Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C DAN UJI HEDONIK SNACK BAR TEPUNG DAUN SINGKONG (Manihot utilisima pohl), ABON IKAN TUNA (Thunnus Sp), BUAH NANAS KERING (Ananas Comosus)
Masalah kesehatan merupakan salah satu faktor kualitas hidup yang
mencerminkan pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Di Indonesia
masih banyak ditumukan masalah kesehatan dan gizi, baik masalah akibat
kekurangan zat gizi maupun akibat kelebihan gizi. Berdasarkan data
Riskesdas prevelensi anemia pada tahun 2018 di Indonesia mencapai
48,9%. Dimana angka prevelensi anemia pada remaja perempuan sebesar
27,2% dan prevelensi anemia pada remaja laki-laki sebesar 20,3%.
Tujuan penelitian pangan ini untuk menganalisis perbedaan kandungan
protein, zat besi dan vitamin C.
Penelitian ini menggunakan desain experimental dengan true
experimental design dengan Rancangan rancangan acak kelompok (RAK)
yang disyaratkan dalam percobaan homogen dengan 3x pengulangan
hasil analisis data menggunakaan Kruskall Wallis pada uji zat besi,
protein, vitamin C dan uji hedonic dan uji lanjutan menggunakan uji Man
whitnay
Berdasarkan Hasil analisis kadar zat besi nilai p-value (0,048) dimana
nilai tersebut ≤ a (0,05) yang diartikan H1 diterima, sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata rata kadar zat besi. Analisis
kadar protein bahwa nilai p-value (0,079) dimana nilai tersebut ≥ a (0,05)
yang diartikan H0 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak
terdapat perbedaan rata rata kadar protein. kadar vitamin C bahwa nilai p
value (0,069) dimana nilai tersebut ≥ a (0,05) yang diartikan H0 diterima,
sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata rata
kadar vitamin C, Hasil analisis pada uji hedonic warna, aroma, rasa,
tesktur, dan keseluruhan pada sanck bar tepung daun singkong abon ikan
tuna dan buah nanas kering. Pada parameter warna,aroma,rasa dan tekstur
keseluruan formulsi f7 yang paling disukai oleh panelis
EVALUASI STRATEGI SUMBER DAYA MANUSIA PADA BENGKEL SULTAN OKY JAYA MOTOR LAMONGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi sumber daya manusia pada
Bengkel Sultan Oky Jaya Motor Lamongan dan Bagaimana hasil analisis SWOT
terhadap strategi sumber daya manusia yang ada di Bengkel Sultan Oky Jaya Motor
Lamongan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif penulis juga menggunakan
analisis SWOT. Metode pengumpulan data di lakukan dengan wawancara,
observasi, dokumentasi dan studi Pustaka. Posisi perusahaan berada pada kuadran
1. Posisi ini menunjukan situasi yang sangat menguntungkan, perusahaan tersebut
memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.
Rekomendasi strategi yang diberikan adalah mendukung strategi Agresif. Hasil
penelitian menunjukan bahwa evaluasi strategi sumber daya manusia pada Bengkel
Sultan Oky Jaya Motor Lamongan, sudah bagus hanya beberapa yang harus
diperbaiki kembali agar sumber daya manusia pada Bengkel berjalan dengan baik
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE EOQ UNTUK KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA UD. TIGA BERSAUDARA SURABAYA
Persediaan bahan baku merupakan salah satu factor penting dalam proses produksi,
kekurangan bahan baku akan berakibat pada terhambatnya proses produksi,
sebaliknya kelebihan bhan baku akan berakibat pada membengkaknya biaya
penyimpanan dan biaya lainnya. Melalui pengendalian persediaan yang optimal,
perusahaan dapat menentukan kuantitas pemesanan yang tepat dengan
meminimalkan biaya persediaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan
menganalisis pengendalian persediaan bahan baku yang diterapkan oleh UD. Tiga
Bersaudara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan memaparkan
bagaimana pengendalian persediaan bahan baku yang diterapkan perusahaan
melalui data yang diperoleh dan dianalisis menggunakan metode Economic Order
Quantity (EOQ). Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil analisis dan
wawancara. Hasil penelitian menunjukan pengendaliaan persediaan bahan baku
yang diterapkan oleh UD. Tiga Bersaudara masih belum optimal karena perusahaan
sering mengalami kekurangan bahan baku dalam melakukan proses produksi. UD.
Tiga Bersaudara sebaiknya mencoba mengaplikasikan metode EOQ dalam hal
pengendalian persediaan bahan baku, sehingga perusahaan dapat meminimumkan
biaya persediaan dan dapat memperlancar proses produksi
PENGARUH FINANCIAL TECHNOLOGY, FINANCIAL LITERACY, FINANCIAL ATTITUDE, FINANCIAL BEHAVIOR, DAN FINANCIAL SOCIALIZATION TERHADAP FINANCIAL WELL-BEING PADA GEN Z DI SURABAYA TAHUN 2024
Kesejahteraan finansial mengacu pada kepuasan Gen Z terhadap kondisi keuangan
pribadinya saat ini, hal ini berperan sangat penting dalam kesuksesan Gen Z secara
keseluruhan serta kemampuan Gen Z untuk mengatasi masalah keuangannya saat ini
dan yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial
technology, financial literacy, financial attitude, financial behavior, financial
socialization terhadap financial well-being. Subjek penelitian ini adalah Gen Z di Kota
Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik
pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer dengan kuesioner melalui google form yang disebar
kepada 207 responden. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini adalah secara parsial terdapat pengaruh signifikan financial literacy,
financial attitude, financial behavior, financial socialization terhadap financial wellbeing.
Akan tetapi pada penelitian ini ditemukan bahwa financial technology
berpengaruh tidak signifikan terhadap financial well-being. Penelitian ini menekankan
pentingnya pengetahuan keuangan, sikap, perilaku, dan sosialisasi keuangan sebagai
landasan untuk program pendidikan keuangan efektif bagi Gen Z di Surabaya.
Meskipun teknologi finansial peer-to-peer lending tidak berpengaruh secara signifikan,
sehingga perlunya regulasi dan pendidikan tentang teknologi finansial untuk mencegah
risiko keuangan. Studi ini berpotensi berkontribusi dalam pengembangan kebijakan
publik, pendidikan keuangan, dan pemberdayaan ekonomi Gen Z di Surabaya, untuk
meningkatkan kesejahteraan finansial dalam jangka panjang
PENGARUH PAPARAN ASAP ROKOK TERHADAP KADAR GLUTATION PEROKSIDASE (GSH) PADA PEROKOK
Merokok merupakan tindakan memasukkan zat beracun ke dalam tubuh.
Paparan asap rokok yang mampu menjadi penyebab dari stress oksidatif .
Merokok secara aktif dapat menyebabkan kadar GSH menjadi turun karena GSH
mengalami oksidasi. Radikal bebas yang dihasilkan asap rokok menyebabkan
peroksidasi asam lemak ganda tak jenuh sel yang memperkuat stress oksidatif
selama merokok. Glutation perokksidase (GSH) yang merupakan antioksidan
enzimatik mampu mendetoksifikasi hidrogen peroksida dan lipid hidroperoksida
dengan mereduksi glutation, serta mencegah pembentukan radikal bebas baru,
atau mengubah radikal bebas yang telah terbentuk menjadi molekul yang kurang
reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh paparan asap
rokok terhadap kadar GSH pada perokok dan bukan perokok. Penelitian ini
menggunakan 34 responden yang dibagi dalam 17 responden perokok dan 17
responden bukan perokok. Jenis Penelitian menggunakan penelitian
Observasional Analitik dengan rancang bangun Cross Sectional. Dilakukan
dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dengan Panjang
gelombang 412nm. Penelitian ini diuji dengan uji statisika non parametrik Mann
Whitney. Hasil rata-rata kadar GSH perokok didapatkan sebesar 27,00 mg/dL
dan hasil rata-rata kadar GSH bukan perokok didapatkan sebesar 39,23 mg/dL.
Pada uji statistik didapatkan hasil p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan dari studi
ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar GSH pada perokok dan
bukan perokok menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis
HUBUNGAN ANKLE BRACHIAL INDEX DENGAN KEJADIAN LUKA KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT EKA HUSADA GRESIK
Diabetes mellitus terjadi karena kekurangnya insulin yang relatif dan
menyebabkan gangguan pada kerja insulin. Gula darah yang meningkat
menimbulkan kondisi serius, menyebabkan kerusakan sistem saraf dan beresiko
tinggi mengalami masalah kesehatan yang berdampak pada produktifitas dan SDM.
Penelitian ini bertujuan Menganalisis Hubungan Ankle Brachial Index dengan
kejadian luka kaki pada pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Eka Husada
Gresik.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analitik
korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel di ambil dengan
teknik purposive sampling sebanyak 44 responden. Instrumen yang digunakan
lembar observasi ABI. Data hasil penelitian di analisa menggunakan uji Spearman
Rank dengan tingkat kemaknaan α 0,05.
Hasil menunjukkan dari 44 responden seluruhnya terdapat luka kaki (100%)
termasuk kategori Ankle Brachial Index tidak normal (81,8%). Hasil uji Spearman
Rank dengan nilai kemaknaan α 0,05. Didapatkan nilai ρ 0,001 yang berarti ada
Hubungan Ankle Brachial Index Dengan Kejadian Luka Kaki Pada Pasien Diabetes
Mellitus Di Rumah Sakit Eka Husada Gresik.
Penderita Diabetes Mellitus yang memiliki luka pada kakinya bisa lebih
memproteksi diri supaya luka pada kakinya tidak bertambah parah. Untuk yang
tidak memiliki luka kaki agar waspada akan terjadinya luka kaki yang mungkin
terjadi sewaktu-waktu
PENGARUH KOMBINASI TERAPI GENGGAM BOLA KARET DENGAN HEEL RAISE EXERCISE TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PENDERITA POST STROKE ISKEMIK
Stroke mengakibatkan kecacatan pada sistem motorik yang berdampak
pada penurunan kekuatan otot, sehingga memerlukan rehabilitasi yang tepat untuk
meningkatkan kekuatan otot penderita post stroke. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis pengaruh kombinasi terapi genggam bola karet dengan heel raise
exercise terhadap kekuatan otot pada penderita post stroke iskemik.
Desain penelitian ini Pre Exsperimental dengan rancangan One-group
pre test and post test design. Populasi penelitian ini sebanyak 32 penderita post
stroke iskemik. Besar sampel yaitu 30 penderita. Dalam penelitian variabel
independen adalah terapi genggam bola karet dengan heel raise exercise dan
variabel dependen adalah kekuatan otot. Instrumen yang digunakan berupa alat
ukur skala kekuatan otot (MMT), SOP Genggam bola karet dengan heel raise
exercise dan vidio edukasi. Analisa data ini menggunakan uji Wilcoxon Signed
Rank Test, dengan tingkat kemaknaan α = 0.05.
Hasil penelitian didapatkan kekuatan otot sebelum diberikan kombinasi
terapi genggam bola karet dengan heel raise exercise sebagian besar (83.3%)
dengan kontraksi otot skala 3 (gerakan penuh melawan gravitasi) sedangkan
kekuatan otot setelah diberikan terapi meningkat menjadi (83.3%) dengan
kontraksi otot yang baik skala 4 (gerakan penuh segmen melawan gravitasi dan
restensi / tahanan sedang). Hasil Uji Wilcoxon didapatakan signifikansi ρ =
0.000< α = 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Kombinasi terapi genggam bola karet dengan heel raise exercise
berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot penderita post stroke iskemik.
Oleh karena itu perawat diharapkan mampu memberikan edukasi pada keluarga
maupun penderita post stroke iskemik mengenai pentingnya rehabilitasi post
stroke
HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA MERAWAT PASIEN STROKE DENGAN TINGKAT KEPARAHAN PASIEN STROKE DI RS PHC SURABAYA
Pasien stroke dapat mengalami serangan stroke berulang karena kurangnya
perilaku keluarga dalam merawat pasien pasca stroke. Untuk mencegah terjadinya
serangan stroke berulang salah satunya dengan cara memperbaiki perilaku keluarga
dalam merawat pasien stroke, sehingga tidak jatuh pada kondisi yang lebih parah.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku keluarga merawat pasien
stroke dengan tingkat keparahan pasien stroke di RS PHC Surabaya.
Desain penelitian adalah kuantitatif metode deskriptif korelasional
pendekatan cross sectional. Dari populasi yang berjumlah 170 orang, diambil besar
sampel 120 orang dengan tehnik non probability sampling jenis purposive
sampling. Variabel dependen adalah tingkat keparahan pasien stroke yang
menggunakan instrument NIHSS, variabel independent adalah perilaku keluarga
yang menggunakan instrument Kuesioner Perilaku. Data dianalisa dengan uji
korelasi rank spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (49,2%) memiliki
perilaku cukup dalam merawat pasien stroke dan hampir setengahnya (44,2%)
dengan tingkat keparahan stroke berat. Hasil uji statistik Rank Spearman nilai ρ =
0,014 dengan korelasi koefisien 1,000 yang artinya ada hubungan perilaku keluarga
merawat pasien stroke dengan tingkat keparahan pasien stroke di RS PHC Surabaya
dengan korelasi sangat kuat.
Simpulan penelitian terdapat hubungan perilaku keluarga merawat pasien
stroke dengan tingkat keparahan pasien stroke di RS PHC Surabaya. Diharapkan
dengan adanya perawatan dan dukungan yang baik dari keluarga, pasien stroke
memiliki peluang yang lebih baik untuk menurunkan tingkat keparahan stroke
HUBUNGAN LAMA PERAWATAN DAN STATUS KEGAWATAN PASIEN DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG ICU RS PHC SURABAYA
Pada keluarga yang anggota keluarganya dirawat di ruang ICU (Intensive
Care Unit) akan terjadi kecemasan karena kondisi pasien yang dirawat di ruang
ICU sebagian besar mengalami keadaan gawat yang mengancam jiwa serta tidak
jarang mengalami perawatan yang lama. Keadaan tersebut dapat menimbulkan
krisis dalam keluarga. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis hubungan lama
perawatan dan status kegawatan pasien dengan tingkat kecemasan keluarga pasien
di Ruang ICU RS PHC Surabaya.
Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dan jenis rancangan cross
sectional Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik purposive
sampling dengan jumlah sampel 73 responden. Variabel dalam penelitian ini
adalah lama perawatan pasien, status kegawatan pasien, dan tingkat kecemasan
keluarga pasien yang dirawat di ruang ICU. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah menggunakan kuesioner Zung-self anxiety scale dan lembar
observasi APACHE II. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan nilai
signifikasndi p-value 0,05.
Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien yang dirawat di
Ruang ICU RS PHC Surabaya mengalami perawatan lama dan memiliki risiko
kematia tinggi, sehingga lama perawatan dan status kegawatan berhubungan
dengan tingkat kecemasan keluarga pasien. Hal ini ditunjukkan dengan p-value
pada lama perawatan 0,008 < α 0,05 dan status kegawatan dengan p-value 0,002 <
α 0,05.
Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi kecemasan yang dialami oleh
keluarga pasien yang ada di Ruang ICU RS PHC Surabaya dengan menerapkan
komunikasi terapeutik bagi profesional pemberi asuhan (PPA), khususnya
perawat saat memberikan edukasi kepada keluarga pasien terkait kondisi dan
perkembangan pasien
PENGGUNAAN SMARTPHONE DI KOTA SURABAYA
Intensitas penggunaan smartphone yang semakin meningkat dan tidak
dikendalikan dapat menimbulkan kecanduan smartphone. Semakin meningkatnya
intensitas penggunaan smartphone pada remaja akan menimbulkan beberapa
permasalahan seperti kurang memperhatikan dan acuh tak acuh pada lingkungan
sosial, kurang bersosialisasi, rasa saling menghargai menjadi berkurang. Tujuan
penelitian ini mendeskripsikan tentang penggunaan smartphone di kota Surabaya.
Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel pada
penelitian ini adalah remaja wanita usia 10-19 tahun yang mempunyai smartphone
di kota Surabaya sebesar 400 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan
metode probability sampling teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner penggunaan smartphone yang terdiri dari 10 tentang cara,
frekuensi, durasi, kegunaan, dan fungsi dari penggunaan smarthphone. Data di
analisa menggunakan analisis univariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja di kota Surabaya sebagian besar
238 responden (59,5%) memiliki intensitas penggunaan smartphone tinggi.
Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan smartphone pada remaja di
Kota Surabaya memiliki intensitas tinggi. Diharapkan remaja dapat menggunakan
smartphone untuk hal-hal positif, seperti kreativitas dan inovasi. Remaja bisa belajar
cara memanfaatkan aplikasi dan alat digital untuk penggunaan pribadi, belajar, atau
pengembangan diri