stiesia repository
Not a member yet
7804 research outputs found
Sort by
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kinerja
keuangan yang diproksikan dengan rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan
profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan corporate governance sebagai
variabel pemoderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, daya yang
digunakan yaitu data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan
sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Pengambilan
sampel dengan cara purposive sampling dengan total sampel yang dianalisa 154.
Teknik analisis data yang digunakan adalah moderated regression analysis dengan
alat bantu IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian ini menunjukkan rasio likuiditas
yang diproksikan dengan current ratio berpengaruh negatif terhadap nilai
perusahaan, rasio leverage yang diproksikan dengan debt to asset ratio berpengaruh
positif terhadap nilai perusahaan, rasio aktivitas yang diproksikan dengan total
asset turnover berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, rasio profitabilitas
yang diproksikan dengan net profit margin berpengaruh negatif terhadap nilai
perusahaan, corporate governance dapat memoderasi rasio likuiditas, leverage,
aktivitas, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan
TAFSIR BUDAYA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS MIKRO, KECIL DAN MENENGAH: KONTEKS ETNIS TIONGHOA DAN ETNIS MADURA DI SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami tradisi pelaku
UMKM dalam melakukan praktik akuntansi serta pemanfaatan informasi akuntansi
tersebut dalam pengambilan keputusan bisnis. Pendekatan kualitatif-eksploratori
diterapkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan
dan menganalisis data dari para pelaku usaha. Informan penelitian ditentukan secara
purposif, dan terpilih tiga orang pelaku usaha dari etnis Tionghoa dan tujuh orang
etnis Madura yang menjalankan usaha di Sidoarjo, Jawa Timur. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (a) secara naluriah, pelaku usaha dari etnis Tionghoa dan
Madura, keduanya sadar tentang urgensi akuntansi dalam pengelolaan dan
pengambilan keputusan bisnis; (b) bagi etnis Tionghoa dan Madura, akuntansi
merupakan praktik sosial, di mana praktik akuntansi dilakukan secara berbeda
berdasarkan kemampuan yang dimiliki, dan menyesuaikan dengan jenis keputusan
yang diambil; (c) berdasarkan konteks keterkaitan praktik akuntansi dengan praktik
pengambilan keputusan bisnis, etnis Tionghoa memiliki budaya “timbang untung,
hitung rasa”, sedangkan etnis Madura memiliki budaya “timbang rasa, hitung
untung”. Kedua etnis pelaku usaha memertimbangkan keuntungan dan nilai sosial
dengan prioritas yang berbeda. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan
tafsir budaya “timbang untung, hitung rasa” dan “timbang rasa, hitung untung”
sebagai dimensi kultural atas pola pikir ekonomi bisnis dari etnis yang berbeda.
Implikasi penting dari penelitian ini adalah bahwa akuntansi merupakan praktik
sosial (social practice) yang secara naluriah dilakukan oleh pelaku usaha sesuai
kemampuan dan kebutuhan informasi internal. Akuntansi akan menjadi praktik
institusional (institutional practice) mengikuti aturan, jika pelaku usaha memiliki
kepentingan untuk menyampaikan informasi kepada pihak eksternal
PENGUNGKAPAN LAPORAN KEBERLANJUTAN PT PELAYARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pengungkapan
Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) oleh PT Pelayaran, dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus kajian berada pada pemahaman
terhadap strategi pengungkapan, kepatuhan terhadap regulasi, serta dinamika sosial
dan lingkungan yang tercermin dalam laporan tersebut. Hasil penelitian
mengungkap bahwa pengungkapan keberlanjutan bersifat mandatory dan berperan
signifikan dalam meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, aspek efisiensi
operasional melalui optimalisasi bahan bakar diidentifikasi sebagai langkah
strategis perusahaan. Penelitian juga menyoroti isu sosial seperti kesehatan mental
kru kapal yang masih termarjinalkan serta tantangan lingkungan seperti polusi
akustik dan tekanan pengurangan jejak emisi karbon. Kurangnya dokumentasi
dalam manajemen limbah menjadi indikasi kelemahan struktural dalam praktik
keberlanjutan perusahaan. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman
praktik keberlanjutan di industri pelayaran, sekaligus membuka ruang refleksi
terhadap pelaksanaan dan pelaporan tanggung jawab sosial perusahaan di sektor
maritim
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji faktor-faktor yang
mempengaruhi sustainability report disclosure. Variabel independen yang menjadi
faktor-faktor pengaruh yaitu profitabilitas, intellectual capital, leverage, aktivitas
perusahaan, ukuran perusahaan, komite audit, dan dewan direksi. Variabel
dependen yaitu sustainability report disclosure diukur berdasar topik lingkungan,
sosial dan ekonomi dengan standar Global Reporting Initiative (GRI). Jenis
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pengambilan sampel metode
purposive sampling berdasar kriteria-kriteria yang ditentukan. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini diperoleh 14 perusahaan konstruksi yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia. Data yang diambil selama 4 tahun, yaitu tahun 2021
sampai tahun 2024, sehingga data yang akan diolah sebanyak 56.
Hasil penelitian ini uji goodness of fit (uji F) menunjukkan bahwa seluruh
variabel independen berpengaruh terhadap sustainability report disclosure. Namun,
secara uji t menunjukkan bahwa intellectual capital dan leverage berpengaruh
signifikan terhadap sustainability report disclosure. Sedangkan profitabilitas,
ukuran perusahaan, akivitas perusahaan, komite audit, dan dewan direksi tidak
berpengaruh signifikan terhadap sustainability report disclosure. Temuan penelitian
ini menekankan faktor eksternal atau variabel lain yang tidak diuji memiliki peran
yang lebih dominan dalam mendorong pengungkapan laporan keberlanjutan,
seperti tekanan dari komunitas, reputasi perusahaan, atau dorongan dari manajemen
puncak
PENERAPAN ASAS-ASAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI DESA KEPUHARJO-MALANG DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas-asas
pengelolaan keuangan desa di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso,
Kabupaten Malang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik.
Pengelolaan keuangan desa sebagai bagian dari sistem keuangan negara harus
menerapkan asas transparansi, akuntabilitas, partisipatif, serta tertib dan disiplin
anggaran sesuai Permendagri No. 20 Tahun 2018.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 6
informan kunci meliputi Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Kasi
Kesejahteraan, Kasi Pelayanan, dan Ketua BPD, serta analisis dokumen APBDesa
dan laporan realisasi anggaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas pengelolaan keuangan
desa telah berjalan sesuai regulasi dengan kinerja keuangan yang baik, ditandai
surplus anggaran Rp 547 juta dan PADesa yang melampaui target 212,6%. Namun,
terdapat kendala berupa keterbatasan kompetensi SDM akibat masa transisi jabatan,
pemahaman regulasi yang berubah-ubah, partisipasi masyarakat yang terbatas, dan
keterbatasan sistem informasi. Solusi yang diterapkan meliputi peningkatan
kompetensi aparatur, inisiatif koordinasi dengan inspektorat, dan penguatan
pelibatan masyarakat dalam pengawasan untuk mewujudkan good village
governance
KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN KOMPENSASI MEMEDIASI PENGARUH WORKFORCE AGILITY DAN PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN PDAM TIRTA INDRA KABUPATEN INDRAGIRI PROVINSI RIAU
Penelitian ini berjudul “KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN
KOMPENSASI MEMEDIASI PENGARUH WORKFORCE AGILITY DAN
PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PDAM TIRTA INDRA KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis peran kepemimpinan
transaksional dan kompensasi memediasi pengaruh workforce agility dan
psychological empowerment terhadap kinerja karyawan, disamping itu temuan
penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis dalam melakukan
evaluasi kinerja karyawan PDAM Tirta Indra.
Penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling
dengan software SMARTPLS 3.0, sampel 108 orang karyawan PDAM Tirta Indra
Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukan bahwa:
pertama, workforce agility berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan,
kedua, psychological empowerment tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan,
ketiga, kepemimpinan transaksional memediasi pengaruh workforce agility
terhadap kinerja karyawan, keempat, kompensasi memediasi pengaruh
psychological empowerment terhadap kinerja karyawan. Uji mediasi ditemukan
kepemimpinan transaksional bersifat mediasi parsial dan kompensasi bersifat
mediasi penuh
PENGARUH HUMAN CAPITAL, STRUCTURAL CAPITAL, DAN RELATIONAL CAPITAL TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING YANG DIMEDIASI KAPABILITAS INOVASI BERKELANJUTAN PADA LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN DI INDONESIA
Penelitian ini mengkaji pengaruh human capital, structural capital, dan relational
capital terhadap keunggulan bersaing, dengan kapabilitas inovasi berkelanjutan
sebagai variabel mediasi pada Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Indonesia.
Latar belakang pentingnya penelitian ini terletak pada kebutuhan Lembaga
Pendidikan Nonformal untuk terus beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan
Industri Dunia Usaha dan Kerja (IDUKA). Data diperoleh dari 299 LKP yang
mengikuti program peningkatan sumber daya berbasis IDUKA dengan
menggunakan metode total sampling. Pendekatan kuantitatif dan analisis Structural
Equation Modeling (SEM) dengan AMOS digunakan untuk menguji hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa human capital, structural capital, dan
relational capital memiliki pengaruh signifikan terhadap kapabilitas inovasi
berkelanjutan maupun keunggulan bersaing. Selain itu, kapabilitas inovasi
berkelanjutan terbukti secara signifikan memediasi pengaruh antara ketiga dimensi
intellectual capital dengan keunggulan bersaing. Temuan ini menegaskan
pentingnya pengelolaan modal intelektual secara sinergis melalui pengembangan
kompetensi sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas proses organisasi,
dan penguatan relasi eksternal sebagai penopang inovasi berkelanjutan dalam
meraih keunggulan bersaing. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi ResourceBased
View
Theory
dan
Dynamic
Capability
Theory
untuk
mengungkap
mekanisme
mediasi
kapabilitas inovasi berkelanjutan dalam konteks Lembaga Kursus dan
Pelatihan (LKP) yang masih jarang diuji secara empiris
ANTROPOLOGI INTERPRETIF DALAM ORGANISASI BUDAYA: STUDI PRAKTIK MANAJEMEN PADA SANGGAR TARI DI SURABAYA
Using interpretive anthropology, this study investigates dance studio management
practices in Surabaya, Indonesia. Faced with numerous problems that dance
studios in this area confront to maintain their sustainability and growth, the
research seeks to uncover successful tactics utilized by the studios and assess the
management model. Furthermore, an ethnographic qualitative approach is used,
focusing on eight dance studios chosen by Surabaya's local administration.
Additionally, data were gathered through semi-structured interviews with key
stakeholders such as the owner, manager, instructor, and collaborator. Aside from
that, they collected data through show observation and studio operations. Thi
sstudy, which uses Dynamic Capability Theory (DCT) as an analysis framework,
investigates how such studios detect possibilities, adjust to external change, andreconfigure
their
internal
sources
to
compete.
Furthermore,
the
studies
revealed
that
the
studios blend current management methods with cultural preservation, boost
dynamic capability, and foster international networking, all of which canlead to
increased sustainability. Furthermore, the study emphasizes the necessity of
cultural adaptability in maintaining relevance in dance studio communities. As a
result, the next study should broaden the scope by comparing dance studios in
avariety of settings and determining the impact of digital technology on
management methods. Furthermore, in terms of leadership style and government
assistance, the following research might provide valuable insights into the viability
of cultural institutions
The role of transformational leadership and motivation in enhancing meaningful employee performance
Studies on transformational leadership and employee performance, with motivation as a key mediator, have been extensively investigated because inspiring leadership can enhance employees' intrinsic motivation, which in turn positively impacts their performance. Understanding motivation's role as a mediator enables organizations to design more effective leadership strategies that optimize employee productivity and engagement. The orientation of this study is to investigate the relationship between motivation and the effect of transformational leadership on employee performance within the Indonesian manufacturing sector. An explanatory research design was employed, involving a sample of 170 employees chosen using an incidental sampling technique. Data were obtained through a structured questionnaire and evaluated using Structural Equation Modeling (SEM) with Analysis of Moment Structures (AMOS) software to test the hypothesized relationships among variables and perform Confirmatory Factor Analysis (CFA). The findings indicate that both transformational leadership and motivation have a significant impact on employee performance. Furthermore, motivation is found to mediate the relationship between transformational leadership and employee performance, highlighting its pivotal role in enhancing individual outcomes. This study contributes to the growing body of literature by emphasizing the importance of motivation as a mechanism through which transformational leadership can drive optimized performance. The results underscore the need for organizations to cultivate transformational leadership practices that not only inspire but also strengthen employees’ self-esteem and self-confidence. Such strategies facilitate behavioral transformation and the development of employee potential, ultimately leading to maximized organizational performance and reinforcing the effectiveness of transformational leaders
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUASAN NASABAH DIMEDIASI OLEH ELECTRONIC WORD OF MOUTH PADA PT. BPR JATIM (PERSERODA) CABANG GRESIK
Dalam era digital yang terus berkembang, industri perbankan dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun brand image yang kuat guna mempertahankan dan meningkatkan kepuasan nasabah. Salah satu faktor penting dalam membentuk persepsi dan keputusan nasabah adalah Electronic Word of Mouth (eWOM), yang memungkinkan penyebaran informasi dan pengalaman nasabah secara luas melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan brand image terhadap kepuasan nasabah, serta peran eWOM sebagai variabel mediasi pada PT. BPR JATIM (Perseroda) Cabang Gresik. Metode penelitian yang dipergunakan berupa penelitian kausalitas, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah nasabah PT. BPR Jatim (Perseroda) yang jumlahnya tidak dapat diketahui (infinite). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling yaitu dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode deskriptif melalui media kuesioner dengan skala linkert. Hasil penelitian kualitas pelayanan berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan nasabah dan eWOM, brand image berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan nasabah dan eWOM, eWOM tidak memediasi hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan nasabah di PT. BPR JATIM (Perseroda) Cabang Gresik dan eWOM tidak memediasi hubungan antara brand image dan kepuasan nasabah di PT. BPR JATIM (Perseroda) Cabang Gresik. Manfaat penelitian secara teorikal mampu mengembangkan dari teori perilaku yang dalam hal ini adanya kualitas pelayanan, kepuasan, brand image dan eWOM dan dari sisi manfaat praktikal sebagai salah gambaran dalam mengambil kebijakan strategis bagi pihak pengambil keputusan yang ada di PT. BPR JATIM (Perseroda)