan, kurangnya waktu orang tua dalam masalah
perkembangan bicara pada anak, serta kurang membacakan cerita untuk anak yang
mengalami masalah kemampuan berbicara. Sedangkan upaya guru untuk
mengembangkan kemampuan berbicara yaitu melalui (1) Asesmen, (2)
Perencanaan kegiatan atau pembelajaran, (3) Pelaksanaan kegiatan atau
pembelajaran, dan (4) Evaluasi. Disarankan bagi guru memberikan kesempatan
yang sama untuk berpraktek bicara pada setiap anak. Menjadi model bicara yang
baik dengan memberikan motivasi, dorongan, serta bimbingan dalam proses
belajar berbicara anak
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI UNSUR DAN SIFAT BANGUN DATAR SEDERHANA KELAS III SD
Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalah kurangnya minat belajar siswa, karena guru belum menggunakan media pembelajaran yang menarik sehingga kurangnya minat belajar pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran ular tangga terhadap minat belajar siswa pada materi unsur dan sifat bangun datar sederhana kelas III SD. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre-Experimental Design dengan design tipe one group pretest-posttest. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu 19 siswa kelas III B yang dipilih dengan teknik Purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa angket minat belajar dengan skala likert yang diberikan sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran ular tangga. Analisis data menggunakan uji-t paired sampel t-test dibantu dengan SPSS for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil pengolahan data dengan menggunakan uji-t menunjukkan nilai sig. 0,000 < 0,05 maka dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media pembelajaran ular tangga terhadap minat belajar siswa
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER KREATIF DI SEKOLAH PENGGERAK SEKOLAH DASAR SURABAYA
Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebelum pandemi,Kemendikbud mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan Kurikulum 2013 digunakan. Untuk mencapai hal ini, program penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dimulai sebagai bagian dari kurikulum merdeka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan karakter siswa dan mendorong mereka untuk memperoleh keterampilan yang tercantum dalam profil siswa Pancasila, yang didasarkan pada standar kompetensi lulusan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan implementasi P5 dalam menumbuhkan karakter kreatif peserta didik SD Muhammadiyah 26 Surabaya, mengetahui prakik baik P5 dalam menumbuhkan karakter kreatif peserta didik SD Muhammadiyah 26 Surabaya, dan mengevaluasi hambatan serta solusi impelemntasi P5 di SD Muhammadiyah 26 Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil dari penelitian menujukkan (1) implementasi P5 menggunakan tema kewirausahaan dan kearifan lokal, alokasi waktu yang digunakan terdpat 5JP, modul yang diintegrasikan dengan mapel matematika dan IPAS, serta asesmen yang digunakan menggunakan rubrik penilaian (2) praktik baik dari tema P5 yang diterapkan adalah peserta didik dapat mengeksplorasi ide-ide kreatif, membangun jiwa berwirausaha dan mendaptkan dukungan dari lingkungan keluarga sekolah (3) Hambatan dalam implementasi P5 adalah perbedaan karakteritsik atau keegoisan karakter peserta didik kelas serta solusi implementasi P5 adalah sebelum menerapkan P5 guru harus memahami karakteristik peserta didik. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa SD Muhammadiyah 26 Surabaya menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada 2022/2023, fokus pada dimensi kreatif dan tema kewirausahaan. Untuk menumbuhkan kreativitas siswa kelas IV, mereka menghadirkan ahli Eco Print yang memberikan ide-ide kreatif. Hasil karya siswa dipamerkan di sebuah mall di Surabaya. Hambatan utama adalah sifat egois siswa, diatasi dengan memberikan afirmasi positif